Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Ungkapan cinta Reihand


__ADS_3

"Kenapa diem? jawab pertanyaan gue Flo, lo pasti punya alasan kan kenapa lo ngatain gue jahat tadi?" desis Reihand kesal ketika melihat Flo hanya diam saja.


"Lo jahat Rei.."


"Iya, gue jahat kenapa?" Kedua alis Reihand terangkat tinggi, dia benar benar sudah gemas sekali.


"Lo jahat karna udah mencuri ciuman pertama gue!" Flo tertunduk, suaranya sangat pelan bahkan nyaris tidak terdengar sama sekali, suaranya kalah oleh suara deburan ombak yang bersahutan di laut lepas.


Reihand semakin mendekatkan wajahnya, dia benar benar tidak bisa mendengar apa yang barusan Flo ucapkan.


"Apa sih Flo, lo ngomong apa? kencengin lagi suaranya." pinta Reihand.


Flo diam, malu sekali rasanya harus membahas soal itu lagi. Ah, sudahlah persetan.


Flo terdongak, dengan amarah yang mulai memuncak dia menatap Reihand dengan berani.


"Gue mau pulang!" kata Flo galak.


Flo melompat dari batu itu, Reihand terperangah lalu buru buru ikut melompat dan mencegat tangan Flo.


"Mau kemana? kita belum selesai ngomong!" desis Reihand geram.


"Tapi gue udah selesai! lepas!" Flo lebih geram.


"Gue gak akan biarin lo pergi."


"Lepas! lepas! lepas!" dengan sekuat tenaga Flo mencoba melepaskan cengkeraman tangan Reihand tapi gagal. Pria itu terlalu kuat, Reihand membiarkan Flo memukul mukul dadanya hingga gadis itu kecapean sendiri dan berhenti.


"Lo jahat Rei, lo jahat.." air mata yang sedari tadi sudah coba ditahannya agar tidak jatuh akhirnya lepas juga.


Flo meluruh jatuh ke atas pasir, kakinya sudah tidak bisa menjadi tumpuan lagi, seiring dengan ambruknya tubuh Flo Reihand menjatuhkan tubuhnya lebih dulu, menyangga Flo gadis itu tidak terluka karena kerasnya tarikan gravitasi bumi.


"Flo.."


"Lo jahat! lo udah merenggut sesuatu yang berharga yang selama ini gue jaga mati matian, lo udah merenggut ciuman pertama gue Rei.." Tangis Flo pecah.


Reihand terguncang tidak percaya, tubuhnya mendadak beku, wajahnya jadi pucat mendengar perkataan Flo barusan.


Ciuman pertama? jadi..kejadian waktu di ruko bekas mie ayam itu adalah ciuman pertamanya Flo? astaga kesalahan besar apa yang sudah dia lakukan? dia malah berpikir Flo mungkin pernah melakukannya bersama orang lain, tapi..ternyata dirinya adalah yang pertama.


Reihand terduduk di pasir, perlahan dia melirik ke arah Flo, gadis itu menangis sampai sesenggukan. Flo pasti sangat sedih.


"Flo, maafin gue.." Suara Reihand tertahan di tenggorokan.


"Flo maaf.." Reihand mengulangi ucapannya, sepasang matanya menatap Flo penuh rasa bersalah, tidak ada lagi ekspresi dingin yang sempat menghiasi wajahnya tadi.


"Lo pasti ngelakuinnya waktu itu karna lo lagi pengen doang kan? bukan karna lo ada perasaan sama gue!" Flo mengangkat wajahnya, kedua pipi gadis itu masih basah. Dia menantang Reihand dengan tatapan tajamnya. Mata Flo terlihat sangat marah.

__ADS_1


Reihand menatapnya dalam, sungguh ada rasa yang menggila di dalam hatinya. Ingin sekali dia berteriak kepada Flo kalau dirinya melakukan ciuman itu karna memang ingin, tapi bukan hanya sekedar ingin saja, ada dorongan dibalik keinginannya itu.


"Kenapa lo diem hah?" Flo hampir menjerit tapi suaranya sudah terdengar serak.


Rei hanya diam ketika kedua tangan mungil Flo kembali memukul mukul dadanya, dibiarkannya gadis itu hingga akhirnya dia cape sendiri.


Setelah Flo diam, Rei mengulurkan tangannya lalu kemudian membawa Flo kedalam pelukannya, Flo tidak berontak lagi, dia terlalu lelah dan sudah kehabisan banyak tenaga untuk menghindari Reihand.


Kedua mata Rei terpejam, mati matian ditahan kegugupan dalam hatinya, gadis dalam pelukannya ini harus tau isi hatinya yang sesungguhnya.


Ciuman itu bukan hanya sekedar ciuman biasa, ciuman itu juga berarti banyak untuknya.


"Flo.. gue tau, gue lancang banget waktu itu, tapi sumpah semua yang ada dipikiran lo itu salah besar. Semua bagian tubuh gue waktu ciuman itu bereaksi termasuk.."


Reihand menarik nafas panjang sebelum meneruskan kalimatnya.


"Hati."


Flo terperangah, dia bahkan bisa mendengar degup jantung di dada Reihand berdetak sangat kencang, jangan jangan cowok ini juga lagi gugup parah? berarti semua yang baru di ucapannya ini benar?


"Flo.." Reihand mengangkat wajah Flo dari dadanya. Flo mendongak, masih kelihatan syok dengan ucapan Reihand barusan.


"Bagi gue ciuman waktu itu berarti banget.." sambungnya dengan nada serius.


Mata Flo melebar, namun dia buru buru menyingkirkan tangan Reihand dari pipinya yang mulai bersemu merah.


"M-aksud lo?" tanya Flo gagap. Dia bisa melihat kesungguhan dari cara Reihand menatap matanya.


Reihand mendekatkan wajahnya ke telinga Flo sambil berbisik meneruskan kalimatnya.


"Bertanggung jawab penuh."


"Hah?" Flo tersentak kaget, buru buru dia menjauhkan dirinya dari Reihand.


"Maksud lo apa sih? bertanggung jawab apa?" Tanya Flo tak mengerti.


Flo hendak berdiri namun Reihand sudah keburu mencekal kedua tangannya.


"Flo, lo pasti paham maksud gue!"


"Enggak gue gak tau!" Flo menjawab buru buru.


Lagi lagi dia menguji kesabaran Reihand.


Sepasang mata Reihand menatapnya lurus, kali ini tatapan itu membuat sekujur tubuh Flo diam, seperti menghipnotisnya untuk membiarkan Reihand menyelesaikan ucapannya.


"Gue tertarik sama lo Flo, gue.." kata Reihand lembut.

__ADS_1


"Stop Rei, stop!" Flo menggeleng keras.


Tidak boleh, tidak! dia harus menghentikan kegilaan Reihand sebelum pria itu berkata lebih jauh.


"Dengerin gue Flo!"


"ENGGAK!"


"Flo.."


"ENGGAK CUKUP REI, JANGAN TERUSIN OMONGAN LO!"


"FLO DIEM DULU BISA GAK!" Reihand terpaksa membentak.


Barulah setelah itu Flo diam, dengan tangan gemetar dia menatap Reihand ketakutan.


Seketika muka Flo memucat. Dia tidak menyangka Reihand akan mengeraskan suaranya seperti itu.


Dia memang tidak ingin mendengar kelanjutan kata kata Reihand. Dia terlalu takut juga terlalu pengecut.


"Flo.. dengerin gue kali ini please." Reihand memohon sambil mengangkat kedua tangan Flo dan menggenggamnya erat.


"Gue bisa gila kalau lo terus kaya gini." Reihand mendesis jengkel, gadis itu tidak tahu betapa dia sudah sangat berusaha untuk menyembunyikan kegugupannya ini.


Flo hanya diam, dia sudah tidak berani membuka mulutnya lagi.


Setelah yakin gadis itu akan mendengarkan apa yang akan dia ucapkan, Reihand kembali menarik nafas dalam dalam, berusaha mengumpulkan segala kekuatan karna sejujurnya apa yang akan di diucapkannya ini adalah hal pertama yang dia lakukan pada seorang cewek.


"Flo..gue sayang sama lo." kata Reihand, Flo bisa mendengar suaranya terdengar sedikit gemetar.


Meskipun Flo sudah bisa menduga apa yang bakal Reihand ucapkan, tetap saja Flo terkejut, tubuhnya mendadak beku, Flo berharap apa yang di dengarnya ini salah.


"Gue sayang sama lo Flo." kata Reihand lembut.


Reihand mengulangi ucapannya, kali ini dengan lebih lantang dan jelas.


Flo ternganga, dia masih belum bisa mencerna keadaan, tubuhnya terlalu syok. Reihand mengelus pelan tangannya.


Flo seperti dibawa tinggi ke atas langit oleh kata kata Reihand barusan, tapi begitu dia sampai diatas sana, bayangan Widya sahabatnya tiba tiba muncul dan menghempaskan Flo kembali ke dasar bumi yang paling dalam.


'Gue suka sama Reihand Flo' kata kata Widya saat itu kembali terngiang-ngiang di dalam pikirannya.


"Enggak Rei..gak boleh, lo gak boleh suka sama gue!" jerit Flo tiba tiba, dia menatap Reihand ketakutan.


Reihand mengerutkan alisnya, bingung menatap reaksi Flo yang mendadak histeris.


"Flo, tenang.." Reihand mencoba memegang bahu Flo tapi gadis itu langsung menolak sentuhannya.

__ADS_1


Gadis itu bangkit sambil berusaha menutup kedua telinganya. Reihand ikut berdiri dengan hati hati dia mendekati Flo, tapi gadis itu terus menjauh, menatapnya dengan tatapan yang menyayat hati Reihand.


"Lo gak boleh suka sama gue Rei, gak boleh!"


__ADS_2