Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
perasaan berbunga-bunga


__ADS_3

Matahari sudah mencondongkan dirinya ke arah Barat. Langit senja pun sudah mulai mengeluarkan warnanya. Anna melihat pergerakan waktu di jam yang melingkar di pergelangan tangannya. hari sudah semakin sore.


Ia mendekati Bu Lidia untuk pamit pulang.


"Bu, Anna pamit pulang dulu ya, sudah sore."


"Wah ... enggak kerasa ya, waktunya cepet banget." Di simpannya potongan botol yang sudah di cat warna warni dari tangannya.


"Bang, Kamu antar Anna pulang kan?" Bu Lidia dan Anna turun dari bale gazebo kayu itu.


"Iya Bu," Abbas pun turun dari gazebo yang ukuran nya lumayan besar.


"Tunggu sebentar, aku ambil kunci mobil dulu!" ucapnya kepada Anna seraya melangkah ke dalam rumah.


Selagi menunggu Abbas, Anna juga pamit kepada Anak-anak.


"Hei, kalian makin seru aja sih? Kak Anna pamit ya, mau pulang dulu, nanti kita main lagi!" seru Anna.


"Yah, Kak Anna. kita kan belum selesai. Sedikit lagi pot-pot jadi, nih!" ucap Meisya.


"Nanti Kak Anna main lagi ke sini sekarang sudah sore. Kak Anna juga banyak tugas kuliah." Anna mengacak pelan rambut Vira yang berada di dekatnya.


"Belajar yang rajin ya, Kak Anna pulang dulu, dah ...."


"Iya, ka. Kak Anna juga hati-hati ya! sampai ketemu lagi." ucap Laras.


"Da ... dah ... Ka Anna," ucap mereka kompak. Anna tersenyum menanggapinya.


"Ibu antar ke depan. ya!"


Anna mengangguk.


Bu Lidia dan Anna berjalan melewati bangunan rumahnya tepat di samping bangunan itu terdapat lorong yang menghubungkan halaman belakang menuju ke teras rumah yang sejuk dengan pohon yang tumbuh subur.


Tak berselang lama, Abbas kembali dengan Hoodie hitam yang ia pakai di tambah file di tangannya.


Abbas pun menyusul Bu Lidia dan Anna yang sudah menunggunya di teras rumah.


"Loh, Kamu bawa apa, Bang?" tanya Bu Lidia saat melihat Abbas membawa beberapa file.


"Perjanjian kontrak untuk di Surabaya Bu, mau aku antar ke tempat Rio."


"Tumben kamu yang bawa," tanya Bu Lidia heran.


" Tadi siang, Abang pergi meeting dengan investor yang akan kerja sama dengan jasa pengiriman B.A.S, Bu! Rio pulang lebih dulu karena ada trouble di kantor"


"Oh ...! Bang, kamu jangan terlalu lelah bekerja, Nak. Pikirkan kesehatan dan mulailah mencari pendamping hidup." Bu Lidia mengusap lengan Abbas lalu menatap Anna.


Anna salah tingkah dengan tatapan Bu Lidia.


Senyum merekah Abbas tunjukan kepada Bu Lidia, saat mendapat perhatian dari Bu Lidia.


"Iya, Bu. Tak usah di pikiran. Untuk urusan jodoh, rejeki, dan Mati sudah ada yang mengaturnya. Doakan saja, Bu." Tatapan Abbas beralih kepada sosok wanita di samping Bu Lidia.


Anna semakin serba salah, Wajahnya pun merona mendapat tatapan dari Abbas. ia menggenggam erat tali paper bag yang ia pegang.


"Pasti, Nak. siapapun wanita yang akan mendampingi mu, ibu pasti akan mendukungmu selama itu pilihan hatimu."


"Aamiin ... Mungkin nanti Abbas tidak ikut solat Maghrib bareng, Bu! takutnya enggak keburu waktunya. Abbas antar Anna dulu, lalu meraih tangan Bu Lidia kemudian menciumnya dengan takzim." Abbas pamit ya, Bu.


"Ya, hati-hati, salam untuk Rio."


Anna pun ikut mencium tangan Bu Lidia. Disambut pelukan hangat dan cium pipi kanan dan kiri dari Bu Lidia.


"Ibu berdoa semoga yang kamu niatkan dan apapun urusanmu segera terlaksana dengan lancar ya, An."


"Aamiin, Terima kasih banyak, Bu" sahut Anna.


"Anna permisi"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam"


Anna dan Abbas memasuki mobil. Perlahan mobil berjalan meninggalkan Rumah Bintang. Gerbang besi berlapis kayu pun di buka Pa Dudung yang hadir bekerja.

__ADS_1


"Makasih Pa Dudung," ucap Abbas saat ia akan melewati pagar besi tersebut.


"Sama-sama, Bang!" Pa Dudung mengangguk membalas ucapan Abbas.


"Hati-hati ya." Bu Lidia melambaikan tangan kepada mereka. Di balas lambaian tangan oleh Anna.


Mobil Abbas pun bergerak perlahan meninggalkan Rumah Bintang. Perjalanan menuju tempat kos Anna lumayan Jauh. Kecanggungan terasa akibat obrolan yang menjurus ke arah pencarian pasangan oleh Bu Lidia dan Abbas di teras rumah tadi. Tapi bukan Anna namanya jika tak bisa mencairkan suasana.


"Bang, Terima kasih untuk hari ini." Anna mulai mencairkan suasana hening bersama Abbas.


"Sama-sama." Jawab Abbas tanpa mengalihkan pandangan saat mengemudi.


"Anna seneng banget deh, Bang! saat berada di Rumah Bintang rasanya tuh, beban dan pikiran yang lagi mumet hilang gitu aja"


"Oh, ya. bagaimana dengan Maira ya? Anna jadi kepikiran tadi enggak jadi makan baso bareng dia."


"Yang membatalkan janji 'kan dia, bukan kamu. jadi tak usah dipikirkan. lain kali kan bisa ke sana lagi," balas Abbas.


"Iya sih ... oh, ya, Bang! lain kali aku mau ajak Maira ke Rumah Bintang. Dia sangat antusias kalau Anna cerita tentang anak-anak. Hanya belum sempat aja Anna ajak ke sana soalnya Persiapan sidang skripsi benar-benar menguras tenaga dan pikiran Anna."


"Abang kan satu pengajian dengan Maira, masa sih enggak dekat dengan dia?" tanya Anna penasaran.


"Kenal bukan berarti harus dekat. Dia begitu pendiam, tak seperti kamu." Abbas mendelik ke arah Anna lalu tersenyum meledek kemudian fokus Kembali ke arah kemudi.


"Emang, aku kenapa?" Anna memicingkan mata menatap Abbas, curiga akan perkataannya.


"Enggak kenapa-napa, ko." Abbas kembali tersenyum meledek.


"Ih ... Abang, mau ngatain aku cerewet 'kan. banyak ngomong, enggak bisa diem. ngaku enggak?" cerocos Anna.


"Itu kamu, yang bilang ya bukan aku!" bela Abbas.


"Tapi senyuman ledekan Abang mewakili itu," Anna menyipitkan mata kearah Abbas dan memanyunkan bibirnya, membuat Abbas gemas melihatnya.


"Ha .. ha .. kamu lucu kalau lagi ngambek gini! sikap mu ini yang membuat kamu berbeda dengan yang lain, An. kamu bisa membawa susana ceria dan mendominasi sikapku yang diam" Abbas berbicara pelan dan lembut. Anna yang memanyunkan bibirnya langsung berubah tersenyum tipis mendengar penuturan Abbas.


hening sesaat. Anna kembali bersuara memecah kesunyian.


"Bang ... Bukannya Abang dulu dari kampus yang sama denganku?" selidik Anna.


"Kasih tahu dong, agar nilai skripsi ku bagus, Bang? " tanya Anna


"Belajar yang rajin, fokus sama pembelajaran." Jawab Abbas singkat.


"Dih .. Bang. Itu sih Anna tau. Hah." Anna memanyunkan bibir.


Abas terkekeh melihatnya. Merasa senang untuk menjahili Anna. sepanjang perjalanannya dengan Anna. Abbas dan Anna kembali bertukar pembahasan pribadi masing-masing. Tak pernah merasa bosan untuk berbagi cerita dengannya.


Perjalanan jauh pun tak terasa. ingin rasanya waktu bergerak pelan saat mobil Abbas akan tiba di depan kos an Anna.


"Sekali lagi terima kasih untuk hari ini" Ucap Anna.


"Sama-sama"


"Anna, pamit ya, Bang. Mm ... terima kasih juga untuk ini." Anna memegang erat Paper bag pemberian Abbas.


"Ya, semoga itu bisa menuntun niat mu."


Anna tersenyum kepada Abbas, lalu bergegas membuka pintu mobil, tapi gerakannya terhenti oleh panggilan Abbas.


"An, "


"Ya." Anna menoleh dan berbalik badan karena panggilan Abbas.


"Kenapa, Bang?"


Anna melihat Abbas seperti sedang berpikir. dia diam beberapa saat. suasana itu malah membuat nya canggung.


"Sampai bertemu lagi". Ucap Abbas lalu memandang Anna.


Anna mengernyitkan alis. Ia pikir ada hal penting yang akan Abbas ucapkan.


"Ya, Sampai bertemu lagi, Bang?" Anna membuka pintu mobil. Ia keluar dari dalam mobil lalu berdiri memberi lambaian tangan saat Abbas akan melakukan mobilnya.


Abbas balas dengan senyum seraya menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Mobil hitam itu melaju perlahan. Anna masih diam terpaku melihat mobil itu melaju hingga hilang dari pandangannya.


Kenapa di dalam hati ini seperti ada kupu-kupu berterbangan, ya?" batin Anna.


Anna memegangi dada yang berdebar saat ia membayangkan perlakuan manis Abbas terhadapnya. Dua sudut bibir tertarik saat ia teringat kejadian siang itu. Anna menggelengkan kepala seakan mengusir bayangan Abbas yang selalu terlintas dalam pikirannya.


"Aduh... udah enggak waras ni? ko kebayang dia terus sih." Anna menggerutu pada dirinya sendiri.


"Kamu, emang udah enggak waras, An!" Bisik Kia di telinga Anna.


Anna refleks menoleh ke sumber bisikkan seraya memegangi dadanya.


"Kia ...! ih, bikin kaget aja, jantungan ni?" sentak Anna.


"Abisnya, kamu dari tadi aku lihat senyum-senyum sendiri pake geleng-geleng kepala lagi. Bener enggak waras. kamu lagi jatuh cinta ya, sama cowok yang barusan itu?" ledek Kia. ia terus menggodanya sampai Anna tersipu malu.


Anna menggaruk tekuk lehernya yang tidak gatal. merasa malu dengan tingkah ya.


"Apaan sih, Ki! Mmm.... itu cum-- kalimatnya terpotong saat ia melihat pakaian yang dipakai Kia.


kamu mau kemana Ki? ko sudah rapi?" Anna mengalihkan pembicaraan merasa malu karena begitu terlihat sedang jatuh cinta.


"Dih ... pinter banget ngalihin pembicaraan"


Anna tersenyum, menunjukan deretan giginya dengan terpaksa.


"Dah ah, bingung emang kalau ngadepin orang yang lagi kasmaran. Aku mau longsif dulu, banyak kerjaan di pabrik." Kia meninggalkan Anna di teras kos an. kebetulan ojek online yang di pesan Kia datang tepat waktu.


"Mba Kia Paramita." tanya Bang ojol.


"Iya, Bang." Kia menerima helm berwarna hijau lalu memakainya kemudian duduk boncengan dengan Bang ojol.


"Da .. dah ... An, aku kerja dulu. Lulus kuliah dulu, baru pacaran." Kia kembali meledek Anna.


"Siap, mamake" Anna menunjukan jari jempolnya.


Ojek online itu pun berlalu meninggalkan Halaman rumah kos yang bersih itu.


"Anna berbalik hendak melangkah ke dalam kos an.


"Ting" langkahnya terhenti saat ponselnya mengeluarkan bunyi notifikasi dari Aplikasi hijaunya.


Anna mengeluarkan benda pipih itu dari dalam tasnya. ia geser tombol pengunci ponselnya.


di bukanya aplikasi hijau di sana.


"Abang Abbas"


Nama yang tertera di aplikasi hijau. lekas Anna buka pesan yang muncul di sana.


"Selamat beristirahat, terima kasih sudah mau menemaniku hari ini. semoga esok harimu menyenangkan" 😊❤️


Senyum Anna makin merekah saat ia baca pesan yang dikirim Abbas untuknya terlebih saat ia lihat emoji yang tersemat di akhir pesannya membuat hati Anna makin berbunga-bunga.


Anna mendekap benda pipih itu di depan dadanya. kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamar dengan wajar berseri untuk membersihkan diri dan beristirahat menyambut kegiatan esok hari dengan penuh ceria.


.


.


.


Beri dukungan untuk Author


kasih like.... Favorite.. dan komen sebanyak-banyaknya .


terima kasih untuk yang hadir selama ini dalam ceritaku


Semoga kalian selalu di berikan kesehatan.


Salam hangat dari Author Mayya_zha.


 


 

__ADS_1


__ADS_2