Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Tragedi di bawah laut


__ADS_3

Semua sahabat Meira dan Arga mendapatkan masing masing 1 kamar untuk dihuni selama mereka menginap disana.


Flo berjalan ke kamarnya yang terletak disebelah kamar Reihand.


Mereka bertemu ditengah tengah lorong, saling diam ketika tak sengaja tatapan mata mereka saling bertemu.


Reihand menghentikan tangannya yang baru saja hendak membuka handle pintu. Dia kaget ternyata kamar Flo persis berada di sebelah kamarnya.


"Flo, kamar kamu disini?" tanyanya sambil menatap Flo lurus.


Flo buru buru memutus kontak mata, dia bahkan mengabaikan pertanyaan Reihand saking gugupnya, tangannya sibuk membuka kunci pintu, saat pintu terbuka Flo buru buru masuk ke dalam.


Flo bersender di belakang pintu sambil memegangi dadanya yang terasa sesak, jantungnya berdebar lebih cepat.


Sepertinya liburan kali ini dia harus menjaga jarak dengan cowok itu, kalau tidak Flo yang akan tersiksa sendiri dengan perasaannya.


Waktu makan siang telah tiba, Arga dan yang lainnya sudah berkumpul di dalam restoran, suasana restoran sangat nyaman, semua bangku dan perkakas disana rata rata terbuat dari bahan kayu, yang membuat istimewa restoran itu menghadap langsung ke arah pantai, bukan hanya memanjakan perut tapi juga mata.


"Kita mau kemana abis ini Ga?" tanya Reihand sambil mengunyah udang loabster besar dihadapannya.


Semua menu diatas meja kali ini rata rata terbuat dari seafood segar yang diambil langsung dari laut.


Arga hanya tersenyum, tangannya sibuk memisahkan daging kepiting dari cangkangnya.


"Makanlah sayang.." Arga meletakan daging kepiting itu ke atas piring Meira.


Meira mengangguk lalu tak lama daging kepiting itu sudah berpindah ke dalam mulutnya.


Yang lainnya masih menunggu jawaban Arga.


"Sayang, jawablah, jangan bikin mereka makan sambil menatap kita seperti itu." Meira meringis melihat wajah wajah penasaran didepannya.


Mereka makan di bangku panjang dengan posisi menghadap langsung ke arah laut.


"Baiklah baiklah." Arga menghentikan aktifitasnya memisahkan daging kepiting.


Dia menatap ke arah teman temannya sambil tersenyum lebar.


"Abis ini kita snorkeling." ucapnya kalem.


Yang lain langsung terbelalak.


"Hah serius?" Reihand terbelalak.


"Beneran men?" Farel tampak girang.


"Wah asik, gak sabar nih!"


Semua terlihat antusias.


"Yap, di depan penginapan ini ada best spot buat snorkeling, beragam jenis ikan, terumbu karang dan kerang besar ada disana. Kalau kita beruntung bisa ngeliat banyak ikan yang udah jarang banget ditemuin di tempat lain." kata Arga.


Meira menoleh antusias.


"Asik, aku mau ikut ya sayang.."


Arga menghentikan kunyahan nya lalu menatap Meira sambil menggeleng pelan.


"Maaf sayang, tapi untuk kegiatan ini aku tidak mengijinkan mu, terlalu berbahaya untuk ibu hamil."


"Tapi.."


Arga menyipitkan matanya, menandakan jika ucapannya tidak ingin dibantah.


Meira akhirnya hanya bisa diam.


"Yaudah kapan kita kesana?" tanya Farel antusias.

__ADS_1


"Setelah selesai makan." jawab Arga.


Reihand dan yang lainnya langsung cepat cepat menghabiskan makanannya.


Setelah selesai makan di restoran, mereka pun pergi ke tempat yang Arga maksud. Ada tiga orang yang sudah menunggu diatas perahu yang ukurannya cukup besar.


Waktu masih menunjukkan pukul 10.30 wib, panas matahari belum sepenuhnya sempurna.


Arga dan yang lainnya naik ke atas perahu itu, para petugas pun membantu mereka memakai pelampung dan memasangkan alat bantu pernafasan.


Sebenarnya tanpa harus menyelam pun keindahan biota bawah laut bisa di lihat diatas permukaan air yang begitu jernih dengan mata telanjang, menembus ke dalam sana, memperlihatkan aktifitas bawa air yang begitu memukau mata.


Hanya Flo dan Meira yang tidak ikut bersnokeling ke bawah sana. Meira sudah jelas tidak dapat ijin dari Arga, sedangkan Flo dia lebih memilih menemani Meira diatas karna takut Meira bosan jika menunggu sendirian diatas perahu.


"Flo, kalau lo mau ikut snorkeling ikut aja!" kata Meira pada Flo. Dia jadi tidak enak karna tahu Flo sengaja tidak ikut menyelam karna mengkhawatirkan dirinya.


"Iya, ikut aja Flo!" Farel mendekati mereka, dia sudah memakai peralatan snorkeling yang lengkap.


Reihand menoleh sekilas, tangannya sedang sibuk memakai sepatu khusu untuk menyelam.


"Enggak deh, gue tunggu diatas aja, lagian di atas juga udah keliatan banget lagi pemandangan dibawah sana, cantik cantik terumbu karangnya, iya kan Mei.."


"Ah, elo gak asik Flo! ikut aja yuk!" Widya ikut membujuk, gadis itu juga sudah terlihat bersiap untuk turun ke bawah air.


"Jangan dipaksa kalau gak mau, Flo jagain Meira ya." kata Arga sambil mendekati Meira dan mencium keningnya.


"Iya Ga."


Arga mengusap kepala Meira lalu mereka pun berdiri di pinggir perahu, bersiap untuk terjun ke bawah air.


Satu persatu mulai turun dan menghilang ke dalam air.


Meira dan Flo memilih duduk di tepi perahu sambil melihat yang lainnya dibawah sana.


"Pemandangan disini cantik banget ya Mei.." Flo menatap hamparan laut didepannya sambil tersenyum lebar.


"Gue mungkin gak akan pernah kesini kalau gak di ajak sama lo dan Arga."


"Ah, Flo. Gue emang berencana ngajak kalian ke pantai, tapi yang milih tempat indah ini Arga, gue juga gak mungkin sampai sini kalau bukan di ajak sama dia." kata Meira sambil tersenyum lebar.


"Lo beruntung Mei dicintai sebegitu nya oleh Arga, gue ngelihat perasaannya begitu besar kalau lagi natap lo, ah gue kapan ya punya pasangan kaya lo Mei.." Flo bergumam. Wajahnya mendadak sendu.


Meira tertawa sambil menepuk nepuk bahunya pelan.


"Lo lagi galau?" Meira menatap Flo heran, tidak biasanya dia melihat gadis ceria ini sedih.


"Engga kok hehe cuman lagi meratapi nasib aja.." Flo meringis lebar.


"Yah, terus Manji gimana? udah ada kemajuan?" Meira memelankan suaranya, tiba tiba dia ingat kalau Flo sempet naksir Manji kemarin kemarin.


Flo menggeleng.


"Gugur sebelum perang dimulai!" desahnya berat.


Hah? Meira mengerutkan alisnya, tak mengerti dengan yang dimaksud Flo.


Flo menarik nafas dalam dalam. Miris dan geli juga sih kalau denger ucapannya sendiri.


"Manji udah ada yang ngincar Mei, cewek itu sering banget ada di samping Manji."


"Siapa? siapa?" tanya Meira kaget sambil membulatkan kedua matanya.


"Stella, temen sekelasnya. Stella udah deket banget sama dia, yah biarin aja deh."jawab Flo enteng, semakin membuat kening Meira berkerut.


"Yah.. kok nyerah semudah itu sih, sebenernya lo beneran suka gak sama dia?" Meira menatap Flo.


"Kemarin mungkin suka.." Flo terdiam, buru buru menutup mulutnya.

__ADS_1


"Kemarin? jadi sekarang udah gak suka gitu?"


Flo tak menjawab.


Meira menyipitkan matanya, sepertinya ada sesuatu yang sedang Flo coba sembunyikan, tapi Meira memilih diam dan tidak bertanya lebih jauh, dia menghargai privasi Flo, selama dia tidak cerita, Meira tidak akan mengulik lebih dalam.


Ketika mereka berdua asik berbincang diatas perahu, tiba tiba salah seorang petugas muncul ke permukaan air dengan tangan yang sedang merengkuh tubuh Widya, Widya terlihat lemas dan mencoba menarik nafas kuat kuat, mangap mangap, seperti ikan yang baru di keluar dari dalam air.


Meira dan Flo terbelalak, buru buru mereka berdiri dan mendekati tepian perahu untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.


Tak lama Arga dan yang lainnya juga muncul dan langsung mendekat ke arah Widya.


"Ada apa, pak?" Meira dan Flo bertanya panik.


"Kaki si neng kayaknya tadi kesangkut diantara terumbu karang, ini si neng udah banyak nelen air, tolong bantuin saya angkat si neng ini ke atas." kata petugas snorkeling itu menjelaskan.


Arga dan yang lainnya langsung naik ke atas perahu, buru buru membantu mengangkat tubuh Widya.


Salah satu petugas itu dengan sigap langsung memberikan pertolongan pertama pada widya, menghentak hentakan dada Widya agar semua air yang tertelan setidaknya bisa keluar melalui mulutnya.


Berhasil, setelah Pertolongan pertama diberikan Widya sudah terlihat lebih rileks, dan nafasnya sudah mulai teratur..


"Wid, lo gak apa wid?" tanya Flo khawatir.


Widya hanya menggeleng pelan sambil berusaha memaksakan senyum kecil.


Arga terlihat memanggil seorang pelayan resort untuk membawakan air putih. Tak lama pelayan resort datang dengan membawa air putih dan sebuah handuk ditangannya.


"Minum dulu Wid.." Arga menyerahkan sebotol air mineral ke tangan Widya.


Meira membantu memakaikan handuk ditubuh Widya agar gadis itu tidak kedinginan.


"Lo beneran udah gak apa apa?"


Meira dan yang lainnya menatap cemas kearahnya.


"Iya, sorry ya gara gara gue acara snorkelingnya jadi berantakan kaya gini.."


"Ya ampun lo masih mikirin snorkeling? kita masih bisa snorkeling lain waktu, keselamatan lo lebih penting lagi Wid." sahut Farel menenangkan agar Widya tidak merasa bersalah.


"Iya Wid, yang penting lo udah gak apa apa." Timpal Manji.


"Kalian lanjutin aja acaranya, gue beneran udah gak apa apa."


Arga berdiri dan menggandeng tangan Meira.


"Kita kembali ke cottage aja, lagian matahari udah di atas kepala, cuacanya terlalu panas, kita bisa lanjutin ini besok pagi lagi." usul Arga.


Meira mengangguk setuju.


"Yaudah yuk gue anter ke kamar lo Wid.." Flo merangkul bahu Widya dan hendak membantunya berdiri tapi Widya buru buru menggeleng.


"Boleh gak gue digendongnya sama Reihand aja? gue lemes banget.." kata Widya, membuat semuanya kontan terdiam dan melemparkan pandangan pada Reihand, mereka bingung kenapa Widya tiba tiba mengajukan permintaan itu.


"Gue?" Reijand kaget sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya Rei, lo gak keberatankan gendong gue?" ucap Widya.


Flo berdiri dan buru buru mundur demi mempersilahkan Reihand maju.


Reihand terdiam, dia menatap Flo sesaat, gadis itu memalingkan wajahnya. Meira menyadari ada yang janggal dari ekspresi Reihand saat menatap Flo, penuh dengan perasaan.


"Rei.. udah gendong, kasian si Widya udah kedinginan itu!" kata Farel akhirnya setelah melihat Reihand hanya diam mematung.


Reihand akhinya mengangguk, dia membungkuk dan segera membawa Widya kedalam gendongannya.


Widya memeluk leher Reihand erat, dia menenggelamkan kepalanya di dada bidang Reihand, senyum mengembang di wajahnya, sepertinya rencananya pura pura terjepit diantara terumbu karang tadi berhasil. Akhirnya dia punya kesempatan untuk mendekati Reihand.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya berjalan kembali ke clcottage untuk beristirahat.


__ADS_2