Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Sikap aneh Meta


__ADS_3

Jam 19.30 wib di kediaman keluarga Heru Alexander


Meira keluar dari kamar dan bergegas menyusul langkah Arga di belakang. Mereka menuruni tangga menuju ruang makan, semua keluarga besar telah berkumpul bersama disana.


Sebenarnya Arga malas untuk ikut dalam penyambutan hadirnya anggota baru yakni Meta istri dari Andrew. Dia hanya berusaha menghargai perintah ayahnya. Kalau tidak, rasanya dia tidak sudi untuk makan malam bersama manusia manusia munafik itu.


"Arga, Meira kemarilah nak, ikut bergabung bersama kami.." Ajak Tuan Heru sambil tersenyum saat menyadari Arga dan Meira sudah berdiri tepat di belakangnya.


Meira dan Arga langsung duduk disebelah Tuan Heru, sementara Meta dan Andrew duduk berhadapan dengan mereka. Meta langsung menyunggingkan senyumnya tatkala melihat Arga kini sudah ada didepan matanya. Dialah yang sebenarnya sedari tadi ditunggunya.


Meta mencuri curi pandang memperhatikan betapa tampannya wajah Arga, laki laki yang sedang memakai kaos polos berwarna hitam itu tampak begitu dingin dan tanpa ekspresi, namun justru itulah salah satu yang membuat Meta begitu tertantang untuk menaklukannya.


"Karena semua sudah berkumpul, mari kita mulai saja makan malamnya ya?" Tuan Heru mengkode para pelayan untuk menuangkan makanan yang ada di atas meja ke piring masing masing orang yang sedang duduk disitu.


Meira melongo melihat banyaknya suguhan makanan, mulai dari rendang, chicken sampai soto betawi semuanya lengkap, meski di hari hari biasa keluarga ini juga menyediakan menu yang bermacam macam, namun baru kali ini Meira melihat suguhan hidangan layaknya prasmanan kalau di kampungnya.


Muju buset, mengerikan sekali, berapa kira kira budget yang mereka keluarkan untuk satu kali makan? aku sampai bingung mau makan yang mana.


Arga memperhatikan ekspresi Meira yang begitu antusias menatap hidangan di depannya.


Dasar bodoh! mengapa kau tersenyum pada makanan seperti itu, aku tidak pernah melihatmu tersenyum manis seperti itu kepadaku, sial! aku benar benar merasa kalah oleh makanan ini!


"Meta, sebelumnya kami ucapkan selamat datang di keluarga Alexander, sekarang kamu sudah jadi bagian dari keluarga ini, papah harap pernikahan kalian ini akan menjadi langgeng dan membawa kebahagiaan dirumah tangga kalian, jangan sungkan sungkan ya.." Ucap Tuan Heru sambil tersenyum.


Dia begitu bahagia karna berarti kedua anak laki lakinya kini sudah berumah tangga. Sedikit lega seperti ada suatu tugas yang telah selesai dilakukan. Mengantarkan Andrew dan juga Arga ke gerbang pernikahan.


"Terima kasih pah, aku yang merasa sangat terhormat bisa jadi bagian dari keluarga ini."


Meta mengelus tangan Andrew, Andrew langsung membalasnya dengan mencium punggung tangan Meta. Dia begitu bahagia Meta kini sudah sah menjadi miliknya.


Arga yang menyaksikan itu hanya bisa menarik salah satu ujung bibirnya, dia tersenyum kecil. Sungguh luar biasa akting Meta, dia tahu betul gadis itu tak pernah sedikitpun mencintai kakak tirinya. Dasar Andrew bodoh! begitu pikirnya.


Mereka pun memulai makan malam sambil berbincang santai.


"Apa kalian tidak punya rencana untuk berbulan madu?" Tanya tuan Heru sambil meneguk air putih ditangannya. Istrinya Lusi langsung menoleh mendengar pertanyaan suaminya itu, wajahnya terlihat kesal.


Meta pun hampir saja tersedak karna kaget tak menyangka tuan Heru akan membahas soal bulan madu di meja makan ini. Bulan madu dengan Andrew? oh Tuhan, dia bahkan tak pernah bermimpi untuk tidur satu ranjang dengan Andrew kalau bukan untuk mendapatkan adiknya Arga, kepalanya tiba tiba terasa mumet memikirkan pertanyaan itu!

__ADS_1


"Aku sih udah ada rencana pah, tapi mungkin aku mau diskusi dulu dengan istriku, iyakan sayang?" Jawab Andrew santai.


Meta mengangguk pelan sambil meneguk air putih di hadapannya, tenggorokannya tiba tiba terasa kering.


Meta melirik Arga, laki laki idamannya itu malah tengah sibuk memindahkan lauk pauk ke piring gadis disebelahnya. Pandangannya seketika beralih, Dia langsung memicingkan matanya, menatap Meira dengan pandangan tidak suka.


Apa bagusnya gadis ini? lihat bodynya seperti triplek saja, jelas beda jauh dengan dirinya, sebenarnya apa yang Arga lihat dari gadis ini sampai sampai dia terlihat begitu menyayanginya? sialan! aku harus mencari celah untuk mendapatkan Arga, harus! karna kalau tidak, pengorbananku ini akan sia sia! batinnya dalam hati.


"Makan yang banyak, penuhi lambung lo itu, karna lo bakal butuh banyak tenaga buat ngelayanin gue malem ini!" Arga berbisik pelan ditelinga Meira.


Dia mengelus pucuk kepala Meira setelah meletakan sepotong paha ayam goreng diatas piring istrinya itu. Meira melotot, dia ingin sekali menonjok lengan Arga kalau saja tidak sedang berada di meja makan. Laki laki ini memang usil!


Arga hanya menahan senyum, akhir akhir ini dia sangat suka menggoda gadis itu, entah kenapa dia selalu menikmati ekspresi lucu yang diberikan Meira yang menurutnya sangat menggemaskan.


Meta yang melihatnya menarik nafas dalam dalam, dia mencoba menahan gejolak cemburu di dadanya.


Pukul 08.00 wib


Keesokan paginya saat Meira terbangun, Arga sudah tidak ada di kamarnya. Dia pasti sudah berangkat pagi pagi sekali, akhir akhir ini laki laki itu semakin sibuk saja.


Meira beringsut malas dari tempat tidur. Dia berjalan ke arah lemari dan mengambil handuk untuk mandi.


Meira pun segera mengirimkan pesan kepada widya dan flo untuk bertemu disana.


Saat menuruni tangga dia tak sengaja berpapasan dengan Meta. Meira tergelak lalu mencoba melemparkan senyum kepada kakak iparnya itu.


"Selamat pagi kak Meta."


"Hmm pagi." Jawab Meta singkat. Dia tak membalas senyum Meira, hanya menoleh sekilas lalu kembali sibuk dengan handphone ditangannya.


Meira menggigit bibir bawahnya, sepertinya dugaannya memang benar, wanita didepannya ini memang tidak menyukainya.


"Kau satu kampus dengan Arga?"


Meta menghentikan langkahnya lalu menoleh kebelakang.


"Iya kak."

__ADS_1


"Apakah kalian saling kenal dari sana?"


Meira mengangkat satu alisnya.


Dia merasa aneh, kenapa tiba tiba kakak iparnya ini menanyakan soal dirinya dan Arga? ada apa?


Meta menatapnya menunggu jawaban.


Meira melanjutkan langkahnya.


"Aku bertemu dengan Arga bukan dikampus kak."


"Lalu dimana?" Meta mengekor dibelakang Meira. Wanita itu kenapa tiba tiba berubah antusias.


"Ada suatu insiden tawuran, aku tak sengaja bertemu dengannya di halte bus." jawab Meira apa adanya.


"Tawuran? kalian ikut tawuran?" Tanya Meta kaget.


"Engga kak, aku lagi nunggu bus waktu itu dan gak sengaja ketemu Arga, dia yang tawuran."


"Oh." Meta memonyongkan bibirnya.


Mereka pun tanpa sadar telah sampai di meja makan. Meira menaruh ranselnya dan mengambil piring kosong untuk memindahkan secentong nasi goreng yang sudah begitu menggoda selera makannya.


"Arga itu laki laki seperti apa Mei?" Tanya Meta, wanita itu ikut duduk disebelah Meira.


Meira tersentak, dia menghentikan aktifitas mengunyahnya lalu melirik meta dengan bingung. Kenapa wanita ini sepertinya tertarik sekali membahas soal Arga? padahal awal dia menyapa tadi Meta begitu acuh.


Meira baru saja mau membuka mulutnya namun tiba tiba dia melihat Andrew turun dari arah angga. Meta yang juga sadar buru buru bangkit dan menyambut Andrew dengan senyum manis.


"Sayang, kamu sudah siap siapnya? ayo kita sarapan dulu." Meta langsung mengapit mesra tangan Andrew begitu suaminya tiba di dekat meja makan.


Tak lupa dia mendaratkan satu kecupan manis di pipi Andrew, laki laki itu terlihat sangat berbunga bunga.


Meira melongo melihatnya, gila! benar benar cepat sekali perubahan sikapnya, padahal barusan dia menanyakan soal Arga kepadanya.


Hmm sepertinya ada yang tidak beres. Apa jangan jangan Meta menyukai suaminya Arga? Kini pertanyaan besar muncul dibenaknya.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2