
Acara kumpul bersama usai sidang pun berakhir.
Anna, Maira, Dita dan Nia kini duduk bersama di terminal tak jauh dari Kedai Bakso Rudal itu.
Mereka merencanakan kegiatan Wisuda yang akan di gelar tiga hari lagi. lebih cepat dari jadwal yang sudah di tentukan.
Jadwal sidang yang di percepat membuat dua fakultas harus melakukan sidang yang sama dalam satu hari.
Anna, Nia dan Dita memberi semangat kepada Maira karena esok, dia lah yang akan mengikuti sidang akhir.
"Kita sudah tenang ya, rasanya tuh kaya bebas banget, beban pikiran satu bulan menyiapkan skripsi terbayar sudah dengan berakhirnya sidang akhir ini" ucap Anna.
Wajahnya terlihat mengembangkan senyum senang usai sidang akhir. Apalagi penampilan nya saat acara sidang yang membuat para dosen penguji memberikan Standing Applause kepadanya.
Tak lama Nia di jemput oleh seseorang yang di ketahui Anna sebagai kekasihnya. Baru beberapa minggu mereka berpacaran. Ridwan dia adalah Mahasiswa jurusan teknik informatika.
"Aku duluan ya, Ridwan sudah datang" Nia berdiri saat melihat Ridwan menghampirinya.
"Cieee, yang di jemput sama pangeran nya. perayaan ke dua dong?" ledek Anna.
"Apaan sih, An" Nia tersenyum malu.
"Kita duluan ya!" Nia melambaikan tangan saat ia sudah berada di atas motor Ridwan.
"Sorry ya, Kita duluan" sambung Ridwan pamit kepada Anna dan teman-temannya.
"Ok. hati-hati, Nia, Ridwan!" Anna membalas lambaian tangan Nia.
Dita juga pamit karena ojek online nya sudah tiba lebih dulu.
"Aku juga pamit ya," Dita berdiri saat ojek online Tiba di hadapan mereka.
Kini tinggal Anna dan Maira yang berada di terminal. Anna menunggu mobil online sedangkan Maira menunggu Abi Khaliq menjemputnya. Mereka berdua berbincang sesaat sebelum kedua jemputan datang. Anna memberikan semangat untuk Maira. Ia berjanji akan hadir di acara sidang akhirnya, besok. Sama seperti hari ini, Maira yang sudah menyempatkan waktunya untuk Anna.
"Thank's banget loh, Mai. kamu sudah nyempetin waktu buat kasih semangat buat aku!" ujar Anna.
"Sama-sama, An. Enggak usah berterima kasih deh. sama siapa aja! Oh ya, mending bareng sama Aku, An. pulangnya! Aku 'kan lewatin tempat kos An kamu. jadi kamu bisa ambil mobil dulu di sana." usul Maira.
"Lagi males banget nyetir, Mai! lelah banget hari ini, Aku pesen mobil online aja, biar langsung ke Jakarta aja!" keluh Anna.
Sidang Akhir hari ini sudah menguras pikiran dan tenaga Anna. Rasa lelah dirasanya, tapi mengingat sang Mama telah datang untuknya. Rasa lelah itu sirna berganti semangat ingin segera bertemu orang yang ia rindukan selama ini.
__ADS_1
Abi Khaliq dan mobil online pesanan Anna datang bersamaan. Anna terlebih dulu menyapa Abi Khaliq.
"Assalamualaikum ... Abi," sapa Anna kepada Abi Khaliq yang berada di dalam mobil.
"Waalaikumsalam, An! Kamu mau sekalian pulang bareng sama kita!" tanya Abi Khaliq.
"Terima kasih, Abi. Anna sudah pesan mobile online." Anna menunjuk ke arah mobil online yang berada di sebrang jalan.
"Loh kenapa tidak bareng saja sama kita, kan sejalan,"
Maira masuk ke dalam mobil, duduk di samping Abi Khaliq.
"Anna mau ke Jakarta, Bi! ada Mama nya dari Surabaya datang tapi Beliau singgah di rumah Om Anwar di Jakarta." Maira membantu Anna menjelaskan kepada Abi Khaliq.
"Oh ... begitu."
Anna tersenyum menanggapinya.
"Salam untuk Mama mu dan keluarga pamanmu di Jakarta, An" ucap Abi Khaliq.
"Iya, Abi. Nanti Anna sampaikan."
"Waalaikumsalam" jawab Maira Dan Abi nya kompak.
Mereka berpisah sesuai arah tujuan masing-masing. Maira dan Abi Khaliq pulang ke rumahnya sedangkan Anna harus melanjutkan perjalanan dari Bogor menuju Jakarta.
Perjalanan ke rumah Om Anwar tidaklah lama, jika lewat jalur pintas tol Jagorawi. Waktu tempuh lewat jalan tol tersebut hanya sekitar 1 - 1,5 jam perjalanan. keluar dari jalur Jagorawi tak jauh Anna akan Sampai di gerbang perumahan di mana Rumah Om Anwar berada, tetapi jalan menuju gerbang itu harus memutar terlebih dulu, agar jalan keluar Tol tidak macet oleh mobil yang akan keluar dan masuk jalur Tol.
Lokasi yang cukup strategis. Om Anwar memilih perumahan di daerah sini karena Ia jarak dengan Tol dan pusat perbelanjaan yang begitu dekat dengan rumahnya.
Sepanjang perjalanan Anna mengobrol dengan Pak supir agar menghilangkan kejenuhan saat di jalan. Banyak yang Pak Supir cerita tentang kesehariannya dan kehidupan menjadi supir.
Anna melihat Pak Supir mengendarai mobil seperti gelisah. Setelah obrolannya terhenti saat Ia menerima telpon melalui headset. Anna tak tahu apa yang mereka bicarakan Karena Pak Supir tak sedikitpun berbicara saat menerima telpon. Anna mencoba memberanikan diri bertanya kepadanya.
"Pak, maaf saya lihat dari tadi bapak seperti gelisah dan cemas! ada apa ya?" Anna bertanya ragu, tapi Ia harus memastikan kenapa Pak supir terlihat begitu cemas.
"Iya, neng ... tadi istri bapak telpon anak bapa panas nya tinggi sambil mengigau lagi!" jawab Pak Supir.
"Coba pinggirkan mobilnya sebentar, Pak!"
Pak Supir pun mengikuti perintah Anna. karena memang ia pun cemas dengan keadaan cucunya. Mobil online itu pun menepi di pinggir jalan. Pak Supir menceritakan kecemasannya kepada Anna. Ia takut jika terjadi sesuatu kepada anaknya. Biasanya anak pak supir akan mengalami kejang jika panasnya tak kunjung turun, itu yang ia cemaskan.
__ADS_1
"Ya sudah! kalau begitu Bapak putar balik aja ke Bogor sekarang. biar saya turun disini!" usul Anna.
"Tapi tujuan nya si Neng belum sampai," Pak Supir tak enak hati kepada Anna.
"Enggak Pa-pa, Pak! sebentar lagi sampai ko. saya bisa hubungi saudara saya untuk jemput di sini! ongkos kirimnya sudah saya bayar lewat aplikasinya ya Pak! dan ini sedikit untuk berobat anak Bapak" Anna memberikan sedikit uang untuk membantu Pak Supir.
Anna tahu mobil yang di gunakan Pak Supir adalah mobil rentalan. Jadi pak supir hanya mendapat jatah sebagai supir saja. tiap hari ia harus membayar uang sewa kendaraan nya.
"Ini apa, Neng! Bapak jadi merepotkan. harusnya Bapak antar sampai tujuan. malah Bapak yang di beri uang ini sama si Neng."
"Sudah rejeki Bapak dan keluarga, terima saja! saya turun di sini saja. Bapak hati-hati bawa mobilnya. tenangkan pikiran Bapak. Saya doakan anak Bapak cepat sembuh." Anna menenangkan Pak Supir.
"Aamiin" jawab Pak Supir.
"Saya turun ya, Pak! ingat hati-hati dalam berkendara Pak!" Anna Kembali mengingatkan.
" Baik, neng. Sekali lagi terima kasih banyak, Neng"
"Sama-sama, Pak".
Anna turun dari mobil online itu. Pak supir pun berbalik arah memasuki jalan Tol Jakarta-Bogor.
"Semoga anak Bapak itu tidak kenapa-napa" gumam Anna dalam hati.
.
.
.
.
.
Terima kasih buat kalian yang masih setia.
tetap dukung karya ku ya, like komen ya di setiap ceritanya sebanyak- banyaknya biar karyaku makin ok.
Buat kalian yang masih menunggu up dari ku, kalian bisa mampir ke karya temanku ni. seru loh ceritanya dari Author Sunflower kepoin yuk ceritanya
__ADS_1