
Reihand membalut lukanya dengan sangat hati hati, semua orang yang ada di kantin itu berkerumun mengelilingi dua orang itu, menjadi bahan tontonan gratis membuat Flo tidak nyaman, tapi Reihand, laki laki itu malah terlihat tidak perduli sedikitpun, dia tetap tenang meskipun orang orang sekitar sedang memperhatikan dirinya.
Semenjak Arga menikah, Reihand lah yang jadi target utama para mahasiswi disana. Namun Reihand dengan kepribadiannya yang terkesan terlalu santai malah membuat dia sulit untuk di dekati.
"Gimana, masih sakit?" Tanya Reihand sambil menatap Flo, dia sudah selesai membalut luka di tangan Flo.
Flo menggeleng.
"Udah engga, thanks ya Rei." Flo langsung berdiri dan hendak membersihkan gelas yang tadi jatuh dari tangannya.
"Lo mau ngapain!" Reihand mencegat tangannya lagi.
Manji masih terus memperhatikan mereka, berdiri dan tanpa sadar tangannya ingin sekali menggebrak meja namun Farel yang sadar langsung menahannya.
"Tahan, Men, lo kenapa?" Bisik Farel kaget saat melihat kemarahan Manji yang tiba tiba.
Farel bingung dan mengerutkan alisnya. Dia menatap Manji lalu beralih mengikuti pergerakan mata Manji yang terus menatap lurus Reihand yang sedang memegangi lengan Flo.
"Gue mau beresin itu, takut kena orang.." kata Flo.
"Gak usah, nanti yang ada tangan lo kena pecahan kaca lagi, gue bakal suruh OB kesini!" Reihand menarik tangan gadis itu menjauh dari tempat kejadian.
"Udah bubar bubar! ngapain pada nontonin kita hah?!" Teriak Reihand kesal pada semua penghuni kantin yang masih berdiri memperhatikannya.
Ternyata Reihand sadar, tapi kenapa sikapnya tadi santai sekali, huh! gerutu Flo.
"Flo, lo gak apa apa?" tanya Widya sambil menghampiri Flo.
Flo yang sadar buru buru melepaskan genggaman tangan Reihand, dia tidak enak dengan Widya karna Flo tau Widya menaruh hati pada Reihand.
"Gak apa apa Wid, cuman kegores dikit." ucap Flo sambil tersenyum, padahal lukanya itu lumayan membuat Flo kesakitan.
"Bener gak apa apa?" tanya Widya memastikan sambil melihat tangan Flo yang sudah dibalut saputangan milik Reihand.
Flo mengangguk sambil melemparkan senyum riangnya lagi.
"Udah yuk lanjutin makannya!" ajak Farel kepada semuanya.
Reihand terlihat pergi dari sana, lalu tak lama dia sudah kembali lagi dengan seorang petugas kebersihan kampus.
"Mang Asep, tolong dibersihkan ya pecahan kacanya biar gak kena yang lain." pinta Reihand sambil menunjuk lantai yang penuh dengan ceceran kaca dari gelas yang tadi dijatuhkan oleh Flo.
"Baik, den.."
__ADS_1
Reihand pun kembali bergabung ke tempat duduk Widya.
Flo duduk disebelah Widya, dia berhadapan dengan Manji yang duduk di depannya.
Flo melihat Manji memperhatikan tangannya namun pria itu tak berkata apa apa.
Mukanya datar banget, gak ada khawatirnya sedikitpun! hiks Flo menangis dalam hati melihat sikap cuek Manji.
"Wid, sorry ya jus nya jatuh deh gara gara gue." Flo jadi teringat minumannya lagi.
"Ya ampun lo masih aja mikirin jusnya, gue gak apa apa, ntar gue pesenin minuman yang baru buat kita ya.."
Widya hendak berdiri namun Reihand mencegahnya.
"Duduk aja Wid, gue udah mesen minum buat kalian tadi waktu jalan keluar manggil mang Asep."
"Ouh gitu, makasih ya Rei." Widya merasa senang karna Reihand perhatian sekali, Widya pun duduk kembali ke tempatnya.
"Eh, ngomong ngomong Meira sama Arga beneran pulang?" Reihand menatap Farel dan Manji.
"Iya, Arga kayaknya khawatir banget sama Meira gara gara Meira mual mual.." Farel menahan tawa ketika ingat kejadian konyol saat diruang kesehatan tadi.
Meskipun dia hanya menunggu diluar tapi dia bisa mendengar setiap percakapan Arga dan Meira di dalam karna suara Arga yang berapi api.
"Peraturan gila apaan?" semuanya berseru bersamaan menatap Farel.
"Bentar lagi juga bakal diumumin!" ucap Farel malah dengan senyum penuh misteri yang membuat semuanya tambah penasaran.
Dan benar saja apa yang dikatakan Farel, tak lama suara speaker berbunyi nyaring di seluruh penjuru kampus.
"Berkenaan dengan adanya satu peraturan baru yang sudah disetujui oleh pak rektor, kami mengumumkan mulai hari ini seluruh pihak yang ada dilingkungan kampus tanpa terkecuali dilarang menggunakan parfum dengan jenis apapun."
HAH!!
semua terbelalak bahkan ada yang sampai tersedak ketika makan. Suasana kantin seketika riuh teriakan protes. Siapa yang membuat peraturan gila seperti itu?
Memakai parfum itu adalah hak personal semua orang, orang sinting macam apa yang membuat peraturan macam itu di area kampus.
Banyak yang protes terutama kaum Borjuis yang menganggap parfum sudah menjadi satu hal yang wajib dipakai untuk membuat kepercayaan diri mereka meningkat.
Mereka tidak bisa membayangkan jika sehari saja mereka tidak memakai parfum, maka nilai kepercayaan diri mereka akan ada di angka nol. Percuma kan Baju bagus, tas branded dan sepatu yang keren, tapi kalau bau badan?
"Jika ada yang tidak mengikutinya maka sanksi besar akan kalian terima, harap perhatikan ini baik baik, terima kasih atas perhatiannya."
__ADS_1
Pengumuman pun berakhir dan disambut dengan riuh teriakan tidak setuju di segala penjuru kampus.
Bahkan Flo bisa melihat ada beberapa orang di dalam kantin itu yang langsung berdiri dan menuju ke arah ruang Rektor. Astaga mereka pasti mau melakukan aksi penolakan untuk peraturan baru itu.
"Buset! siapa yang bikin peraturan gila kayak gitu!" Manji berdecak tak percaya.
Farel malah tertawa terbahak bahak.
"Ini pasti kerjaan Arga!" Tebak Reihand sambil menggelengkan kepalanya.
"Arga?!" Flo dan Widya berteriak berbarengan.
"Yup! peraturan ini memang khusus dari Arga!" Farel masih terkekeh.
"Tapi kenapa? apa alasannya?" tanya Reihand bingung.
Widya dan Flo terdiam, tiba tiba mereka teringat pada mual mual nya Meira, apa ini ada hubungannya? jangan jangan..
Flo dan Widya saling berpandangan.
Farel menatap kedua gadis itu secara bergantian, kemudian tawanya semakin menjadi, dia tahu kalau dua gadis itu sudah sadar apa alasan dibalik peraturan gila itu tercetus.
"Jangan bilang kalau Arga bikin peraturan ini demi Meira?" Flo menatap Farel lurus, dia bahkan kaget dengan dugaannya sendiri.
"Haha." Bukannya menjawab, Farel malah menikmati ekspresi ekspresi penasaran disekelilingnya.
"Serius kenapa Rel!" Widya menggeplak tangan Farel gemas.
"Iya, iya sorry." akhirnya dia berhenti tertawa dan memasang wajah serius.
"Arga bikin peraturan tadi untuk melindungi Meira. Dia gak mau Meira merasa tidak nyaman ketika mencium bau parfum disekitarnya. Lo pada taukan tadi Meira mual mual dikelas ternyata karna dia gak tahan dengan bau parfum disana."
Semua tersentak kaget mendengar ucapan Farel. Astaga masa iya sampe segitunya?
Flo dan Widya jadi keinget lagi kejadian waktu dikelas tadi. Apa jangan jangan Meira mual gara gara nyium parfum mereka? karna Meira kan duduk di tengah tengah antara Widya dan Flo.
"Serius lo rel!" Widya sampai ternganga.
"Iya dua rius gue!" Farel memang kelihatan serius banget waktu menjawab wajah wajah penasaran sahabatnya.
Reihand sudah kehabisan kata kata, tak menyangka jika Arga akan sampai di titik ini, di titik dimana dia akan menjadi sosok suami yang begitu memperhatikan istrinya. Kekaguman Reihand pada sahabatnya itu meningkat jauh lebih drastis dari sebelumnya.
"Hah gak nyangka gue si sableng itu sekarang bener bener bakal jadi seorang ayah!" Ucap Reihand sambil menyendok sesuap siomay di depannya sambil tersenyum geli.
__ADS_1
Sementara Flo termenung, ya ampun kapan ya gue nemuin cowok sebaik Arga, Meira beruntung banget..