Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Tidak tega menolak ibu hamil


__ADS_3

Arga dan Meira berjalan berdampingan ke arah kantin. Suasana di kantin kampus ternyata sudah ramai pengunjung.


Arga sengaja menyuruh Reihand, Manji dan Farel untuk kumpul disana sesuai permintaan dari Meira.


Begitupun Meira, dia sudah mengirimkan pesan kepada kedua sohibnya Flo dan Widya untuk ikut bergabung.


Arga dan Meira sampai di pintu masuk kantin.


Meira celingukan, sepasang matanya menata ke segala arah.


"Sayang, itu Reihand dan yang lainnya disana!" tunjuk Meira pada sebuah bangku panjang yang letaknya di paling ujung barisan.


Arga mengangguk dan langsung menggandeng erat tangan Meira, membawanya kesana bergabung bersama yang lain.


"Ayo!" kata Arga lembut.


Meira mengangguk sambil tersenyum dengan riang. Suasana hatinya sedang sangat bagus pagi ini, membayangkan dia akan bertamasya dengan sahabat-sahabatnya membuat Meira tidak sabar untuk memberitahukan kabar baik ini kepada mereka.


"Pagi.." sapa Meira dengan senyum manis.


Reihand, Manji dan Farel menoleh lalu membalas sapaan itu dengan seulas senyum.


"Hai Wid.." Meira mengambil posisi duduk disamping Widya sementara Arga ikut duduk disebelahnya.


"Mei, lo udah masuk?"


"Iya, Wid gue udah masuk, si Flo mana?" tanya Meira.


"Masih dijalan kayaknya.." jawab Widya sambil mengaduk jus alpukat ditangannya, kemudian dia melirik ke arah Reihand sambil senyum senyum gak jelas.


Meira yang menangkap kejanggalan itu menautkan kedua alisnya. kenapa nih anak! batinnya aneh melihat tingkah Widya.


Sementara saat dia beralih menatap Reihand cowok itu malah acuh tak acuh pada Widya.


"Ga, turut berduka cita ya.." kata Reihand sambil menatap Arga lurus.


"Iya bos, kami ikut berduka, kemarin mau kerumah buat ngelayat, tapi bos malah ngelarang." timpal Farel.


Manji ikut mengangguk.


"Iya sorry ya, acara pemakamannya hanya khusus dihadiri keluarga aja, kalian taukan kondisinya lagi gak memungkinkan buat bawa orang luar kerumah." jawab Arga, wajahnya masih terlihat murung walaupun tidak sesedih kemarin.


Meira mengelus punggung Arga, berusaha memberikan kekuatan.

__ADS_1


"Oh iya ngomong ngomong ada apa nyuruh kita ngumpul disini Mei..?" Widya menatap Meira penasaran.


Pagi tadi dia menerima pesan masuk dari Meira, sahabatnya itu menyuruhnya untuk menyempatkan diri kumpul di kantin sebelum masuk kelas.


"Nanti gue kasih tau, tunggu Flo dulu ya biar lengkap personil kita? hihi?" Meira menjawab dengan tersenyum lebar.


Arga jadi ikut bahagia melihat sikap Meira, gadisnya terlihat sangat riang. Syukurlah sepertinya dia tidak salah juga mengiyakan permintaan Meira untuk mengajak teman temannya bertamasya. Yah..walaupun dia sendiri sebenarnya hanya ingin pergi berdua saja.


"Nah..itu Flo!" Reihand melambai sambil tersenyum, Widya dan Meira menoleh berbarengan, ternyata memang benar Flo, gadis itu terlihat sedang berjalan cepat ke meja mereka.


"Sorry ya telat!" Flo terbata sambil mencoba mengatur nafasnya yang terasa berat karna habis berlari jauh.


"Flo kenapa?" tanya Manji cemas.


Reihand langsung berdiri dan menarik tangan Flo untuk duduk disebelahnya.


Gerakan Reihand sangat cepat sampai sampai semua yang duduk hanya terbengong bengong melihat apa yang dilakukannya, terkhusus Widya, senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya kontan lenyap. Netranya menatap ke arah Flo dengan pandangan tidak suka.


Reihand mengambil sebotol air mineral di atas mejanya lalu menyerahkannya ke tangan Flo, namun gadis itu malah menolak dan segera beralih pindah tempat duduk ke bangku kosong di sebelah sohibnya Widya.


Flo mendaratkan pantatnya disana dengan wajah bete, Reihand yang mendapat penolakan itu cuman diam dan akhirnya dia memilih untuk duduk kembali ke tempatnya.


Meira terus memperhatikan sikap keduanya sambil berpikir keras, sepertinya ada yang janggal nih..


Manji dan Reihand sama sama mengeluarkan sapu tangannya dan menyerahkannya pada Flo.


"Pakai ini Flo!" sahut Reihand dan Manji berbarengan.


Sontak Flo menghentikan kibasan tangannya dan menatap kedua cowok di depannya dengan kedua alis yang bertaut.


Tanpa mereka sadari Widya mulai meremas celana jeansnya dengan kuat dibawah meja, dia terbakar amarah melihat perhatian Reihand pada Flo.


Meira dan Arga saling pandang bingung. Ada apa ini? kenapa dua cowok ini seperti sedang berusaha menunjukkan perhatian yang lebih pada sahabat mereka Flo.


Tapi keduanya masih tetap diam begitupun dengan Farel, untuk saat ini mereka memilih untuk jadi penonton saja.


Flo buru buru mendorong kedua tangan cowok dihadapannya untuk menjauh.


"Gak usah, simpen aja sapu tangan kalian, gue pake ini aja!" Flo mengambil tisu diatas meja dan mengelap wajahnya dengan asal, dia tersenyum keki.


Sambil menahan malu juga gugup, dia melirik ke arah Widya, tapi Widya hanya diam seolah acuh padahal sebenarnya dia sedang kesal sekali, tapi Widya tidak mau menunjukannya dihadapan semua orang, bagaimana pun Flo itu sahabat baiknya.


Dia tidak mungkin cemburu tanpa alasan, bukan salah Flo juga kan kalau Reihand perhatian? lagian Reihand bukam cowoknya, seharusnya dia mengerti itu hak Reihand mau perhatian pada siapapun termasuk Flo. Tapi kenapa harus Flo sih! kenapa! gusar Widya semakin meremas celana jeansnya hingga lecek.

__ADS_1


"Ok kembali ke inti aja, bos ngapain ngumpulin kita disini? kata lo ada yang penting banget bos, ada apa sebenernya?" tanya Farel memecah keheningan, yang lain ikut menatap ke arah sang pentolan dengan mimik wajah penasaran.


Arga memegang tangan Meira lalu menatap satu persatu teman temannya secara bergantian dengan wajah serius.


"Meira mau kita semua pergi liburan ke pantai, kalian semua harus ikut, gue gak akan terima bantahan, ini permintaan ibu hamil, kalau kalian gak mau, gue bakal nganggep itu sebagai sebuah pengkhianatan." kata Arga tenang sambil kembali menatap teman temannya dengan tajam.


Hah? wajah wajah di sektiarnya kontan ternganga.


"Liburan ke pantai? kapan Ga?"tanya Manji.


"Sabtu ini kita berangkat, gue udah atur semuanya buat kalian, tinggal bawa baju sama badan aja, gak bentrok sama pertandingan basket kan?" Arga mengangkat satu alisnya.


Arga tahu Manji dan Reihand lah yang paling mungkin tidak akan bisa ikut dalam agenda liburan yang Meira inginkan ini, alasannya apalagi kalau bukan karna mereka berdua sedang sibuk latihan untuk menyiapkan diri mengikuti pertandingan basket antar kampus.


"Gue denger pertandingan basketnya akhir bulan kan?" Arga melirik Manji dan Reihand.


Mereka mengangguk berbarengan.


"Oke, sempurna kalau gitu, kita berangkat jumat malam biar sabtu pagi udah disana." tandas Arga final, dia bahkan tidak mau mendengar pendapat teman temannya dulu.


Meira melihat wajah wajah kaku di depannya dengan tatapan tidak enak.


Dia tidak memikirkan ini sebelumnya, bagaimana kalau ternyata mereka enggan ikut kesana tapi lebih memilih diam karna tidak enak menolak ajakan dari Arga.


Kalau pun akhirnya mereka semua setuju untuk ikut, bukankah itu sama aja dengan sebuah keterpaksaan karna keadaannya sang pentolan sendiri yang memintanya.


Meira menghela napas berat. Tidak akan ada yang menikmati liburan seperti itu.


"Kalau kalian gak mau ikut gak apa apa kok.." kata Meira tiba tiba sambil menatap teman-temannya satu persatu.


Dia berkata dengan wajah sedih sambil mengusap usap perutnya, Meira tertunduk dalam, Yang lain kontan menggeleng berjamaah.


"Engga Mei, kita mau kok liburan bareng bareng, iya kan? iya kan?" kata Manji buru buru, tidak tega juga dia menolak permintaan ibu hamil, apalagi melihat gadis ceria itu sedih.


Arga menyeringai lebar, Lihat kan, jangankan aku, kalian juga tidak akan sanggup menolak permintaannya.


"Iya Mei, lagian dikasih liburan free kita mana bisa nolak, ya kan?" Farel ikut menimpali, tapi perkataannya memang jujur, siapa sih yang nolak di kasih gratisan?


Apalagi sudah lama juga mereka tidak liburan kemana mana, selalu sibuk dengan tugas tugas kulian yang menumpuk.


"Emang pantainya dimana Ga? lo udah nentuin mau liburan kemana?" Flo bertanya ragu pada Arga tapi dia penasaran juga.


"Tempatnya lumayan jauh, tapi lo semua pasti gak bakal mau pulang kalau udah sampai disana!" tukas Arga membuat semuanya tambah penasaran.

__ADS_1


__ADS_2