PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 70. Penyelamatan Valen Song dari tangan Keluarga Laiya


__ADS_3

"Anak ini memang memiliki kemampuan yang sangat Luar biasa, saya harus hati-hati menghadapinya" David Laiya berkata dalam hati, sambil dia menggerak-gerakan tangannya, yang terasa sudah mati rasa.


Lemon berdiri tegak, kemudian langsung melancarkan pukulannya kearah David Laiya, orang-orang yang berada dilokasi sangat tertegun, Lemon berlari bagaikan Angin, tak terkecuali Maret Silalahi yang mengintip dari balik Pintu, dia sangat heran dengan kekuatan Lemon.


Seketika suara tabrakan terjadi "Duuaar" Lemon meninju Dada David Laiya, yang membuat David Laiya seketika terbang, dia terlempar bagaikan Daun kering, kemudian dia terhempas ke dinding Aula.


David Laiya tidak menduga, kecepatan larinya Lemon akan secepat kilat, sehingga dia tidak tidak sempat memasang kuda-kuda bertarungnya.


David Laiya jatuh ketanah dengan suara gedebuk, kemudian dari sudut mulutnya, terlihat mengalir tetesan berwarna merah, yang membuat David Laiya sedikit mengernyitkan keningnya.


"Bangs*t! Saya terlalu meremehkan kekuatanmu" David Laiya berkata sambil menggertakan giginya, kemudian dia mengeluarkan sapu tangan dari dalam Sakunya.


David Laiya membacakan Mantra, dalam sekejab muncuk kabut hitam yang gelap, membumbung tinggi diatas David, kabut hitam itu berbentuk seekor Harimau, dengan mata yang sangat hitam dan cakar-cakarnya yang tajam, ditambah lagi dengan taringnya yang panjang


Kabut Hitam itu meraung, dengan suara yang sangat mengerikan, membuat orang-orang merinding karena ngeri, suara itu bagaikan suara dalam neraka, seluruh tempat bergetar hebat karena raungan kabut hitam itu.


Rius bersama orang-orangnya, ketika melihat sosok dihadapan mereka, seketika mereka menyingkir jauh-jauh.


Maret Silalahi melihat kakiknya yang bergetar hebat, dia merinding ketakutan ketika melihat sosok harimau yang sangat Gelap itu.


"Anak itu pasti selesai! Ini adalah Harta Pusaka keluarga Laiya, masih belum ada yang sudah pernah lolos dari seranganya" Rius berkata kepada Para Master bayaran itu.


"Iya! Kalau saya jadi anak itu, lebih baik saya mencari kesempatan melarikan diri" seorang master bayaran berkata asal-asalan.


"Sudah terlambat! Anak itu harus menanggung resikonya, siapa suruh dia berani memprovokasi Tuan Laiya" Rius berkata dengan wajah bangga.

__ADS_1


Melihat Kabut Hitam itu, Lemon hanya mencibir dan berkata: "Trik Sihir seperti ini yang kamu tunjukan padaku? Trik ini adalah trik anak-anak di Desa saya" Lemon tak menganggap kabut hitam itu, dia hanya melihat dengan wajah acuh tak acuh.


"Hahahaa... Kamu jangan terlalu banyak membual Bocah kecil, kamu lebih baik segera berlutut dan patahkan bagian-bagian tubuhmu, maka saya akan membuat kematianmu berarti" David Laiya dengan mata gelap berkata angkuh kepada Lemon.


Kegelapan memenuhi tempat itu, cahaya lampu diruangan itu bagaikan hilang, karena kabut hitam yang semakin tebal.


Namun lemon melihat kabut hitam itu dengan tatapan acuh tak acuh.


Ditempat lain, dikediaman Restu Chandra, jam menunjukan pukul 4 pagi, ketika Valen Song bersama Hasrat sampai didepan Pintu, kemudian mereka langsung bergegas membaringkan Valen Song ketempat tidur.


Seluruh orang dikeluarga Chandra, termasuk tiwi dan Yupiter, mereka terbangun ketika mendengar Valen Song telah berhasil diselamatkan.


Tiwi Song langsung memeluk Ayahnya, dia tidak bisa berkata-kata ketika melihat wajah Ayahnya yang sudah babak belur, ditambah lagi luka tusukan dibagian tangan dan kakinya, yang masih mengeluarkan tetesan-tetesan darah.


Valen Song langsung dibawa di dalam Kamar IGD keluarga Chandra, dan dilakukan pengobatan Medis, untuk mencegah Luka-luka Valen Song.


Setelah keheningan beberapa saat, Restu Chandra berkata kepada Hasrat Naibaho, Restu sebenarnya tidak akrab dengan Hasrat, mengingat Hasrat adalah kepala Preman, yang sangat terkenal dan ditakuti diwilayah Kota Gowe "Apakah Saudara yang menolong Patriak Song?".


"Eemm.. Tuan! Saya hanya menemani Tuan Saya! Tuan sayalah yang telah menyelamatkan Patriak Song" Hasrat berkata dengan nada hormat.


Mata semua orang hanya bisa terbelalak, ketika mendengar pernyataan Hasrat, mereka mengira pihak lain, pasti lebih hebat dibandingkan dengan Hasrat.


"Lalu dimana sekarang Tuan saudara itu? Apakah saya mengenalnya?" Restu Chandra berkata sambil mengisap tehnya, yang masih terasa panas itu.


Semua orang terdiam, menunggu jawaban dari mulut Hasrat.

__ADS_1


"Tuan Saya masih berhadapan dengan Para Perompak, dan untuk Tuan saya, saya tidak punya hak untuk memberitahukan identitas beliau, kecuali ada ijin darinya" Hasrat menundukan kepalanya, ketika dia berkata kepada Restu Chandra.


Hasrat Juga tidak berani, mengungkap dalang dari penculikan Valen Song, karena hal itu masih sangat dirahasiakan.


"Tuan Lemon yang telah menyelamatkan Hidup Saya!" Valen Song berkata sambil berjalan, dengan dipapah oleh Tiwi dan Yupiter, kemudian Valen Song duduk dikursi Sofa diseberang Restu.


Semua orang tertegun, ketika mereka mendengar nama Lemon, diantara orang-orang ini, Dewilah yang paling sangat Panik, ketika dia mendengar Yang menolong Valen Song adalah Lemon.


Restu Chandra melihat kearah Hasrat Naibaho, kemudian dia berkata dengan suara keras, "Apakah Tuan anda? Yang barusan saudara ceritakan? Adalah Tuan Lemon?".


Dewi memperhatikan Hasrat Naibaho, kemudian dia berkata: "Maaf Tuan? Bukankah saya pernah melihat tuan, apakah Tuan pernah bersama Lemon di Puncak Gomo?".


"Iya Tuan! Nona, Mohon maafkan saya, saya tidak bermaksud" Hasrat berkata terbata-bata, karena dia tidak mengira Valen Song akan, mengatakannya dengan terus terang.


Restu Chandra memukul jidatnya, seakan dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar "Mana mungkin Tuan Lemon! Bagaimana bisa Tuan Lemon menolong Tuan Song?


Tuan Lemon itu hanya hebat dalam segi pengobatan Tradisional, dia tidak tahu apa-apa tentang Seni Bella diri".


Restu Chandra hanya terus memutar-mutar, dengan perasaan panik dia berkata, " Saudaraku! Mungkinkah anda tahu tentang keahlian Tuan Lemon, mengapa saudara meninggalkannya begitu saja, ditempat orang-orang bejat itu" Restu berkata dingin menatap Hasrat.


Karena telah mengerti semua permasalahannya, seketika Dewi bersuara dan menghadap Ayahnya "Ayah! Tolong Ayah selamatkan dia, Lemon itu teman kuliahku dikampus, saya sudah lama mengenalnya, dia tidak tahu apa-apa tentang ilmu bela diri" Dewi merengek kepada Ayahnya.


"Tuan Chandra! Anda jangan menyalahkan saudara Hasrat Naibaho, dia hanya menuruti perintah Tuan Lemon, karna Tuan Lemon sendirilah yang menyuruh kami untuk meninggalkannya sendiri" Valen song berkata meyakinkan Restu Chandra.


Kemudian Valen Song berkata: "Sudahlah, jangan terlalu mengkhawatirkan Tuan Lemon, dia pasti tahu apa yang harus dia lakukan, kemudian jangan meremehkan kehebatan Seni Bela dirinya, kalau saya pikir-pikir, kehebatan Tuan Lemon tidak akan sebanding dengan kekuatan Para Master Keluarga kita".

__ADS_1


Restu Chandra hanya bisa menghela nafas, ketika dia mendengar penjelasan Valen Song, namun kecemasan masih terlihat diraut wajahnya, karena Lemon yang dia kenal adalah Seorang Tabib tradisional, bukan seorang Master seni bela diri.


__ADS_2