
Samar-samar matahari sudah menampakkan sinarnya di balik tirai jendela kamar sebuah apartment yang sangat luas itu. Namun tak ayal membuat gadis yang sedang tidur di balik selimut putih tebal itu terbangun.
Ini sudah pukul 9 waktu LA. Sena memang tak pernah berniat bangun pagi jika itu hari minggu.
Tililit tililit.. Bunyi HP Sena sangat nyaring. Seseorang di ujung telpon sedang mencoba membangunkan si empunya HP.
Tililit tililit.. entah ke berapa kalinya HP itu berbunyi. Akhirnya sang Putri tidur pun terbangun dari tidurnya dengan kesal mengambil HP itu sambil mendengus.
"Shiit !!" umpatnya.
"Hai Putri Tidur, bangunlah kalau kamu nggak ingin ketinggalan pesawat!!" teriak seseorang diujung telpon.
Kalimat itu langsung membuat mata Sena membulat, Sena langsung melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya.
"Aaarrrgghhh" Sena berteriak, melemparkan HP dan berlari ke kamar mandi sekencangnya.
Ia ingat bahwa hari ini, tepatnya jam 11 Waktu LA, ia akan terbang ke Indonesia, sedangkan sekarang saja sudah jam 09.30 dan baru bangun.
__ADS_1
Yah, Sena Zafiera namanya, ia merupakan keturunan Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan tinggi di salah satu kampus di Amerika Serikat, tepatnya di Los Angles.
Hari ini sudah direncanakan bahwa ia akan pulang ke Indonesia, bukan karena rindu dengan ayahnya, hanya saja ada beberapa hal yang harus ia urus di sana.
Hubungan ayah dan anak ini memang tak sebaik seharusnya. Itu sudah dimulai sejak belasan tahun lalu, sejak ibu Sena meninggal dunia.
Kala itu Sena masih kecil, usianya sekitar 7 tahun. Ibunya selalu kesepian, karena ayah Sena yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, sampai akhirnya sebelum kejadian itu orang tua Sena bertengkar hebat, Ibunya berlari meninggalkan rumah dan membawa mobil, tak lama berselang, terdengar kabar bahwa Delina, ibunda Sena telah meninggal dalam kecelakaan itu.
Itu tak pelak menjadi pukulan berat bagi Sena. Namun itu bukan hal pertama yg membuat Sena terluka, pertengkaran orangtuanya yang selalu berulang menciptakan luka yang semakin dalam di setiap harinya. Ia pun merasa tak pernah disayangi oleh keduanya, karena hidup mereka dihabiskan untuk memuaskan Kehidupan mereka sendiri, mereka lupa bahwa ada Sena kecil yang membutuhkan pelukan mereka. Sena hanya diurus oleh pengasuhnya sejak kecil sampai sebelum ia pergi ke LA.
Sejak saat kejadian itu Sena tak pernah menangis lagi, ayahnya selalu memanjakannya dengan uang, ia tak pernah kekurangan uang, baginya uang bisa memberinya segalanya, termasuk pertemanan dan kasih sayang. Makanya Sena tak pernah sayang untuk membelanjakan uang yang diberikan ayahnya untuk hal apapun.
***
30 menit kemudian Sena sudah sampai di Los Angles International Airport. Masih tersisa sekitar 15 menit untuk keberangkatannya ke Indonesia.
Sena memegang perutnya yang terasa lapar karena tak sempat sarapan saat di apartemennya tadi. Akhirnya ia memutuskan untuk makan terlebih dahulu sebelum pesawat lepas landas.
__ADS_1
Sena berjalan ke arah food stall yang berada disekitar bandara. Ia sedikit terburu-buru karena khawatir akan ketinggalan pesawat.
'Buugghhh' Sena mundur beberapa langkah setelah menabrak sesuatu didepannya. Saat ia melirik, ternyata ia telah menabrak seseorang yang sekarang terlihat sangat marah dan melihat ke arahnya. Sena merasa bersalah apalagi bagian dadanya tercetak warna coklat karena noda dari tumpahan kopi yang ia bawa.
Tapi yah salah dia sendiri, kenapa juga engga lihat-lihat Kan!?! batin Sena mencari-cari alasan.
"Kita akan bertemu lagi." ucap lelaki itu datar, kemudian ia tersenyum memperlihatkan amarahnya yang cukup membuat nyali Sena ciut.
***
Setelah sekitar 18 jam berlalu, akhirnya Sena sampai di bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Hari sudah hampir pagi ketika pesawat take off. Sena menghabiskan waktunya diperjalanan dengan mendengarkan music dan tidur, tapi tak pelak menghilangkan penatnya.
Sena segera naik taksi yang sudah berjajar rapi menunggu penumpang.
Ia memberikan alamat yg dituju pada supir itu kemudian mereka berangkat membelah hiruk pikuk kota Jakarta yang tak pernah mati.
Sekitar 45 menit kemudian, sampailah Sena di depan pintu gerbang tinggi berwarna hitam itu.
__ADS_1
"Welcome Home" batinnya.