
Setelah perdebatan itu, Flo kembali ke kamarnya, dia meringkuk di dalam kamar sambil menangisi kata kata menyakitkan yang Widya ucapkan.
Selama bertahun tahun mereka menjalin hubungan persahabatan, Flo tidak pernah melihat perangai Widya yang seperti itu.
Dia menangis terduduk sambil memeluk guling ditangannya.
"Kenapa hubungan persahabatan mereka kita jadi kaya gini.." Gumam Flo sedih.
Dia memang sakit waktu memutuskan untuk melepaskan Reihand untuk Widya. Tapi rasa sakit karna persahabatan yang retak ini bagi Flo jauh lebih besar.
Flo mengeluarkan gelang kembaran yang dibelinya untuk Widya.
Gelang itu memang barang murah, tapi aku membelinya dengan perasaan cinta yang begitu besar, kenapa kamu malah mengatakan hal hal yang sangat menyakitkan Wi? Flo tidak habis pikir.
...***...
Malamnya, acara makan malam pun tiba, semua sudah berkumpul di meja makan kecuali Widya.
Menu masakan Chef kali ini adalah hidangan laut yang tadi siang Arga teman temannya tangkap saat memancing.
"Widya kemana?" Tanya Manji saat tidak melihat salah satu sahabat Meira itu.
Meira menggeleng, begitu pun dengan Flo.
Flo menatap bangku kosong disebelahnya dengan menarik nafas panjang, Widya pasti masih marah padanya.
Meira mengelus tangan Flo dikolong meja, seolah mengatakan, tidak perlu cemas, semua akan baik baik saja Flo.
"Rei, bisa minta tolong gak jemput Widya di kamarnya." Kata Flo tiba tiba.
Meira terkejut, dia menyatukan kedua alisnya menatap Flo heran, kenapa Flo malah menyuruh Reihand.
"Kenapa harus gue?" Desis Reihand malas.
"Kalau lo yang jemput kesini, dia pasti mau." Jawab Flo ragu.
Reihand mengepalkan tangannya, kurang ajar Flo, apa dia sengaja melakukan ini untuk mendorongnya dekat dengan Widya?
Sepasang mata elang Reihand menatapnya tajam, sepertinya dia harus bertindak agar Flo tidak melewati batasan! Gadis ini harus tau dengan siapa dia berhadapan, pria yang di gilai banyak wanita, kurang aja betul kalau satu pun matanya tidak terbuka lebar.
"Iya sih, mending lo aja yang susul tuh anak, kan dia suka sama lo Rei, kasian lah kalau gak ikut makan ikan dapet hasil pancingan kita, ya gak men?" Kata Farel meminta pendapat Arga.
Arga hanya mengangkat bahu, pura pura tak mau ikut campur. Biar Reihand yang mengambil keputusan.
Dia tak ingin menyuruh Reihand menyusul Widya karna Arga tahu Reihand tidak akan suka melakukannya.
"Emang Widya kenapa gak mau gabung makan malam?" Tanya Reihand akhirnya.
"Gue kurang tau Rei.." Meira yang menjawab, Flo menundukkan wajahnya.
Reihand terdiam sesaat. Dia lalu berdiri.
__ADS_1
"Yaudah, gue susul Widya dulu ke kamarnya." Kata Reihand, dia lalu berjalan ke arah pintu restauran dan menghilang dibalik pintu.
Tok tok tok
Widya membuka selimutnya, menatap malas pada pintu yang baru saja terdengar di ketuk dari luar. Pasti itu Flo! malas sekali rasanya dia bertemu dengan gadis itu sekarang.
"Wid, ini gue!"
Widya tercengang, apa dia tidak salah dengan, itu suaranya Reihand. Wajah malasnya mendadak berganti dengan raut wajah bahagia.
Flo buru buru turun dari ranjang dan menghampiri pintu.
Klek
Pintu terbuka, ternyata benar Reihand kini ada di hadapannya, dia berdiri sambil tersenyum kecil.
"Lo kenapa gak ikut makan? anak anak lagi nungguin lo buat gabung." Tanya Reihand
"Gue lagi kurang enak badan Rei, perut gue agak sakit tadi." Widya beralasan, padahal perutnya tidak kenapa-napa.
"Udah minum obat?"
Widya menggeleng memasang tampang sedih.
"Yaudah kalau gitu kita makan dulu aja, nanti abis itu lo minum dan istirahat lagi dikamar, gimana?" Bujuk Reihand.
Widya menatap Reihand dengan mata berbinar, astaga apa dia sedang mimpi sekarang? Reihand mengkhawatirkannya?
Guncangan tangan Reihand dibahunya membuat Widya tersadar dari lamunan.
"Yuk kita ke meja makan."
Widya langsung mengangguk, dia kemudian keluar dan mengunci pintu kamar.
Reihand berjalan pelan di depannya, Widya menarik nafas dalam dalam, dengan ragu ragu Widya meraih tangan Reihand, Reihand terkejut tapi dia tetap membiarkan gadis itu memegang tangannya.
Kebetulan juga, dia ingin memberi Flo pelajaran karna sudah lancang mengabaikan perasaannya dan malah menyuruhnya mendekati Widya, padahal jelas jelas Flo tau dia menyukainya bukan Widya.
Reihand ingin tahu, sejauh apa Flo bisa mengelak tentang perasaannya sendiri.
"Eh, itu mereka." Farel menunjuk ke arah Widya dan Reihand yang baru muncul dari arah pintu masuk.
Flo sempat tercengang melihat tangan Reihand sedang menggandeng tangan Widya dengan mesra. Flo mengikuti setiap pergerakan Reihand dengan kedua matanya yang menyipit. Dadanya terasa perih.
Meira yang juga menyadari perubahan sikap Reihand memangdang ke arah Flo dengan cemas. Kasihan Flo, dia pasti sedang mati matian menahan perasaannya.
"Lo mau duduk dimana?" Tanya Reihand pada Widya.
"Gue di deket lo aja deh, boleh gak?" Tanya Widya sambil menatap Reihand penuh harap.
"Kenapa gak boleh.."
__ADS_1
Reihand mengangguk dan menarik kursi kosong di sebelahnya.
Semua ternganga tapi kemudian mereka sama sama menahan senyum melihat sikap romantis Reihand pada Widya.
"Yah, resmi deh gue jombol sendirian, eh belom sih! awas ya lo Ji kalau sampe nyusul sama Flo! gue gak akan biarin lo kaya Reihand dan Widya!" Ancam Farel sambil menatap Manji disebelahnya dengan tampang garang.
Manji malah terkekeh geli.
"Kita liat ntar." Jawab Manji sambil tersenyum ke arah Flo. Flo pura pura tidak menggubris candaan Farel dan Manji
"Yaudah, kita mulai makannya sekarang, kasian istri gue udah laper." Ucap Arga.
Semuanya mengangguk dan mulai menikmati hidangan makan malam dihadapan mereka masing masing.
Meira memasukkan ikan bakar ke dalam mulutnya dengan lahap.
"Pelan pelan makannya sayang, tuh kan mulutnya jadi belepotan, kamu makannya kaya anak kecil banget sih." Arga mengusap sisa saus di bibir Meira dengan mulutnya sendiri.
Menjilati sisa saus ditepian bibir Meira dengan lidahnya.
Meira mematung, wajahnya jadi semerah kepiting rebus dihadapannya. Dia memandang wajah wajah bengong teman temannya.
"Arga!!!" Pekik Meira malu. Matanya melotot bulat menatap Arga.
"Kenapa? lagian kita udah nikah, bebas dong, lagian ngapain kalian bengong hah? lanjutin makannya."Sungut Arga dengan santainya.
"Ah, gak asik lo Ga, kan gue jadinya pengen cepet nikah juga!" Kata Farel sambil memelintir spaghetti dengan toping seafood diatas piringnya.
Yang lain jadi ikut menahan tawa geli mendengar banyolan Farel.
"Yaudah sana nikah aja sama paus!" Jawab Arga ketus.
Yang lain malah tak bisa menahan tawa mendengar kata kata Arga.
Semuanya kembali menikmati hidangan seafood yang super banyak diatas meja itu.
"Reihand, gue pengen cumi saus padang yang disana dong." Widya menunjuk makanan yang letaknya ada disebelah Reihand.
Reihand mengambil cumi saus padang itu dan memindahkannya ke piring Widya.
"Makan yang banyak biar cepet sembuh." Kata Reihand lembut.
Flo yang duduk berhadapan dengan mereka tercengang.
Kok Reihand jadi bersikap baik banget sekarang sama Widya? Flo mengerutkan keningnya.
Sejenak Flo menghentikan kunyahannya, dia menatap Reihand, tapi Reihand yang sempat ikut menatapnya malah memalingkan wajahnya, sepasang matanya hanya menatap Flo sesaat dengan tatapan yang selama ini tidak pernah Flo lihat, Reihand bersikap dingin.
"Mau gue suapin Wid?" Tanya Reihand.
Semua menoleh kaget termasuk Widya, dia memandang Reihand tak percaya, kenapa Reihand sejak tadi bersikap manis padanya? apa Reihand sudah mulai membuka hatinya?
__ADS_1
bersambung..