Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
8. kamu mengenalnya


__ADS_3

Mobil Anna melaju melintasi jalanan kota Cibinong.


ia berhenti di taman kota. terdapat danau buatan yang indah, di sana juga terdapat bangku santai, permainan anak anak dan taman yang di tumbuhi rumput buatan agar anak anak menjadi nyaman berada di sana.


biasanya tempat itu ramai pengunjung di sore hari dan akhir pekan. karena tempat itu memang diperuntukan untuk tempat bersantai cocok untuk keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga dan anak anak mereka.


Anna menepikan mobil dan masuk area parkir di taman tersebut.


"Kita makan di sini aja ya Mai, tanya Anna


"Boleh, tempatnya adem nyaman lagi,


ko sepi ya,An? ucap Maira sambil melihat sekeliling taman tersebut.


"Ya iyalah skrg kan masih siang! biasanya ramai kalau sore atau akhir pekan. yuk! ah, kita ke sebelah sana aja ya, Mai! di sebelah sana saja ya! di bawah pohon beringin biar ngga panas banget" ajak Anna. Aku beli tambahan cemilan dulu, kamu tunggu di sana ya, Mai!


"Ya" jawab Maira singkat.


***


Anna dan maira makan tanpa bersuara.


Aetelah selesai makan mereka masih bersantai dan menikmati suasana taman di siang hari, hanya ada beberapa pengunjung yang sedang beristirahat dan menikmati jajanan di pinggir taman.


"Kamu tau, Mai! tadi di depan parkiran masjid aku ketemu sama si motivator tadi.


ngga nyangka ya, Bang Abbas kalau di depan banyak orang dingin tegas banget begitu.


Tapi asik kalo di ajak ngobrol. Aku juga baru tadi bisa ngobrol panjang lebar begitu he..he..


Kalau di Rumah Bintang kemarin di cuek banget, bicara juga ngga.


Maira menoleh ke arah Anna. Terkejut akan ucapan Anna."Kamu kenal di,An? kamu juga tahu rumah bintang?" tanya Maira kepada Anna.


"Aku baru mengenalnya, kemarin!


aku juga ngga menyangka kalau dia yang akan hadir di seminar kita hari ini. kamu inget ngga, aku kan pernah cerita ke kamu,


. Aku sempat menolong seorang ibu di pasar terus nganterin dia pulang sampai rumah, pas kebetulan aku bawa mobil.


"Ya, aku ingat"


"Dan ternyata, itu ibu angkatnya Bang Abbas!


aku juga baru bertemu dia, padahal sering mampir ke sana. mungkin sibuk jadi kalau siang atau sore hari ngga pernah ada di rumah.


kebetulan kemarin dia pulang sore jadi aku juga baru kenalan sama dia!


Maira mendengarkan Anna berbicara tentang Abbas. Tapi pikiran Maira berkelana.

__ADS_1


"kenapa malah kamu yang kenal dia lebih dulu an, bahkan kamu bisa dekat dengan keluarganya. Aku yang selama ini dwkat dengannya hanya bisa memandangi dia dari jauh, bahkan harus menunggu setiap sebulan sekali untuk bisa melihatnya di pengajian. Bahkan untuk sekedar menyapanya pun aku tak punya keberanian, entah kenapa perasaan ini begitu amat mengangumi nya" batin Maira.


"Mai.. ko malah bengong! kamu dengerin aku kan? tanya Anna.


"Iya, An!. aku dengar ko"


"Lain kali, aku ajak deh ke Rumah bintang.


di sana seru, nyaman lagi. Anak-anak dan ibu Lidia sangat baik kalau aku berkunjung ke sana, rumahnya juga bikin kita nyaman betah deh kalau udah main ke sana, Mai.


"Ya nanti kita ke sana, kalau jamkul lagi libur" Balas Maira.


Tak terasa Anna dan Maira bersantai di sana hingga beberapa jam. Mereka bercerita dan berbincang tentang banyak hal. Membuat suasana di taman itu bertambah ramai dengan keberadaan Mereka.


Taman yang begitu teduh dan asri membuat mereka lupa waktu. Mereka bergegas pulang. Anna mengantarkan Maira terlebih dulu, setibanya di depan gerbang rumah Maira.


"Aku ngga bisa mampir ya, Mai! salam buat Umi sama Abi. Kalau jadwal kuliah senggang aku pasti mampir!" ucap Anna sambil melambaikan tangan.


"Terima kasih ya,An! salammu pasti aku sampaikan.


"Lain kali aku janji deh, bakalan kesini lagi.


aku mau siapin barang yang mau dibawa kemping besok, Mai!"


"Kamu jadi ikut kemping sama kelompok itu.


Kamu kan tau, Ardi pasti ikut! apa kamu ngga takut dia akan berbuat macam macam Sama kamu, An?"


jadi kamu ngga usah khawatir kalau dia macam-macam, ya tinggal teriak aja.


Makanya kamu ikut yu, temenin aku?" ucap Anna menunda kepulangannya.


"Kamu kan tau aku ngga terbiasa dengan acara seperti itu! aku lebih baik di rumah saja. Kamu harus waspada aja, An! kamu sih sering banget nolak cinta dia, tapi kalau di ajak jalan sama dia mau Aja, segala di beliin segala macem diterima terus!"


"Lah!! aku kan udah bilang kalau masih mau dekat sama aku, ya cuma bisa berteman ngga lebih! dan kalau pun di ajak jalan kan lumayan aku jadi ngga jenuh di kos, Mai!. he..he.. " Anna menyengir.


"Aku cuma ingetin kamu,An! laki laki kalau sudah menginginkan sesuatu apapun akan dia lakukan! kamu harus lebih berhati hati! " ucap Maira memperingati Anna agar lebih waspada.


"Terima kasih,Mai! pasti aku akan lebih berhati hati. Aku pulang dulu y." pamit Anna.


"Ya hati hati!!.Ucap Maira. Ia melambaikan tangan melihat kepergian Anna.


***


Pagi hari yang cerah di sambut dengan aktifitas orang-orang yang memulai kegiatan nya. Di sebuah kamar kos terdengar suara gaduh seseorang yang terbangun karena bunyi alarm berdering.


kring.kring..kring


"Aduh kenapa bisa kesiangan begini sih!

__ADS_1


padahal ngga bergadang.. Anna sibuk mengumpulkan barang-barang yang akan di bawa. Sebenarnya tak banyak barang yang ia bawa, hanya beberapa pakaian ganti,buku catatan dan kamera yang tak pernah tertinggal saat ia hendak pergi.


"Ok.. Anna semua sudah siap. let's go.


ia menyemangati diri sendiri.


Seperti biasa,Anna pergi menggunakan ojol langganannya. Sesampainya di depan kampus, semua yang akan ikut dalam perjalanan sudah berkumpul. Mereka sudah memasuki bus satu persatu. Anna pun ikut naik ke dalam bus.


"hai.. An, wah! tumben ni sendirian! kemana teman berjubah mu?" tanya seseorang dari bangku belakang terdengar oleh Anna.


Anna melirik ke deretan bangku di belakang tempat ia akan duduk. Melihat siapa yang menyapa nya, Anna tersenyum kecut.


"hai juga, ser! hebat ya seorang serli mau ikut ke gunung!. emang siap kamu harus naik gunung berjalan kaki,? Anna menarik bibir memberikan senyum mengejek kepada serli.


"Kalau bukan karena keharusan kampus untuk ikut serta, gue juga males untuk kesana! Mana gue abis meni pedi, duh kuku gue bisa rusak ni!


"Lin, ambilin gue minum dong, haus banget si gue kapan si kita berangkatnya, kenapa lagi ngga boleh bawa kendaraan sendiri, ribet banget! " Serli mengoceh tidak suka dengan aturan kampus.


Anna memutar bola matanya, malas menanggapi sapaan dan ocehan teman sebelahnya. Serli anak satu jurusan dengannya. Tapi Anna kurang menyukainya karena Serli seorang wanita yang terlalu banyak mengatur dan sok berkuasa. karena dia termasuk salah satu mahasiswa dari pemilik yayasan di kampusnya.


"Aku duduk sebelah kamu ya, Nia? belum ada orangnya kan?" tanya Anna kepada Nia yang sudah menduduki bangku.


"Silahkan an! masih kosong ko!" jawab Nia.


"Terima kasih."


Terdengar suara berisik memasuki dalam bus,


"Wah! perjalanan menyenangkan ni. ada bidadari cantik ikut serta di sini." Ardi mendekati Anna dan menyentuh beberapa helai rambut Anna.


"ish!!.. apaan si ngga usah pegang deh. Anna menepis tangan Ardi yang hendak menyentuh dagu nya.


"Jangan sok nghindar deh, An! lain kali gue ajak lagi main ke tempat yang belum pernah kamu datangi. kita senang senang di sana.


"Sorry ya.. kali ini gue g bakal mau di ajak sama cowo kaya lu!"


Ardi membungkuk dan berbicara kepada Anna yang sedang duduk di kursi penumpang. hingga nafas Ardi terasa olehnya."Kemarin Lu udah ngerasain jalan sama gue! apapun udah gue beliin buat Lu," Ardi berbisik kepada Anna!.


"Gue bakalan balikin apa yang udah lu kasih ke gue, semenjak Lu mau berbuat ngga sopan sama gue. gue anggap kita ngga kenal! Lu cowok brengsek." Anna mendorong Ardi agar menjauh darinya.


"Kita liat lo bakal gue dapetin,An!.


Ardi menyeringai licik kepada Anna..


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah singgah dan mampir di karyaku. berharap hanya like pun tak apa. berarti kalian hadir di sini..


salam hangat dari author Mayya_zha


__ADS_2