Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Sah


__ADS_3

Tara berdiri memandangi gedung pencakar langit yang berjajar


tepat dihadapannya. Ia melihat pemandangan melalui kaca jela di ruangan


bernuansa hitam abu itu. Terlihat matahari sudah hampir mencapai puncaknya.


Tara mengangkat lengan kirinya, melihat jam berwarna hitam yang setia


melingkari lengannya.  Waktu sudah


menunjukkan pukul sepuluh lebih empat puluh lima menit, itu menandakan bahwa


sekitar lima belas menit lagi Tara akan megucap akad pernikahannya dengan gadis


yang sama sekali tidak ia cintai, malah cenderung ia benci.


Tara berbalik menuju cermin yang berada tepatdi sudut


ruangan. Ia mematut diriya lagi, membenarkan posisi dasi dan sapu tangan yang


terlpatrapi dalam bibir saku di dada kirinya. Seperti iasanya, hari ini pun Tara


mengenakan setelan jas berwarna hitam, warna yang sudah melekat pada tubuh dan


barang-barangya selama empat than terakhir. Tak pernah sekalipun Tara


menggunakan warna lain sejak insiden yang terjadi pada kakanya itu. Tak seperti


pengantin lain yang elalu megenakan setelan jas berwarna putih saat hendak


melakukan pernahan meka, Tara tetap bersikukuh untuk menggunakan pakaianya


seperti biasa. Walaupun tentu saja itu tak sedikitpun menrangi gurat


ketampanannya.


Tok Tok Tok. Terdengar suara pintu di ketuk dari luar. Tak


berselang lama, muncul seorang laki-laki berjas abu dari balik pintu ruangan


itu.


“Selamat pagi Tuan, Anda sudah siap? Sekitar dua belas menit


lagi akad pernikahan anda akan dimulai.” Ucapnya.


Tara berbalikmenghadap sumber suara, kamudian ia berkata, “Tentu!”


jawabnya singkat sambil berjalan melewati Krisan menuju pintu ruangan.


Krisan menyunggingkan senyumnya, ia merasa sedikit terkejut


sekaligus bahagia. Ia merasa ada sedikit perubahan terjadi pada bosnya itu.


Pasalnya, Tara hampir tak pernah menjawab jika memang tak perlu ia jawab,


karena perilakunya sendiri sudah bisa menjelaskan pada siapapun tentang jawaban


apa yang pasti akan ia katakan. Hal yang tak begitu penting hanya ia anggap


sebagai angin lalu.


Tapi hari ini rasanya agak sediit berbeda, batin Krisan.


Semoga pernikahan ini benar-benar akan mengembalikanTar yang dulu, doanya.


Dalam benak Krisan, Tara empat tahun yang lalu merupakan


seorang yang sangat lembut dan penyayang, trutama pada keluarganya. Namun

__ADS_1


setelah insiden itu, ia berubah menjadi seorang yang dingin dan tak berperasaan,


hampir tak pernah ada lagi senyum diwajahnya.


Krisan jelas memahami alasan Tara menjadi seperti itu. Ayah


Tara meninggal sejak ia masi kecil, persaingan bisnis membuatnya memiliki


beberapa musuh yang merasa terancam oleh keberadan Zeldan Zoe, ayah Tara.


Mereka membunuh Zeldan Zoe yang direkayasa dalam sebuah kecelakaan pesawat


ketika ia akan melakukan perjalanan bisnis.


Zeldan Coorp yang saat itu kehilangan  seorang direktur, mengangkat Chandra Zeldan


sebagai penerus berikutnya. Chandra diangkat menjadi CEO diusianya yang baru


lulus sekolah menengah. Sejak saat itulah Chandra pun menjadi sosok pelindung


dalam keluarganya, termasuk dengan Tara. Karena insiden itu, Tara terluka untuk


kedua kalinya, ia merasa orang luar selalu menjadi ancaman bagi keluarganya.


Terlebih dendamnya pada Sena yang menjadi alas an lukanya semakin dalam. Begitulah


ia mulai berubah menjadi seorang yang dingin seperti sekarang.


“Dimana Hutama ?” Tanya Tara pada Krisan tiba-tiba saat


mereka mencapai lorong.


“Beliau ada dikamar Nona Sena, Tuan.” jawabnya.


Krisan berjalan megikuti Tara menuju lift yang telah khusus


disediakan olehnya untuk  menuju ruang


sampai di tujuannya.


Tara berjalan keluar dari lift menuju ruangan pernikahannya.


Terlihat para tamu undangan sudah memenuhi ruangan. Mulai dari relasi bisnis,


karyawannya bahkan petinggi Negara sudah Nampak hadir, tak terkecuali para paparazzi


yang telah datang untuk meliput acara pernikahan pengusaha muda dan sukses itu secara


live.


Banyak diantara para tamu menghampiri dan menyapanya sekedar


untuk berbasa-basi. Namun banyak juga diantara mereka yang ingin menjilat orang


sekelas Tara Zeldan, tentunya.


Tara duduk di tempat yang telah disediakan oleh penanggung


jawab acara. Tempat duduk itu berada di barisan paling depan. Ia duduk


bergabung bersama ibu dan adik perempuannya, Camila Zeldan.


“Tara, kamu yakin dengan ini?” Tanya Teana Zeldan, ibu Tara sambil


memegangi tangan Tara diatas pahanya. Wajahnya jelas terlihat khawatir, Teana


sangat tahu alasan dibalik pernikahan ini, Tara tak mengenal cinta, ia sangat


takut malah Tara yang akan tersakiti oleh pernikahan ini. Tara sudah cukup

__ADS_1


menanggung banyak beban berat dalam hidupnya.


Tara menangkupkan telapak tangan satunya diatas tangan


ibunya, mencoba menenangkannya. Ia sangat paham kekhawatiran ibunya, apalagi


karena gadis ini Chandra mengalami kejadian itu. Tapi tak mungkin bagi Tara


untuk mundur, tak pernah ada kata menjilat ludah sendiri dalam hidupnya.


“Hadirin yang berbahagia, acara akad pernikahan pengusaha


muda Tara Zeldan akan segera kita mulai, marilah kita sambut Tuan Tara untuk


meju ke tempat yang telah kami sediakan”. Ucap MC dari atas podium  di depan.


Tanpa ragu Zeldan melangkah menuju tempat akad bernuansa


putih yang terletak di tengah ruagan. Disana telah ada seorang yang ia kenal,


orang yang akan menjadi ayah mertuanya, Hutama dan petugas dari KUA beserta


penghulu yang akan membimbingnya mengucapkan akad nikah.


“Apaka Anda sudah siap Tuan Zeldan”. Tanya penghulu padanya.


Tara menganggukkan kepalanya. Kemudian penghulu


membimbingnya untuk mengucapkan akad nikah. Akhirnya akad nikah pun selesai


dilafalkan. Semua tamu undangan berucap syukur karena merasa bahagia dengan


menyatunya pasangan suami istri baru itu. Namun tidak bagi Tara yang merasa


semuanya ini hanya rekayasa sebagai pembungkus manis bingkisan pembalasan


dendamnya pada Sena. Tunggu pembalasanaku, Sena Zafiera. Selamat datang ke


neraka, ucapnya dalam hati.


“Hadirin yang berbahagia, marilah kita sambut mempelai


pengantin wanita, Sena Zafiera!”. Ucap MC. Seketika lift terbuka, tampaklah


seorang wanita cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih bertaburkan berlian.


Rambutnya digelung menyisakan beberapa helai dibagian atas menjuntai ke dekat


telinganya. Anting berlian menyilaukan mata yang melihatnya. Tak lupa dipuncak


kepalanya tersemat sebuh mahkota bertahtakan berlian yang sangat besar. Wanita


itu berjalan perlahan dibantu para dayang-dayangnya menuju ke tempat akad


disamping Tara.


Semua mata terpukau, menatap takjub oleh keindahan


dihadapannya. Ratusan kamera mengacung, mengabadikan momen wanita yang mereka


anggap paling mempesona di acara tersebut. Namun tidak bagi Tara yang


menganngap itu hanya bagian dari trik make up jaman sekarang. Jadi walaupun


wanita itu terlihat cantik, jangan terpedaya karena itu palsu, putusnya.


Tara mengulurkan tangannya menunggu Sena membalas, setelah


itu mereka berjalan menuju panggung yang telah disediakan. Menerima para tamu

__ADS_1


yang menyalami mereka satu persatu.


__ADS_2