
"Papa hanya bisa mendoakan Kamu, sayang! Papa minta maaf, tak bisa hadir di sana. Kami selalu mendoakan semoga pilihan yang kamu ambil bisa kamu jangan dan kau jalankan dengan baik. Dan jangan lupa meskipun nanti kita berbeda keyakinan antara orang tua dan anak. Kamu tetaplah anak kesayangan Papa." ucap Papa Reno dari sebrang telpon.
Anna menghubungi Papa Reno perihal rencana nya esok hari. Awalnya ia ingin menunggu Papa Reno datang ke Bogor terlebih dulu. Barulah Anna melaksanakan niatan berpindah agamanya.
"Kamu harus ingat bagaimana sikap Eyang kung dan Eyang Uti kepada Om Anwar. Mereka berbeda agama tapi saling mensupport . Itulah yang Papa sama Mama jalani saat ini kepada Kamu, Nak!" nasehat Papa Reno.
Anna mengangguk setuju. Tangannya masih memegang ponsel yang masih terhubung dengan Papa Reno. Dia masih mendengarkan nasihat dan saran yang Papa Reno berikan padanya.
Sambungan telpon itu pun berakhir. Menyisakan perasaan lega untuk Anna. Sedih sebenarnya jika di ungkapkan. Papa Reno tidak bisa hadir besok. Tapi ia akan usahakan untuk hadir di acara wisuda Anna, sekitar satu mingguan lagi.
Perasaan Anna menjadi lebih lega setelah berbicara dengan Papanya. Saat ini ia mengucap doa agar di beri kelancaran dan kemantapan hati untuk esok hari.
***
Masjid Al barokah siang ini menjadi sangat ramai. Karena waktu yang bertepatan usai solat Jum'at telah diumumkan akan kehadiran seorang yang di tunggu. bertambahnya saudara seiman yang akan mengucap dua kalimat syahadat di tempat yang suci ini.
Om Anwar, Rayyan sudah berada di Masjid itu terlebih dulu. Mama Ami, Tante Melly, Anna dan Risma baru saja datang. Sebelumnya mereka menunggu solat Jum'at selesai di rumah saja, barulah mereka menuju Masjid Al barokah karena arak Masjid dan rumah Tante Melly tak begitu jauh.
Anna memantapkan hati saat memasuk ke dalam area masjid. Mama Ami memberikan sentuhan lembut di tangannya, lalu mengangguk untuk meyakinkan Anna.
Anna kembali melangkah pasti ke dalam masjid.
Anna memberitahu sahabat nya Maira semalam, perihal rencana nya hari ini. Anna meminta maaf karena tak bisa menemani Maira dalam sidang akhirnya. Maira begitu senang mendengarnya, saat Anna bilang akan berhijrah hari ini. Ia pun memakluminya. Malah Maira berjanji akan datang ke rumah Om Anwar untuk menemui sahabatnya tersebut. Maira juga meminta maaf tak bisa menemani Anna. Hari ini adalah sidang akhir Maira.
Semua sudah berkumpul di dalam masjid. Beberapa warga sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing, dan sebagian bertahan di sana. Mereka ingin menyaksikan keponakan dari orang yang paling disegani di perumahan itu berhijrah.
Mereka duduk melingkar di dalam Masjid agar semua bisa melihat dan mendengarkan pembacaan Dua kalimat syahadat itu dengan khusyuk. Semua persyaratan sudah terpenuhi. Dengan mengucap Basmallah acara itu di mulai. Bapak Haji Dayatul Solihin akan membimbing Anna.
"Bismillahirrahmanirrahim"
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, Alhamdulillah ...Alhamdulilahi rabbil ‘alamin, Was sholatu wassalamu ‘ala, Asyrofil ambiyaa iwal mursalin, Sayyidina wa maulana Muhammadin, Wa ‘alaa ‘alihi wa shohbihi ajmain. Ama ba’du."
"Kola Robisrohli diri wayasiru Amri Wahluluqdatan Min Lisani YafQohul kauli."
"Solawat serta salam senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhamad SAW, kepada keluarga, sahabat dan kepada kita umatnya. Senatiasa kita semua mendapatkan syafaat di Yaumil Qiyamah ( Amin ya Rabbal Alami).
"Yang terhormat, seluruh keluarga dari Bapak Anwar Puadi yang hadir pada hari ini."
__ADS_1
"Yang terhormat semua warga yang hadir dan tidak saya sebutkan satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada kalian semua."
"Sebelum acara kita mulai marilah kita bersama-sama membaca Ummul Quran, yang mudah-mudahan di Masjid ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat dunia dan akhirat."
"Alahadiniyah wa'ala kuli niyatin Solihan wa'ila hadrotin nabih Al- Fatihah."
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيم(1)
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعالَمِينَ (2)
الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ (3)
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5)
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6)
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ (7)
Kini Acara ini akan segera di mulai, kebetulan saya sendiri, Bapak Haji Dayatul Solihin. Kita langsung saja mulai acara ini. Saudari Priscillia Annette apakah saudari benar yakin dengan niat saudari berada di sini? tanpa ada paksaan dan tulus datang dari hati nurani saudari sendiri?" tanya Pak haji Dayatul Solihin.
"Alhamdulillah," jawab mereka yang ada di dalam masjid kompak.
"Sebelumnya Saudari Anna mungkin sudah di beritahu oleh Pak Anwar syarat mutlak dalam berpindah keyakinan ini, karena beliau sudah berpengalaman dalam hal ini!" ucap Pak Haji Dayatul Solihin.
Anna mengangguk dan membenarkan itu. Tadi pagi Om Anwar menjelaskan secara rinci kewajiban dan apa saja yang harus Anna lakukan untuk menjadi seorang muslim yang taat.
Pelajaran. yang selama ini ada pelajari sedikit demi sedikit. Berteman dengan Maira serta beberapa pelajaran yang ia dapat dari Abbas tak membuatnya kesulitan untuk belajar ilmu Islam. Bersyukur Ia selau berada di dekat orang muslim. Mungkin itulah yang menjadi dorongan hatinya semakin kuat untuk ia berpindah keyakinan.
Arahan dari Bapak Haji Dayatul Solihin yang membimbing Anna mengucap dua kalimat syahadat berjalan dengan lancar.
Semua nampak bersyukur mendengarnya. kemudian Pak Dayatul Solihin memimpin doa setelah itu.
Anna di wajibkan untuk mandi besar terlebih dulu barulah menjalani kewajiban solat sebagai muslim untuk pertama kalinya.
Ucapan syukur terdengar dari semua orang yang berada di sana. Dengan bertambahnya saudara seiman hari ini. Selanjutnya Pak Dayatul Solihin hanya memberi sedikit tausiah untuk kita semua mengenai menjadi seorang mualaf yang baik. Tak lama acara itu di tutup olehnya.
__ADS_1
"Alhamdulillahirobilalamin, semoga saudari Priscillia Annette Nurcahyani bisa menjadi muslim yang taat kepada agamanya saat ini. Kita doakan semoga dia selalu mendapat ilmu dan syafa'at yang membantu nya menjadi muslim yang baik, InsyaAllah, Amin ya rabbal alamin, Acara saya tutup dengan mengucap Hamdalah, Alhamdulillahirobilalamin."
"Terima kasih kepada semua warga yang ikut menjadi saksi hijrahnya seorang Priscillia Annete Nurcahyani yang biasa di panggil Neng Anna. Semoga kita semua selalu di berikan Rahmat dan hidayah oleh Allah SWT."
Wabillahi taufik wal hidayah Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh."
Om Anwar menambahkan nama belakang kepada Anna. Sebagai tambahan nama Islamnya. Acara yang berlangsung hikmat dan haru membuat Tante Melly langsung mendekati dan memeluk Anna. Berucap syukur kepada sang pencipta.
Di luar Masjid seorang pria berdiri tak jauh dari halaman depan masjid tersebut. Ingin bertegur sapa saat melihatnya datang bersama keluarga usai solat Jum'at tapi dirinya merasa tak enak hati jika ikut bergabung di sana.
Abbas menunggu sampai Anna selesai melakukan ijab kalimat syahadat nya. Sampai mereka keluar dari area masjid, barulah ia berani mendekati Anna dan keluarga Om Anwar. Abbas memperhatikan gadis berhijab warna dusty pink senada dengan gamis yang dipakainya. Cantik, itulah kata yang Abas ucapkan dalam hatinya.
"Assalamualaikum," sapa Abbas ketika mereka berada di halaman depan masjid hendak menuju parkiran mobil.
.
.
.
.
bersambung
nulis bab ini tuh bener-bener punya keberanian. Maafkan jika ada kata yang salah.
ikuti kisah selanjutnya .. kehidupan setelah berhijrah nya Anna.
kasih like, komen dan vote ya .
mampir ke ig ku juga ya @mayya_zha.
.
.
.
__ADS_1
Mau kasih rekomendasi karya ni dari teman kita.