
Lemon menatap Dewi yang duduk disampingnya, dengan dalam keadaan mata tertutup, kemudian Lemon sengaja mengibaskan tangannya, supaya Aroma obat itu semakin merasukkinnya.
Dan ternyata saja Dewi semakin menghirup lebih dalam, ketika Aroma obat itu merasuki hidungnya, yang membuat dia berfantasi sendiri dia bagaikan berada diawan yang ke-7.
Setelah menunggu waktu yang lama, Siangpun sudah berganti gelap, Lemon akhirnya membawa kembali tungku kedalam Vilanya, dan kemudian dia menyaring Air dari racikan obat herbal tersebut.
Lemon menuangkan Obat itu kedalam Botol kaca kecil, yang sudah Lemon persiapkan sejak awal, kemudian dia membagi di dalam beberapa botol kaca.
Kemudian Lemon berkata Kepada Dewi "yang 2 botol ini kamu bawa, untuk diminum Tuan Patriak dan Nyonya Chandra, sementara yang lain ini adalah untuk ibunya Bryan".
Dewi hanya menganggukan kepalanya, dia tidak banyak membantah karena mengingat ramuan obat ini sangatlah langka dan sulit untuk ditemukan.
Tiba-tiba HPnya Lemon berdering, kemudian Lemon melihatnya, di sedikit mengerutkan keningnya ketika dia melihat yang menghubunginya adalah Nomor baru.
Lemon menekan tombol jawab "Hallo" Kata Lemon setelah sambungan teleponnya terhubung.
"Hallo Tuan! Apakah ini Tuan Lemon" kata orang itu diujung telepon. "Iya benar! Ini dengan siapa ya?" Jawab Lemon dengan penasaran.
"Maaf Tuan, saya adalah Daran Zebua kepala pelayan Keluarganya Pak Walikota, maaf tuan saya sudah lancang mencari nomor telepon anda, dan menghubungi anda karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan" Kata Daran panjang lebar.
"Ooh.. itu tidak apa-apa Tuan, saya tidak merasa keberatan dengan hal itu, oh ya! Bagaimana dengan kondisi Pak Walikota, apakah dia masih baik-baik saja" Ujar Lemon sembari dia duduk disamping Dewi.
"Kalau Pak Walikota dalam keadaan baik-baik saja Tuan, cuman saja dia ingin bertemu dengan anda, apakah ada waktu anda besok?" Kata Daran bertanya kepada Lemon, yang membuat Lemon sedikit tertegun karena dia memikirkan sesuatu.
"Eemm.. Saya tidak berjanji Tuan, karena saya ada sedikit kesibukan besok, Tapi! Kalau seandainya saya ada waktu luang besok, saya akan menghubungi anda" Jawab Lemon menanggapi pertanyaan dari Daran.
"Baik Kalau begitu Tuan, saya akan menunggu kabar dari anda besok" Ujar Daran dengan penuh hormat, dan tidak berselang lama sambungan teleponpun berakhir.
Lemon menghela nafas panjang, kemudian dia melihat Dewi yang sedang mengamatinya "Apa yang kamu lihat?" Tanya Lemon ketus.
__ADS_1
"Yaaahh.. Menatapmulah, masa aku mengujimu, kan gak mungkin" jawab dewi santai sembari dia melemparkan senyuman manisnya, yang membuat jantung Lemon deg degan hebat.
"Ya Sudah.. Asalkan kamu gak bosan" Kata Lemon singkat, kemudian dia berkata "Biarkan aku antar kami pulang".
"Gak apa-apa aku pulang sendiri saja" jawab Dewi pelan, walaupun di dalam hatinya dia pengen Lemon mengantarkannya pulang kerumahnya.
Lemon yang memiliki indra ilahi, Dia langsung mengetahui apa yang digumamkan Dewi barusan, kemudian dia langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Ayo... Biarkan kamu aku antar, aku takut terjadi apa-apa sama kamu dijalan, apalagi sudah malam" ucap Lemon santai, yang membuat hati Dewi bersorak kegirangan, karena Lemon sepertinya mengetahui isi hatinya.
Tidak lama kemudian, mereka sampai dihalaman luas kediaman keluarga Chandra, kemudian mereka berjalan masuk kedalam dengan santai.
"Ibu.. Ayah" Kata Dewi Berteriak kecil, ketika dia melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk dan asik mengobrol.
"Eehh.. Dewi, anakku" sahut Lili ibunya Dewi, seraya mereka langsung berpelukan karena itulah kebiasaan Dewi, setelah dia pulang kerumah dan langsung memeluk ibunya.
"Salam hormat Patriak" Ucap Lemon sambil membungkukan tubuhnya kearah Restu Chandra.
"Bagaimana dengan kondisi tuan patriak" Tanya Lemon santai kepada Restu Chandra. "Saya dalam keadaan Sehat, dan saya merasakan kekuatan saya sudah pulih kembali" ucap Restu Chandra dengan perasaan yang tidak bisa dilukiskan.
"Oh ya Tuan Patriak, saya sudah meracik obat untuk Tuan dan Nyonya, silahkan nanti diminum kalau sudah waktu tidur, Tuan dan Nyonya harus ingat? Dalam sebotol itu harus dihabiskan, harus dihabiskan hanya dalam waktu 2 hari saja" ucap Lemon dengan jujur.
"Baik Tuan Lemon terimakasih, kami tidak tahu bagaimana cara membalaskan kebaikanmu ini kepada keluarga kami" Kata Restu Chandra memohon terimakasih kepada Lemon.
"Aahh.. Tuan patriak Chandra jangan Sungkan, anggap saja itu hanya bantuan kecil yang tidak berarti" Sahut Lemon dengan senyuman.
"Nak Lemon jangan berkata seperti itu, bantuanmu kepada keluarga Chandra bukan hanya sekedar bantuan biasa, jadi Nak Lemon jangan sungkan jika ingin mengatakan sesuatu" Kata Lili dengan sedikit bahasa isyarat yang tidak bisa diartikan.
"Baiklah Tuan, kalau begitu saya mohon ijin untuk Pamit" Ujar Lemon sambil dia berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Tunggu dulu nak Lemon, Bagaimana kalau nak Lemon ikut makan malam disini" Ajak Lili seraya dia membuang senyuman kepada Lemon.
"Iya bu.. kebetulan Lemon juga masih belum makan malam, ayo kita makan bersama" sambut Dewi berkata-kata, yang membuat Lemon hanya bisa pasrah.
Mereka semua langsung bergegas pergi keruang makan, Lemon dijamu dengan makanan yang sangat istimewa.
Setelah beberapa saat, akhirnya Lemon bergegas langsung ingin pulang, namun tiba-tiba Dewi berteriak "Tunggu!". Dewi langsung berlari pelan kearah Lemon, sementara keluarga chandra mereka memilih duduk didalam Aula besar, dan menikmati susasana kebersamaan.
"Ada apa?" Tanya Lemon setelah Dewi sampai dihadapannya, diluar rumah kediaman keluarga chandra.
"Eem..kamu bawa saja Mobilku, besok kamu jemput aku disini, antarin aku keperusahaan kuil naga, aku ingin bertemu dengan seseorang" Kata Dewi dengan santai.
Lemon mengerutkan keningnya ketika dia mendengar perkataan Dewi, kemudian dia berkata "Kamu bertemu dengan siapa? Cewek apa cowok".
"Yaahh.. Aku bertemu ceweklah sayang.. Cemburu amat sih?" Dewi menggerutu sambil memonyongkan bibirnya.
"Ohh.. Aku kira cowok" jawab Lemon singkat, sambil dia meraih Kunci Mobil ditangan Dewi.
"Kenapa memangnya kalau cowok? Hah" Kata Dewi melotot kearah Lemon. "Yaahh.. Aku patahkan seluruh tulang-tulangnya" ujar Lemon sambil dia berjalan pergi, dan bergegas masuk kedalam mobil.
Dewi hanya tersenyum bahagia, ketika dia memandangi punggung Lemon dari belakang, karena perhatian Lemon padanya semakin hari semakin besar.
Lemon langsung menancap gas mobilnya, setelah dia melambaikan tangan kepada Dewi, begitu juga sebalik, Dewi melambaikan tangannya kepada Lemon.
Lemon berkultivasi semalamam, setelah dia sampai dirumahnya dipuncak Gunung Villa Ginting.
Keesokan harinya... Lemon langsung menjemput Dewi kerumahnya, dan langsung mengantarkannya keperusahaan Yayasan Kuil Naga.
Sesampainya mereka diperusahaan Yayasan Kuil Naga, Lemon dan Dewi langsung memasuki Lift dan menuju lantai atas tempat CEO dan Sekretaris CEO berada.
__ADS_1
Namun sebelum mereka memasuki Lift, Lemon berkata kepada Dewi supaya dia menunggu saja didalam Mobil, karena dia tidak enak jika dia terus bersamanya masuk kedalam, bisa-bisa para Karyawan didalam perusahaan itu terganggu.
Tetapi Dewi tidak setuju dengan pendapat Lemon, karena dia merasa Lemon adalah satu-satunya penerus perusahaan Keluarga Chandra dimasa depan, sehingga dia ingin mengajari Lemon untuk terlibat dalam dunia Bisnis, dan sekaligus diajari tentang bagaimana bertemu dengan para Pejabat tinggi perusahaan.