PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 144. Makanan Khas Pulau Tello


__ADS_3

Wajah semua orang menjadi terkejut, ketika mereka menatap Lemon yang sedang berjalan santai yang sedang santai menuruni tangga dari atas kapal, dengan Maret Silalahi berjalan mengekor dari belakangnya.


Pria Jubah Putih sangat terkejut, dia menelan ludahnya karena tak percaya dengan apa yang sedang dia lihat.


Pria Jubah Putih itu langsung berjalan kearah Lemon, setelah Lemon menginjakan kakinya ditanah, kemudian Pria berjubah langsung membungkuk hormat kepada Lemon.


"Tuan Pahlawan, saya sangat berterimakasih kepada anda, karena anda telah menyelamatkan hidup saya dari genggaman Monster itu" Kata Pria Berjubah putih sambil membungkuk hormat kepada Lemon.


Lemon hanya tersenyum kecil, ketika dia melihat pria jubah putih itu membungkuk hormat padanya, kemudian dia berjalan kearah pria berjubah putih itu sambil berkata "Anda jangan terlalu sungkan, saya hanya sekedar menolong anda saja, karena sudah sewajarnya kita umat manusia harus saling tolong menolong" sambil mengangkat tubuh Pria jubah putih untuk berdiri.


"Apakah kalian semua tidak berterimakasih kepada Tuan ini, karena dia sudah melepaskan kita dari ancaman Monster itu" Teriak Pria Jubah putih kepada seluruh penumpang, yang masih melihay Lemon dengan mata masih tidak percaya.


"Eemm.. Tidak Perlu memanggil saya Tuan, namaku adalah Lemon Nababan" Ucap Lemon memperingatkan mereka untuk sekedar memanggilnya dengan sebutan biasa saja.


Namun tiba-tiba semua orang berkata "Terimakasih Tuan Nababan" Kata seluruh Penumpang serentak seraya mereka membungkukan tubuh kearah Lemon.


Lemon segera menganggukan tubuhnya, dia takut akan mendapatkan perhatian banyak orang yanh berada ditempat itu.


"Terimakasih Kembali, silahkan kalian untuk pergi" sahut Lemon yang sudah mendapatkan kepercayaan dari berbagai Pihak.


Lemon dan Maret langsung bergegas meninggalkan tempat itu, mereka berdua berjalan kaki menyusuri warung-warung kecil yang terdapat didermaga Pulau Tello.


Namu tiba-tiba dia diteriaki "Tuan Nababan, Tuan Nababan, Tunggu!!" Pria Berjubah putih memanggil Lemon.


Lemon dan Maret memutar tubuhnya, kemudian Lemon mengerutkan keningnya ketika dia melihat pria jubah putih memanggil-manggilnya.


Setelah pria jubah putih telah berada didepannya, Lemon bertanya "Ada Apa saudara? Apakah masih ada yang belum tersampaikan".


"Mohon maaf Tuan! Saya sudah berani mengganggu waktu anda, Mohon maaf! saya perkenalkan, Nama Saya Setiawan Giawa, saya adalah berasal dari Kuil Perguruan Serigala Putih" Ucap Setiawan atau Pria jubah putih dengan jujur.

__ADS_1


Lemon mengangguk pelan kemudian dia berkata: "Baiklah.. Lalu apa yang ingin anda mau?" Tanya Lemon santai.


"Tuan! Kalau seandainya Tuan ada kesempatan jika sudah kembali dikota Gowe, saya ingin mengundang Tuan datang ke Kuil Kami untuk makan bersama, sebagai tanda ucapan terimakasihku kepada Tuan" Jawab Setiawan Giawa dengan mengulas senyuman senangnya.


"Baiklah... Saya akan usahakan untuk datang, jika saya nanti sudah kembali ke Kota Gowe" ucap Lemon santai.


"Baik Tuan Terimakasih sebelumnya" ujar Setiawan sambil membungkuk hormat.


Setelah mereka bertukar nomor, Lemon dan Maret langsung masuk kesalah satu warung yang menjual berbagai macam makanan khas Pulau Tello.


"Mau makan apa Tuan?" Seorang pelayan menghampiri mereka dan bertanya.


"Emm.. Kami mau pesan makanan Khas Daerah Pulau Tello" Jawab Lemon sembari memberikan senyuman sumringahnya.


"Tuan! Makanan Khas Daerah disini ada 2, yaitu Ikan Bakar yang diasapi dan Babi Guling yang diasapi" Kata Pelayan memberitahukan Lemon.


"Baiklah.. Kami pesan Ikan Bakar yang diasapi 2 Porsi" Ucap Lemon kepada Pelayan.


2 oran Pria Tua yang memakai Jubah Kuil, Memasuki Warung yang berada Lemon saat ini, kemudian mereka memilih duduk dipojok 2 meja dari tempat Lemon dan Maret berada.


Mereka memesan Babi Guling Bakar, dan setelah itu mereka berbincang tentang Ginseng 1000 Tahun dipedalaman Pulau Tello.


"Kakak Senior.. Saya dengar Ginseng itu tumbuh 4 hari lagi" kata seorang Pria Tua yang memakai Kalung Tasbih.


"Iya Betul, makanya kita harus cepat sampai disana, jangan sampai ada orang lain yang duluan daripada kita" Jawab lelaki tua yang memakai kopiah.


"Perjalanan disana banyak sekali rintangan, ditambah lagi disana saya dengar ada hutan tersembunyi yang dapat menipu kita" ujar Pria berkalung.


"Semoga saja informasi kemunculan Ginseng seribu tahun kali ini, tidak tersebar luas kepada kalangan dunia seni bela diri" Kata Pria berkopiah sambip mengesap Kopinya yang sudah diletakan diatas Meja.

__ADS_1


Lemon yang berada sekitar 2 meter dari samping mereka berdua, mendengarkan setiap ucapan mereka dengan sangat inci tanpa melewatkan satu katapun.


Tidak lama kemudian makanan Ikan Bakar yang diasapi, sudah diletakan diatas meja mereka berdua "Silahkan Tuan" Ucap Pelayan itu sembari membungkuk. "Terimakasih Mbak" sahut Maret Silalahi, yang terlihat menelan ludahnya dengan kasar, ketika dia mencium aroma Ikan Bakar yang diasapi makanan khas Pulau Tello.


"Tuan! Rasanya pasti Enak" Ucap Maret dengan tatapannya masih berada di Ikan Bakar.


"Iya.. Makanya kita berdoa terlebih dahulu" Jawab Lemon sembari dia menatap Maret Silalahi yang sangat bernafsu untuk makan.


"Iya.. Baik Tuan" sambut Maret dengan perasaan yang menggebu-gebu.


Setelah mereka selesai makan, Lemon bertanya pelan kepada pelayan "Apakah kamu tahu dimana jalan menuju pedalaman pulau ini?". "Maaf Tuan saya tidak tahu kalau soal itu, saya disini hanya pelayan, saya tidak selebihnya" Jawab Pelayan itu dengan perasaan panik.


"Baiklah kalau kamu tidak memberitahukan" Lemon langsung meraih segepok uang dari balik Jaketnya, meletakan ditangan pelayan itu.


Melihat warna uang yang berwarna merah dicampur dengan wana biru, Sehingga dalam sekejab mata Iman Pelayan itu langsung runtuh dan menghilang.


"Tolong kamu carikan kami tumpangan untuk sampai kesana" titah Lemon dengan wajah tegasnya.


"Baik Tuan! Akan saya siapkan orang-orang yang akan mengantarkan kalian sampai dikaki Bukit" Pelayan itu langsung berpaling ketika dia selesai berkata, kemudian dia langsung pergi keluar untuk mencari Ojek tumpangan Lemon dan Maret Silalahi sampai di Kaki Bukit pedalaman hutan Pulau Tello.


Kembali diMeja sebelah, Pria berkalung berkata: "Kakak Senior, saya dengar semalam dikapal perintis Pulau Tello, ada seorang Pemuda yang berilmu tinggi, menyelamatkan orang-orang dari serangan Ikan Paus Peregocetus".


Mendengar ucapan Pria berkalung tasbih, Seketika wajah Pria berkopiah berubah drastis, kemudian dia meletakan Cangkir Kopinya dan berkata: "Apakah kau serius? Darimana kau mendapatkan Informasi itu?".


"Saya mendengarnya ketika tadi penumpang turun dari atas kapal, mereka memuja-muja pemuda itu bagaikan Dewa Zeus" Jawab Lelaki Berkalung Tasbih kepada Pria berkopiah.


"Saya penasaran siapakah pemuda itu, kenapa dia mendapatkan ilmu yang begitu tinggi" tambah lelaki berkalung berkata-kata.


Pria berkopiah mengernyit ketika dia mendengar penjelasan lelaki berkalung, yang merupakan adik seperguruannya, kemudian dia menggelengkan kepalanya pelan, lalu dia berkata sambil menatap langit-langit ruangan itu "Kalau dia sampai melumpuhkan Ikan Paus Peregocetus, dan Monster itu sampai mati, berarti Pemuda itu telah mendapatkan Batu Giok Zamrud yang berada dikepala Ikan Paus Peregocetus itu".

__ADS_1


Pria berkopiah menghela nafas panjang, kemudian dia masih terlihat berpikir tanpa bisa diprediksikan.


__ADS_2