
Anna turun dari mobil online itu. Pak supir pun berbalik arah memasuki jalan Tol Jakarta-Bogor.
"Semoga anak Bapak itu, tidak kenapa-napa" gumam Anna dalam hati.
Anna berdiri di pinggir jalan melepas kepergian Bapak Supir memasuki jalan tol. Ia mencoba menghubungi Rayyan meminta untuk menjemputnya ditempat dirinya berdiri saat ini. Sayangnya Rayyan sudah kembali ke kantor untuk bekerja usai mengantarkan Mamih nya dan Mama Ami.
"Anna kira, Mas Rayyan enggak balik lagi ngantor." keluh Anna saat berbicara dengan Rayyan melalui sambungan telpon.
"Enak aja, lu kira mentang-mentang yang punya perusahan papih gue, bisa gitu seenaknya bolos dari pekerjaan! heran juga sih gue, kenapa enggak nyuruh supir aja ya, kenapa haru gue yang selalu di suruh?" balas Rayyan dari sebrang telpon.
"Ya udah deh, enggak pa-pa lagian masih hujan juga Mas, di sini! Anna tunggu hujan reda aja" sambung Anna.
"Lu tunggu aja, kalau Mas pulang cepet, di kebut deh ke sana. Nanti di kabarin lagi pas keluar kantor. Papih juga masih di luar ada meeting paling pulangnya langsung ke rumah gak bakal balik ke kantor lagi. lu hati-hati ya, dek!" ucap Rayyan. Ia merasa khawatir kepada sepupunya itu, meski setiap bertemu pasti saja ada pertengkaran dan perdebatan kecil diantara mereka.
Anna pun mengakhiri sambungan telponnya.
Anna menghela nafas. "Terus sama siapa dong aku ke rumah Om Anwar sekarang? Mana jam sibuk!" gumam Anna seraya melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Dari tadi pesan Ojek online, enggak ada yang nyangkut, masa iya, harus berdiri di sini terus! mana cuaca mendung banget lagi," gerutu Anna seraya memandang ke arah langit yang sudah menggelap.
"Nah ... nah.. 'kan, gerimis!" Anna segera menutupi kepala menggunakan file yang dipegangnya lalu celingukan mencari tempat berteduh disekelilingnya.
Anna berlari kecil menuju toko yang jaraknya tak jauh darinya saat ini, kebetulan toko itu sudah tutup karena setiap sore sampai tengah malam berdiri warung pecel dadakan di sana. Warung yang menyediakan beberapa masakan diantaranya Pecel lele, pecel ayam, soto ayam dan nasi uduk.
Anna sudah menghubungi Mama nya bahwa dia akan tiba di rumah Om Anwar sebentar lagi. Ia menceritakan kejadian yang di alaminya saat ini. Tante Melly yang mendengar percakapan Mama Ami dan Anna menyuruhnya untuk menunggu lalu memanggil Risma untuk menjemput Anna.
Anna menolak, tak mau merepotkan Tante Melly, ia beralasan akan menunggu hujan reda terlebih dulu baru memesan ojek online karena jaraknya tak begitu jauh. Kasihan Risma jika harus menjemputnya dalam kondisi hujan begini.
Hujan turun cukup deras membuat beberapa orang yang tak mempunyai jas hujan mencari tempat berteduh. Banyak di antara mereka yang baru saja pulang bekerja karena itulah waktu orang pulang di sebut jam sibuk untuk para pencari penumpang itu. Banyak yang memakai jasa mereka saat jam sibuk tiba, sehingga Anna sulit mendapatkan pengemudi ojek online.
Anna masih menunggu di depan toko sampai hujan reda. di temani beberapa orang yang ikut berteduh di sampingnya. Anna terkejut dengan mobil hitam yang berhenti di pinggir jalan. Mobil yang tak asing untuknya.
Ia menyipitkan matanya kearah mobil hitam itu, memastikan dugaannya.
Abbas
Usai kunjungan di kantor cabang di Jakarta, Abbas bergegas meninggalkan kantor. Berniat untuk menghindari kemacetan dengan mengambil jalan lintas cepat. Ia segera melajukan mobil hitamnya untuk memasuki pintu masuk tol Jakarta-Bogor. Sebelumnya Abbas berencana ingin pulang ke rumahnya yang berada di daerah Cibubur tapi diurungkannya karena jalur menuju ke sana pasti akan macet pikirnya.
__ADS_1
Abbas hendak berbelok memasuki pintu Tol yang Ia tuju. Kakinya refleks menginjak rem saat netra hitam miliknya melihat wanita yang sangat di kenalnya sedang berdiri diantara beberapa orang yang sama-sama sedang menunggu hujan reda.
"Anna ..." ucap Abbas pelan.
"Apa benar itu dia? Sedang apa dia di sini?" Abbas kembali berucap pelan lalu memicingkan matanya, merasa tak yakin dengan penglihatannya. Abbas lekas menarik pedal gas lalu memutar arah kembali. Ia melajukan mobilnya ke arah Anna untuk menyakinkan seseorang yang di lihatnya benarkah Anna atau bukan.
Mobil yang ia kendarai berhenti tepat di hadapan Anna. Dugaannya benar, wanita yang dilihatnya ternyata Anna. Abbas mencari payung di sela belakang bangku kemudinya.
karena hujan masih terus mengguyur kota Jakarta sore itu.
Abbas menghampiri Anna yang terkejut dengan kedatangannya. Penampilan Abbas menjadi perhatian orang yang berdiri di sekitar Anna saat ia keluar dari mobil dan membuka payung nya. Kemeja berwarna baby blue tanpa dasi dengan lengan kemeja yang di gulung sampai siku, membuat nya semakin terlihat mempesona.
"Abang ..." ucap Anna pelan.
Abbas berjalan menghampiri Anna dengan payung di tangannya, melindungi dirinya dari guyuran hujan yang masih saja turun. Ia menatap Anna yang terus memandang ke arahnya. Saling melempar senyum mereka lakukan. Hingga Abbas tiba di hadapannya membuat beberapa orang di dekat Anna sedikit menggeser tubuh mereka agar Abbas bisa ikut masuk diantara mereka.
"Abang, ko bisa ada di sini?" tanya Anna heran.
Abbas menutup payung yang terbuka lebar itu agar tak terlalu mengganggunya lalu tersenyum hangat ke arah Anna.
"Mau ke rumah Om Anwar! tadi sih, naik mobil online tapi aku suruh berhenti di sini. kasian Pak supirnya harus cepat balik lagi ke Bogor, anaknya sakit"
"Oh, ya. Selamat untuk lulusnya sidang akhir mu." Abbas mengeluarkan cokelat batang dari saku celananya di hiasi pita berwarna pink, menambah manis cokelat yang rasanya sudah manis itu lalu memberikannya kepada Anna.
"Apa ini, Bang?" tanya Anna heran.
"Ini untukmu, sebagai ucapan selamat aja sih!" Abbas tersenyum kaku sembari menggaruk lehernya yang tak gatal.
Anna menyunggingkan senyumnya, merasa lucu akan tingkah Abbas.
"Terima kasih ya, Bang!" Anna menerima nya dengan hati bahagia.
Anna dan Abbas mengobrol santai di depan toko itu bersama orang-orang yang berteduh bersamanya. Padahal Abbas tahu kalau ia bisa mengantar Anna menggunakan mobilnya, tapi ia sengaja berlama-lama ingin bersama Anna. Berbicara dengan Anna, membuat dirinya terbawa dalam keceriaan, senyum tipis selalu terukir di wajah tampannya.
"Bang, bagaimana kalau hari ini aku telaktir. Mau enggak?" usul Anna di sela perbincangan mereka berdua.
Abbas melipat kedua tangan di depan dada. "Mau telaktir apa?" tanya Abbas.
__ADS_1
Anna melirik kanan dan kirinya, takut omongannya kepada Abbas di dengar oleh orang yang berada dekat dengan mereka.
lalu menyuruh Abbas agar mendekat dan sedikit menunduk karena tubuh Abbas yang tinggi membuat Anna sulit untuk membisikan kata ke telinganya.
"Aku telaktir pecel ayam yang itu," bisik Anna. Ia menunjuk warung makan di depannya dengan lirikan mata, lalu kembali berbicara, dari tadi nyium baunya doang. Aku jadi laper, Bang!" seru Anna. Ia menegakkan badannya kembali seraya tersenyum kikuk depan Abbas.
Abbas tersenyum lebar mendengar bisikkan Anna kemudian mengangguk tanda menyetujui ajakan Anna.
"Beneran .... Abang mau, Aku ajak makan di sana?" ucap Anna girang.
"Iya, ayo ...," ajak Abbas.
Anna terlihat begitu senang. Dari tadi berdiri di depan warung makan. pemilik warung memasak dagangannya dadakan seperti ayam, lele dan bebek goreng membuat aroma itu tercium oleh Anna. Aroma nya membuat nya perutnya terasa lapar. Tadi siang ia hanya makan baso bersama teman-temannya.
Kini sudah waktunya perut Anna di isi kembali karena cacing yang ada di perut nya sudah meronta meminta asupan makanan.😁
.
.
.
Tak terasa sebentar lagi kita memasuki Bulan Ramadhan ya.
Dan sekarang kita berada di bulan Rajab, bulan penuh ampunan di mana jika seseorang banyak beristighfar di bulan ini. Allah SWT akan menggugurkan dosa yang kita buat secara perlahan. ini adalah salah satu lafadz dzikir yang di baca di Bulan Rajab.
Rabbighfirli warhamni watub 'alayya.
Artinya :
"Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku, dan terimalah taubat ku."
Alhamdulillah aku mendapat ilmu yang bermanfaat ini saat mengaji bersama ibu-ibu pengajian. jadi aku bagikan agar bermanfaat untuk kalian semua.
Satu lagi baca karya temanku yuk.
__ADS_1