
Setelah acara makan malam selesai, Arga mengajak semuanya untuk menikmati api unggun di tepi pantai.
Mereka berjalan beriringan di atas jembatan penghubung, saat turun dari jembatan ternyata sudah menunggu sekitar tiga orang yang akan mengantar Arga dan yang lainnya ke sebuah tempat terbuka yang sudah dihias sedemikian rupa. Arga ternyata sudah menyiapkan segalanya.
Flo menyipitkan matanya saat melihat titik titik cahaya dari kejauhan, ternyata cahaya itu berasal dari Lampion lampion yang menggantung cantik di atas tali.
"Wah, tempat apa lagi ini?" tanya Flo takjub.
"Ini saung santai, udara disini cukup dingin, kalian semua memakai jaket kan?" Tanya Arga. Dia merengkuh Meira sambil berjalan disampingnya.
Yang lain mengangguk. Sebelum berangkat tadi Arga memang sudah memberitahukan teman temannya untuk memakai jaket tebal, cuaca di pantai malam hari lumayan menusuk kulit.
Meira dan yang lainnya terpana menyaksikan keindahan tempat di depannya.
Ada tiang tiang kayu yang berbaris membentuk sebuah kotak persegi, ditengah tengahnya sudah disediakan kayu yang disusun seperti api unggun. Ada tali panjang yang menghubungkan setiap tiang kayu dengan tiang kayu yang lainnya, di setiap tali itu lah lampion digantungkan dengan sangat rapih dan tertata dengan sangat cantik.
"Sayang, tempat ini indah banget.." Kata Meira takjub.
Arga tersenyum puas melihat keterpanaan di wajah Meira, baru tahu dia kalau suaminya ini bisa melakukan segalanya.
"Kau suka?" tanya Arga.
Meira mengangguk cepat.
"Suka pake banget."
"Baguslah, tak sia sia aku menyewa seluruh tempat disini."
Hah? kedua mata Meira melotot besar.
"Menyewa seluruh tempat ini?"
"Iya."
Meira terdiam, astaga sebenarnya sekaya apa pria disebelahnya ini?
"Sudah jangan terlalu lama terpesonanya, ayo kita duduk!" ajak Arga sambil menggandeng tangan Meira.
Arga mempersilahkan Meira duduk diatas bangku kayu yang sudah disediakan disana.
Mereka menikmati malam itu dengan penuh canda dan tawa.
Liburan memang bisa merubah mood seseorang. Meira terlihat sangat bahagia bisa ke tempat seindah ini bersama Arga dan yang lainnya.
"Permisi, kami bawakan teh jahe hangat untuk semuanya." Dua orang perempuan paruh baya tiba tiba datang ke hadapan mereka dengan memegang sebuah nampan yang berisi beberapa gelas minuman.
"Taruh saja disana, terima kasih ya bu." Kata Arga sambil menunjuk meja panjang disebelah Reihand.
"Sama sama Den.." Dua orang pelayan itu pun pergi setelah menaruh minuman itu.
"Ga, lo Doraemon ya? semua yang mustahil kayaknya gampang banget lo wujudin." Farel bertanya dengan gaya muka serius.
Arga menyeringai lebar.
"Gue bukan Doraemon tapi gue saudara jauhnya." jawab Arga sambil membusungkan dadanya, biar terlihat keren
"Bhahaha saudara ketemu gede." Farel tertawa keras, yang lain ikut menggeleng geli.
"Rei, gitaran dong, biar tambah rame!" Pinta Widya yang duduk disebelah Reihand.
__ADS_1
"Emangnya Reihand bisa gitar?" Tanya Meira.
"Bisa dong, gue waktu itu pernah ngeliat lo di ruang kesenian lagi maenin gitar sambil nyanyi nyanyi." Jawab Widya sambil mengedipkan matanya pada Reihand.
Meira kok merasa Widya jadi agak genit ya akhir akhir ini.
"Cie cie, jadi selama ini Widya stalker Reihand.." Goda Farel.
Widya terkekeh sambil mengangguk.
Reihand hanya memasang wajah datar mendengar pengakuan Widya.
"Kalian mau gitaran? Yaudah tunggu bentar." Arga berdiri dan pergi ke belakang sebuah bangunan pendopo yang ada dibelakang mereka.
Tak lama pria itu kembali dengan membawa dua buah gitar ditangannya.
"Nih, tangkap!" Arga melempar satu persatu gitar ke tangan Reihand dan Manji.
"Wah Ga, lo emang beneran saudaranya Doraemon ternyata!" Farel kembali terkekeh.
Arga melempar Farel dengan botol minuman disebelahnya.
"Ngarang lo! Udah main gitarnya, gue mau ajak Meira jalan jalan disekitar sini dulu ya, kalian have fun aja disini."
"Ya elah iya sih yang udah nikah mah bebas!!!" Sungut Farel iri.
Arga berdiri lalu mengulurkan tangannya kepada Meira. Dengan wajah memerah Meira menerima uluran tangan Arga.
Mereka pun berjalan ke arah tepi pantai meninggalkan yang lainnya.
"Ayo Rei, mulai dong gitarannya!" Kata Widya sambil menyikut lengan Reihand.
"Mau nyanyi lagu apa?" Tanya Reihand pada Widya, tapi matanya malah sibuk memperhatikan Flo, gadis itu tengah sibuk menatap lampion lampion di dekat kepalanya.
"Iya sih percaya yang lagi jatuh cinta mah!" sahut Farel mulai mengompori.
Reihand menendang kaki Farel agar mulut ember nya diam.
Tapi dasar somplak, temannya itu malah tertawa tanpa dosa sambil memperlihatkan gigi giginya yang putih.
Mereka pun mulai menyanyikan lagu lagu cinta dengan iringan gitar dari tangan Reihand dan Manji.
Kali ini giliran Reihand yang menyanyi, Reihand terlihat menarik nafas dalam, sambil memejamkan mata, jari jarinya terlihat mulai memetik senar senar dari gitar yang sedang dipangkunya.
Bawalah pergi cintaku
Ajak kemana pun kau mau
Jadikan temanmu (temanmu paling kau cinta)
Disini ku pun begitu
Trus cintaimu dihidupku
Didalam hatiku (sampai waktu yang pertemukan)
Kita nanti
Sepenggal lagu itu membuat Flo yang tengah asik memandangi lampion langsung menoleh ke arah Reihand. Suara Reihand ternyata begitu merdu, tapi kenapa lagu yang Reihand nyanyikan serasa menyayat hati Flo ya?
__ADS_1
Flo tertegun, tanpa sadar dia menatap lurus Reihand, Reihand terlihat sangat menghayati lagu dari penyanyi legendaris Afgan Syah Reza itu.
Prok prok pork
Widya bertepuk tangan kencang sambil memeluk Reihand. Reihand kaget, namun buru buru dia melepaskan diri dengan sopan dari pelukan Widya itu.
"Wah, Rei, suara lo bagus banget, kenapa lo gak jadi penyanyi aja sih?" Tanya Widya.
Farel dan Manji ikut setuju, suara Reihand memang sangat enak di dengar.
"Gue gak terlalu suka ketemu banyak orang." Jawab Reihand sambil tersenyum kecil.
Flo meremas jarinya, dia terenyuh, ingin sekali dia ikut memuji suara indah Reihand. Tapi apalah daya, dia tidak bisa mengungkapkannya, ada perasaan Widya yang harus dia jaga.
"Rei, nyanyi lagi dong.." Rengek Widya.
"Manji dong, masa gue terus." Tolak Reihand, dia meletakkan gitarnya disamping kursi.
Manji tertawa pelan, dia menoleh ke arah Flo sambil tersenyum.
Flo kaget saat Manji berdiri dan mendekat ke arahnya.
"Flo, mau gue nyanyiin lagu apa?" Tanya Manji yang sekarang sudah duduk di sebelah Flo.
Widya terlihat senang melihat Manji akhirnya mau bergerak mendekati Flo.
Dengan begitu dia tidak perlu merasa was was lagi Flo akan merebut Reihand darinya.
Flo terlihat bingung sambil menunjuk dirinya sendiri "Gue?"
"Iya, Flo. Emangnya disini yang namanya Flo selain lo ada lagi?" Manji heran mendengar pertanyaan Flo, jelas jelas dia bertanya di depan matanya.
Flo menggigit bibir bawahnya, astaga kenapa Manji tiba tiba mau menyanyikan lagu untuknya, Reihand menatap ke arahnya dengan sepasang mata yang mulai menajam.
"Terserah lo deh Ji, nyanyi lagu apa aja."
"Yaudah gue nyanyiin lagunya Kahitna ya." Tanya Manji lembut.
Flo hanya mengangguk pelan.
Manji mulai memetik gitar dan menyanyikan bait demi bait lagu dari salah satu band kebanggaan indonesia itu.
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Mereka semua menikmati alunan lagu yang dinyanyikan Manji untuk Flo itu, Manji terlihat sangat menghayati, tapi tidak dengan Flo. Gadis itu hanya sesekali memaksakan senyum di wajahnya sekedar untuk menghargai usaha cowok itu.
__ADS_1
Matanya malah fokus melirik Reihand, meskipun hanya diam saja tapi Flo bisa merasakan Reihand sedang menatap ke arahnya dengan sorot mata penuh kekesalan.
bersambung