
Indahnya hiasan bunga yang tersusun rapi di pelaminan, kursi tamu yang disusun sejajar rapi dan berbagai hiasan bunga yang terpasang sempurna membuat tempat resepsi itu menjadi sangat indah.
Konsep pernikahan outdoor yang dipilihkan Bu Lidia sangat sesuai dengan keinginan Anna.
Para tamu undangan menatap kagum ke arah wanita cantik bergaun putih dengan skor gaun yang panjang menjuntai. Anna berjalan pelan menuju pelaminan. Vira dan Meisya begitu cantik dan lucu berjalan di belakang Anna, sedangkan Aldo dan Tino berjalan mengiringi Anna di kiri dan kanannya.
Kecantikan yang terpancar dari seorang Anna membuat mereka semua tak henti memujinya.
“Wah, cantik sekali istri dari Pak Abbas!” ucap salah seorang tamu undangan yang tak lepas memandang Anna.
“Gak nyangka Abbas pintar cari istri,” celetuk teman Abbas yang menjadi tamu undangan saat itu.
Banyak lagi ucapan yang berbisik tentang pasangan pengantin itu. Banyak juga wanita yang patah hati pada pria dingin itu.
“Gagal deh gue, jadi kompor buat dia!” keluh salah satu wanita yang bekerja di kantor Abbas. Wanita itu memang mengagumi bos dinginnya itu.
“Maksud lo?” teman di sampingnya tampak bingung dengan celetukan yang di dengarnya.
“Kompor yang bisa melelehkan hati bos Abbas.” Jelas wanita itu.
“Udah deh, jangan ngarep! Mending kita nikmatin aja hidangan yang ada. Bos kita sudah punya kompor lain yang bisa melelehkan hatinya,” ajak si teman wanita itu.
Keduanya berlalu menuju meja hidangan yang tersedia.
__ADS_1
Pria tampan ber-jas putih berdiri dengan gagahnya menyambut kedatangan Anna yang masih berjalan pelan mendekatinya.
Senyum lebar Abbas berikan. Tangannya pun terulur saat Anna sampai tepat di hadapannya. Ke empat pengiring pengantin pun menyingkir dari sisi Anna sebab sangat pengantin wanita sudah disambut oleh pengantin pria.
Alunan musik terdengar saat Anna menyambut uluran tangan Abbas.
“Kamu cantik sekali, Sayang!” ucap Abbas pelan tapi begitu jelas terdengar oleh Anna saat mereka saling berhadapan.
Anna tersenyum malu membalasnya.
Pembawa acara mengajak Para tamu undangan bertepuk tangan untuk kedua pengantin tersebut. Sungguh pasangan yang begitu serasi. Mereka berdua bagaikan raja dan ratu hari ini.
Kebahagiaan seakan terpancar di wajah kedua orang tua Anna. Mama Ami memancarkan senyum kebahagiaan untuk putrinya. Begitu juga dengan Papa Reno. Hari ini ia melihat putrinya bagaikan seorang Princess. Impian yang menjadi kenyataan.
“Ya, cantik seperti mamanya! Akhirnya impian kecil putri kita yang ingin menjadi princess saat ia menikah sudah terlaksana. Papa merasa bahagia sangar bahagia.” Papa Reno mengusap pelan punggung tangan Mama Ami yang tengah merangkulnya.
Semua terlihat bahagia, termasuk Bu Lidia. Wanita yang selama ini membesarkan Abbas dengan penuh kasih sayangnya.
Pak le Mahmud, kakak dari almarhum ibu Abbas pun ikut hadir dalam resepsi pernikahan mereka.
Sambutan dari Abbas mengawali acara resepsi pernikahan itu. Ucapan rasa syukur ia ucapkan, Abbas pun memperkenalkan secara resmi Anna kepada semua rekan bisnis dan teman-temannya.
Mereka tidak menyangka, Pria dingin seperti Abbas telah mengakhiri masa lajangnya. Sebab Abbas tidak pernah terlihat bersama seorang wanita selain Naina, sekretarisnya di kantor itu pun jarang. Abbas lebih sering berdua dengan Rio. Bahkan sempat beredar mereka berdua belok.
Para tamu undangan bergantian memberikan selamat kepada Anna dan Abbas termasuk Galen dan Aline yang datang berdua ke acara itu.
__ADS_1
“Selamat atas pernikahan kalian! Baru kali ini, kita bisa mempertemukan pasangan masing-masing!” ucap Galen seraya memeluk singkat pria yang jadi raja sehari saat itu.
“Terima kasih!” Abbas melirik Aline di samping Galen kemudian beralih kepada Anna membisikkan sesuatu kepadanya.
“Sayang ini, istrinya Galen!” bisik Abbas. Anna lekas tersenyum hangat ke arah Aline.
“Salam kenal!” Anna mengulurkan tangannya tapi Aline lekas menarik Anna ke dalam pelukannya.
“Selamat atas pernikahan kalian, semoga di berkahi kebahagiaan dan cepat mendapatkan momongan,” bisik Aline lalu mendapat anggun adam senyuman dari Anna.
“Terima kasih, Kak!” balas Anna sebab ia tidak tahu harus memanggil Aline dengan sebutan apa.
“Sama-sama!” sahut Aline setelah pelukan mereka terlepas.
“Ke mana putra kalian?” tanya Abbas kepada Galen.
“Baby Zayn ada di rumah bersama Aunty nya! Kasian kalau dia ikut ke sini, perjalanan jauh?” Aline yang menjawab pertanyaan Abbas.
Tak mau membuat panjang antrian saat pemberian selamat kepada kedua pengantin. Aline dan Galen lekas turun dari pelaminan kemudian berjalan menuju tempat makanan yang tersedia di sana.
Aline mengajak Galen menuju tempat makanan yang menyediakan aneka ragam makanan khas Bogor, Aceh dan Surabaya ada di sana. Sangat unik dan beragam. Aline yang tergiur ingin merasakannya sedari tadi hanya saja ia merasa tidak enak karena acara baru saja di mulai.
Usai menyantap makanan Galen dan Aline pamit untuk pulang sebab Aline tidak tenang jika meninggalkan baby Zayn terlalu lama.
...Bersambung...
__ADS_1