
"****!! masih ngikutin aja si tuh orang." Ann berjalan cepat, hendak menyusul Nia yang sudah sampai lebih dulu.
"Kenapa ngga di jalanin dulu aja si, An? kita pacaran dulu." Ardi meraih tangan Anna untuk ia pegang tapi Anna menepisnya.
"Maaf, Ar! ini masalah perasaan. Lu ngga bisa maksa orang buat suka sama Lu! makasih kemarin lu udah royal sama gue. Tapi maaf buat menjalin hubungan gue belum bisa.
Gue juga maafin lu, Ar! kita masih bisa berteman ko. Tapi maaf kita ngga bisa sedekat dulu.
Anna lebih memilih mengalah daripada harus di buntuti terus oleh Ardi. Anna berlarian kecil menyusul teman yang lain menuju tempat perkemahan.
Ardi terdiam sesaat sambil mengepalkan tangannya, emosi untuk kesekian kalinya. Ketika Anna menolak untuk menerima cintanya.
"gue bakalan buat lo Nerima gue an. terpaksa ataupun tidak". Rasa penasaran Ardi masih ada untuk anna. Ia akan melakukan segala cara agar Anna mau dengannya. Itu bukan lagi cinta ataupun suka, berbalik menjadi dendam karena Anna sudah memperlakukannya seperti itu.
Sampai akhirnya, anna dan yang lain tiba di perkemahan. Di ikuti dengan Ardi di belakangnya. Anna berusaha menghindar dari Ardi karena Ardi masih terus berusaha untuk mendekatinya.
"Ayo semua, yang sudah sampai tolong kerjasamanya kita berkumpul dulu untuk pembukaan acara! sambutan dan pembacaan susunan acara setelah itu kami akan memberikan waktu untuk kalian beristirahat terlebih dahulu, baru kita akan melanjutkan kegiatan." panggilan suara dari ketua panitia terdengar begitu jelas dari speaker portable.
Satu persatu para mahasiswa berkumpul dan berbaris. Pembukaan acara perkemahan pun di mulai. Sambutan dari ketua panitia dan para pembimbing pun telah di sampaikan.
Pembawa acara membacakan susuan acara satu persatu. Sampai pembahasan terakhir mereka menyimak dengan seksama agar tak ada hal yang terlewatkan.
"Saya harap kalian bisa memanfaatkan waktu sebaik baiknya. Karena kegiatan kali ini padat dengan waktu yang singkat. Kalian bisa beristirahat sejenak, setelah itu kita lanjut perkenalan dengan warga sekitar agar kalian bisa melakukan kegiatan selajutnya.
Kegiatan yang di laksanakan meliputi dari penelitian ekonomi masyarakat daerah terpencil, kegiatan masyarakat, bantuan sosial dan bantuan keterampilan serta pembelajaran bercocok tanam untuk para peserta.
"Saya harap kalian juga bisa berbaur dengan masyarakat sekitar dan bisa melakukan kegiatan ini dengan benar, agar kalian mendapatkan pembelajaran nantinya!"
Satu persatu mahasiswa dan mahasiswi menuju tenda. Mereka mencari nama mereka yang tertulis di kertas yang di tempel di setiap tenda karena panitia sudah menyiapkannya. Satu tenda hanya bisa di isi 6 orang agar tidak terlalu mendesak.
"An.. Aku satu tenda ya, sama kamu?" tanya Nia sambil menjinjing tas ranselnya, Nia menghampiri Anna yang sibuk mencari nama nya di kertas yang menempel di tenda.
"Yang benar,Ni?" Wah seru ni bisa barengan! pantesan sudah dua tenda nama aku masih belum ada, tenyata ada di sana! oh ya, sebelah mana tenda kita?" tanya Anna. Ia merasa senang karena bisa satu tenda dengan orang yang ia kenal.
"Noh.. Yang paling ujung, tenda ke empat." Nia menunjukan dengan dagu nya ke arah tenda yang akan mereka tempati.
"Tapi An, kita bareng juga sama serli sama temen geng nya?" keluh Nia.
"Ya, ngga pa-pa lah,Ni? asalkan mereka ngga bikin ribet." Anna dan Nia berjalan menuju tenda beriringan.
"Kita minta tukar aja yuk, An, sama panitia, biar ngga bareng tuh sama si Serli? kamu tau sendiri kan dia itu sok kuasa Suka perintah orang seenaknya aja!" pinta Nia.
"Ngga usah deh, kalo dia rese kita kerjain balik deh, tenang aja! kalau orang rese itu harus kita lawan jangan diam aja. Itu yang bikin dia jadi ngelunjak soalnya orang yang suka ia suruh manut terus sama dia.
Slow,Ni!!... Ada aku, kamu ngga akan tertindas ha..ha.. semenakutkan itu kah Serli di matamu, Ni?." Anna menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Ah kamu, bisa aja kaya ngga tau aja gimana Serli kalo lagi di sekolah." ucap Nia.
Sesampainya di tenda, Nia dan Anna masuk untuk meletakkan barang bawaan mereka. Ternyata di sana sudah ada Serli, Tia dan Mimi yang sedang melepas lelah.
"Gila kaki gue, sakit banget ni! kapok gue ngga bakal mau ikutan kaya beginian deh. Kalau bukan karena harus turun langsung dan terlibat dalam foto serta video pembelajaran males banget begini." sesal Serli. Tia ambilin minum gue dong! perintah Serli kepada teman yang biasa bersamanya dan yang merasa di panggil pun langsung memberikan apa yang di minta serli seakan akan perintah serli itu sebuah keharusan untuk dia.
"brukk".
Anna sengaja menaruh tasnya dengan keras. di samping serli.
"Eh.. apa-apaan si lu? ngga liat apa ada orang di sini? ngga bisa pelan dikit ya lu naro tas? kenapa ngga dilempar sekalian, lu simpennya?" kesal Serli.
"upss, sorry gue kira ngga ada orang," sahut Anna. Anna merasa geram melihat tingkah Serli yang semaunya, memang dia punya kekuasaan di kampus karena orang tuanya pemilik Yayasan di kampusnya. Dia pun berasal dari keluarga kaya. Tapi Anna menyayangkan sikap Serli kepada teman yang selalu menemaninya itu selalu di manfaatkan agar bisa ia menyuruh meski ada imbalan di balik itu. tapi Anna tidak menyukai hal itu.
"Kenapa si meski satu tenda sama lu? ngga bisa ya, lu nyari lagi tenda yang lain?" tutur Serli.
"Kalau lu mau protes, sono sama panitia bukan sama gue! kalau mau pindah juga silahkan tuan putri, dengan senang hati saya akan membantu memindahkan barang bawaannya ini!." Anna heran sambil geleng kepala. Ia memperhatikan tas bawaan Serli, camping cuman 3 hari bawaan kaya buat orang mau pergi satu Minggu, banyak bener" batin Anna.
...***...
Ketika semua orang lebih nyaman istirahat di dalam tenda, meregangkan otot karena perjalanan dan jalan menanjak yang cukup melelahkan, mereka tak melewati waktu istirahat yang panitia berikan. Lain hal dengan Anna, ia lebih memilih untuk asik dengan kamera nya. Berkeliling mengambil keindahan panorama pegunungan sambil melihat keadaan sekitar perkemahan. Letak perkemahan berada di sisi bukit. Terlihat jika tempat itu belum lama di bersihkan agar semua tenda bisa di didirikan dengan bantuan beberapa warga.
Suasana siang hari di tempat ini terasa sejuk meski matahari berada di atas pusaran. Jauh berbeda dengan suasana kota di siang hari yang panas dan penuh polusi. Dari atas sana lebih jelas terpampang pemandangan ladang masyarakat yang berundak menambah keindahan ladang tersebut. Di sana juga terdapat air terjun yang jaraknya tidak jauh dari perkemahan. Sayangnya jalan menuju air terjun harus memutar dan menanjak agar bisa sampai tujuan.
kakek yang sedang menyiram tanamannya dengan menggunakan alat semprot yang di pikul di punggung sedangkan seorang nenek yang menemaninya membersihkan pinggiran tanaman, mencabuti rumput liar di sekitar tanaman tersebut.
"Permisi Nek? maaf saya mengganggu kegiatannya Nenek dan Kakek." Anna mendekati kedua orang tua itu hanya sekedar ingin menyapa dan melihat lihat apa yang di kerjakan mereka. kedua pasangan itu pun sontak menghentikan kegiatan mereka, ketika mendengar Anna menyapa mereka.
"Nya neng, kunaon?" jawab si nenek berkerudung hitam. Ia menggunakan penutup kepala yang terbuat dari bambu berbentuk kerucut. Membuat si nenek mengangkat sedikit penutup itu ketika mendongak ke arah Anna.
"Lagi apa ya Ngga? saya lihat Nenek hanya berdua saja sama Kamu? tidak ada yang lain yang ikut membantu berladang?" tanya Anna.
"Panggil saya Kakek Uyo dan Nenek Pijah aja neng," sahut si Kakek. Ini kakek cuma lagi nyiram tanaman aja, sambil semprot insektisida supaya subur ngga di ganggu serangga tumbuhan nya. Kalau nenek lagi nyabutin rumput liarnya, perawatan aja biar sayur nya tumbuh subur.
"Oh.. "Jawab Anna. Ia terus memperhatikan si Kakek yang melanjutkan penyemprotan nya.
dan Nenek Pijah berdiri menghampiri Anna, Ia duduk di balok panjang tak jauh dari saung tempat berteduh di ladang tersebut.
"Ari neng pelajar Nu kemah di bukit itu lain?" tanya Nenek Pijah.
"Iya nek".
__ADS_1
"Ti kota nya," tanya Nenek lagi.
Anna mengangguk sambil tersenyum. Tak lama mereka berbincang mengenai hal yang biasa di lakukan Nenek dan Kakek. Setelah beberapa Minggu usai penanaman bibit sayuran mereka hanya datang untuk menyiram dan membersihkan ladang tidak perlu banyak orang untuk hal itu. Lain hal ketika akan panen sayuran. Kakek uyo akan meminta bantuan sepupu dan warga yang lain untuk membantu.
"Cucu nenek juga hari ini mau datang kesini neng! mau liburan di sini!" cerita nenek kepada Anna. Wajah Nenek Pijah terlihat berseri dan nampak senang.
"Emang tabuh sabaraha ma, si ucu dongkapna?
( emang jam berapa Bu, si cucu datangnya)
," tanya kakek uyo.
Anna langsung berdiri ketika melihat Kakek Uyo mendekat dan hendak menurunkan drigen kecil yang di bawa kakek uyo akan di turunkan. Anna pun membantu menurunkannya.
"Duka atuh pa? kamari mah nelpon ke si Jaja mah dinten Sabtu iye, bade liburan sakola saminggu. Si ucu teh hoyong nyare jeng Nenek Didie.
( Ngga tau atuh pa, kemarin mah nelpon ke Jaja mah hari Sabtu ini mau liburan sekola seminggu si cucu mau nginap sama nenek di sini).
"Nya atuh! bapa ge ntos kangen pisan ka Meisya.
"Maaf kek, cucunya tinggal di kota ya!?," tanya Anna.
"Iya neng.. Aemenjak kedua orang tuanya meninggal karena longsor waktu itu, Meisya di adopsi sama orang kota. Kebetulan waktu itu dia ada acara di sini. Seorang pemuda yang awalnya mau mengadopsi, datang kepada kami. Kami belum menyetujui karena awalnya kami takut, tapi tak lama dia datang kembali dengan ibunya. Meminta ijin agar kami mengijinkan Meisya ikut bersama mereka. Kami percaya karena ibu tersebut memang mengadopsi beberapa anak dan bersedia membiayai semua pendidikan dan kehidupan Meisya selama menempuh pendidikannya. Selama ini mereka selalu membantu kami Neng!, kadang mentransfer uang untuk membantu kami di sini. Padahal dengan membiayai pendidikan cucu kami, kakek sangat bersyukur Neng," imbuh si Kakek.
"Baik sekali ya, kek orang itu! mudah mudahan cucu kakek jadi orang sukses bisa membahagiakan Kakek dan Nenek kelak."
"siapa ya,pemuda yang baik hati mau mengadopsi seorang anak dari perkampungan?" batin Anna.
"Amin"
"Amin" jawab kakek dan nenek kompak.
"Anna.. Suara Nia terdengar dari kejauhan. Ia mendekati Anna yang sedang asik mengobrol dengan Kakek Uyo dan Nenek Pijah.
...Hai.. para pembaca yang baik hati...
...terima kasih sudah sampai di bab ini....
...Dukung aku dengan kasih...
...likeš...
...favoriteā¤ļø...
...komenāļø...
__ADS_1
...jika kalian berbaik hati mendukung author boleh kirim hadiah juga. Author akan lebih semangat berkarya....
...salam hangat dari Author Mayya_zha...