Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Keegoisan Widya


__ADS_3

Malam itu Meira pun memutuskan untuk menceritakan keadaan yang sebenarnya terjadi di antara Reihand, Flo dan Widya.


"Aku kasihan sama Flo, sayang. Dia rela mundur buat ngejaga perasaan Widya, padahal menurutku dia berhak punya kesempatan yang sama kaya Widya yakni menunjukkan rasa sayangnya ke Reihand, iya kan sayang?" Meira menatap Arga meminta pendapat.


Arga tampak berpikir sejenak.


"Apa Widya tahu kalau Flo sama Reihand saling menyukai?"


Meira menggeleng pelan.


"Kalau untuk itu aku gak tau sayang, kalau Widya tahu gak mungkin juga sih dia berani mengungkapkan perasaannya sama Reihand di depan kita waktu itu." Kata Meira, dia memang benar benar tidak tahu persoalan Widya tahu atau tidak tentang Flo dan Reihand yang saling menyukai.


"Kamu yakin Widya gak tahu? tapi kalau ternyata dia tahu dan sengaja maju sendirian untuk bisa deketin Reihand gimana?" Tanya Arga.


Karna sejujurnya Arga merasa agak janggal dengan sikap Widya. Dia juga memperhatikan gelagat Widya akhir akhir ini.


Seperti tadi, saat Widya sengaja meminta Reihand bernyanyi tapi mata gadis itu seakan terus mengawasi reaksi Flo.


Apalagi saat Arga melihat tak lama seulas senyum muncul di bibir Widya ketika melihat Flo murung gara gara dia terus berusaha bersikap mesra pada Reihand.


Entah kenapa Arga merasa Widya sengaja memanas manasi suasana di depan Flo. Kalau bukan karna dia tahu perasaan Flo yang sebenarnya pada Reihand, lalu apa lagi?


Meira terdiam, benar juga ucapan Arga.


"Tapi masa sih sayang, Widya sama Flo itu deket banget, Widya gak mungkin sejahat itu sama Flo."


Arga tertawa kecil mendengar kata kata Meira.


"Gak semua orang se naif kamu Meira..Siapapun bisa menghalalkan segala cara demi mendapatkan orang yang mereka suka."


"Masa sih?"


"Udah yuk tidur, gak usah ngomongin mereka lagi, kuping mereka panas tuh pasti!" sungut Arga.


Arga menarik selimut sampai ke atas leher mereka, Mencium kening Meira lalu tidur dengan posisi memeluk gadis itu di dadanya.


Beberapa saat kemudian Arga sudah terbang ke alam mimpi, tapi Meira, gadis itu masih terjaga memikirkan kata kata yang keluar dari mulut Arga tadi.


"Masa sih Widya jahat sama Flo? dia sengaja gitu bikin Flo panas padahal dia tahu Flo juga suka sama Reihan?" Meira bertanya tanya dalam hatinya.

__ADS_1


Dia memang belum sempat mengobrol sama Widya tentang ini.


"Ah, daripada mati penasaran, besok gue bakal cari tahu sama Widya!" Gumam Meira.


Dia pun memeluk erat Arga sambil ikut memejamkan kedua matanya.


...***...


Esoknya setelah sarapan, semua melakukan kegiatan masing masing, hari ini cuaca sangat cerah, Arga sedang memancing dengan Farel, Manji dan Reihand, mereka naik sebuah perahu ke tengah laut.


Sementara para wanita stay di resort sambil bersantai di balkon restauran yang menghadap langsung ke arah laut.


Flo pergi sebentar ke arah pantai untuk mencari udara segar bersama seorang pelayan wanita di resort itu.


"Mei, pemandangannya indah banget ya.." Kata Widya sambil meneguk es semangka ditangannya.


Meira mengangguk sambil tersenyum.


Tiba tiba saja Meira teringat tentang ucapan Arga semalam.


Dia melirik Widya sesekali, apa benar Widya tabu soal perasaan Flo ke Reihand?


Ah, rasanya mustahil. Widya dan Flo adalah kedua sahabat baiknya, mereka dipertemukan di semester satu sewaktu menjadi mahasiswi angkatan baru dikampus.


Dihukum sama sama karna tidak mengerjakan tugas dari Dosen pun sering. Bahkan mereka sering menginap dirumah besar Widya, mengobrol hingga larut malam.


"Mei, kok ngelamun?" Widya mengguncang tubuh Meira saat gadis itu hanya diam menatap kebawah dengan pandangan kosong.


"Eh, engga Wid." Jawab Meira terbata.


Meira menarik nafas panjang, dia harus mencari tahu agar hatinya tidak gelisah lagi, dia bukan ragu pada Widya, justru karna dia tidak ingin suudzon lagi, Meira memutuskan untuk mengklearkan semuanya.


"Wid.." Meira memindahkan posisi duduknya menghadap Widya.


"Ya, kenapa Mei?"


"Lo, beneran suka sama Reihand?" Tanya Meira hati hati.


Widya terkejut mendapat pertanyaan seperti itu dari Meira, tapi kemudian dia malah tertawa.

__ADS_1


"Seperti yang lo dengar di acara makan semalam, gue suka sama Reihand, gue serius dengan perasaan gue Mei.." Kata Widya sambil menatap ke arah laut.


Perahu yang Arga dan teman temannya tumpangi terlihat sangat kecil dari kejauhan.


Meira terdiam. Jadi memang sudah sangat besar ya rasa sukanya Widya pada Reihand.


"Dia tipe gue Mei, gue pengen Reihand jadi pasangan gue, kaya elo dan Arga, kalau gue udah jadian sama Reihand, kita kan bisa tuh dobel date, seru pastikan?" Kata Widya melanjutkan ucapannya dengan wajah yang terlihat bersemangat.


Meira hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. Ya ampun Widya bahkan sudah berpikir ke arah sana, padahal yang Meira lihat Reihand bahkan tidak merespon perasaannya. Seharusnya sih Widya peka. Apa jangan jangan dia pura pura tidak tahu kalau Reihand sebenarnya tidak pernah menyukainya?


"Widy.. begini Flo.."


"Flo sama Manji!" Tandas Widya tiba tiba memotong omongan Meira.


"Bukan, maksud gue Flo juga.."


"Suka sama Reihand?" Nada suara Widya tiba tiba berubah dingin.


Meira ternganga, jadi Widya ternyata sudah tau perasaan Flo pada Reihand.


"Lo tau Wid?"


"Terbaca dengan jelas, Mei! gue gak buta!" jawab Widya dengan raut wajah yang terlihat kesal bercampur marah.


Meira mengambil nafas dalam dalam, keduanya adalah sahabat baik Meira, Meira tidak ingin ada masalah diantara mereka, dia harus memposisikan dirinya dengan sangat netral.


"Wid, lo sama Flo adalah sahabat baik gue, kalian berdua juga udah deket banget, maksud gue Flo juga berhak buat.."


"Buat apa Mei?" Widya menatap tajam Meira.


Meira tertegun, tidak pernah dia melihat Widya bereaksi seperti ini.


"Tenang Wid, gue cuman mau bilang, lo sama Flo ada di posisi yang sama, kalian berhak untuk.."


"Cuman gue Mei yang berhak ngedeketin Reihand! gue yang lebih dulu suka sama Reihand, gue suka dia dari sebelum Flo suka sama dia, seenaknya aja dia ikut ikutan suka sama Reihand! kenapa dia gak sama Manji aja, dari awal kan dia sukanya sama Mani, konsisten dong sama perasaan." Ucap Widya berapi api. Dia tak sadar sudah mengeluarkan semua uneg-uneg yang dipendamnya selama ini.


Meira sampai melongo. Tapi kemudian dia menggeser kursinya mendekati Widya, dia paham Widya emosi karna merasa Flo mengkhianatinya. Tapi menurut Meira, Flo juga tidak salah, siapa yang bisa menolak datangnya cinta apalagi Reihand juga ternyata menyukai Flo, dan mereka sama sama mencintai di saat mereka sama sama jomblo.


Widya juga saat itu belum menyatakan cintanya pada Reihand, Reihand dan Flo sama sama jatuh disaat Widya baru benar benar yakin dia menyukai Reihand.

__ADS_1


Jika Flo harus mengalah hanya karna alasan dia tidak mau melukai Widya, rasanya tidak adil sekali bukan?


bersambung


__ADS_2