
Dewi menatap Lemon dengan dingin "Jangan sampai kamu berencana untuk kabur ya? Kalau bergitu kita Naik Taksi saja!" Dewi berkata tegas.
Lea yang melihat sikap Dewi yang berbeda dari biasanya, dia menarik tangan Dewi kesamping dan berkata:
"Kamu kenapa? Sepertinya kamu sangat ingin balas dendam! Katakan padaku apakah kamu punya masalah dengannya? Kalau punya, saya akan membantumu membalaskannya!" Lea berkata dengan suara pelan.
"Tidak ada masalah apa-apa! Saya hanya ingin mempermainkannya saja!" Dewi menatap dengan mata tajam.
Lemon membalas tatapan Dewi sambil bertanya: "Apa sebenarnya Maksudmu? Kenapa kamu sepertinya Marah padaku!".
Dewi seketika menjadi kaku dengan pertanyaan Lemon "Saya, Saya.. Tidak, Tidak seperti itu, kenapa saya harus marah kepadamu" Dewi berkata terbata-bata, sambil menegakan tubuhnya dan menyilangkan kedua tangannya didada.
"Apa karena aku berbicara dengan wanita tadi, makanya kamu marah padaku?". Lemon menatap Dewi sambil memutar badannya sejajar dengan Dewi.
"Apa urusanku kalau kamu berbicara padanya! Kalau kamu mau jadi pacarnya saya tidak ada urusan" Dewi berbicara sambil menghetakan kakinya.
"Terserah kamu saja!" Selesai berkata Lemon berbalik dan menghentikan Taksi, kemudian dia berlalu pergi.
Dewi, Lea dan Dennis hanya bisa menyaksikan Lemon menjauh dengan Taksinya, kemudian mereka masuk kedalam Mobil Dewi bergegas menuju Hotel Soechi untuk Makan Siang.
Lea hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Dewi dan Lemon, seakan ada yang tersembunyi diantara mereka berdua.
Sesampainya di Loby Hotel, tiba-tiba Handphone Lemon berdering dia melihat panggilan Masuk, Hasrat Naibaho menelponya:
"Halo... Halo tuan" Suara Hasrat terdengar diujung telepon.
"Kenapa? Apa ada masalah" Lemon berkata dengan tegas.
Hasarat Naibaho menelpon Lemon karna memberitahukan, bahwa segala Dokumen Adminstrasi Organisasi Kuil Naga sudah siap.
Lemon yang sedang menelpon dengan Hasrat, dan dalam sekejab mobil Dewi sudah sampai di tempat Parkir, mereka melihat Lemon yang sedang sibuk menelpon.
__ADS_1
Dewi yang melihat Lemon sedang menelpon dengan seseorang, seketika wajahnya berubah Masam dia menggertakan giginya dan membanting pintu mobil dengan sangat Keras.
Dennis dan Lea sangat terkejut ketika Dewi membanting pintu Mobil, Lemon juga mendengar suara pintu mobil ketika Dewi membantingnya.
"Nanti saja kita lanjutkan membahasnya" Lemon berkata kepada Hasrat sambil memutuskan sambungan Teleponnya.
Dewi menatap Lemon dengan tatapan tajam, namun Lemon tidak menghiraukannya dia berbalik dan masuk kedalam Hotel.
Setelah mereka mendapatkan Meja kosong, Lemon memanggil Pelayan dan dia langsung memesan makanan yang paling istimewah yang ada dihotel ini.
Dennis yang melihat Lemon memesan makanan mahal, dia tercengang dan hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Namun beda halnya dengan Dewi, dia tidak peduli dengan apa yang dipesan.
Dewi hanya terus menatap Lemon dengan dipenuhi rasa Cemburu yang terpancar dimatanya.
Namun Lemon tidak menghiraukan tatapan tersebut, dia hanya sibuk memencet tombol hpnya, dan dia memainkan Game Mobile Legend miliknya.
Keheningan terjadi selama beberapa menit tanpa ada kata sedikitpun.
Dewi bertanya kepada Dennis "Denis.. Bagaimana Tugas Kelompok kalian? Apakah sudah siap?".
"Masih belum, karna banyak teman-teman yang tidak kooperatif dalam kerja kelompok" Dennis menjawab dengan santai.
"Lea..! Bagaimana hubunganmu dengan Bryan? Apakah kalian sudah jadian? Lemon bertanya asal-asalan kepada Lea.
Lea juga sedikit berubah sikap kepada Lemon, mengingat Dewi yang terus-terus mamasang wajah muram, dan apalagi Lemon yang mentraktir mereka hari ini.
"Eh.. Em.. Hubungan kami baik-baik saja, sekarang dia banyak berubah, dia adalah pria romantis yang pernah aku temukan" Lea merasa bahagia menceritakannya.
"Oh.. Baguslah...! Kalau Kamu?" Lemon berkata Sambil melihat kearah Dewi.
__ADS_1
Dewi yang mendengar pertanyaan dari Lemon, dia memasang wajah masam dan menggelembungkan pipinya sambil berkata: "Saya tidak mau Pacaran! Karna sekarang banyak Laki-laki Penipu! Dia hanya mengejar harta seorang wanita".
Mendengar sindiran dari Dewi, Lemon hanya bisa mencibir "Baguslah! Semoga saja perkataanmu itu menjadi kenyataan, dan kamu menjadi P*rawan Tua seumur hidupmu".
Melihat sikap Dewi dan Lemon seperti Tomy dan Jerry, Lea hanya bisa menengahinya:
"Sudah sudah.. Mari kita makan terlebih dahulu, nanti dibahas soal yang lain".
Selesai makan Lemon berjalan kearah Kasir, dan melakukan Pembayaran dengan Kartu ATM miliknya.
Diloby hotel, Lemon Dewi Lea dan Denis sedang berjalan menuju Parkir, tiba-tiba Taksi berhenti didepan mereka.
Seorang Wanita dan Pria keluar dari dalam Taksi, mereka adalah Tika dan Roy Hitler Tambunan.
Setelah keluar dari dalam Taksi, Roy menyapu sekeliling dan pandangannya Jatuh kepada Lemon, dalam sekejab Roy tercengang gemetaran.
Kemudian dia menghampiri Lemon dan membungkuk memberi Hormat "Salam Tuan Lemon! Apa kabar?".
"Kabar baik" Selesai berkata Lemon langsung berjalan pergi bersama Dennis mencari Taksi.
Roy bersama Tika hanya membungkuk ketika Lemon melewati mereka berdua.
Dewi dan Lea sangat terkejut melihat Roy dan Tika bersikap sopan kepada Lemon, Dewi semakin penasaran dengan Identitas Lemon yang sebenarnya.
Kemudian Dewi menarik tangan Lea, mereka berdua berlalu pergi.
Tiwi Song sampai diruang Kerja Ayahnya, dengan wajah bahagia dia tersenyum lalu berkata:
"Ayah.. Saya sudah bertemu denganya, dan dia datang kemari 2 hari lagi, saya sudah mengambil nomor handphonenya untuk memudahkan kita menjemputnya".
Mendengar perkataan anaknya, Valen Song tersenyum senang bahagia, mendengar Anak simatang wayangnya berhasil mengajak Lemon datang kerumahnya.
__ADS_1
"Baik.. Kamu harus menyiapkan makanan yang istimewa, untuk menyambutnya..!".