PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 176. Lemon di Toko Perbelanjaan


__ADS_3

Semua mata merasa berdenyut, ketika melihat lekukan tubuhnya, tidak terkecuali Lemon yang memandang tubuh semok itu dari belakang.


Ada Beberapa orang yang melihat kedekatan mereka berdua, orang-orang tersebut merasa jijik dengan keberadaan Lemon disampingnya, dan ada juga yang merasa iri terhadap Lemon.


Namun tatapan mata orang-orang itu, tidak ditanggapi Lemon dengan ekspresi acuh tak acuh, dia hanya terus berjalan disamping Sang Dewi, dengan sebelah tangannya digenggam oleh Dewi.


Setelah sampai disebuah toko perbelanjaan tersebut, Dewi langsung disambut oleh para pegawai Toko, dengan berbagai macam sambutan yang sangat sederhana dan lembut.


Dewi langsung memilihkan beberapa Jas Mahal untuk Lemon, dengan berbagai Warna dan model, sehingga Lemon dengan rasa berat di memasuki ruang ganti.


Setelah Lemon masuk kedalam ruang ganti, tiba-tiba dari arah sebelah muncul Vina dan beberapa teman-temannya termasuk Adel, sebagai sahabat karibnya Vina.


Dewi tiba-tiba terkejut dengan kemunculan Wanita Ular itu, Namun Dewi tetap memasang wajah Masamnya, dia tidak menghiraukan wanita-wanita belalang tersebut.


Namun tanpa disadari Vina tiba-tiba berkata: "Ohh.. Ternyata Nona Besar Chandra ada disini!! Apakah dia bersama dengan Pacar Miskinnya itu ya?" Ejek Vina dengan wajah ketusnya.


Dewi memiringkan pandanganya ketika dia melihat Vina, dia sedikit Naik darah mendengar pernyataan Pihak lain kepadanya.


Namun Dewi sengaja menekan Emosionalnya, dia tidak mau membuat keributan di tengah pusat perbelanjaan seperti ini.


Dewi mengerutkan keningnya, kemudian dia mengangkat wajahnya tinggi, dia berjalan dengan gaya modelingnya, dengan dia menenteng Tas Hermesnya yang cukup terbilang mahal.


"Apakah kamu sudah mendapatkan laki-laki Kaya? Sehingga kamu berkata sombong melebihi badanmu" Kata Dewi dengan wajah sarkasnya.


"Aku kasihan dengan kondisimu sekarang ini! Kamu kebanyakan berhayal dan mendambakan seorang laki-laki yang sangat Kaya, untuk menutupi Kebutuhan Keluargamu! Apa betul yang aku katakan ini? Hah!' Sambung Dewi dengan kata-kata penghinaan, yang membuat darah Vina langsung meledak dan membuat Gigi Vina sedikit gemetar.


"Heeii.. Kamu jangan mentang-mentang Anak Keluarga Nomor satu dikota ini? Kamu bisa menghina teman kami seenaknya!" Kata Adel membentak Dewi dengan tatapan tajamnya.


Dewi hanya bisa memonyongkan bibirnya, ketika dia melihat Adel berteriak membela Vina.

__ADS_1


"Kalau aku sudah bicara seperti itu, lalu apa yang bisa kalian-kalian semua lakukan ?? Hah" Jawab Dewi dengan tidak kalah membentak.


"Aaiisshh.. Jangan kamu kira kita semua takut sama kamu! Gini-gini kita juga punya Adel yang bisa bantu kita" Salah seorang teman mereka angkat bicara, namun perkataannya membuat Adel langsung memalingkan wajahnya melihat temannya yang barusan berbicara.


"Aku takut kalian akan menangis pada akhirnya" Kata Dewi singkat, sambil dia menyunggingkan sebelah bibirnya.


Adel dengan menggertakan giginya, dia berjalan mendekat kearah Dewi, Adel hendak mengangkat tanganya ingin memukul Dewi.


Namun tiba-tiba Lemon muncul dari dalam ruang ganti, dia langsung berdiri didepan Adel sehingga tangan Adel memukul punggung Lemon.


"Bruuk" suara pukulan terdengar renyah ketika tangan Adel memukul punggung Lemon, Namun Lemon sama sekali tidak terpengaruh dengan pukulan yang diberikan oleh pihak lain.


Mata Dewi memerah, wajahnya Langsung berubah merah jambu bagaikan warna udang goreng.


"Dasar wanita!!" Namun sebelum Dewi mengeluarkan kata-katanya, Lemon terlebih sudah menutup mulutnya.


"Ssstt.. Sudah sudah! Kamu tenang saja, aku gak apa-apa kok, lebih baik kita pergi dari sini" Tegur Lemon dengan lembut, yang membuat Wajah Merah Dewi seketika berubah menjadi normal kembali.


"Sudah... Ini!. Bagaimana menurutmu? Pas gak?" Ucap Lemon basa-basi, dia sengaja untuk mengalihkan perhatian Dewi supaya lepas dari amarah.


"Heemm" Dewi bergumam, namun matanya tiba-tiba membesar ketika dia memperhatikan Penampilan Lemon yang sangat terlihat Elegan dan tampan.


Dewi menggigit sudut bibir bawahnya, kemudian dia tersenyum lebar sambil memegangi Jas yang sudaj dikenakan Lemon, Dewi membenarkan Dasinya Lemon, seolah-olah Dunia itu hanya milik mereka berdua, mereka sudah tidak memperdulikan lagi orang-orang disekitar mereka.


Vina yang melihat Adegan Romantis dhadapannya, dan Penampilan Lemon yang sangat terlihat Elegan membuat Wajahnya Vina menjadi membara, dia gemetaran karena amarahnya yang meledak-ledak.


"Heeii kurus miskin! Gal usah berlagak romantis deh.. Sebaiknya kamu pikirkan hidupmu sendiri!! Ohh.. Iya akau barus sadar, kamu memang sengaja pelet Dewi Chandra kan, supaya kamu bisa menguasai seluruh Hartanya, dan hidupmu berubah 100 derajat" Vina Berkata mengoceh asal-asalan supaya amarahnya bisa tersampaikan.


Mendengar pernyataan dari Mulut Vina, semua orang yang berada disekitar toko perbelanjaan itu menatap Lemon dengan jijik dan penuh penghinaan.

__ADS_1


"Aaiiss.. Kenapa dia berlagak seperti orang kaya" dasar pemuda zaman sekarang, sukanya memperalat orang lain" Berbagai Kata-kata penghinaan yang dilontarkan oleh orang-orang yang berada ditempat itu.


Lemon memutar pandangannya melihat Vina, kemudian dengan senyuman ketusnya dia berkata: "Apa kamu pikir.. Kamu juga tidak melakukan hal demikian? Hah.. Bukannya kamu memutuskanku karena kamu lebih memilih laki-laki yang kaya raya dibandingkan denganku".


Kemudian Lemon melanjutkan "Siapa yang akan menjadi targetmu sekarang ini? Setelah kamu ditinggalkan oleh Marko, atau kamu mau mendekati Ayahnya Marko yang berada didalam penjara".


Wajanya Vina langsung merah padam, dia menjadi tontonan semua orang, orang-orang yang mendengarkan perkataan Lemon menjadi merasa jijik melihat Vina.


"Ayoo kita pergi, kita terlambat kalau terus melayani wanita-wanita gila ini" Kata Lemon yang langsung menarik tangannya Dewi kearah Kasir, kemudian tanpa pikir panjang Lemon langsung mengeluarkan Kartu ATMnya, dia langsung menyelesaikan pembayarannya.


Dewi yang berada disampingnya hanya mematung, ketika dia melihat Lemon mengeluarkan Kartunya, dan dengan mudahnya dia menyelesaikan pembayaran barang-barang yang terbilang mahal itu.


"Kenapa kamu yang membayarnya? Kan aku yang mengajakmu tadi datang kesini" Ucap Dewi dengan wajah keberatannya.


"Sudahlah.. Sekali-sekali aku membayar untuk diriku sendiri, kalau ada waktu kedepan aku juga akan berbelanja untukmu" Jawab Lemon singkat, ketika pembayaran selesai dia langsung menarik tangan Dewi.


Lemon membawa Dewi pergi dari tempat itu dengan barang-barang yang lain berada dipegangannya Lemon.


Dewi hanya tersenyum bahagia, ketika tangannya ditarik-tarik oleh Lemon, Dewi hanya terus mengekor daro belakang.


Vina dan Teman-temannya, hanya bisa melihat kepergian Lemon dan Dewi dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, kemudian mereka juga langsung memilih untuk meninggalkan tempat itu.


Sesampainya didalam Mobil, Dewi hendak bertanya tentang Kartu ATM Lemon, namun dia terpaksa mengurungkan niatnya dia cari kesempatan dilain waktu.


"Kita mau kemana Neng?" Tanya Lemon singkat dengan memiringkan wajahnya melihat Dewi.


Melihat senyuman Lemon, hati Dewi langsung berdetak kencang bagaikan detakan Jam Dinding di Gereja Katedral.


"Eemm.. Kita langsung menuju Hotel Soechi saja, apalagi jam sudah mau menunjukan waktu makan siang" Jawab Dewi Santai.

__ADS_1


"Okey Boskuuuhhh... Siap kita meluncur" Kata Lemon dengan semangat 45.


__ADS_2