Pernikahan Balas Dendam

Pernikahan Balas Dendam
Kedatangan Flo dan Reihand


__ADS_3

Tepat dua menit lagi sebelum pesta dimulai. Motor gede Reihand akhirnya sampai di depan rumah besar Widya. Flo termenung, belum pernah dia merasakan kecemasan, kekhawatiran juga rasa takut yang sebesar hari ini. Rasanya hidupnya benar benar akan tamat.


Rumah Widya. Yang dulu pernah membuat Flo kesal karna jaraknya yang jauh. Sekarang rasanya bisa di tempuh hanya dengan sekali lompat.


Sesuai dugaan Flo. Widya ternyata benar benar mempersiapkan acara ulang tahunnya ini khusus untuk Reihand.


Begitu gadis itu mendengar raungan motor sang pujaan hati mendekat ke arah parkiran rumahnya. Buru buru dia bangkit dari ruang tamunya yang luas. Sedari tadi Widya sengaja menunggu Reihand disana. Dia sudah menyiapkan diri menyambut orang paling penting yang paling dia harapkan kehadirannya di hari bahagianya itu.


Seketika gadis itu mematung, langkahnya terhenti, wajah bahagianya tadi mendadak lenyap kala melihat pemandangan di depan matanya.


Reihand datang dengan membonceng seseorang yang akhir akhir ini sangat dia benci, Flo. Gadis itu terkesiap ketika menyadari sorot mata tajam Widya yang nyalang terarah kepadanya.


Widya mematung berdiri di tengah tengah teras rumahnya. Dadanya bergemuruh, amarah mulai terlihat ke permukaan. Kenapa Flo bisa bareng Reihand? satu tanda tanya besar yang ingin sekali Widya lemparkan untuk gadis dalam boncengan motor Reihand itu.


Reihand menurunkan helmnya. Dia melambai pada Widya sesaat. Gadis itu hanya tersenyum kecil nyaris tidak kelihatan.


Sialan! kenapa dia malah dateng bareng sama Flo! jangan jangan Reihand sengaja ngejemput Flo kerumahnya, awas ya lo Flo! awas kalau lo macem macem di belakang gue sama Reihand.


"Hai, Wid. Selamat ulang tahun ya.." Kata Reihand saat mereka berdua telah sampai di depannya.


Reihand tersenyum sambil mengulurkan tangannya kehadapan Widya, tak lupa dia juga menyerahkan sebuah paper bag berisi kado untuknya. Widya menerimanya dengan membalas senyum Reihand yang terasa hambar.


Tidak ada cipika cipiki bahkan suara Reihand saat mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya itu terkesan sangat biasa saja, tidak romantis dan tidak ada embel apa apa. Misalnya seperti menyelipkan pujian lebih dulu di awal kalimat sebagai salam pembuka.


'Wah kamu cantik banget sih Wid, selamat ulang tahun ya' atau bisa juga 'Selamat ulang tahun untuk wanita tercantik di pesta hari ini."


Setidaknya ada satu saja kalimat pujian yang di ucapkan Reihand sebagai bentuknya menghargai usaha Widya karna sejujurnya hari ini dia berdandan sangat heboh semata mata untuk membuat Reihand terpikat dengan kecantikannya.


"Wid, selamat ulang tahun ya.." Suara Flo menyadarkan lamunannya.


Gadis itu mendekat dan hendak memberikan pelukan hangat, tapi sontak Widya langsung mundur beberapa langkah. Merentangkan jarak diantara mereka. Flo terkejut, beberapa detik dia tersentak karna kaget dengan reaksi Widya. Begitupun dengan Reihand.


Reihand sampai mengerutkan alisnya. Bingung melihat reaksi Widya yang sama sekali tidak ramah pada Flo.


Flo meremas bajunya. Benarkan dugaannya. Kalau dia datang ke pesta ini, dia hanya akan membuat Widya badmood.


Reihand yang melihat ketidaknyamanan di wajah Flo langsung merengkuh bahu gadis itu.


"Kita gak ditawarin masuk nih ke dalem?" Tanya Reihand memecah ketegangan diantara mereka.


Widya melirik tangan Reihand di bahu Flo. Mendadak amarah di dadanya menggelegar. Siap meledak dan tumpah mengeluarkan magma kemarahan yang besar.


Di tekannya kuat kuat amarah yang sudah berada diujung ubun ubun itu.


Flo langsung menepis tangan Reihand dari bahunya. Dia melotot dan menyuruh Reihand untuk tidak membuatnya semakin terpojok oleh situasi. Reihand benar benar tidak tahu jika Widya sudah menabuh genderang perang kepadanya gara gara dirinya.

__ADS_1


"Yuk, masuk Rei." Menekan hanya pada kata nama Reihand. Sedangkan gadis disebelah Reihand tak disebutnya untuk masuk ke dalam rumah. Seolah semakin menegaskan jika sang empunya pesta sama sekali tidak ingin Flo hadir atau mengikuti pesta itu.


Flo tidak idiot. Rasanya dia ingin langsung pulang saat itu juga. Tapi lagi lagi Reihand dengan santainya menggandeng lengannya. Membuat Widya semakin kesal dan akhirnya dia memilih masuk duluan ke tempat pestanya.


"Rei, please lepasin!" Kata Flo saat Widya sudah meninggalkan mereka.


"Gak! gue udah tau nih, kalau wajah lo kaya gitu. Lo bakal kabur dari sini kan?" Tebakan Reihand benar. Seolah bisa membaca apa yang sedang di pikirkan oleh Flo.


"Udah santai aja. Ini kan juga pesta sahabat lo Widya. Lo gak mau memperbaiki hubungan lo sama dia?"


Flo rasanya ingin sekali menjitak kepala Reihand. Dia bodoh atau pura pura tidak tahu sih! yang sudah membuat hubungannya dengan Widya renggang kan gara gara dia! Flo kesal sendiri.


Widya sudah berdiri di hadapan meja yang sudah di letakan kue ulang tahun di atasnya. Ibu dan ayahnya berdiri disebelahnya memberikan sambutan hangat pada para tamu yang hadir disana.


Semua mata kini tertuju padanya, bintang utama di pesta itu. Gadis itu tampak muram. Meira yang berdiri tak jauh dari tempatnya bisa dengan jelas membaca aura tidak bahagia itu.


Tak lama matanya tertuju pada pintu masuk belakang. Reihand terlihat datang bersama Flo di belakangnya.


"Loh Reihand sama Flo.." Meira terbelalak. Arga ikut menengok ke arah Reihand.


Manji yang juga berdiri tak jauh dari pintu masuk seketika membeku di tempatnya. Refleks dia berdiri, terpesona ketika sepasang matanya menangkap pemandangan indah yang lewat di depan matanya. Flo begitu cantik dengan balutan dress berwarna coklat susu.


Stella yang juga ikut melihat ke arah gadis itu menghentakkan kakinya ke lantai. Dia kesal melihat penampilan Flo yang biasanya kampungan menurutnya sore ini malah lebih wow dari pada dirinya.


Untuk anak seorang pemilik butik juga sebagai penikmat fashion, Stella tau baju yang sekarang sedang di kenakan Flo bukanlah baju murahan. Bagaimana mungkin Flo bisa membelinya. Seketika Flo ikut memperhatikan cowok yang berjalan disebelahnya. Itu kan cowok yang di taksir Widya. Sekarang Stella mengerti, jangan jangan cowok itu yang sudah merubah penampilan Flo sampai seperti ini.


Manji masih saja berdecak kagum tanpa berkedip memperhatikan Flo.


"Flo!" Meira menghampiri Flo dan tersenyum lebar.


"Meira!" Flo memeluk Meira dengan erat. Ya Tuhan, akhirnya dia menemukan satu orang yang sefrekuensi dengannya. Dia sangat bahagia ternyata Meira datang juga ke acara pesta itu. Setidaknya dia akan punya teman untuk ngobrol selama pesta ini berlangsung.


"Lo cantik banget sih Flo hari ini!" Puji Meira sambil memperhatikan Flo yang terlihat benar benar beda dari Flo yang biasanya. Flo yang biasanya cuek dengan penampilannya hari ini menjelma menjadi gadis yang nyaris tidak dikenalinya.


Dress yang dikenakannya membuat Flo seperti orang yang berbeda. Dia tampak anggun dan juga cantik.


"Enggak kok Mei, biasa aja." Kata Flo membantah.


Flo malah risih karna sudah berhasil menjadi pusat perhatian di dalam pesta itu.


Manji ikut mendekat ke arah Flo, meninggalkan Stella disampingnya yang masih terbengong bengong di tempat duduknya.


Flo seperti punya magnet kuat. Tanpa sadar kini Manji sudah berada di hadapan gadis itu.


"Hei.. Flo." Sapa Manji gugup.

__ADS_1


Meira dan Flo menoleh berbarengan.


"Cantik banget.." Ucap Manji spontan. Wajahnya terkesima kagum melihat kecantikan Flo dari jarak dekat.


"Thanks." Balas Flo malu.


Reihand memalingkan wajah kesal. Dia senang karna pakaian yang dibelikannya Flo jadi terlihat sangat cantik tapi disisi lain dia kesal sendiri. Gara gara itu Flo sekarang jadi pusat perhatian. Apalagi Manji terlihat mulai mendekati Flo.


Rasanya dia tidak rela membagi kecantikan Flo hari ini dengan orang lain. Ingin sekali dia membawa Flo pulang saat ini juga. Sesaat dia menyesali tindakannya karna sudah memaksa Flo datang ke pesta ini. Harusnya dia tetap dirumah Flo saja tadi.


"Selamat sore semuanya. Tante mau mengucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya pada kalian semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk datang ke acara ulang tahunnya Widya anak Tante.."


Semuanya menoleh ke arah panggung pesta. Sepertinya pesta akan segera dimulai.


"Yuk kita lebih deket kesana." Ajak Meira sambil menggandeng lengan Flo. Para cowok mengikuti mereka dari belakang.


Kini semuanya sudah berkumpul mengelilingi panggung utama. Widya mengendarkan pandangannya. Dia tersenyum saat menemukan keberadaan Reihand diantara kerumunan teman temannya.


"Pesta akan segera kita mulai, semuanya harap berkumpul dulu untuk menyaksikan Widya memotong kue ini." Kata Ibu Widya lagi sambil mencium kening putri tercintanya.


Semuanya bertepuk tangan meriah.


Flo memperhatikan hiasan di teras belakang rumah Widya itu. Dekorasinya benar benar kelihatan mewah dan indah.


Ini sih udah ngalahin acara wedding di gang rumahnya. Pesta orang orang kaya emang beda. Gumam Flo.


"Ouh iya, sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih banyak untuk teman teman yang udah mau dateng ke pestaku sore ini.." Kata Widya mulai memberikan kata sambutan.


Semua diam memperhatikan ke arahnya. Teman teman sekelasnya yang tadi sedang asyik bercengkerama di pinggir kolam pun ikut mendekat ke arah panggung.


"Sebelum memulai acara inti. Sebenarnya ada yang mau aku sampaikan pada kalian semua.." Kata Widya lagi.


Tapi semua menatap bingung ketika gadis itu menaruh mikrofon ditangannya ke atas meja. Dia kemudian turun panggung dan berjalan ke arah kerumunan teman temannya.


Flo mengikuti arah pergerakan Widya. Gadis itu sedang berjalan ke arahnya. Tidak! bukan ke arahnya, melainkan ke arah Reihand yang sedang berdiri di belakangnya.


"Misi dong!" Kata Widya ketika dia sudah ada persis di depan Flo.


Flo terkesiap. Buru buru dia menyingkir memberi jalan untuk Widya lewat sehingga dia bisa langsung menemui target utamanya, Reihand.


Reihand terdiam, menatap sekeliling yang kontan sekarang tatapan semua orang sedang terarah padanya dan juga Widya.


Widya meraih salah satu tangan Reihand dan menggandengnya naik ke atas panggung acara.


"Ikut gue ya Rei.." Kata Widya sambil menyunggingkan senyum manis.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2