
"Mei, gue jahat ya udah lancang suka sama Reihand?" Tanya Flo sambil menatap Meira yang masih terlihat syok di tempatnya.
Meira menggeleng sambil melirik Flo yang terlihat sangat kacau.
"Flo, lo gak jahat sama sekali, gak ada yang salah dengan jatuh cinta sama Reihand.." Meira menggeser tubuhnya mendekat ke samping Flo.
"Tapi Widya juga suka sama Reihand Mei.." Flo mulai terisak. Dia benar benar merasa bersalah jika ingat kejadian tadi.
Jika saja Widya tidak sedang menyukai Reihand, mungkin hari ini akan menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya.
Meira mengelus punggung Flo lembut. Dia mengerti tidak mudah ada di posisi Flo saat ini. Tapi cinta itu memang unik, dia tidak bisa di tebak alurnya.
Meira merasa kasihan pada Flo. Di satu sisi dia mencintai Reihand, tapi di sisi lain ada perasaan seorang sahabat yang harus dia jaga.
"Terus lo mau apa sekarang, Flo?" tanya Meira.
"Gue bakal berusaha jaga jarak dengan Reihand, Mei. Gue gak mau Widya sampai sakit hati kalau tau Reihand suka sama gue.."
"Terus perasaan lo sendiri gimana?"
Meira menatap Flo lurus. Dia jadi ikutan bingung dengan kondisi ini, dua duanya adalah teman baiknya, Meira ingin Flo dan Widya sama sama bahagia.
Tapi masalahnya mereka berdua mencintai satu laki laki yang sama. Tidak mungkinkah Reihand di belah menjadi dua?
"Gue akan coba lupain Reihand, Mei.." ucap Flo akhirnya.
"Lo yakin Flo?" Meira menatap Flo prihatin.
Flo mengangguk lemah.
...***...
Malamnya ketika waktu jamuan makan malam tiba, semua sudah berkumpul di dalam restauran.
Meira yang sudah tahu permasalahan yang tengah menimpa ketiga sahabatnya itu hanya bisa memperhatikan mereka diam diam.
Dia ingin mengamati Reihand dan menganalisis sebenarnya sejauh apa rasa sukanya pada Flo.
Reihand langsung mengambil tempat duduk di dekat Farel, bangku paling ujung.
Sedangkan Flo sudah duduk manis diantara Meira dan Widya. Flo kelihatan tidak bersemangat.
Suasana di atas meja itu menjadi sangat canggung akibat permasalahan diantara ketiganya.
__ADS_1
Tapi untungnya hanya Meira yang tahu, sementara Arga, Manji dan Farel masih terlihat menikmati hidangan di atas meja tanpa tau keadaan yang sebenarnya.
"Flo, ayo dimakan nasinya." Ucap Meira. Meira melihat Flo hanya mengaduk ngaduk soup ikan di hadapannya.
Reihand memperhatikan Flo lewat sudut matanya, manatap gadis itu penuh makna.
Meira tetegun dalam hati teriris melihat pemandangan itu, ternyata apa yang Flo sampaikan tadi itu benar adanya. Dia melihat di dalam tatapan mata Reihand ada cinta yang sangat besar untuk Flo.
Sementara di sisi lain, Widya tengah duduk sambil tangannya sibuk memindahkan beberapa lauk ke atas piring Reihand.
"Rei, udang saus padang yang ini enak, cobain deh!" kata Widya sambil tersenyum ke arah Reihand.
Reihand hanya mengangguk dan kembali fokus pada makanannya.
Sepanjang acara makan malam itu Widya terlihat lebih berani memperlihatkan rasa sukanya, dia seakan sengaja mendekati Reihand terus terusan.
"Rei, lo mau ini gak?" Widya membawa sebuah es berisi potongan buah dan rumput laut disebuah mangkuk yang cukup besar.
"Wah mau dong!" Farel malah yang menjawab.
Dengan mata berbinar dia menyerahkan gelas kosong kehadapan Widya.
"Nanti ya, gue tuangin buat Reihand dulu." tandas Widya sambil berlalu melewati Farel.
Farel ternganga lalu kemudian pura pura cemberut.
Widya hanya membalasnya dengan terkekeh.
Meira terus mengawasi ketiganya, dia melihat sikap Reihand kepada Widya begitu berbeda dengan sikapnya terhadap Flo.
Reihand tampak cuek, bahkan Widya sudah sangat berusaha memanjakan dirinya dari tadi, melayani Reihand sampai semua yang duduk di meja itu terheran heran.
"Wid, lo suka ya sama Reihand?" tanya Farel nyablak.
Reihand yang sedang asik meneguk minumannya seketika tersedak.
Uhuk uhuk..
"Rei..pelan pelan dong minumnya, gimana sih." Widya buru buru bangkit dan menepuk nepuk punggung Reihand pelan.
Semua ternganga, tadinya Farel hanya iseng menggoda, tapi ternyata Widya kelihatannya memang benar benar menaruh rasa pada Reihand.
Flo tertunduk, berusaha tidak memperdulikan suasana yang mulai canggung dimeja makan akibat ulah Widya.
__ADS_1
"Wid, gue gak apa apa kok, lo jangan berlebihan deh." kata Reihand pelan, dia malu karna menurutnya Widya bersikap terlalu over.
"Sorry ya Rei, sikap gue bikin lo gak nyaman ya?" Widya kembali duduk di tempatnya dengan memasang wajah sedih.
Reihand buru buru menggeleng.
"Engga Wid, bukan itu maksud gue."
"Ah, lo tuh ya Rei, gak bersyukur banget sih, orang mah pengen ada yang merhatiin, ini di perhatiin malah nolak, ya kan Ji!" Farel semakin menjadi menggoda mereka berdua.
Manji hanya menahan tawa melihat Farel terus memanasi suasana.
Reihand menarik nafas panjang. Dia tidak mau semua orang salah paham akan hubungannya dengan Widya, tidak ada apa apa diantara mereka, dan tidak akan pernah.
"Gue sama Wid.."
"Gue tau Rei, gue selama ini sering bikin lo kesel, tapi emangnya salah ya gue ngasih perhatian sama orang yang spesial di hati gue.." Potong Widya buru buru. Dia tahu Reihand akan mengatakan kalau dia menganggapnya hanya teman biasa.
Kontan semua menoleh kaget. Termasuk Reihand, dia tercengang mendengar pengakuan Widya barusan. Apa dia bilang tadi? orang spesial?
Farel yang sedari tadi sibuk menggoda mereka berdua pun ikut ternganga, sendok yang baru masuk kedalam mulutnya tertahan di bibirnya. Dengan wajah cengo dia menatap ke arah Widya dan Reihand.
"Kalian pasti kaget ya.." Kata Widya sambil menatap teman temannya satu persatu.
"Gue sebenernya udah suka sama Reihand sejak lama, cuman..gue malu buat ngasih tau dia."
Reihand kembali terbelalak, pengakuan cinta dari Widya ini benar benar tidak bisa diprediksi.
Flo menatap Reihand dan menangkap ekspresi terkejut dari wajahnya. Flo juga kaget tak menyangka jika Widya bisa seberani ini.
"Wah wah, sepertinya kita kelewatan banyak nih!" Seru Farel akhirnya.
"Iya, gue bener bener kaget Wid, lo keren sih bisa ngakuin perasaan lo sama orang yang lo sayang di depan semua orang." Manji ikut mengacungkan jempolnya.
Reihand mati kutu, bagaimana ini? dia bingung harus memberikan tanggapan seperti apa. Kalau dia menolak perasaan Widya di depan semua orang saat jelas tidak mungkin, bagaimana pun dia tidak ingin menyakiti hati Widya dengan mempermalukannya.
"Iya, gue emang gak malu ngakuin perasaan gue, buat gue, Reihand itu salah satu yang bikin gue semangat buat ngejalanin hari hari gue di kampus.." Widya tersenyum manis ke arah Reihand.
Reihand hanya membalasnya dengan senyum kecil yang nyaris tak terlihat.
Semua lalu tertawa dan kembali menggoda keduanya.
Sementara disebelah Widya, Flo sesekali ikut tersenyum dan memberi dukungan pada Widya. Namun Meira sadar jauh di dalam lubuk hatinya Flo pasti sedang menahan sakit.
__ADS_1
Perlahan tangan Meira terulur menggenggam tangan Flo dibawah kolong meja.
Flo terhenyak dan menatap Meira. Flo tahu Meira sedang berusaha menguatkannya, tapi Flo hanya membalas genggaman tangan Meira itu dengan senyum yang terlihat menyayat.