
Setelah insiden terjepitnya Widya diantara terumbu karang itu, mereke pun memutuskan untuk menghentikan acara snorkeling karna tidak memungkin kan untuk dilanjutkan.
Reihand berjalan paling depan menggendong Widya.
"Maafin gue ya semuanya, gara gara gue kalian malah ikutan balik ke resort, aturan kalau kalian mau nerusin acara snorkeling terusin aja gak apa apa kok" kata Widya dengan tampang bersalah, kepalanya menyembul diatas bahu Reihand, sementara tangannya masih erat memeluk leher Reihand.
Flo tertunduk, entah kenapa hatinya merasa sesak.
"Gak apa apa kok Wid, santai aja. Lagian besok masih bisa snorkeling lagi kan." ucap Manji.
"Iya Wid, lo harus hati hati lain kali, kok bisa sih tadi sampai kejepit gitu?" tanya Farel sambil menyatukan kedua alisnya, heran.
Bibir Widya berlipat, kaget mendapatkan pertanyaan itu.
Duh, gue harus pikirin alasan yang paling logis biar mereka gak curiga! gumam Widya dalam hati.
"Hmm..itu gara gara tadi lagi asik ngeliatin ikan ikan kecil yang lagi sembunyi di terumbu karang, gue gak sadar salah satu kaki gue udah masuk ke dalam celah disalah satu terumbu karang yang ada dibelakang.." kata Widya gelagapan, tapi sebisa mungkin dia mencoba mengatur raut wajahnya agar terlihat tenang.
"Oh gitu." Manji dan yang lainnya manggut manggut.
Widya menarik nafas dalam dalam, syukurlah mereka semua percaya, karna sesungguhnya kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu, Widya sengaja menciptakan drama seolah olah kakinya terjepit dibawah sana, dia ingin Reihand menolongnya, ingin Reihand yang memberikan pertolongan kepadanya, tapi sialnya tadi saat berada di dalam air, Reihand malah selalu menjauh dari sisinya.
Untung saja dia langsung kepikiran cara lain untuk bisa dekat dekat dengan Reihand. Dia akan memanfaatkan kecelakaan yang sengaja dia buat tadi agar Reihand mau terus berada disampingnya.
"Aw, kaki gue sakit banget Rei.." kata Widya pelan sambil menyenderkan kepalanya di dada Reihand.
"Sakit ya? nih kita udah nyampe, lo langsung istirahat dikamar aja ya.." kata Reihand sambil mempercepat langkah kakinya, semuanya ikut mengantar sampai di depan kamar Widya.
Widya langsung mengangguk, memang itu rencananya.
"Tolong bantuin buka pintunya." kata Reihand saat mereka sudah sampai di depan kamar Widya.
Flo maju dan membantu membukakan pintu kamar Widya.
__ADS_1
Reihand kembali menatap Flo dalam, lagi lagi Meira menangkap gelagat aneh saat Reihand terus memperhatikan Flo, padahal jelas jelas kedua tangannya sedang sibuk menggendong tubuh Widya, ini aneh, benar benar aneh.
Setelah pintu terbuka, Reihand pun masuk ke dalam kamar itu, dia meletakan Widya diatas kursi malas yang ada disana.
"Wid, kaki lo masih sakit gak? gue pijitin ya.." Flo langsung jongkok, niat hati ingin membantu Widya untuk mengurangi rasa sakitnya di bagian kaki, tapi tangan Flo yang sudah mau menyentuh kakinya ditepis Widya dengan cepat.
"Gak usah repot repot Flo, gue udah gak apa apa." sahut Widya sambil tersenyum tipis.
Flo terdiam, tangannya yang hendak membantu memijat kaki Widya masih menggantung di udara, entah kenapa Flo merasa Widya seperti sengaja tidak ingin dia sentuh. Flo merasa sikap Widya mendadak dingin begini, apa mungkin cuman perasaannya saja?
"Wid, yaudah lo mandi aja dulu terus istirahat ya, kita mau balik ke kamar masing masing." kata Arga, dia berbalik lalu merengkuh bahu Meira erat. Manji dan Farel mengikuti di belakangnya.
"Wid, lo beneran gak apa apa ditinggal sendiri?" Flo berdiri tapi tetap belum beranjak dari tempatnya, dia masih mengkhawatirkan Widya.
"Gak apa apa Flo, balik aja ke kamar lo." sahut Widya acuh.
"Yuk Flo kita keluar." Kata Reihand pada Flo.
"Kenapa Wid?" Reihand mengerutkan keningnya.
"Rei, bisa anterin gue ke kamar mandi gak? gue lemes mau jalan kesana..please." Widya memelas sambil memijat-mijit kakinya.
Reihand menggaruk kepalanya, dia bingung kenapa Widya terus bersikap seperti ini, seakan ingin menempel terus padanya.
"Flo, lo boleh keluar, jangan lupa tutup pintunya ya!" ucap Widya tanpa menoleh sedikitpun pada Flo.
Flo merasa ucapan Widya barusan kenapa kesannya seperti sedang mengusirnya secara halus ya?
Tapi saat sadar dari lamunannya Flo buru buru mengangguk dan refleks langsung berjalan ke arah pintu, tapi baru beberapa kaki dia melangkah, Reihand malah menahan tubuhnya, berdiri tegap didepannya.
Flo tercengang begitupun dengan Widya, Widya mengepalkan tangannya, entah kenapa dadanya terasa panas setiap kali Reihand mencoba menahan Flo didekatnya.
"Tunggu disini Flo, gue cuman nganter Widya ke kamar mandi, gue gak mau ada kejadian yang bisa mengundang salah paham kalau gue ditinggalin cuman berdua di kamar doang, lo tunggu bentar ya.."
__ADS_1
Tanpa menunggu jawaban Flo, Reihand segera berjalan ke arah Widya salah satu tangannya memeluk bahu gadis itu, Reihand membantu Widya berjalan ke arah kamar mandi.
Widya mencoba mengatur nafasnya yang terasa menderu hebat, dia kesal, kenapa sih setiap kali dia ingin berdekatan dengan Reihand, Flo sahabatnya selalu ada diantara mereka.
Reihand dan Widya sudah sampai di kamar mandi yang terletak di pojok ruangan, nuansa kamar mandi di penginapan itu memang cukup romantis, bathub yang berada dipojok ruangan selalu dihiasi oleh kelopak bunga mawar merah, lantai yang terbuat dari kayu serta dekorasi vintage yang mengagumkan.
"Rei, gue pengen berbaring di bathub ya.."
Reihand mengangguk tanpa curiga, dia memapah tubuh gadis itu kesana.
Saat Reihand hendak mendudukkan Widya disana tiba tiba tangan Widya menarik tubuhnya (namun tentu saja gerakan menariknya itu seolah olah sebuah ketidak sengajaan) dan ..Brugh tubuh Reihand jatuh tepat diatas tubuh Widya, untung saja kedua tangannya yang kekar masih reflek menyangga tubuhnya yang hampir saja limbung menimpah Widya.
Sontak Reihand terperangah, dan hendak menarik dirinya untuk bangun, tapi tanpa di duga duga kedua tangan Widya terulur dan memeluk lehernya, Kontan Reihand terbelalak.
Dan saat Reihand masih mematung ditempat, secara cepat Widya mendekatkan wajahnya, mencoba mencium bibir Reihand, tapi untung saja Reihand langsung melengos, dia mengatur nafasnya yang mulai tak beraturan akibat kaget dengan tindakan Widya.
Buru buru dia melepaskan kedua tangan Widya dari lehernya. Widya tercengang tak menyangka jika tindakannya tadi akan mendapatkan reaksi penolakan yang begitu cepat. Padahal dia pikir Reihand akan diam lalu kemudian menikmati ciuman yang dia berikan.
"Rei..maaf gue tadi.."
"Gak perlu dibahas Wid." Sela Reihand sebelum Widya berhasil menyelesaikan ucapannya.
Widya panik, dia takut Reihand akan membencinya setelah ini.
"Rei.. maaf gue bener bener refleks tadi, gue gak ada maksud apa apa."
Reihand sudah berjalan ke arah pintu kamar mandi. Dia diam sesaat, terlihat mengatur nafasnya yang tiba tiba terasa sesak, kemudian dia menoleh sebelum pergi.
"Istirahatlah Wid, gue keluar dulu." ucapnya. Lalu setelah itu Widya hanya mendengar langkah kaki dan pintu depan yang ditutup.
Widya mengusap wajahnya sendiri secara kasar, dia kesal, marah dan malu.
Kenapa Reihand menolak ciumannya sih! kenapa?
__ADS_1