
Apakah ada yang ingin anda tanyakan kepada saya?" Abbas kembali bertanya tak sabar dengan pertanyaan yang akan Anna ajukan.
"E-em itu... Duh..ayo dong, otak berpikir cepat!.. iya itu saja pertanyaannya deh! Anna yang mendapat ide langsung membuka suara lantang.
"Apa yang memotivasi anda, hingga anda semangat untuk membuka usaha? dorongan apa saja yang membuat Anda tetap bertahan." Anna bertanya dengan tegas dan jelas, padahal hatinya ketar ketir
"Pertanyaan yang tegas." ucap Abbas dalam hati. Semua orang berusaha dan bekerja pasti berawal dari kebutuhan. seseorang akan lebih bekerja keras jika kebutuhan itu ada.
dan sayangnya saya bukan dari salah satunya. Semua yang saya perlukan, Alhamdulillah tercukupi dan terpenuhi. Mohon maaf bukannya saya sombong, tapi memang itu benar adanya. Kesederhanaan dan kasih sayang tulusnya mengantarkan keberhasilan saya sampai saat ini. Dan motivasi saya adalah ingin membuat orang yang sudah mendukung saya selama ini merasa bangga, merasa bahagia akan turut campur tangannya dan doa doa nya selama ini saya bisa sukses.
"Saya berterima kasih berjuta doa saya lantunkan untuknya. jika bukan karena ia saya bukanlah apa-apa. Tangan lembut yang sudah menggenggam erat tangan ini membimbing dan membawa saya kedalam Asuhannya.
Membesarkan saya seperti anak kandungnya sendiri."
"Saya ingin membuktikan kepada orang yang sudah tak menganggap keberadaan saya dan kedua Almarhum orang tua saya, bahwa saya pun bisa tanpa mereka!." Terima kasih untuk Bu Lidia Larasati, wanita terhebat, dan adik adik asuh saya juga dan terlebih saya berterima kasih dan bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan ridho nya untuk saya..
"prok...prok..prok.." tepukan sangat meriah di aula..
"wah ...Bu Lidia , wanita hebat ya. Jadi selain bapak Abbas ini, ibu asuh anda masih mempunyai banyak anak asuh ya pa.
"Ya.. bukan hanya saya, kami bersama tinggal di Rumah Bintang tempat saya di besarkan.
Saya pun berharap kepada adik-adik di Rumah Bintang. Mereka bisa mewujudkan cita cita mereka.. Amin" ucap Abbas.
"Seorang ibu yang luar biasa ya, Pak! dibalik kesuksesan anak, ada do'a seorang ibu yang menyertainya. Sekali lagi sukses buat Pak Abbas El Amin.
Terima kasih buat semua yang mengikuti acara ini, semoga kisah beliau jadi inspirasi buat kita semua...
selamat siang.
sukses terus buat kita semua ya..
acara pun berakhir sebelum waktu sholat Jum'at.
"ayo buruan Mai,. nanti ke buru kesiangan.
"iya sabar an, jawab maira..
Dan di sini, lampu merah pertama yang mereka kunjungi. lampu merah Ciluar pomad.
Anna menepikan mobilnya dan membuka bagasi belakang, satu persatu nasi box ia bagikan dan maira pun ikut membantu mengeluarkan dan membagikannya.
biasanya di lampu merah akan ada pengamen dan orang yang minta minta.
Anna dengan senang dan gesit membagikan nasi. Sekitar 30 box yang mereka bawa.
an, masih sisa 20 box lagi ni. mau di bagikan di sini atau ke jalan lain.
"kita ke jalan layang aja Mai,
"ok.
"Mai, makasih ya sudah mau membantuku..
mau panas panasan he..he..
tegur Anna.
"aku seneng ko an, kamu ajak kaya gini. kamu kan tau selain kuliah aku cuma di rumah aja, aku malu buat bergaul dengan yang lain. . .
kita parkir mobil di sini aja y Mai,
sekalian kita beli minum dulu sebentar.
Anna memarkirkan mobilnya di depan minimarket.
"kamu mau sekalian beli cemilan ngga Mai,
__ADS_1
" boleh,, tapi aku tunggu di mobil aja ya an.
"ok".
anna pun masuk ke minimarket dan membeli beberapa makanan dan minuman.
ni Mai, minuman dan Snack nya.
saat Anna selesai berbelanja.
"Abang tupar ni ada sedikit minuman sama makanan.
"eh, makasih nenk, ngomong ngomong tupar apaan nenk.
tukang parkir bang, sahut Anna.
si nenk ada ada aja ah..
kita lanjut,, maira... semangat sedikit lagi beres....
ok..semangat..semangat...
sambil mengepal tangan anna dan maira
bersorak senang.. seakan akan mendapat lotre.
gluk..gluk..gluk..ah...
adem bener ni tenggorokan Mai, di lewatin air dingin panas panas gini... nyegerin banget...
maira hanya menggelengkan kepala sembari tersenyum melihat kelakuan Anna.
let's go... kita selesaikan tugas kita Mai.
an. aku bagiin nasi box nya di sini aja y. dekat mobil. kamu ngga apa apa kan ke sana sendiri..
kamu, kenapa Mai, kamu sakit ya, apa pusing.
"oh, ya sudah kalo begitu..
Bang, nitip parkir di sini ya sebentar ko, mau ke bawah jembatan layang aja bentar bagiin ini.
sambil menunjukan nasi box di tangan Anna ke tukang parkir.
"ok neng.
" Mai, tolong kasih tuh Abang tukang parkirnya nasi box ya.
"oke.. tapi jangan lama lama ya An! aku ngeri kelamaan di tinggal.
" Sial,Mai!.. Bang titip temen aku juga ya! jangan digalakin."
"siap neng.
Sambil berjalan ke arah bawah jembatan Anna memberikan 2 ikat nasi box ke beberapa orang yang ada di sana. Mereka sedang istirahat, kebetulan di situ ada beberapa anak perempuan dan ibu-ibu. Anna sangat menyayangkan anak-anak seumuran itu harus putus sekolah.
Ketika Anna sedang membagikan makanan,
ada sosok lelaki dalam mobil memperhatikan kegiatan Anna, karena ia akan melintas jalan untuk menyebrang ke arah masjid.Jalan yang ia lewati agak sedikit macet di karenakan banyak jamaah hendak solat Jum'at.
Ketika tepat di pertigaan, mobil yang di kendarai Abbas berhenti karena terhalang mobil lain yang akan masuk parkiran Masjid.
Begitu Abbas memasuki parkiran area masjid, tak sengaja kedua pandangan mereka bertemu. Abbas dan Anna saling melemparkan senyum.
"Bang, sambil tersenyum kikuk ketika menyapa Abbas. ia menawarkan nasi box yang Anna bawa, karena tinggal sedikit. Anna berniat akan membawa kembali ke mobil bersama Maira."
"Oh, ya Bang! ini ada nasi box, Bang Abbas mau ngga?" Tanya Abbas saat menghampiri Anna.
__ADS_1
"Tidak.. terima kasih an, saya mau ibadah dulu!" Ucap Abbas. kenapa kamu di sini, memang sudah tak ada jam kuliah?"
"Hari ini kan cuma menghadiri acara seminar tadi bang! jadi libur dari jadwal kuliah."
"Kamu sendiri?" tanya Abbas
"Oh itu! aku kemari sama Maira, cuman ia ada di mobil lagi istirahat."
ak lama Anna dan Abbas berbincang. Anna yang memberitahu Abbas kegiatan setiap hari Jum'at yang ia kerjakan. Abbas yang mulai simpati kepada Anna karena hati yang tulus ingin berbagi ke sesama. ia menyukai sifat dan sikap Anna yang mudah berbaur dengan setiap orang, ceria dan selalu membawa seseorang tertawa senang kala bersamanya.
Abbas pun tersenyum mendengarkan anna bercerita.
Adzan berkumandang memberi jeda kepada mereka berdua yang sedang asik bercengkrama.
"Sebaiknya kamu lekas pulang, ngga baik wanita berjalan sendiri di jalanan."Ucap Abbas, saya permisi mau kedalam!.
"Ya.. titip salam buat ibu Lidia dan anak anak di rumah bintang bang..
"InsyaAllah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"jawab Anna.
Abbas meninggalkan Anna. Anna yang terpaku melihat kepergian laki laki yang memakai peci hitamnya memasuki area masjid bergabung dengan jamaah yang lain.
Anna yang berada di luar area parkir terkesima melihat pemandangan menyejukkan mata itu. "ya ampun adem banget liat Abbas kaya gitu.."
sesaat Anna tersadar dari lamunannya.
dan ia segera kembali ke mobil di mana maira sudah menunggu Anna..
Maira yang sedari tadi menunggu Anna, ia hendak keluar menyusul Anna.
"Haduh an, lama amat si! aku sampai jamuran deh nunggu kamu" tegur Maira.
"he..he.. maaf ya Mai. tadi aku keliling dulu sampe depan masjid sana..
ni sisa 2 box aku bawa aja.
kita makan aja ya, apa kamu mau beli makanan yang lain?"
"Ngga usah, ini aja cukup. tapi kita cari tempat yuk! masa mau di depan minimarket gini ngga nyaman banget" ajak Anna.
"ok deh" jawab Maira
"Abang tupar!!.. makasih y udah jagain tuan putri di mobil..
"ok neng, sering sering parkir di sini neng."jawab tukang parkir
"lain kali mah gratis ya bang parkir nya ha..ha.."
"siap neng, asal di temenin sama makanan dan minuman gratis mah, Abang mau mau aja.
"idih ada maunya... makasih ya bang."
Anna dan maira pun melanjutkan mencari tempat untuk mereka makan..
.
.
.
Alhamdulillah baru bisa up lagi.
klik favorit sama like dulu ngga apa apa ko.
__ADS_1
aku mau tau keberadaan kalian yang sudah baca goresan askara ku
makasih sudah mampir .