Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Aku Yang Pegang Kendali


__ADS_3

Anna keluar dari kamar mandi menggunakan handuk kimononya.


“Bang!” panggil Anna ketika melihat Abbas tidak ada dikamarnya.


Ceklek...


Pintu terbuka dari arah luar. Abbas masuk dengan satu koper di tangannya.


“Abang dari mana?” tanya Anna sambil berjalan mendekati Abbas.


“Ambil koper!”


“Di mana?”


“Barusan di depan kamar ini, Sayang!” jawab Abbas seraya mencium pipi Anna.


“Hmm.... Harum banget istri Abang ini!” Abbas mengendus aroma wangi dari tubuh Anna kemudian ia kembali mendaratkan ciuman di tengkuk leher istrinya membuat segelintir gelenyar menyengat pada sendiri tubuh Anna.


“Abang, geli ih!” Anna sedikit menghindar.


Abbas tertawa renyah melihat reaksi Anna. Senang sekali ia menggoda istrinya yang selalu terlihat grogi setiap kali Abbas mendekatinya.


“Abang mandi dulu, Dek! Tolong siapakan pakaian Abang! Pakaianmu juga ada di sana!” ucap Abbas sambil berlalu ke kamar mandi.


Anna membuka koper, benar kata suaminya. Semua pakaian untuknya dan Abbas sudah ada di sana. Diraihnya pakaian ganti milik suaminya.


Anna tersenyum ketika ia membuka sedikit handuk kimononya. Pakaian tipis berwarna hitam menerawang itu telah dipakainya.


Anna menggelengkan kepala mendapati pakaian tersebut. Sungguh sebuah perintah tanpa berucap itulah yang Bu Lidia lakukan.


Tak lama Abbas keluar dari kamar mandi. Anna menjadi grogi di situasi seperti ini.


Padahal Abbas sudah melihat semua detail yang ada di rubu9 Anna. Entah mengapa masih saja ia merasakan malu.


Apalagi saat ini, sebuah kejutan yang akan ia berikan untuk Abbas.


“Loh kenapa belum ganti baju?” Abbas berjalan mendekati Anna. Ia melirik ke arah koper yang terbuka.


“Apa bajunya tidak ada?” tanya Abbas kemudian.


“Ada!” jawab Anna kikuk.


“Kenapa tidak segera ganti bajunya! Kalau kelamaan nanti masuk angin, Dek!”


“Kok, panggil dek lagi?” tanya Anna.

__ADS_1


Abbas tersenyum, sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal. “Kebiasaan!” balasnya.


“Memangnya kamu mau dipanggil apa, Sayang?” Abbas balik bertanya sembari mendekati Anna.


Anna tertunduk malu, “Apa aja!”


Pemandangan yang selalu membuat Abbas tersenyum. Tingkah malu-malu ini yang Abbas suka dari Anna.


Istrinya itu penuh dengan kejutan sikap. Kadang banyak bertanya, pandai bergabung dengan orang baru, pandai bersosialisasi, tapi belum pandai bergaya di atas peraduan. Masih harus banyak belajar untuk itu.


Abbas meraih pakaian yang sudah di siapkan istrinya. Kemudian berbalik ke kamar mandi hendak menyimpan handuk basah yang sudah dipakainya. Saat Abbas baru saja masuk ke kamar mandi Anna memanggilnya.


“Bang!” panggil Anna dengan suara lembutnya.


Anna berjalan mendekati Abbas.


“Apa, Sayang!”


Glek...


Abbas menelan ludahnya ketika melihat apa yang dilakukan Anna.


Sambil berjalan pelan ke arah Abbas, Anna membuka handuk kimononya yang ia pakai.


Dengan wajah malu sesekali tertunduk Anna memberanikan diri mendekati Abbas.


Tepat di hadapan Abbas langkah Anna terhenti. Sambil tertunduk, tangannya ia letakkan di depan dada.


“lebih cantik jika area ini tidak tertutupi tangan,” ucap Abbas seraya menurunkan tangan Anna yang menutupi bagian dada depannya.


Sontak membuat Anna mendongak menatap wajah suaminya.


“Cantik sekali!” Anna tersenyum malu mendengar ucapan suaminya.


Perlahan Abbas menggiring tangan itu, kemudian di sampirkan ke lehernya. Kedua manik mata itu tidak melepas tatapannya.


Tangan Abbas pun ikut melingkar di pinggang Anna. Menarik tubuh ramping itu agar semakin dekat dengannya.


“Seharusnya Abang tidak perlu pakai baju kalau akhirnya kita akan seperti ini!” Abbas kembali berbisik.


Anna hanya membalas dengan senyum simpulnya.


Tanpa banyak berkata Abbas langsung menarik Anna dalam gendongannya.


“Aww...,” jerit Anna ketika merasakan tubuhnya melayang. Tangan Anna langsung melingkar di leher Abbas takut kalau sampai ia terjatuh.

__ADS_1


“Apa kamu sengaja menggoda Abang dengan pakaian ini?”


“Abang tidak suka ya?”


Abbas menggelengkan kepala.


“Karena Abang lebih suka melihat kamu tidak memakai apapun di hadapan Abang!”


Bugh....


Anna memukul bahu Abbas.


Abbas kembali tertawa renyah sudah menjahili Anna.


Diletakkan tubuh itu di atas ranjang. Abbas memegangi kepala Anna kemudian mengajak Anna untuk membaca sebuah doa agar dibaca sama-sama.


Bismillahi Allahumma jannibnaa asy-syaithoona wa jannibisy syaithoona maa rozaqtanaa


Keduanya membaca doa itu bersamaan.


Anna tersenyum setelah membaca doa tersebut. Ia paham betul setelah ini apa yang akan terjadi kepadanya.


Senyumannya terbalaskan oleh Abbas, keduanya saling menatap dalam. Seakan mencurahkan rasa rindu dan candu dalam diri.


Perlahan keduanya mendekat saling beradu kerinduan. Abbas mengawali mengecup kening, Anna berbisik di telinga Abbas dengan suara menggodanya.


"Malam ini biar aku yang pegang kendali!" bisik Anna membuat Abbas tersenyum senang.


Ababs dengan cepat mengubah posisi mereka. Kini, Anna berasa di atas tubuh kekarnya.


Abbas terdiam saat Anna mulai beraksi perlahan memainkan buku halus di dada Abbas. Terus menurun, hingga....


.


.


.


Bersambung


Hingga kalian lanjutkan dengan kehaluan masing-masingi ya, ngapain setelah ini 😁😁


..


Sebab Author takut kepengen Pak suami sedang tidak ada di rumah. 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2