PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 48. Hotel SUKO


__ADS_3

Lemon hanya tersenyum melihat HRD itu berteriak marah padanya.


"Kamu hanya masih Posisi HRD, tapi bicaramu seperti yang punya Hotel ini, apakah begini cara kalian melayani tamu" Lemon mengepalkan tinjunya, kemudian dia melanjutkan: "Kenapa tanpa mencari kebenaran kalian langsung bertindak" Lemon berkata sambil menggelengkan kepalanya.


"Kamu terlalu banyak membual" kepala keamanan berlagak hebat, karna dia mencari wajah didepan HRD.


Kemudian dia berlari menerjang kearah Lemon, dengan memegangi tongkat listriknya. Kepala Keamanan itu melompat sambil membuat pukulan kearah Lemon, namun sayangnya.


"Duaar" suara tinju Lemon menggelegar ditelinga semua orang, Lemon meninju bagian perut Kepala Keamanan itu, yang membuat kepala keamanan itu terlempar sejauh 5 meter, dan dia langsung terlempar kedalam Kolam Renang.


Melihat kepala keamanan terlempar sejauh itu, mata semua orang tertegun, tidak terkecuali HRD yang menelan ludahnya tidak percaya.


"Orang ini manusia apa hantu?" HRD membantin dalam hatinya.


Kepala keamanan baru tersadar setelah jatuh kedalam kolam renang, kepala keamanan meminta tolong karna dia tidak bisa berenang, dengan sigap beberapa anggotanya membantu mengangkatnya dari dalam Kolam renang.


Tiba-tiba dari samping terdengar suara: "Ada apa ini?" Hasrat Nabaho berkata penasaran.


Kemudian dia berjalan kearah Lemon "Maaf Tuan... Saya tadi membeli Rokok di Alfamidi, makanya saya tinggal sebentar" Hasrat berkata santai.


"Tidak masalah, saya juga baru mau istirahat.. Tapi.. Saya dihentikan oleh orang-orang ini!" Lemon berkata tegas dengan tatapan Tajam menyapu semua orang.


"Tuan Naibaho... Apakah anda kenal dengan orang ini" HRD berkata kepada Hasrat Naibaho.


HRD mengenal Hasrat Naibaho sebagai kepala Preman diKota Gowe, kekuasaannya juga termasuk daerah Puncak Gomo, sehingga HRD berkata dengan terbata-bata.


"Ini adalah Tuan Lemon, pemimpin kami di Kuil Naga" Hasrat berkata dengan dingin.


Mendengar Hasrat berkata, semua orang gemetar ketakutan, tidak terkecuali Tiara Gaho dan Pelayan, mereka keringat dingin karena ketakutan.


"Siapa yang berani memprovokasi Tuan Lemon, berarti mencari kematiannya sendiri" Tatapan Hasrat Naibaho tidak bergeming.


HRD melangkah maju dan berlutut dihadapan Lemon, dengan suara gedebuk "Mohon Ampuni kami Tuan... Kami yang buta! Kami tidak mengenali Tuan Pemimpin" HRD berkata sambil menundukkan kepalanya.


"Buuk" sebuah tendangan mendarat didada HRD, tendangan itu dari Hasrat Naibaho, yang membuat HRD terjungkal kebelakang sepanjang 3 meter.


"Kalian!".. Hasrat Naibaho melihat ank buahnya yang 2 orang, kemudian dia melanjutkan " Beri pelajaran kepada semua orang itu".


"Baik Tuan" Anggota berkata serentak, kemudian mereka berjalan kearah Anggota Keamanan Hotel.


"Buuk..buuk".. Suara pukulan terdengar mistis, yang membuat seluruh Anggota keamanan itu mengerang kesakitan.


Lemon melirik pelayan yang memprovokasinya, dengan suara gedebuk pelayan itu berjalan dan berlutut dihadapan Lemon.

__ADS_1


" Mohon maafkan saya Tuan... Saya betul-betul tidak tahu, saya terpaksa memprovokasi tuan, karena desakan Nona itu disebelah" Pelayan itu membungkuk didepan Lemon sampai mencium tanah.


Kemudian Lemon berjongkok dan memegang dagu Pelayan itu, "Saya biasanya meremas rahang orang sampai hancur, kemudian saya jadikan sebagai pajangan didinding, apakah kamu mau seperti itu?" Lemon berkata dengan suara dingin.


"A..Ampun Tuan.. Tolong ampuni nyawa saya.. Saya berjanji tidak akan lagi berbuat kesalahan seperti ini" Pelayan itu berkata dengan gemetaran Hebat.


Orang-orang yang berada di Kolam Renang, seketika suasana menjadi hening, semua orang berlari kedalam kamar masing-masing, mereka takut menyinggung Lemon dan Hasrat Naibaho.


"Plaak".. Sebuah tamparan mendarat dipipi kiri Pelayan, yang membuat dia pingsan seketika, Lemon menamparnya sebagai pelajaran dimasa depan.


Setelah pelayan itu tersungkur tak sadarkan diri, kemudian Lemon berdiri dan mengajak Hasrat Naibaho pergi masuk kekamar Mereka masing-masing.


Setelah Lemon pergi dan tidak terlihat lagi, dengan sigap Tiara Gaho pergi berlari dari tempat itu, dia langsung berlari kekamarnya dan tidak terlihat lagi.


HRD dan Kepala keamanan bersama anggotanya hanya bisa berjalan terhuyung-huyung, karena rasa sakit terkena Pukulan.


Menjelang malam hari, Dewi dan Lea bersama Bryan Calvin sudah sampai di Lobi Hotel SUKO, kemudian mereka berjalan masuk kedalam Menuju resepsionis, untuk mendapatkan Kamar.


Namun kamar dihotel Suko sudah penuh, dan tidak ada lagi yang kosong, Dewi dan Lea merasa kesal.


"Masih adakah Hotel selain Hotel ini, yang dekat disekitar sini?" Dewi bertanya kepada Resepsionis perempuan.


"Maaf Non.. Didaerah Puncak Gomo, hanya ini satu-satunya hotel yang ada" Resepsionis berkata santun.


"Heem".. Dewi hanya menarik nafas panjang, mendengar perkataan Resepsionis Tersebut.


"Eeemm.. Sebenarnya ada sih.. Cuman.. Kayaknya jauh dari tempat ini" Bryan menjelaskan.


Tiba-tiba Lea tertuju pada sosok yang sangat Familiar, kemudian dia berkata kepada Dewi: "Dewi bukankah itu Lemon!".


Dewi juga ikut terkejut ketika melihat Lemon yang sedang berjalan masuk kedalam Hotel. Lemon bersama Hasrat Naibaho dan 2 orang bawahannya.


Lemon bersama Hasrat barusa saja kembali dari Tempat Pelelangan, mereka memastikan tempat pelelangan besok, Karna Acara pelelangan besok dilaksanakan Jam 9 pagi.


Dewi langsung berjalan menghampiri Lemon, kemudian dia berkata: "Hallo Tuan Lemon, apa kabar?".


Mendengar suara yang Familiar ditelinganya, Lemon langsung berhenti dan berbalik melihat sumber suara tersebut. Lemon sangat terkejut melihat Dewi yang berdiri dibelakangnya.


"Kok Kamu ada disini?" Lemon berkata dengan wajah penasaran.


"Justru saya yang bertanya sama kamu, kenapa kamu berada disini" Dewi berkata sambil tersenyum.


"Eemm".. Sebelum Lemon berkata, tiba-tiba Hasrat berkata: " Maaf Tuan.. Saya duluan ke Kamar" Hasrat berkata sambil membungkuk.

__ADS_1


"Iya silahkan, nanti saya telepon kalau ada saya butuh sesuatu" Lemon berkata sambil mengibaskan tangannya.


Setelah hasrat menghilang dari hadapannya, Lemon berbalik mengarahkan pandangannya kepada Dewi, sambil tersenyum dan berkata: "Kamu kesini bersama siapa?".


" Saya bersama Lea dan Pacarnya Bryan" Dewi berkata sambil menggelembungkan Pipinya.


"Ayo kita temui mereka" Lemon berjalan dari belakang Dewi.


Sesaat mereka sampai ditempat Resepsionis, Lea dan Bryan sedang duduk santai.


"Haii Bryan, Lea.. Apa kabar kalian? Sudah lama ya, kita tidak ketemu" Lemon menyapa mereka.


Lea dan Bryan tersenyum, ketika mereka melihat Lemon menyapa mereka berdua.


"Wooii.. Masbro.. Kamu semakin hari semakin ganteng saja ya.. Pantas saja Dewi kelepek-klepek sama kamu" Bryan berkata kecoplosan.


Mendengar Keceplosan Bryan, Lea langsung menutup Mulut Bryan, namun apalah daya, Nasi sudah terlanjur ditelan anak kecil, Hehehe...


Namun Lemon pura-pura tidak mendengarkan, dia tersenyum dan berkata: "Aahh.. Saya tidak berubah kok, masih sama seperti dulu".


Lemon melanjutkan: "Oh iya... Kamar kalian dimana?.


"Eemm... Itulah masalahnya, kami tidak kebagian kamar, karna kamar di Hotel ini katanya sudah penuh" Lea berkata jujur.


"Lalu apa Rencana kalian, saya rasa disekitar daerah ini, tidak ada lagi penginapan selain tempat ini" Lemon berkata melihat Dewi.


Dewi tidak berkata apa-apa, dia hanya mengangkat bahunya, dan menggelengkan kepalanya, sambil memonyongkan mulutnya yang imut itu.


"Ya Oes.. Kita semua kekamarku" Lemon berkata santai.


"Aaiss... Tidak mau! Tidak mungkin kita semua sekamar" Dewi berkata asal-asalan.


"Ya sudah kalau tidak mau, biarkan Bryan bersamaku, sementara Kalian Tidur diparkir" Lemon berkata acuh tak acuh.


"Eehh.. Saya tidak mau tidur diparkir, saya ikut dengan kalian" Lea angkat bicara.


Lemon menatap Dewi yang wajahnya masih murung, kemudian Lemon bertanya: "Kalau Nona Manis bagaimana? Apa masih tetap tidak ikut?".


Dewi menghentakan Kakinya lalu dia tersenyum, "Iya aku setuju... Tapi awas ya! Jangan Macam-macem" Dewi menjawab pertanyaan Lemon.


"Ya sudah! Ayo ikuti saya" Selesai Lemon berkata, dia langsung melangkah.


Bryan, Lea dan Lemon melangkah, namun Dewi masih tetap tidak melangkah dari tempatnya, kemudian Lemon menoleh kebelakang, dia terkejut melihat Dewi yang masih kokoh berdiri ditempatnya.

__ADS_1


"Loh.. Kenapa kamu masih berdiri disitu?" Lemon penasaran dengan sikap Dewi yang seperti itu.


"Lihatlah barang bawaanku ini? Sangat berat, susah untuk kubawa" Dewi berkata manja kepada Lemon.


__ADS_2