PENJAGA KUIL NAGA

PENJAGA KUIL NAGA
Bab 107. Kerinduan DEWI


__ADS_3

Lemon yang sudah kembali didalam kamar rumahnya, dipuncak Villa Ginting, dia melihat Jendela yang sudah Menunjukan Malam.


Lemon kemudian pergi mandi, dan setelah mandi dia langsung meraih Kunci Mobil Alpardnya, kemudian dia pergi kerumah Makan yang dekat, dia ingin mengisi perutnya yang sudah mulai berperang.


Setelah dia selesai makan, dia langsung melajukan Mobilnya kearah Kediaman Restu Chandra, karena selain dia kangen dengan Dewi, dia juga ingin menuntaskan penyembuhan penyakit Lili, ibunya Dewi.


Lemon takut, jika penyakit Lili semakin lama disembuhkan, maka akan semakin berbahaya dengan kekuatan Jiwanya.


Tidak berselang lama, Lemon sudah memasuki area rumah Restu Chandra, dia memarkirkan Mobilnya dengan santai, orang-orang hanya melihat dengan takjub, ketika Mobil Lemon yang mewah itu terparkir dengan rapi dihalaman parkiran.


Lemon turun dan menyapa mereka semua, mata semua orang sangat terkejut ketika melihat Lemon.


"Salam Hormat Tuan Lemon" semua pelayan berkata hormat kepada Lemon, mereka sangat menghormati Lemon, karena mereka tahu keterlibatan Lemon dalam proses penyembuhan keluarga Chandra.


"Apakah Saya boleh masuk kedalam?" Tanya Lemon sambil tersenyum, kepada salah satu pelayan.


"Iya Silahkan Tuan!" Jawab salah satu pelayan itu, yang langsung menuntun Lemon untuk masuk.


Lemon masuk berjalan kedalam ruang tamu kediaman restu chandra, dia melihat restu chandra dan kenji sedang duduk bersama.


"Salam Tuam Patriak" Ucap Lemon sembari dia menyalami Restu Chandra dan Kenji.


"Ooh.. Tuan Lemon! Kapan kembali? Silahkan duduk" Sambut Restu dengan sangat bahagia.


"Tuan Lemon, semakin kuat saya perhatikan" Kenji ikut menimpali, ketika dia melihat Lemon.


"Hahahaaa... Saya baru pulang semalam Tuan Patriak, hari ini saya ada sedikit kesibukan makanya saya baru ada kesempatan datang kemari" Lemon menjelaskan kepada Restu Chandra.


Kemudian dia melanjutkan "Saya masih sama seperti dulu Tuan Kenji, tidak ada yang berubah" Lemon tersenyum menatap Kenji.


"Kemana saja Tuan Lemon selama ini? Sudah sangat lama" Restu berkata santai, sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh saya pergi ke Gunung Mosoe Tuan Patriak, dan saya belajar sedikit ilmu seni bela diri, sehingga saya membutuhkan waktu yang sangat lama" kata Lemon sambil dia mengesap teh yang telah suguhkan oleh Pelayan.


Pelayan yang menyuguhkan teh untuk Lemon, dengan semangat dia langsung bergegas berlari kekamar Dewi, yang berada dilantai atas.


"Tok Tok Tok" Suara Kamar diketuk, tidak menunggu lama, pintu kamar langsung terbuka, muncul wajah cantik yang sudah tidak asing lagi, namun kecantikan itu terlihat berbeda akhir-akhir ini, kecantikan itu terlihat kusam dan tidak memiliki semangat hidup.


"Kenapa bi?” tanya Dewi singkat, dengan wajahnya yang tidak bersemangat.


"Non Dewi kok wajahnya kayak gitu, seperti yang tidak ada semangat' gitu, nanti apa kata Tuan Lemon kalau melihat wajah Non Dewi seperti ini" Pelayan itu berkata bercanda.


"Bibi ini ada-ada saja, mana mungkin Lemon melihat wajah saya, entah kemana dia sekarang" kata Dewi terlihat kesal, ketika dia menyebut nama laki-laki itu, yang sudah membuat dia sangat frustasi selama ini.


"Non! Tuan Lemon ada diruang Tamu loh, dia sedang asik ngobrol sama Tuan Patriak" Pelayan berkata jujur.


Mendengar Lemon sedang berada dirumahnya, Dewi serasa bagai disambar petir, kemudian dia berkata: "Bi.. Jangan bercanda deh! apa Betul Lemon berada disini".


Pelayan itu hanya menganggukan kepalanya, sambil dia tersenyum bahagia, tandanya dia mengiyakan apa yang ditanyakan Dewi kepadanya.


"Ini ada apa?, apa yang sedang kalian bicarakan?" Tanya Lili ketika dia sudah sampai disamping Dewi dan Pelayan itu, sambil dia membawakan segelas Susu Hangat.


"Bu?.. Kata bibi, Lemon ada diruang tamu, sedang mengobrol sama Ayah" Jawab Dewi merengek.


"Apa betul bi,? saya kurang tahu, karena saya belum melihat kesana sewaktu saya naik keatas sini tadi" kata Lili santai, namun wajahnya dipenuhi dengan rasa penasaran.


"Betul Nyonya, Tuan Lemon sedang berada diruang tamu sekarang" Jawab pelayan itu sambil membungkuk hormat.


"Ya Sudah! Ayo kita lihat" Ajak Lili ketika pelayan itu selesai menjelaskan.


Mereka mengintip dari balik tangga, dan ternyata saja mereka terkejut ketika melihat Lemon yang sedang asik ngobrol sama Restu Chandra.


Dewi yang melihat Lemon, seketika dia mengepalkan tinjunya, kemudian dia berkata "Dasar lelaki brengsek, dia datang tidak memberitahu".

__ADS_1


Lili hanya tersenyum bersama pelayan itu, ketika mereka mendengar gerutu Dewi. Kemudian mereka berjalan langsung menemui Lemon, dengan Susu Hangat masih berada ditangan Lili, sedangkan pelayan tadi kembali kedapur untuk melanjutkan kegiatannya.


"Lemooon!!” Teriak Dewi, yang membuat Lemon dan Restu Chandra terkejut ketika mendengar teriakan Dewi.


Tanpa menghiraukan kedua orang tuanya, dan Kenji yang berada disamping Restu Chandra, Dewi langsung berlari dengan meneteskan butiran-butiran air mata, dia langsung melemparkan dirinya didalam pelukan Lemon, yang membuat Lemon sangat serba salah.


Dewi meninju-ninju dada kurus Lemon yang kuat itu, dia sambil berkata "Kamu Jahat! Jahat! Dua bulan lebih aku merindukanmu, tapi kamu" kata-kata Dewi berhenti, namun dia tidak berhenti meninju dada Lemon dengan semakin lama semakin pelan.


"Ehem..heemm" Restu Chandra terbatuk, kemudian dia ditarik Oleh Lili, sambil dia berbisik ditelinga suaminya itu "Ayah.. Yang sabar ya, itulah anak zaman sekarang, tidak menghiraukan lagi orang tua".


"Nak! Apa sudah selesai urusanmu, dengan Nak Lemon?" Kata Lili pelan namun sangat Jelas ditelinga Lemon dan Dewi.


Mendengar pihak lain yang menyindir, seketika Lemon langsung melepas pelukan Dewi, Dewi juga melepaskan pelukannya, ketika dia mendengar suara ibunya, yang membuat Dewi baru tersadar, kemudian dia menoleh dan dia mendapatkan 2 pasang mata sedang mengamatinya.


"Eehh.. Ayah.. ibu.. Maaf..aku sudah" namun kata-kata Dewi langsung ditepis oleh ibunya, dengan dia langsung berkata: "Nak Lemon apa Kabar?".


"Eehh.. Nyonya? Kabar baik nyonya" Lemon berjalan menghampiri Lili, dan menyalami Lili sambil mencium tangan lili, sedangkan Dewi hanya dia mematung dibelakang Lemon.


Lemon kembali ketempat duduk semula, sementara Dewi sedang menunggunya dengan wajah cemberutnya.


"Ayah! Saya pinjam Tabibmu ini dulu ya" Dewi menarik tangan Lemon, kemudian Dewi membawa Lemon ditaman yang berada disebelah Gazebo rumah Chandra.


Lemon hanya bisa mengikuti Dewi tanpa perlawanan, sementara itu Restu Chandra dan Lili hanya tersenyum Manis, ketika Lemon melihat mereka sambil mereka berkata "Kami tidur duluan ya, kalau bisa Nak Lemon tidur saja disini malam ini" Ujar Lili dengan bahagia.


Lemon hanya bisa menganggukan kepalanya, dia tidak bisa melawan serangan para wanita itu.


Setelah Dewi dan Lemon sampai ditaman, Dewi langsung memukul-mukul dada Lemon sambil dia menjatuhkan dirinya kembali kedalam pelukan Lemon.


"Kenapa kamu jahat banget sih, sama aku? Emangnya salah aku sama aku apa?" Rengek Dewi yang masih berada didalam Pelukan sanga pahlawan Misterius.


Lemon hanya bisa mengelus-elus punggung bintang Kampus itu, dengan penuh belaian kasih sayang.

__ADS_1


Beberapa saat akhirnya Lemon berkata: "Aku bukannya tidak perhatian sama kamu, kamu juga tidak punya salah apa-apa, cuman".


__ADS_2