Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Rayyan Jadi Nikah


__ADS_3

Sore itu menjadi acara lamaran dadakan seperti tahu bulat oleh keluarga Rayyan. Pembicaraan semakin serius saat Abi Khaliq meminta waktu antara lamaran hari ini dengan akad nikah tidak terlalu lama. Dan waktu yang diberikan pada Rayyan sekitar satu bulan setelah hari ini.


Senyuman bahagia tak henti-hentinya terpancar dari wajah Rayyan. Kebahagiaan dan rasa syukur ia rasakan.


"Ingat kalian sering bertemu di kantor, jaga jarak dan pandangan!" Abi Khaliq memperingati keduanya. Sebab Maira dan Rayyan berada di devisi yang sama sudah pasti mereka akan lebih sering bertemu.


"Kalau boleh saya meminta, Maira diijinkan berhenti dalam waktu dekat ini atau dipindahkan ke bagian lain. Bukankah mereka satu devisi. Saya tidak mau putri saya sering bertemu dengan calon suaminya. Saya selaku orang tua Maira tidak mau hal yang tidak diinginkan terjadi sebelum menikah," ucap Abi Khaliq pada Om Anwar.


"Saya akan mengurus semuanya, Anda tidak perlu khawatir Pak Khaliq," balas Om Anwar.


Abi Khaliq tersnyum lega. "Maaf jika saya terlalu banyak meminta."


"Wajar, Pak! Semua orang tua pasti ingin yang terbaik untuk anak-anak nya. Saya akan jamin Maira aman dari Rayyan. Saya akan memisahkan mereka untuk sementara waktu. Dan saran saya lebih baik Maira mengundurkan diri sebelum menikah. Alangkah lebih baik jika seorang istri berasa di rumah. Biar suami yanf bekerja." Om Anwar menoleh ke arah putranya. Rayyan merasa terintimidasi oleh tatapan papanya.


"Saya juga menginginkan begitu. Tapi saya serahkan pada Maira. Bagaimana, Nak?"


"Maira juga maunya begitu, Bi! Tapi apa perusahaan tidak memberatkan jika Maira keluar sebelum kontrak kerja berakhir?"


"Kamu lupa, Pemilik perusahaan tempat kamu bekerja itu milik calon papa mertuamu, Sayang!" Ucap Tante Melly sembari mengelus pelan pundak Maira.


"Iya betul banget, tuh, Mai! Bebas orang Om Anwar yang pegang kuasa!" Anna menimpali.

__ADS_1


Maira hanya bisa tersenyum menanggapinya.


Kesepakatan dan rencana sudah dibicarakan. Rayyan benar-benar tidak menyangka hari pernikahan Darren menjadi berkah untuk dirinya.


****


Hari demi hari berganti bergitu lama menurut Rayyan. Rasanya sudah seperti satu tahun padahal baru dua minggu waktu telah berlalu.


Kesibukan pernikahan begitu terasa oleh Tante Melly. Pernikahan yang ia harapkan akhirnya terjadi juga. Bahagia itu yang di rasakan oleh wanita itu.


Tante Melly turun tangan sendiri untuk pernikahan Rayyan. Segala sesuatunya rak ada yang terlewat sedikitpun.


Tante Melly ingin pernikahan Rayyan dengan Maira berlangsung di tempat yang mewah. Awalnya Maira menolak. Tapi Tante Melly sendiri yang menginginkan hal itu dan Maira pun tidak bisa menolak.


"Ko masih manggil Tante sih? Mulai sekarang panggil Mama ya!" titah Tante Melly pada Maira dari seberang telepon.


"Iya, Mah!" jawab Maira sedikit ragu saat berucap. Maira masih merasa canggung. sudah tiga hari ini Maira berhenti bekerja. Maira memilih risen dari perusahaan agar bisa fokus pada pernikahannya. Lagi-lagi berkat Om Anwar yang turun tangan langsung ke bagian HRD untuk pengunduran diri Maira.


Banyak desas desus miring beredar tentang Maira. Ada yang bilang Maira hamil duluan dan ada yang bilang Maira beruntung bisa mendapatkan anak dari direktur perusahaan tempatnya bekerja.


Ada beberapa karyawan yang berspekulasi soal pernikahan itu tidak akan berlangsung lama. Berpikir ulang soal kebiasaan Rayyan dulu. Bergonta-ganti ganti pacar, mereka beranggapan Maira hanya menjadi pelampiasan Rayyan sebab Bella wanita yang belum lama dekat dengan Rayyan dikabarkan telah menikah dengan salah satu aktor terkenal. Dan Maira menjadi pelarian Rayyan.

__ADS_1


Isu yang beredar tak membuat Rayyan gentar. Ia tipikal pria yang masa bodo, selagi ia tidak pernah berbuat salah. Rayyan berpikir semua pasti berlaku seiring berjalannya waktu. Saat ini Rayyan hanya ingin fokus dengan pernikahannya.


Pernikahan yang akan diadakan secara meriah itu akan terlaksana dalam kurun waktu beberapa hari lagi.


Tante Melly bukannya tidak ingin mengadakan acara sederhana. Tapi ia berpikir, pasti banyak kolega bisnis suaminya yang akan datang. Semua dari berbeda perusahaan. Tante Melly baru pertama kali ini menikahkan putranya jadi ia ingin acara resepsi sekaligus akad nikah dilakukan di ruangan terbuka. Sebab akan ada rangkain acara Sunda campur Betawi nantinya.


Maira ingin ada lengser pada pembuka saat menyambut keluarga dari pihak lelaki. dan Rayyan ingin ada adu pantun dan silat saat juga saat itu.


Jadi dua adat akan dikolaborasikan pada hari pernikahan Rayyan dan Maira.


Bersambung.....


Kondangan.... kondangan.....


siapa yang mau bareng.....


Sebelum berangkat kondangan baca karya temen otor yuk..


mampir ya ke karyanya.


__ADS_1


Mampir yak!


__ADS_2