
Perjalanan menuju tempat perkemahan memerlukan waktu beberapa jam. Bus pun berhenti tepat di kaki gunung. Suasana sejuk dan pemandangan yang membuat semua mata merasa lebih segar dan terpesona akan keindahan pemandangan di sekitarnya. suara burung berkicau yang terdengar begitu merdu seperti melodi menyejukkan jiwa. jauh dari bising suara kendaraan dan polusi seperti di kota.
Satu persatu penumpang bergantian turun dari bus, semuanya menatap takjub akan keadaan sekitar mereka. Merasakan sejuknya udara pegunungan.
"Akhirnya sampai juga kita" seru Anna dan Nia sambil keluar dari bus dan meregangkan tangan yang terasa pegal saat di perjalanan.
"Wah!! keren banget pemandangannya. Ngga nyesel deh ikut kesini, meski perjalanan nya bikin pantat panas.. he..he.. tapi sayang banget gue ngga bawa pacar kan enak tempat dingin gini ada yang nemenin" sahut Bayu teman satu geng dengan Ardi.
"hu..hu... seru mahasiswa yang lain.
"Apa sih lo pada, pada iri Aja" Segah Bayu.
"Lom sampe kali. masih jauh perjalanannya, jangan seneng dulu, seru Danu yang berjalan melewati mereka.
Semua mahasiswa dan guru pembimbing harus berjalan naik ke gunung menuju perkemahan yang sudah di siapkan sebelumnya. Ada beberapa tenda yang sudah di didirikan sebelumnya. Awal rencana, tenda tenda akan didirikan oleh para pelajar tapi di karenakan perjalanan yang cukup memakan waktu dengan kegiatan yang padat dengan waktu yang singkat, akhirnya pembimbing yang sudah tiba di area itu lebih dululah yang mendirikan tenda, supaya ketika sampai perkemahan mereka tinggal istirahat setelah itu bisa langsung melanjutkan kegiatan yang telah tersusun rapi oleh para pembimbing.
Perjalanan menuju tempat perkemahan melewati rumah penduduk yang jaraknya agak berjauhan dengan yang lain.
Mereka pun sampai di tempat perkemahan beriringan. Ada yang masih tertinggal di bawah karena jalur menuju lokasi menanjak, beruntung jalan yang mereka lalui sudah bagus beraspal.
Lokasi perkemahan terletak di atas bukit. Beruntung di dekat area itu terdapat mushola, jadi mempermudah mereka melaksanakan ibadah dan tempat untuk membersihkan diri.
Rumah penduduk di sekitar pun terlihat asli dari kayu dan bilik, terlihat bersih dan nyaman. Hanya ada beberapa yang sudah di renovasi menjadi bangunan permanen.
Mayoritas penduduk sekitar bekerja sebagai petani, ada sebagian yang pergi merantau, mencari peruntungan dalam mencari nafkah ke kota.
"Huh...cape juga ya!" sahut Asrul dengan nafas yang ngos ngosan Karena kearena perjalanan yang menanjak ketika sampai di area perkemahan. Ia melepaskan tas ransel di punggungnya langsung merebahkan badannya di rumput hijau.
" Gila!!.. Baru juga Sampai udah cape banget gu! Asal jangan naik terus aja pas kegiatan, bisa rontok kaki gue." ucap Asrul.
"Namanya juga naik gunung bro, kalau pengen enak Lo seluncur deh sambil berenang di kolam renang, baru enak!"
Sepanjang perjalanan , Anna tak merasa lelah karena di perjalanan ia memotret pemandangan sekitarnya.Anna asik memotret pegunungan dari atas menggunankan kameranya. Ia pun sempat memotret rumah penduduk dan kegiatan mereka di luar rumah, sambil terus melangkahkan kaki menuju lokasi, melewati kebun sayuran. Anna melihat di sebelah kiri jalan kegiatan para petani, mereka sedang memanen hasil berkebun mereka.
__ADS_1
"Permisi pa!, saya ijin ambil gambar nya ya!.sapa Anna kepada petani di sana.
"Nya sok mangga neng" jawab petani tersebut.
Anna langsung memotret pemandangan para petani .
"Duh.. ini neng geulis sama aa ganteng pisan Bade kamana atuh meni barengan kitu leumpangna( duh neng cantik sama ganteng banget mau pada kemana sampe sama sama jalannya).
"Kita mau ke perkemahan di atas bukit sana Buk, pak!..jawab Nia yang kebetulan bersama Anna.
"oh, nu di bukit tea nya neng,"
"iya pak!.
"Bapak gening hapal rek Aya nu kemah di bukit!" tanya si ibu berkaos merah.
"hapal atuh kan kamari bapa ngabantosan ngababad jukut diditu, da cek pa RT rek di pake kemping ku mahasiswa!" sahut pak tani.
"oh Kitu" jawab si ibu.
"sok mangga neng,
"Indahnya pemandangan di sini, coba M no koaira ikut pasti bakal betah dia di tempat adem begini..
ketika sedang asik mengambil gambar, ia merasa ada yang berjalan mendekat kearahnya.
"An, mau gue temenin ngga?" tanya Ardi sambil mengikuti langkah kaki Anna. Ardi belum menyerah mendekati Anna,
Anna memutar tubuhnya dan menoleh kepada Ardi yang jaraknya hanya beberapa langkah dari dirinya.
"Ngga usah, gue udah ada yang nemenin" sahut anna. Anna hanya tersenyum masam kemudian melanjutkan pemotretan nya.
"An, aku duluan ya! mau buru buru ke toilet, ngga nahan ni kebelet pipis." ucap Nia yang sedari tadi menemani Anna berjalan.
"Ih!! bareng dong."
__ADS_1
"Bentar Lagi juga nyampe, An! tuh ada Ardi! udah ngga nahan soalnya!" tutur Nia, padahal itu hanya alasan Nia saja. karena ia tahu Ardi sedari tadi mengikuti Anna jadi lebih baik ia menjauh dulu.
Ardi terus mengikuti langkah anna.
"An, tunggu dulu kenapa sih! gue mau ngomong sama Lu? Hardik Ardi tak sabar.
Anna yang berjalan sambil sesekali memotret pemandangan sekitarnya, mengacuhkan panggilan dari Ardi.
"Kenapa Lo ngga pernah mau Nerima perasaan gue an? gue suka sama Lo?gue kira setelah kita beberapa kali jalan bareng Lo bakalan mau Nerima cinta gue. gue minta maaf an atas kejadian waktu itu? gue ngga bermaksud buat ngga sopan sama Lu?"Cecar Ardi.
Anna langsung menghentikan langkahnya. Merasa geram terus di ikuti.
"Asal Lo tau ya, Ar! gue ngga kaya cewek yang pernah Lu deketin sama Lu pacarin! mereka mau mau aja Lu pegang- pegang, jadi jangan samain gue sama mereka!" sentak Anna yang berbalik melanjutkan langkahnya meninggalkan Ardi.
"****!! masih ngikutin aja si tuh orang"batin Anna.
"Ok, gue maafin lu, Ar! kita masih bisa berteman. Tapi maaf kita ngga bisa sedekat dulu!. Sampai akhirnya Anna dan Ardi beserta yang lain tiba di perkemahan.
"Makasih Udah maafin Gue!"Balas Ardi.
.
.
.
...Jangan pernah bosan ya. kasih Author 👇...
... like 👍...
... favorit❤️ ...
...komen✍️ ...
...sebanyak banyaknya buat kasih kritik di novelku....
__ADS_1
...salam hangat dari Author Mayya_zha...