Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Cemburu


__ADS_3

Prok prok prok


Widya kembali bertepuk tangan meriah, tapi kali ini ditujukan untuk Manji yang baru menyelesaikan nyanyiannya untuk Flo


Flo ikut bertepuk tangan juga, Flo tak menyangka selain Reihand, ternyata Manji juga jago ngegitar plus nyanyi.


"Gimana, Flo. Lo suka lagunya?"


"Suka kok Ji." jawab Flo singkat.


Manji meletakkan gitarnya ke samping tempat duduknya, dia kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya ke hadapan Flo sambil tersenyum.


Flo mengerutkan alisnya bingung.


"Flo, dansa sama gue yuk.." Ajak Manji.


Reihand terbelalak, begitupun dengan Farel dan Widya.


Tapi tak lama sorakan kecil keluar dari mulut Farel dan Widya.


"Idih, apa apaan nih?! lo mau ikut ikutan si Reihand melepas predikat jomblo disini?" Farel tidak terima kalau Manji juga dapet gebetan di pantai ini, karna jika itu terjadi berati tinggal hanya dirinya seorang yang bernasib sial, karna hanya Farel yangmasih belum menemukan tambatan hatinya.


"Syirik aja lo, Rel!" Sungut Widya membela usaha pendekatannya Manji.


Sementara Reihand masih duduk dengan menahan deru amarah di dadanya.


Melihat Manji mulai beraksi mendekati Flo kenapa dadanya terasa sangat panas!


"Ayo, Flo sambut uluran tangan Manji, kok di anggurin terus?" Kata Widya sambil melirik Flo yang malah hanya diam memandangi tangan Manji yang ada di depannya.


Dengan ragu Flo akhirnya menyambut uluran tangan itu, Manji menarik tangan Flo hingga gadis itu kontan berdiri dan hampir terdorong masuk ke dalam pelukannya.


Untung saja Flo menahan tubuhnya dengan meletakkan kedua tangannya di depan dada Manji.


Reihand seketika berdiri, kedua tangannya terkepal kuat, Widya yang sadar buru buru menarik tangan Reihand dan menyuruhnya untuk duduk kembali.


"Lo mau kemana Rei?"


"Gue mau kembali ke resort."


"Lah kok balik sih, baru juga acaranya mulai Rei." Farel ikut menimpali.


Dia ikut bingung melihat tingkah Reihand yang tiba tiba berubah kesal.


Manji tersenyum kecut.


"Iya, Rei. Jangan balik lah, masih belum apa apa ini. Oh iya, minta tolong dong gitarin gue sama Flo, gue mau dansa nih sama dia." Kata Manji.


Sepasang matanya bisa menangkap kecemburuan dari gelagat aneh Reihand. Ternyata dugaannya benar, Reihand menyukai Flo juga.


"Ayo, Rei, tolong dong, kan suara lo bagus banget." Pinta Manji sekali lagi. Dia sengaja melakukannya, Manji ingin tahu seberapa dalam rasa suka Reihand pada Flo.


"Iya, Rei, duduk lah! lagian di resort gak ada apa apa, gak asik kalau kita mencar mencar gitu, Arga kan udah nyiapin tempat ini buat kita Happy Happy! seenggaknya kita tunggu sampai Arga dan Meira balik ya?" Bujuk Widya sambil memegang salah satu lengan Reihand.

__ADS_1


Flo menatap Reihand sedih, Flo tau Reihand ingin balik ke resort pasti karna dia tak tahan melihat Manji yang berusaha mendekatinya.


Dengan berat hati, terutama menghargai Arga sahabat baiknya, Reihand akhirnya duduk kembali ke tempatnya.


Meski suasana hatinya saat ini sedang dongkol, kesal bercampur marah, Reihand tetap berusaha untuk terlihat tenang di depan semuanya.


Gue tau lo cemburu sama Flo, Rei. Sorry..gue harus nahan lo disini, biar lo tahu kalau Flo itu cocoknya sama Manji, dan lo tentu saja cocoknya sama gue, cuman sama gue Rei..Gumam Widya dalam hati.


"Udah, kalau Reihand gak mau nyanyi gue aja deh!" Farel mengambil gitar yang ada di sebelah kursi Reihand.


Dengan gaya khasnya Farel memetik senar senar gitar sambil menyanyikan lagu dari band favoritnya Noah yang dulunya bernama Peterpan itu.


Pikiranku tak dapat ku mengerti


Kaki di kepala kepala di kaki


Pikiranku patutnya menyadari


Siapa yang harus dan tak harus kucari


Tetapi tak dapat kumengerti


Tapi suara sumbangnya malah merusak suasana romantis yang coba Manji ciptakan untuk Flo.


"Ah, mending lo kasih tuh gitar ke Reihand, suara sumbang lo malah bikin kuping gue sakit woi. Apalagi lagi lagu yang lo pilih, gak ada romantis romantisnya sama sekali!" Sungut Manji kesal.


Farel malah terbahak, dia memang iseng, sengaja biar Manji tidak jadi mendekati Flo, tujuannya apa lagi kalau bukan biar dia ada temen ngejomblo.


"Udah gak usah dansa dansaan lah, lo gak kasian apa sama gue?"


"Gue gak mau ngejomblo sendirian kampret!" Farel menimpuk Manji dengan segenggam pasir yang dia ambil dibawah kakinya.


Manji terkekeh geli. Ada ada aja si Farel.


Widya ikut tertawa mendengar kekonyolan Farel. Tapi tidak dengan Flo dan Reihand. Keduanya sama sama murung.


Mereka yang paling terlihat tersiksa disini, sama sama saling menyukai tapi keadaan memaksa mereka untuk saling menyembunyikan perasaan masing masing dari teman temannya.


"Wah, lagi seru nih kayaknya." Meira dan Arga terlihat berjalan kembali dari arah pantai.


Keduanya terlihat saling merangkul mesra.


"Apanya yang seru, Mei." Sahut Farel sambil memasang tampang super bete.


"Loh, kenapa?"


"Nih dua pengkhianat, sok sokan pada mau romantis romantisan sama cewek cewek ni." Farel bergantian menunjuk Flo dan Widya, masih dengan mulut yang dibuat maju beberapa senti.


Meira mengernyitkan alisnya, dua pasangan? siapa dengan siapa?


Dia menatap Widya, gadis itu masih duduk disebelah Reihand.


Sementara Flo, dia tengah berdiri disebelah Manji.

__ADS_1


Wah, ada apa ini? kenapa tiba tiba jadi ada dua pasangan yang terbentuk saat dia dan Arga pergi tadi.


"Jangan salah paham Mei, gue cuman abis dansa sama Manji kok.." Kata Flo buru buru. Dia langsung berjalan kembali ke tempat duduknya, tak ingin kesalahpahaman berlanjut.


Meira manggut manggut. Oh, jadi gitu.


"Dansa? wah, aku pengen ikutan dong sayang.." Kata Meira, dia menatap Arga sambil tersenyum manis.


"Kamu mau Dansa?"


"Iya sayang."


"Yaudah tunggu disini bentar."


Meira dan yang lainnya menatap kepergian Arga ke pendopo.


Tak lama dia kembali, tapi tidak sendiri lagi, Arga membawa dua orang bersamanya, yang membuat mereka terkejut, salah seorang diantaranya membawa biola ditangannya.


"Ga, siapa mereka?" Tanya Farel.


"Mereka yang biasa mengiringi orang orang yang mau melakukan dansa disini."


Farel ternganga, begitu juga yang lainnya.


Arga berjalan mendekati Meira, dia mengulurkan salah satu tangannya sambil membungkukkan sedikit badan.


"Tuan tuan putri, mau dansa denganku?"


Meira terbelalak, wajahnya seketika berubah merah, apalagi saat mendengar sorakan dari teman temannya, mereka tak menyangka Sang Pentolan Kampus ternyata bisa seromantis ini kepada istrinya.


Senyum mengembang di wajah Arga saat Meira dengan malu malu menerima uluran tangannya.


Musik romantis pun dimainkan mengiringi dansa dadakan itu.


Semua menikmati malam yang indah di bawah cahaya benderang bintang bintang di atas langit luas.


Tapi sudut tempat duduk, Reihand masih terus memperhatikan Flo, rasanya tak tahan ingin mengajak Flo berdansa juga, Reihand pun berdiri dan hendak berjalan menghampiri Flo.


Tapi keburu menghalangi di depannya.


"Rei, kita dansa juga yuk."


"Tapi Wid.."


Reihand tidak jadi melanjutkan kalimatnya saat Widya memasang tampang sedih.


"Yaudah ayo." Kata Reihand akhirnya, seketika wajah sedih Widya berubah riang.


Dia menarik tangan Reihand ke dekat Meira dan Arga yang sedan berdansa. Musik mengalun indah.


Meskipun tangan Reihand sedang sibuk memeluk pinggang Widya, tapi sepasang matanya malah tidak bisa berpaling sedikitpun dari Flo.


Flo, Farel dan Manji hanya ikut menggoyangkan badan di tempat duduk sambil menikmati lantunan musik yang mengalun indah.

__ADS_1


Sesekali mata Flo bertubrukan dengan sepasang mata elang milik Reihand. Tapi saat sadar Reihand menatapnya dalam, dia buru buru melengos.


bersambung..


__ADS_2