
Semua orang hanya bisa terdiam menyaksikan Lemon telah menyelesaikan transaksinya.
Tiara Gaho hanya bisa terdiam, ketika pembawa acara menyelamati Lemon, itu berarti Transaksinya telah selesai atau berhasil.
David Laiya menggertakan giginya, dan dia hanya bisa meremas pegangan kursinya, dia sudah kalah dengan seorang bocah ingusan, mana mungkin dia bisa menerima penghinaan ini, terlebih lagi dia akan menerima hukuman dari Yerfan Laiya, karena telah gagal mendapatkan Ginseng 100 tahun.
Lemon tersenyum kemudian dia mengambil Kotak kaca yang berisi Ginseng 100 tahun, kemudian dia berjalan turun dari Podium.
Lemon hanya melirik dan tersenyum, ketika dia melewati Tiara Gaho, Tiara Gaho hanya menggertakan giginya melihat Lemon yang melemparkan senyuman menghina.
Hasrat Naibaho sangat bersemangat, ketika melihat Lemon telah mendapatkan Ginseng 100 tahun itu, awalnya dia sangat ragu akan kemampuan Lemon, dalam melunasi transaksi pelelangan Ginseng tersebut.
Semua orang langsung beranjak dari tempat itu, ketika Lemon sudah berhasil membawa Kotak Ginseng 100 tahun.
Namun sebelum Lemon pergi keluar ruang pelelangan, dia dihampiri oleh David Laiya, David Laiya bersama kepala pelayan keluarganya Rius.
"Hai Nak! Bagaimana kalau saya menawarkan kembali Ginseng 100 tahun itu ditanganmu, Saya akan memberikanmu sebuah perusahaan Mebel kami, yang sahamnya 500 Juta" David Laiya berkata penuh harapan.
Lemon dan Hasrat membalikan badan mereka, setelah mendengar ucapan dari mulut David, kemudian Hasrat berkata: "Maaf Tuan David, ini adalah Tuan Lemon, jadi mohon jaga bicaranya!" Hasrat berkata dingin.
Lemon tersenyum sumringah, kemudian dia berkata: "Walau ditukar dengan Hidup anda! Saya tidak akan pernah menukarkan Ginseng ini kepada Anada!".
Mendengar ucapan Lemon yang menghina Patriak Laiya, Rius menggertakan giginya kemudian dia melepaskan sebuah pukulan.
"Dasar Bocah Sialan! Kamu patut diberi pelajaran! Kamu rasakan ini" Rius bergerak kearah Lemon.
Namun sebelum pukulan Rius sampai kepada Lemon, dengan kecepatan bagaikan Angin, Lemon langsung menerjang kedada Rius.
Lemon menendang Dada Rius dengan Kaki kanannya, yang membuat Rius terpental kebelakang sekitar 10 meter, yang membuat seluruh Kursi peserta Pelelangan Hancur dan patah.
Rius jatuh ketanah dengan suara Gedebuk, Dari sudut mulutnya terlihat Darah mengalir bagaikan Air.
__ADS_1
Seluruh bawahan keluarga Laiya, langsung berlari bergegas menghampiri Rius, yang masih tersungkur ditanah, namun Rius menolak dibantu oleh bawahannya.
Riua menggerakan tanganya, melepaskan dari pegangan bawahannya, sambil mengusap darah disudut mulutnya dia berkata: "B'jingan Sialan! Aku bersumpah untuk mematahkan lehermu!".
Namun semakin dia banyak bicara, dia berbatuk dan Tetesan darah semakin mengalir dari sudut mulutnya.
David Laiya mengangkat tangannya, dia menahan Rius " Heemm... Ternyata kekuatanmu tidak sesederhana yang saya bayangkan!" David Laiya berkata dengan wajah terkejut, dia tidak mengira kekuatan Lemon yang sebenarnya.
"Hahahaa... Saya Ragu kekuatanmu masih setara dengan bawahanmu" Lemon berkata sambil tertawa.
"Kurang Aj'r... Kamu Bocah sudan berani menjengkal kemampuan seseorang, saya pastikan kamu akan menyesal seumur hidupmu" David laiya dengan mata memerah karena marah.
"Kalian semua! Buktikan kesetiaan kalian kepada keluarga Laiya" David berkata memerintah bawahannya, yang berada ditingkat Master Taekwondo.
Namun sebelum Para Master Keluarga Laiya bergerak, Sebuah suara yang sangat bergema terdengar dari Arah Pintu Masuk.
"Saya harap Tuan-tuan menghargai keluarga Safrin! Kalau ada masalah Peribadi, silahkan diselesaikan ditempat lain, jangan disini!" Kepala Keluarga Safrin berkata menengahi.
David Laiya hanya menatap tajam kearah Lemon, sambil dia berkata: "Urusan kita masih belum selesai! Kita akan bertemu dikota Gowe" selesai berkata, David Laiya langsung bergegas Pergi.
Rius di bantu oleh Anak Buahnya untuk berjalan, ketika dia melewati Lemon, dian menggertakan giginya dan berbisik: "Saya Pastikan! akan membunuhmu dengan Tanganku sendiri!".
Setelah David Laiya menghilang dari tempat itu, Lemon melihat kearah Kepala Keluarga Safrin dan berkata: " Terimakasih Tuan atas bantuannya! Saya berjanji dimasa depan saya akan membalas budi baik tuan kepada saya".
"Tidak perlu berterimakasih kepada saya Tuan Lemon! Ini merupakan tanggungjawab saya, jika ada terjadi sedikit kesalahpahaman, karena saya yang menyelenggarakan Pertemuan ini" Safrin berkata dengan santun dan Lembut.
"Baik Tuan, kalua begitu kami Pamit untuk pergi!" Selesai berkata Lemon dan Hasrat Naibaho langsung bergegas pergi.
Melihat Lemon pergi, Safrin hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, dia tidak percaya? Dengan umur yang masih muda, Anak itu sudah memiliki keterampilan yang sangat luar biasa.
Keluarga Safrin merupakan keluarga Nomor Satu didaerah Puncak Gomo, Kepala Keluarga Safrin juga merupakan seorang Tokoh penanggungjawab disekitar Daerah Puncak Gomo.
__ADS_1
Usaha keluarga Safrin adalah, Usaha Wisata BUMD, yang dipertanggungjawabkan oleh Pemerintah Walikota Provinsi Tera.
Wisata Puncak Gomo, merupakan Wisata Pemandangan Alam yang sangat Luar biasa, dan sudah terkenal dimana-dimana, orang-orang dari seluruh Pelosok Negeri, berbondong-bondong ingin melihat keindahan Puncak Gomo.
Apalagi kalau dimalam hari, Pemandangan dipuncak Gomo sangatlah indah, karena Lampu-lampu dikota Gomo, menambah estetika warna malam dikotanya.
Didalam perjalanan, didalam Mobil David Laiya, wajahnya masih terlihat sangat kusam, dia tidak menyangka nasibnya kali ini berakhir ditangan bocah ingusan, yang masih seumuran dengan anaknya.
"Maaf Tuan! Saya tidak mengira kekuatan Bocah itu begitu hebat!" Rius berkata kepada David Laiya.
"Kentut! Hebat dimananya dia, saya melihat kekuatannya tidak melebihi kekuatanku, kita akan menghabisinya ketika kita sampai dikota Gowe" David berkata dengan dipenuhi niat membunuh.
"Betul Tuan, dengan beberapa kekuatan Master yang kita punya, saya yakin dia pasti kalah" Rius berkata sambil memegang Dadanya, yang masih terasa sakit.
Mobil mereka melaju dengan kecepatan tinggi, sehingga dalam hitungan Menit mereka sudah sampai diloby Hotel Suko.
Didalam Mobil, Tiara Gaho bersama 2 orang pengawalnya, sedang berjalan dengan laju yang rendah, dia kecewa karena tidak mendapatkan Ginseng 100 tahun, seperti yang diharapkan oleh Ayahnya, namun apalah daya! Uang yang dia bawa tidak cukup untuk melampaui tawaran Lemon.
Ketika mereka sampai ditempat Sunyi, yang di sebelahnya terdapat jurang yang sangat curam, tiba-tiba Mobil mereka dihadang oleh Satu Unit Mobil Merek Rocky keluaran Tahun 90an, didalam Mobil Rocky tersebut terdapat 4 orang pemuda, pemuda itu semuanya telah mengenakan setelan Jas, wajah mereka terlihat sangar bagaikan pembunuh bayaran, sehingga wajah mereka tidak bisa dikenali oleh siapapun.
Orang-orang itu keluar dari dalam Mobil, kemudian mereka menghampiri mobil Tiara, 1 orang membawa pedang Samurai, 2 orang lainnya membawa senjata api, sementara 1 orang yang masih diatas Mobil.
"Siapa kalian! Kenapa kalian menghalangi perjalanan kami?" Tiara Gaho berkata dengan tegas.
"Kau tidak perlu siap kami! Yang penting jika kamu ingin masih tetap hidup! Kamu harus mengikuti kami dengan tunduk" salah seorang dari antara para perampok itu berkata.
Pengawal Tiara Gaho langsung turun dari Mobil, ingin melakukan perlawanan, namun sayangnya mereka berdua langsung disambut oleh senjata Api, yang telah dipasang peredam suara.
Tiara Gaho hanya bisa menyaksikan Pengawalnya, telah tergelatak ditanah tanpa ada gerakan, bahkan mata dan mulut mereka masih terbuka Lebar.
"Dasar Pembunuh! Apakah kalian tidak mengenal Ayahku diprovinsi Tera, Ayahku adalah Ketua Dewan di Provinsi Tera" Tiara berkata menggertakan giginya, ingin menakut-nakuti para perompak.
__ADS_1
"Tidak ada yang peduli dengan Jabatan Ayahmu! Mau ketua Babi, mau ketua Monyet, kita pada tidak ada peduli" Perompak itu ketawa terbahak-bahak.
Tiara Gaho turun dari Mobil, ingin bergegas berlari melarikan diri, namun tidak sampai selangkah dia berjalan, dia ditangkap oleh salah satu perampok tersebut.