
Widya hanya bisa tersenyum, dan menggelengkan kepala dengan Pelan, ketika dia melihat Tingkah Lemon yang terlihat lucu.
Sesampainya mereka diparkir Mobil, Lemon membukakan pintu dan mempersilahkan Dewi untuk naik, Dewi hanya menggerutu dan mengoceh tak karuan.
Lemon hanya terus menyetir tanpa berkata apa-apa, kemudian dia memberhentikan ketika mereka sudah sampai dihalaman kediaman Chandra.
Dewi langsung berjalan masuk kedalam rumah, setelah dia turun dan membanting pintu mobil dengan sangat keras, yang membuat para security tersentak kaget.
Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia melihat Dewi yang berjalan masuk kedalam tanpa berkata apa-apa.
Lemon kemudian berjalan ketempat Pos Para security berada, kemudian dia berkata "Maaf Pak, boleh saya menitipkan Kunci Mobil Dewi disini, Karena dia buru-buru masuk kedalam".
"Aaahh.. Tuan Lemon tidak perlu bersikap sangat hormat seperti itu, Silahkan Tuan, biarkan kami membawanya kepada Nyonya Lili" ujar kepala Security itu.
"Terimakasih Pak, saya langsung pamit ya Pak" Kata Lemon sopan sedikit membungkukan tubuhnya. "Silahkan Tuan" Jawan security itu serempak.
Setelah Lemon menyerahkan Kunci Mobilnya kepada Security, dia langsung berbalik dan pergi, kemudian dia meraih HPnya dia menelpon seseorang.
Dewi yang merasa kesal dia hanya terus duduk disofa diruang tamu, dengan wajah cemberutnya dia melihat kearah Pintu dia berharap Lemon akan segera masuk, namun sampai beberapa saat dia menunggu, Lemon masih tetap saja tidak terlihat.
Sehingga dia dengan suara menggerutu, dan menghentakan kakinya ditanah bagaikan anak kecil yang sedang kesal, ia berjalan keluar ingin melihat Lemon.
Namun dai sangat terkejut ketika dia melihat Mobilnya yang telah terparkir, dan semua jendela tertutup rapi, tapi tidak menemukan keberadaan Lemon disana.
Dewi buru-buru berjalan kearah Pos Security, kemudian dia bertanya "Pak! Apakah kalian melihat teman saya?".
"Maksud Non Dewi, Tuan Lemon?" Jawab Kepala Security dengan nada rendah. "Iya Pak, dia.. Apakah bapak melihatnya?" Tanggap Dewi dengan ekspresi panik.
Kepala Security itu menyerahkan kunci mobil kepada Dewi, yang membuat jantung Dewi bergetar kencang, kemudian dia bergumam dalam hatinya "Apakah aku tidak terlalu keterlaluan, sehingga dia tersinggung".
__ADS_1
"Makasih ya Pak" ujar Dewi, yang disambut oleh kepala Security dengan Anggukan "Sama-sama Non".
Dewi berjalan kembali masuk kedalam Rumah, kemudian dia langsung meraih Ponselnya, dan melakukan panggilan telepon, dia menghubungi Lemon.
Namun suara gadis dari dalam telepon berkata " Nomor yang anda tuju, sedang tidak aktif atau sedang dalam kesal" Heheee.... Kita sedikit bercanda, jangan terlalu tegang. Oke kita lanjut.
Dewi merasakan ada sesuatu yang salah, sehingga dia langsung buru-buru pergi keVilla Lemon, di Komplek Perumahan Villa Ginting.
Namun sesampainya dia disana, dia sama sekali tidak menemukan keberadaan Lemon, dia melihat Pintu rumah yang sudah dikunci rapat, sehingga dia hanya bisa meratapi kesalahannya sendiri.
Dewi menyandarkan tubuhnya dipintu, kemudian perlahan matanya berkaca-kaca dia sangat menyesali perbuatannya hari ini, sehingga perlahan-lahan tubuhnya jatuh didepan pintu, dan dia memeluk kedua kakinya, dia bertekad untuk menunggu Lemon hingga pulang, dan akan meminta maaf.
Didalam Mobil yang bermerek BMW, Lemon berada dikursi penumpang, sementara seorang Pria paruh baya menyetir dengan tatapan fokus kedepan.
"Terimakasih Tuan, saya sudah merepotkan anda" Kata Lemon dari belakang Pengemudi, dengan senyuman sopan.
"Ohh.. Tuan Nababan tidak perlu merasa seperti itu, seharusnya kami yang mengucapkan banyak terimakasih kepada Tuan Lemon, Tuan Lemon memberikan kesempatan untuk datang memenuhi undangan Pak Walikota" Jawab Pengemudi itu yang tidak lain adalah Daran Zebua Kepala Pelayan Pak Walikota.
Lemon sengaja menonaktifkan HPnya, karena dia tau Dewi pasti akan menghubunginya, dan dia tidak mau terganggu ketika sedang berbicara dengan Pak Walikota.
Lemon sampai dikediaman Pak Walikota, dengan situasi Matahari sudah melelapkan matanya, artinya sudah menjelang malam.
Lemon berjalan mengekori Daran Zebua, untuk masuk kedalam rumah Pak Walikota, Lemon melirik nuansa rumah Pak Walikota yang ditumbuhi dengan Beberapa Pohon rindang, dan dipenuhi dengan bunga-bunga peliharaan, yang membuat Nuansa rumah itu menjadi Asri dan sejuk.
"Selamat datang Saudara Nababan, sudah lama kita tidak bertemu?" Sambut Pak Walikota dengan perasaan bahagia.
"Salam Hormat pak Walikota, Mohon maaf saya sudah membuat anda menunggu lama" Sahut Lemon sambil membungkukan tubuhnya.
"Aaahh... Saudara Nababan terlalu sungkan, saya sama sekali tidak merasa menunggu, seharusnya saya yang mengucapkan banyak terimakasih kepada Saudara, karena sudah membela waktunya untuk datang kemari" Kata Walikota dengan senyuman, sambil dia mempersilahkan Lemon untuk duduk.
__ADS_1
"Hehehee.. Baiklah Pak Walikota, bagaimana kabar penyakit anda" Tanya Lemon dengan raut wajah penasaran.
"Ohh.. Iya, Saya sudah lebih baik saudaraku, puji tuhan saya tidak lagi merasakan sakit yang sangat parah" Kata Walikota dengan penuh semangat.
"Baguslah kalau Pak Walikota baik-baik saja, jadi aktifitas Pak Walikota tidak terganggu" Ujar Lemon santai.
"Iya saudaraku! Ayo silahkan diminum tehnya" Pak Walikota mempersilahkan Lemon, untuk menyeruput tehnya yang sudah diletakan dicangkir diatas Meja.
Lemon menyerupuh tehnya, sekalian mereka berbincang-bincang tentang perkembangan Kota Gowe.
"Jadi sebelumnya saya ingin mohon maaf saudaraku, Saya terpaksa memanggil anda untuk datang kemari,
karena saya membutuhkan pertolongan anda" Ucap Walikota dengan wajah lesuhnya.
Lemon sangat serius mendengarkan perkataan Pak Walikota, sehingga dia memasang pendengarannya dengan jelas.
"Kalau boleh tau pak Walikota, Apa yang bisa saya lakukan?" Jawab Lemon terlihat santai, namun menatap Pak Walikota dengan sungguh-sungguh.
"Emm.. A...Anak saya saudara, Anak saya mengalami kecelakaan bulan lalu, namun dia mengalami gangguan penglihatan, dia tidak bisa melihat sekarang" Ucap Walikota dengan nada memohon.
Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya ketika mendengar penjelasan dari Pak Walikota, karena untuk saat ini dia masih belum pernah menangani kasus seperti itu.
"Dimana dia sekarang" Ucap Lemon dengan ekspresi datar. "Dia berada dikamar saudaraku, Mari saya antarkan untuk melihat kondisinya" Ujar Walikota dengan santai.
Mereka berjalan Masuk kedalam Kamarnya Dian anak Pak Walikota, setelah mereka sampai didepan pintu kamar Dian, Ibu Triska tiba-tiba berjalan dari arah yang berlawanan, dia membawa Segelas Air Putih untuk Dian.
Ibu Triska tiba-tiba terdiam membatu, dia hanya terus menatap Lemon dari Ujung Kaki sampai ujung kepala, kemudian ibu Triska bertanya kepada Suaminya "Pak.. Anak ini Siapa? Kok bapak membawanya kekamar Dian?” tanya Triska dengan wajah penasaran.
"Bu! Ini saudara Lemon, dialah yang telah mengobati saya sewaktu perjalanan Dinas diPuncak Gomo" Namun sebelum Pak Walikota selesai berkata-kata, Istrinya langsung berkata memotong "Jadi Bapak Undang dia datang kemari untuk mengobati Dian? Itu tujuanya, Hah".
__ADS_1
Lemon hanya bisa mengerutkan keningnya, ketika dia mendengar ucapan Istri Pak Walikota.