Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Dijemput Reihand


__ADS_3

Malam itu Flo termenung diatas kasur sambil menatap ke atas plafon kamarnya. Sebenarnya tak ada hal menarik yang bisa dia lihat di atas sana. Hanya ada sebuah bohlam kecil di tengah tengah plafon yang berpendar menerangi kamar berukuran tiga kali tiga meter itu.


Flo berguling guling diatas kasurnya sambil melirik paper bag pemberian Reihand tadi yang dia letakkan di atas meja belajarnya.


Flo penasaran setengah mati ingin membuka isinya, tapi gengsi dan hatinya melarang keras.


"Ah, bisa sinting gue!" Pekiknya lirih sambil menarik selimut ke atas tubuhnya. Dari pada stres mikirin hadiah yang diberikan Reihand dia memilih untuk tidur saja.


.


Minggu Sore.


Hari yang paling dinantikan Widya pun tiba. Hari ulang tahunnya. Hari dimana dia bertekad akan mengungkapkan cintanya secara resmi pada Reihand. Dia berencana akan menembak Reihand di depan semua orang.


Tadinya dia ingin menunggu sampai Reihand yang menyatakan cinta duluan padanya, tapi rasanya mustahil, melihat laki laki kemajuannya hanya sebatas mengantarkannya pulang kuliah, lalu setelah kembali kerumah dia akan menjadi cowok dingin yang bahkan tidak bisa tersentuh.


Widya menatap pantulan dirinya di depan cermin, dress pink pastel yang membalut tubuhnya terlihat begitu pas dan serasi dengan pernak pernik yang berwarna senada.


"Cantik banget sih anak Mommy!" Kata Ibu Widya yang muncul di balik pintu kamar.


Ibu yang terlihat berpakaian branded itu mencium dan memeluk putrinya.


"Iya, dong. Anak Mommy gitu loh!" Widya tersenyum lebar mendengar pujian mamahnya.


Hari ini akan menjadi hari yang sangat bersejarah baginya. Dia bahkan sudah menyiapkan pesta ulang tahunnya ini jauh jauh hari. Semua sudah direncakan dengan sangat matang.


Keluarga Widya yang notabenenya memang dari kalangan ekonomi elit membantu mempersiapkan yang terbaik untuk hari jadi putrinya ini.


"Non, rambutnya mau dikepang aja?" Tanya Hair Stylist Widya yang berdiri dibelakangnya.


"Iya kepang ala ala princess ya!" Pinta Widya sambil terus menatap pantulan dirinya di depan cermin.


Widya sudah berdandan mulai dari tiga jam yang lalu dan semuanya belum selesai juga padahal pesta sebentar lagi akan segera dimulai. Para tamu sudah mulai berdatangan memenuhi tempat pesta yang di adakan di halaman belakang rumahnya yang sangat luas. Pesta itu di adakan di tengah tengah kolam renang. Tema pestanya kali ini memang sengaja dibuat dengan konsep sesantai mungkin.


"Udah siap belum? yuk keluar sekarang, temen temen kamu udah banyak yang dateng tuh sayang.." Mommy Widya kembali lagi ke kamar untuk mengajak Widya menyambut kedatangan teman temannya.


"Iya Mom, bentar nih aku mau nelpon seseorang dulu."


Widya mencari kontak nomor Reihand, berusaha menelponnya tapi panggilan tak dijawab.

__ADS_1


.


Sementara dijalan. Cowok berjaket hitam itu membiarkan ponsel disaku jaketnya bergetar. Tanpa melihat pun dia tahu betul itu pasti panggilan masuk dari Widya.


Reihand membelokkan motornya menuju gang sempit. Motornya baru berhenti tepat di depan sebuah pekarangan rumah sederhana milik Flo.


Tok tok tok


Klek


Flo terperanjat ketika melihat cowok di depannya.


"Reihand! lo ngapain kesini?" Flo buru buru keluar rumah dan menghampiri Reihand.


Pria itu tampak kebingungan melihatnya masih memakai pakaian santai rumah.


"Gue mau jemput lo buat dateng ke acara ulang tahunnya Widya. Kok belum siap siap? udah mau mulai nih acaranya!"


Flo menggigit bibir bawahnya. Sebenarnya dari semalam dia sudah bertekad untuk tidak datang ke acara itu.


Flo tidak mau merusak mood Widya dengan melihat kedatangannya. Mengingat sikap Widya akhir akhir ini yang sama sekali tidak welcome padanya. Apalagi di acara itu nanti akan banyak yang datang anak anak dari kelasnya.


Reihand yang sedang bengong kaget sesat mendapati Flo tengah berusaha membuatnya balik ke motor.


"Gue gak akan pergi kalau lo gak dateng kesana!" Reihand menangkap salah satun tangan Flo yang sedang mendorong dadanya.


Sepasang mata itu menatapnya tepat di manik matanya.


"Kok gitu? lo harus dateng, nanti Widya kecewa!"


"Terus lo sendiri kenapa gak datang? lo sendiri sahabat baiknya kan? apa dia gak lebih kecewa karna lo gak hadir di acara pentingnya?"


Flo terdiam.


Dia gak akan kecewa Rei, Widya gak akan kecewa karna hubungan kita sudah gak sedekat dulu. Justru kalau gue gak hadir itu bagus buat dia. Gue gak mau dia badmood karna ngeliat gue ada di pesta itu.


"Kok malah ngelamun sih!" Reihand menggoyangkan lengan Flo. Gadis itu terperanjat.


Buru buru dia menarik tangannya dari genggaman Reihand. Tapi cowok itu tak mau melepaskan. Malah di sentakannya tubuh Flo hingga dia terlempar menubruk dada bidangnya.

__ADS_1


"Cepet ganti baju, gue tungguin disini." Bisik nya kalem.


"Gue gak mau pergi! please Rei. lo pergi buruan, Widya pasti udah nungguin lo!"


Reihand berdecak kesal.


"Yaudah gue juga gak jadi pergi kalau gitu."


Flo melotot kaget. "Kok gitu?"


"Ya, elo nya juga gak pergi, ya gue juga berhak dong buat gak pergi. Kecuali kalau lo mau dateng ke acaranya Widya, baru gue juga dateng." Reihand membuat alasan agar Flo mau ikut kesana.


"Loh kok malah jadinya kaya gini sih!" Flo mendesis jengkel.


Kalau Reihand mengancam tidak datang ke pestanya Widya gara gara dia tidak ikut, maka bisa di pastikan acara pesta mewah ulang tahunnya Widya itu akan terasa hambar bagi sang empunya pesta itu sendiri. Sebab sang bintang utama yang Widya harapkan membuat hari bahagianya menjadi lengkap malah kini tengah berada di hadapannya. Dan parahnya mengancam tidak akan hadir kesana kalau dia juga tidak datang.


Flo tampak berpikir keras. Bagaimana ini, apa yang harus dia lakukan sekarang. Waktu terus berjalan, dia semakin panik. Secepatnya dia harus memilih. Kalau tidak, dia akan mengacaukan acara ulang tahun Widya hari ini.


"Yaudah deh gue ikut!" Kata Flo akhirnya. Meski dengan wajah yang terlihat sangat kesal.


Senyum kemenangan seketika tercetak diwajah tampan Reihand.


"Yaudah buruan ganti baju, pake dress yang gue beliin ya!" Bisik Reihand sambil mendekatkan wajahnya, semakin melenyapkan jarak diantara mereka berdua. Flo terpaksa menarik wajahnya ke belakang. Menghindari pertemuan wajah dengan Reihand.


Reihand tersenyum geli melihat tingkah Flo.


"Buruan ya, gue tunggu disana."


Reihand melepas cengkeraman tangannya. Pria itu kembali ke depan teras rumah Flo. Duduk di sebuah bangku plastik yang ada disana. Sambil menyenderkan kepalanya dia melirik si empunya rumah yang kelihatan sudah benar benar kesal.


Sesaat sebelum Flo hendak mencapai pintu rumah dan masuk ke dalam, Reihand lagi lagi menyambar pergelangan tangannya.


"Jangan lupa, pake dress yang gue beliin kemaren ya." Katanya sambil melepaskan cekalan tangannya.


Flo menarik nafas dalam dalam. Mencoba membesarkan hatinya.


"Iya iya bawel!" Sungutnya sambil berlalu meninggalkan Reihand.


bersambung.

__ADS_1


__ADS_2