Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Melabrak Stella part (2)


__ADS_3

Widya menarik nafas panjang, sepertinya dia sudah salah memilih partner untuk menjatuhkan Flo. Karna semua rencana busuk yang Stella susun malah membuat Reihand beberapa kali menempatkan dirinya sebagai penolong Flo, cowok itu malah jadi garda pelindung terdepannya Flo. Sialan kan?


Dan itu semua terjadi karna rencana dari Stella, jadi otomatis secara tidak langsung, sebenarnya rencana Stella untuk menyingkirkan Flo malah membuat gadis itu jadi lebih dekat dengan Reihand.


"Lo masih bisa tanya kesalahan lo dimana, Stella?" Widya menatap tajam Stella dengan kedua manik matanya.


Stella dan kedua teman temannya saling pandang. Mereka tidak pernah melihat Widya sampai semarah ini.


"Emang apa kesalahan gue? lo jangan kelewatan ya Wid!" Kata Stella tidak terima di salahkan.


"Rencana gila lo waktu di ulang tahun gue gatot alias gagal total kan? lo yang waktu itu ngedorong Flo ke dalam kolam renang? iya kan Stell!"


Stella hanya terlihat kaget sesaat kemudian tampangnya kembali acuh.


"Oh, jadi lo udah liat rekaman cctv elo ya?" Stella malah bertanya begitu dengan santainya bukannya menjawab pertanyaan Widya barusan.


"Hah, gila ya lo! gue gak ngecek cctv, ada yang bilang ke gue soal itu, kenapa lo pake acara ngedorong dia segala sih ke kolam renang?" Widya menyipitkan matanya. Dia meminta penjelasan gadis berambut pirang itu.


"Loh emang kenapa? ada larangan? bukannya elo seneng kalau dia celaka, kata elo gue bebas ngerjain dia pake cara apa aja, ya terserah gue dong Wid. Lagian lo kenapa jadi marah gini sih, bukannya terima kasih sama gue!" Kata Stella tidak terima sudah di maki maki sama Widya.


"Gue emang pernah bilang, kalau lo bebas mau ngerjain Flo dengan cara apapun, gue bener bener gak perduli. Tapi lo liat sikon dong Stell. Waktu itu gue lagi nembak Reihand di atas panggung. Lo tau kan akhirnya siapa yang nolongin Flo dengan menceburkan dirinya ke dalam kolam renang?.."


Widya menarik nafas panjang. Tiba tiba dia jadi tersulut emosi lagi kalau mengingat kejadian waktu di pestanya itu. Tindakan Stella itu sudah benar benar membuat acara menyatakan cinta di atas panggung kala itu jadi kacau. Dia geram. Seandainya dia tahu gadis ini akan membuat acaranya berantakan, Widya mungkin tidak akan mengundangnya waktu itu.


"Reihand! cowok yang gue sayang yang waktu itu lari dan nyelametin dia di kolam renang!" Kata Widya melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


"Ya udah sih sorry. Lagian kan gue gak tau kalau jadinya dia yang bakal nyelametin si Flo dari sekian banyak orang. Salahin si Reihand lah, kenapa lo malah nyalahin gue. Gue tuh emosi banget waktu itu ngeliat dia. Itu juga gak di rencanakan, kecelakaan itu terjadi begitu aja, tadinya gue cuman mau bikin si Flo ketakutan aja, eh taunya di anak tenggelam."


"Dasar tolol!" Widya berdecak kesal karna perbuatan Stella yang sudah merusak pestanya waktu itu.


Stella hanya memicingkan mata. Kedua anteknya ingin mendamprat Widya tapi Stella menahannya. Widya bukan saingannya. Jadi apapun yang dia katakan, Stella tidak akan ambil pusing.


"Jaga mulut lo ya Wid. Posisi kita disini sama. Sama sama ingin mempertahankan cowok yang kita suka. Lo bisa seenaknya sama sahabat lo Flo. Tapi enggak sama gue!" Stella memperingatkan dengan wajahnya yang tiba tiba terlihat sangat serius.


"Kurang ajar emang lo Stell, seenggaknya lo harus hati hati kalau mau mencelakai orang, liat dulu situasinya, terus tadi pagi ngapain lo nabrak si Flo? rok dia sobek tau!" kata Widya.


"Oh, itu hahaha!" Stella tiba tiba tertawa mengingat kejadian di lorong tadi pagi.


"Itu gue gak sengaja tabrakan sama dia! roknya aja tuh yang harganya murah jadi gampang banget robek! jangan salahin gue lah, dia juga buru buru makanya kita tabrakan di lorong tadi pagi hahaha apes tuh anak!" Stella kembali tertawa keras.


"Gara gara roknya robek tau Reihand jadi mukulin temen sekelas gue yang ngegodain Flo karna pahanya kelihatan! goblok lo Stell!"


"Itu tandanya. Reihand tuh bener bener cinta sama sahabat lo itu, Wid! Gitu aja lo gak ngerti sih?!" Desis Stella sambil menatap Widya dengan sorot mata kasihan.


Kurang ajar lo, Stell!" Widya sudah mengangkat salah satu tangannya dan hendak melayangkannya ke wajah Stella. Tapi dengan sigap Stella sudah menangkap tangannya lebih dulu sebelum Widya berhasil mendaratkan satu tamparan keras di pipinya.


Widya terbelalak. Dia menatap tangan Stella yang kini melingkar mecekal pergelangan tangannya dengan kuat. Stella berjalan mendekati Widya. Lalu dengan satu hendakan keras di dorongnya tubuh Widya hingga gadis itu terpelanting ke belakang tembok.


Widya mengerang kecil saat punggungnya berbenturan keras dengan tembok di belakangnya.


"Udah gue bilang tadi kan sama lo? Jangan seenaknya sama gue! gue bukan Flo yang lugu dan polos sampe sampe dia gak tau sahabatnya sendiri ini udah jadi ular beracun yang bisa menikamnya dari belakang. Posisi kita sama Wid. Kita ini sama sama iblis Wid! eh tapi kayaknya elo sih yang lebih iblis disini, gue masih ada hati kalau sama temen sendiri sedangkan elo, dia itu sahabat elo Wid. Lo umpanin dia sama gue, kan sadis banget lo.. padahal gue lihat lihat lo juga sampai sekarang masih sahabatan baik tuh sama dia."

__ADS_1


Stella kembali mendekat ke arah Widya. Cewek itu hanya bisa diam. Dia tidak mencoba untuk kembali menampar Stella dengan tangannya.


"DIEM!" karna tidak berhasil menampar Stella tadi, akhirnya Widya hanya bisa memaki kesal ke arahnya.


Stella dan kedua antek anteknya tertawa puas.


Widya mengeram kesal. Dia tidak menyangka jika Stella akan berani melawannya. Sialan! dia benar benar tidak bisa mengancam cewek ini karna semua kartu As miliknya di pegang oleh Stella, begitupun sebaliknya.


Benar kata Stella tadi, posisi mereka sama. Mau menyerang Stella pun percuma. Cewek ini malah akan melawan balik dirinya seperti tadi.


"Kenapa? lo nyuruh gue diem karna emang itu faktanyakan? ckck kadang kadang gue kasihan deh sama sahabat lo itu. Sebenernya gue lihat Manji sama Reihand emang sama sama suka sama dia. Tapi tuh anak kayaknya gak suka sama Manji tapi sukanya sama Reihand."


Stella menjulurkan kepalanya, balik menatap tajam Widya.


"Hati hati aja Wid, mau sekuat apapun lo iket Reihand di sisi lo. Tapi kalau cintanya sama Flo begitu kuat, gue yakin sih suatu hari nanti mereka bakal bersatu, tinggal nunggu waktu aja!" Ucap Stella sambil menepuk nepuk pipi Widya pelan sebelum akhirnya dia pergi dari ruangan itu.


Widya menepis tangannya dan berteriak sejadi jadinya ke arah Stella!


"Bangsat lo Stell. Bangsat!" Makinya kencang.


Stella tidak marah, dia malah tertawa bersama kedua antek anteknya. Baginya melihat Widya emosi seperti itu adalah sebuah hiburan tersendiri.


Widya menatap ke arahnya dengan emosi membuncah, nafasnya naik turun tak beraturan menahan kekesalan yang tidak bisa dia luapkan pada Stella. Ternyata gadis ini licik juga.


Stella berbalik sebelum akhirnya menghilang dari pintu. Dia mengangkat salah satu tangannya lalu perlahan di acungkan jari tengahnya tinggi tinggi ke hadapan Widya.

__ADS_1


"Kita sama sama bangsat. Bangsat dilarang teriak bangsat juga dong!" Kata Stella dengan mimik wajah serius.


Kemudian dia berbalik dan melanjutkan langkahnya keluar dari pintu gudang belakang meninggalkan Widya yang sudah dibuatnya senewen tingkat tinggi.


__ADS_2