
Tak berselang lama Anna yang di tunggu pun datang, Anna pun langsung ikut mengambil perlengkapan mandi.
"Yuk! keburu Maghrib nih! lama-lama bengong di situ nanti kesambet loh? dengan santainya Anna melewati keduanya. Dita dan Nia bengong saat Anna melewatinya.
"Woy! di tungguin malah ninggalin!" teriak Dita. Mereka segera menyusul Anna yang terlebih dahulu berjalan menuju kamar mandi.
"Ha..ha.. lagian masih sibuk aja sama Serli, biarin aja kalau dia ngga nerima pemberian pa Subki. Nanti habis membersihkan badan kita minum lagi! kan lumayan tinggal di angetin di panci,tuh roti yang tadi di kasih Bu Dami juga masih ada?" usul Anna.
"Ya bener, An! cocok, banget tuh,!" sambung Nia, tadinya mau aku minum sendiri An. Nia tertawa.
"Itu si maunya kamu Ni!" timpal Dita. Mereka pun tertawa bersama. Mereka jalan beriringan sampai toliet yang ada di samping mushola, suasana menjelang sore itu sudah mulai di selimuti kabut.
Di toilet mereka bergantian untuk mandi karena hanya ada dua toilet yang bisa di gunakan dan di samping nya ada tempat berwudlu. Setelah semua selesai, mereka duduk sebentar di pelataran mushola.
Adzan sudah terdengar dari penggema suara di mushola menandakan waktu sholat Maghrib tiba. Nia dan Dita tak kembali ke perkemahan, mahasiswa/i yang lain pun sebentar lagi akan berdatangan kesini untuk melaksanakan sholat.
Anna yang berbeda keyakinan dengan mereka lebih memilih menunggu di depan Mushola tersebut sambil duduk santai di sana. Memperhatikan keadaan sekitar di dampingi suasana damai dan terdengar suara jangkrik di sela pepohonan.
...***...
Kebiasaan Anna yang selalu mengikuti kegiatan keagamaan Islam bahkan ketika bulan puasa pun Anna mengikutinya sama seperti umat muslim satu bulan penuh.
Ia ikut menghargai karena selama bulan puasa ia sering ikut membantu Maira dan Bundanya membuat takjil setiap harinya. Bagi Anna, Maira dan keluarganya adalah Keluarga kedua selain Mama dan Papanya di Surabaya.
Ia merasa senang, sungguh ada yang berbeda yang ia rasakan ketika ia melakukan itu semua.
Malam ini semua berkumpul untuk melepas lelah setelah seharian kegiatan mereka.
Ada beberapa yang berkumpul membuat permainan tebak kata, ada yang membakar jagung bakar dan ada yang bernyanyi di iringi alunan musik gitar oleh salah satu dari mereka.
Suasana malam ini begitu menyenangkan. tampak keceriaan di wajah semua anggota. kegiatan seperti ini menambah keakraban dan saling gotong royong sesama mahasiswa.
Anna yang sedang bernyanyi di iringi petikan gitar dari Ardi pun, terlihat begitu ceria. Mereka berdua duet menyanyikan lagu klasik.
Ardi yang mulai memainkan gitarnya pun tersenyum kepada Anna memberi kode agar ia bersiap untuk bernyanyi.
jreng..jreng...
Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat
Yang...
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh 'kan berdiri lagi
__ADS_1
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
T'rang di ujung sana.
prok..prok..prok..
Suara tepuk tangan dari beberapa mahasiswa membuat suasana tambah seru dan riuh.
"Lagi dong nyanyinya." teriak Anto.
" Iya dong, nyanyi lagi say," sahut Serli sambil bergelayut manja di tangan Ardi. Sedari tadi Serli selalu menempel ingin selalu dekat dengan Ardi.
Ardi yang merasa risih langsung melepaskan tangan Serli. Ardi pernah menjalin berhubungan dengan Serli tapi hanya sebentar, sikap Serli yang suka memerintah dan semaunya membuat Ardi jengah dan memutuskan hubungannya dengan Serli. Tetapi Serli tidak terima, ia masih terus berusaha mendekati Ardi. sedangkan Ardi lebih penasaran dengan Anna yang mudah di dekati tetapi sulit untuk di miliki, ya karena memang sikap Anna cepat bergaul dan asik jika berteman dengan siapapun.
Ketika lantunan lagu yang di nyanyikan Ardi dan Anna berhenti, Nia dan Dita datang ikut bergabung bersama mereka. mereka membawa beberapa jagung bakar yang masih hangat.
"Nih buat kamu An,"
"Wah!.. makasih cinta, inget aja ya sama aku." Anna yang menerima jagung dari Nia, langsung melahap jagung tersebut.
"Curang nih!,masa Anna aja yang di kasih," sahut Anto.
"An! nyanyi lagi dong!" ajak temannya yang lain.
Anna pun menyanyikan beberapa lagu di ikuti yang lain. Tawa, canda dalam kebersamaan begitu terasa. Mengiringi kemeriahan malam dingin di perkemahan ini.
Suasana perkemahan di malam hari.
...***...
Pagi hari yang masih berselimut kabut, udara yang masih dingin pun terasa menusuk tulang. Suasana yang begitu nyaman jika bergulung dengan selimut di atas kasur. Tapi tidak di sini, mereka yang masih mencari kehangatan di dalam selimut harus memaksa kesadaran mereka untuk pulih, bangun dan bergegas bersiap untuk acara hari ini.
Anna yang sudah bersiap lebih awal dari teman satu tendanya membangunkan teman satu kelompok untuk bersiap.
"Nia.. Dita.. bangun! Tak lupa ia membangunkan Serli, Tia dan Mimi. Ia mengguncangkan badan Serli yang agak sulit di bangunkan."
"hooamm.... Nia menguap tatkala di bangunkan Anna, duh masih ngantuk An, dingin lagi, enaknya tidur lagi." Nia kembali merebahkan badannya ke alas tidur yang mereka tempati.
Sedangkan Dita lekas bangun dan bergegas untuk mandi, di pastikan akan mengantri jika mereka terlambat bangun. Karena kamar mandi yang terbatas, sebagian pun ada yang menumpang mandi di rumah warga yang berada tak jauh dari area perkemahan.
"Ih jangan gitu, Ni? bentar lagi subuh loh, hayo cepetan! gimana sih kamu? rejeki di patok ayam loh," Protes Anna.
" Ok.. ok." Akhirnya Nia pun menyusul Dita.
" Ser.. Serli.. Bangun! mumpung belum begitu antri? Sebentar lagi Subuh loh. Anna menggoyang goyangkan tubuh serli yang masih berselimut. Ini anak susah banget si di bangunin. Kamu ngga solat Subuh nanti kesiangan loh!" Anna mengingatkan.
"Bodo amat lah, masih gelap tau, dingin lagi," Sahut Serli.
__ADS_1
"Ih, dasar ni cewe! ngaku Islam tapi di suruh solat susahnya minta ampun, Islam KTP doang,lo!" Tia, Mimi lo mau disini nemenin orang status nya ngga jelas gini?.
"Gue ikut," jawab Tia.
"Gue juga," Mimi menimpali.
"Ayo! biarin tuh anak di temenin makhluk tak kasat mata, masih gelap gini. Tenda kita kan paling ujung biar ada yang nyelusup ke sini sekalian." Anna menakuti Serli yang sudah terbangun tapi masih enggan untuk beranjak.
"Shitt, s***** Lo, nakutin gue! Tungguin!" Serli yang mendengar Anna berbicara menakutinya langsung terbangun sambil mengumpat kesal. Ia tergesa gesa mengambil keperluan mandinya dan menyusul mereka yang sudah jauh dari tenda.
Serli, Tia dan Mimi pergi ke Mushola untuk mandi dan solat subuh. Sedangkan Anna pergi ke tenda panitia membantu mereka yang sedang menyiapkan sarapan untuk para mahasiswa, sarapan yang sederhana tapi menghangatkan di cuaca pagi hari yang dingin ini.
Semangkok bubur kacang ijo, di temani susu kedelai hangat menemani indahnya suasana perkemahan pagi ini. Mereka yang sudah bersiap masing masing mengantri untuk mendapatkan jatah sarapan pagi ini.
Kabut yang menghalangi pandangan pagi ini pun berangsur menghilang memberi celah pada cahaya matahari yang memberikan sinar hangat nya kepada semua penghuni di muka bumi ini, termasuk kami yang sedang berkumpul menikmati hangatnya makanan dan minuman yang sedang kami rasakan untuk mengisi kekosongan perut yang meminta untuk di isi.
Pagi menjelang siang, kami bersama semua Mahasiswa/i bergotong royong membawa bahan sembako yang sudah siap untuk di bagikan kepada warga.
Tepatnya di depan Mushola yang mereka gunakan beberapa hari kemarin. Setiap warga berhak datang untuk menerima bantuan. Warga berbaris dengan tertib untuk mendapatkan jatah sembako.
Untuk mereka yang berusia lanjut, sembako akan diantarkan oleh para pelajar tetapi untuk penerimaan tetap warga harus mendatangi tempat pembagian tersebut. Agar tak double penerimaan.
Anna yang sibuk membantu pun menyempatkan untuk mendokumentasikan kegiatan hari ini. Ia ingat sahabatnya Maira, yang tidak ikut kegiatan ini. Padahal menurut Anna kegiatan ini bisa membantu Maira agar ia terbiasa dalam kondisi keramaian. Anna akan menceritakan semua yang ia lakukan saat berkemah ini kepada Maira.
Saat membidik gambar ke arah jalanan yang cukup menanjak, Anna merasa melihat kendaraan yang tak asing baginya.
"sepertinya mobil itu aku kenal, kaya mobil milik Bang Abbas!" pikirnya. tapi yang punya mobil kan bukan cuma dia aja? lagian ngapain dia di sini? ah bisa aja itu milik orang lain, Anna menepis pemikirannya itu.
Ia melanjutkan kegiatan membagikan sembako, yang mengantarkan sembako ke rumah warga, para pelajar laki laki yang bertugas sedangkan yang perempuan hanya membagikan di tempat saja.
Pembagian sembako pun tak berlangsung lama. tepat pukul 10 pagi kegiatan selesai. Panitia membagikan Nasi Box kepada para peserta. Mereka menikmati makanan di area perkemahan.
Ada yang di dalam tenda, di bawah pohon, dan ada yang berkumpul bersama merasakan kebersamaan mereka untuk hari terakhir mereka di sini.
Tibalah saat waktu bebas untuk para peserta.
Mereka mendapatkan waktu bebas sampai sore menjelang petang, karena malam hari akan ada Acara terakhir yaitu acara renungan malam dan Api unggun.
...ikuti kelanjutannya ya....
...jangan lupa...
... like👍...
...kome✍️ ...
...pencet tombol💝 ya....
...buat yang baik hati mu menyumbangkan hadiah, di persilahkan 😁...
...yang mau tau cuplikan lagunya seperti apa bisa kunjungi IG@Mayya_zha...
...mampir juga ke karya kedua ku, masih di NT....
...Your husband My husband....
...~komen yang banyak biar author semangat buat up~...
__ADS_1