PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 188. Denis & Lemon diKampus


__ADS_3

Sepanjang malam Lemon berkutivasi, hingga embun pagi datang menyambut, perlahan Lemon membuka Matanya, dia sedikit mengeryit ketika Sinar Matahari pagi menyilaukan matanya.


Lemon berjalan masuk kedalam kamar mandi, dia membersihkan diri lalu berpakaian rapi, dan dia langsung OTW ke kampus.


Diperjalanan Lemon dengan wajah tampanya dia terus menyetir dengan tatapan terus tertuju kedepan.


Lemon tidak menjemput Dewi, Karena dia berencana setelah dari kampus dia langsung pergi keperusahaan Yayasan Kuil Naga.


Sesampainya Lemon dilobi Kampus, dia langsung berjalan menuju kelas, namun sebelum dia sampai dikelas, ditaman kampus tertahan oleh sebuah suara yang sangat familiar.


"Heeii.. Bang bro!" Sebuah suara dari kejauhan dari ujung Taman Mini kampus.


Lemon berhenti dan memutar pandangannya, dia akhirnya melihat pemilik sumber suara tersebut.


"Eehh.. Mas bro! Ternyata kamu yang teri-teriak kaya Sepanse? Hahahahaaa" Jawan Lemon dengan tertawa terbahak-bahak, karena mengejek pihak lain.


"Waaalaahh.. Bang Bro ada-ada aja... Hehehe" Sahut Pihak lain tak kalah tertawa dengan terbahak-bahak.


Pria itu adalah Bryan Calvin, dia sedang berada ditaman menunggu Lea yang sedang mengerjakan Tugas Kelompok.


"Bang Bro! Saya masuk didalam kelas dulu, nanti kita ketemu lagi" Ucap Lemon dengan senyuman yang terpancar diwajahnya.


Selesai berkata Lemon langsung melangkahkan kakinya beranjak dari tempat itu, Bryan Calvin hanya menatap Lemon dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, Bryan hanya bisa menggeleng pelan.


Sesampainya didalam Kelas Lemon disambut oleh teman sohibnya Dennis.


"Waaaoooww... Sang Pahlawan akhirnya teringat dengan bangku sekolah lagi" Ledek Dennis sambil menghentakan tubuhnya dikursi disamping Lemon.


"Heem.. Iya Den, aku juga merasa gak enak sebenarnya, cuman aku gak bisa menghindar dari berbagai kesibukanku" Jawab Lemon dengan santai sambil dia mengeluarkan Bolpoin dari dalam saku celananya.


"Iya Sih Mon! Itulah hidup yang harus kita hadapi" Sahut Dennis dengan tatapannya yang terus lurus kedepan.


"Den! Aku kan gak ada kesibukan selain kuliah? Iya kan" Ucap Lemon tiba-tiba memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


"He emm.. Kamu tau sendirilah kesibukan itu apa setiap hari! Kalau bukan main guitar sama teman-teman ditaman, palingan aku cuman bermain solo didalam kamar istanaku... Hehehee" Jawab Dennis sedikit meremehkan ucapan Lemon barusan.


"Emang kenapa Tuan Lemon bertanya seperti itu? Macam CEO saja kau ini! Huufft" Dennis berkata sambil menarik nafas panjang, dia memang sedikit pangling dengan pertanyaan Lemon barusan.


Dennis berpikir ketika dia mendengar pertanyaan Lemon barusan, merupakan sebuah pertanyaan yang membuat jantung hati gembira, namun ternyata Lemon hanya membual saja.

__ADS_1


Lemon hanya bisa menarik nafas dalam, sambil dia terus menatap lurus kedepan.


Lemon berpikir sejenak untuk menggunakan Dennis diperusahaan Yayasan Kuil Naga miliknya, Lemon berpikir untuk menempatkan posisi Dennis sebagai Asisten Kedua CEO.


"Ikutlah denganku setelah selesai perkuliahan" Ucap Lemon dengan memutar-mutar bolpoin ditangannya.


Dennis hanya menatap lekat kepada Lemon, dia sedikit pusing dengan pernyataan temannya itu.


Namun Dennis tidak banyak berkata-kata lagi, dia hanya mengangguk pelan tanda setuju.


"Diirr... Diiirr.. Diirr" suara HP Lemon berdering, yang langsung diraih Lemon dari dalam saku celananya.


"Hallo" Jawab Lemon tanpa pikir panjang lagi.


"Kamu dimana? Kamu gak pergi kekampus" Terdengar suara merdu nan syahdu diujung telepon.


"Emm.. Aku, akuuu.. Aku sudah berada dikampus sekarang" Jawab Lemon gelagapan, dia berpikir akan ada celotehan besar dari sang penelpon.


"Kamu tuh ya?! Mentang-mentang punya mobil sendiri, lupa untuk menjemputku" Suara Ketus terdengar dari ujung telepon.


"Iya.. Iya sori ya.. Aku tadi buru-buru, sehingga aku berpikir kalau kamu pasti sudah duluan" Jawab Lemon dengan santai tapi sedikit memonyongkan bibir.


"Huufft.. Inilah susahnya punya seorang kekasih yang temperamen kayak batu, terlalu banyan celotehnya, terpaksa aku harus menderita begini" Ujar Lemon dengan suara kecilnya namun sangat jelas ditelinga Dennis.


"Edaah.. Masih untunglah kau Boru Nababan! Kau masih punya sandaran hati! Heeh.. Sedangkan kalau aku iki? Tak punya teman hati untuk bersandar" Jawab Dennis dengan memberikan senyuman lebarnya.


Waktu terus berputar sehingga proses perkuliahan sudah selesai, Lemon dan Dennis memilih untuk langsung bergegas pergi dari tempat itu.


Lemon meminta Dennis untuk mengikutinya, namun sebelum mereka keluar kelas, Lemon tertahan dengan suara panggilan.


"Kalian kok buru-buru amat sih? Pada mau kemana? Apa mau ketemuan sama seseorang" Suara itu adalah Suara Dewi, yang membuat Lemon terpaksa terhenti, kemudian dia menutup matanya dengan menghela nafas panjang, Lemon memutar pandangannya.


"Kami mau keruangan Wakil Rektor, bertemu dengan Pak Rahmat terkait Uang Kuliah kami dari pihak Pemda" Jawab Lemon dengan santai, sambil dia melemparkan senyuman sumringahnya.


Mendengar penjelasan dari Lemon, Dewi merasa legah kemudian dia menganggukan kepala.


Dewi berjalan mendekati Lemon, hingga sejajar dengan wajah Lemon, yang membuat poninya terurai dengan hembusan napas Lemon.


"Pasti kalian lama kan? Aku sama Lea mau keMall! Gak apa-apa kan?" Ucap Dewi dengan senyuman minta ijin kepada Lemon.

__ADS_1


"Eheemm.. Eheemm.. Yuk kita keluar! Pasutri sedang mengobrol.. Hahaha"... Ucap Dennis yang disetujui oleh semua teman-teman mereka.


Lemon menatap Dewi dengan lekat, dia memperhatikan Dewi dengan seksama, kemudian dia berkata: "Apakah ada bodyguard yang selalu bersamamu? Aku takut kamu akan diperlakukan lagi seperti dulu".


"Heemm.. Aku selalu diawasi oleh bodyguard, jadi kamu gak usah kuatir, aku janji aku gak akan kenapa-napa" Jawab Dewi dengan tatapan penuh keyakinan.


Lemon sedikit was-was membiarkan Dewi pergi ketempat umum, karena dia sudah trauma dengan kejadian yang dialami Dewi beberapa bulan yang lalu.


"Ya Sudah! Kamu harus hati-hati! Ingat.. Kalau ada apa-apa segera kamu hubungi aku" Ujar Lemon dengan tatapan kasih sayangnya.


"Siap Bosku" Jawab Dewi dengan tangannya memberi hormat kepada Lemon.


Selesai berkata-kata Dewi dan Lemon memilih untuk pergi, Lemon pergi bersama Dennis sementara Dewi pergi bersama Lea dan Bryan Calvin.


Lemon dan Dennis mencapkan Gas kearah Perusahaan Yayasan Kuil Naga, sementara Mobil Dewi bersama dengan yang lainnya menuju kearah Plaza Mall Taljus.


Dennis mendongakan kepalanya keatas langit, ketika Mobil Lemon melewati pagar keamanan.


"Mon! Kita ini mau kemana? Kamu jangan gila ya bro! Aku tau kamu bercanda tadi, aku sama sekali tidak perduli dengan ucapanmu tadi, jadi kamu tidak usah bercanda untuk berpura-pura membawaku keperusahaan ini" Sergah Dennis tak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Kamu lebih baik diam saja! Yang penting kamu mau bekerja itulah yang penting" Jawab Lemon singkat.


"Mon!! Ayoo.. Lebih baik kita pergi saja dari tempat ini sebelum kita diusir, karena ada kawan yang lain, yang sudah pernah datang ketempat ini, tapi mereka langsung diseret keluar oleh keamanan" Ucap Dennis mengingatkan Lemon.


Lemon tanpa menanggapi perkataan dari sang sahabatnya, dia langsung menarik Dennis dari dalam Mobil, mereka berjalan menuju Lift.


Lemon membawa Dennis langsung kelantai atas, dia berjalan keruangan CEO dengan santai.


Wajah Dennis benar-benar Pucat melihat tingkah Lemon yang telah menyeretnya kelantai atas.


"Baiklah! Hidup mati, malu dan senang kita tanggung bersama, Cepat! Kau lepaskan tanganmu biarkan aku berjalan sendiri" Dennis menggertakan giginya untuk menghadapi berbagai macam persoalan yang mereka hadapi diperusahaan ini.


Lemon terhenti mendengar pernyataan dari sang sahabat, dia menatap Dennis dengan senyuman kecilnya.


"Sikap seperti itulah yang aku harapkan! Tegas dan berwibawah.. Percayalah padaku kau tidak akan menyesal datang ketempat ini" Ucap Lemon dengan bangga melihat sikap yang ditunjukkan Dennis.


"Baiklah Ayo kita langsung menuju ruangan sang CEO" Sambung Lemon dengan beranjak pergi.


Dennis hanya mengekor Lemon dari belakang, sehingga Lemon terus berjalan kedepan.

__ADS_1


__ADS_2