
Dan di sinilah mereka berkumpul di 'meja makan'. Anna terlihat begitu canggung karena baru kali pertama berhadapan langsung dengan Abbas.
"Kemana anak-anak Bu?" Tanya Abbas kepada Bu Lidia, ia tak melihat satu pun dari anak dari rumah bintang ikut makan bersama.
"Mereka ada di teras belakang, mereka semua sudah makan, Nak!. tadi Anna membawa makanan untuk mereka." Jawab Bu Lidia.
Abbas sedari tadi hanya diam, memperhatikan interaksi antara ibunya dan Anna. Mereka seperti sudah lama saling mengenal. Hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu di hadapannya.
"An.. Kamu mau tambah nasi atau lauknya?" tanya Bu Lidia.
"Tidak Bu, terima kasih,ini aja udah cukup!" Jawab Anna.
Bu Lidia sesekali berbicara kepada Anna! Bertanya kegiatan apa yang ia lakukan? bagaimana perasaannya jauh dari orang tua.? Meski uang yang dikirim orang tuanya lebih dari cukup tapi tak menampik rasa ingin kangen ingin bertemu dengan orang tuanya. Makanya Anna berusaha agar tahun ini segera lulus kuliah agar cepat pulang bertemu kedua orang tuanya.
Tak terasa dengan sedikit obrolan dari Bu Lidia, membuat Anna sedikit mengurangi rasa canggung nya. Ia banyak tertawa dan tersenyum menanggapi pertanyaan Bu Lidia. Dan Abbas memperhatikan itu!.
"Bas.. Bukannya besok kamu akan seminar ya, di kampus yang sama dengan Anna kan?" Tanya Bu Lidia.
"Iya Bu" Jawab Abbas Sambil menghabiskan sisa makanan yang tersisa di piringnya.
"Ibu doakan semoga acara besok berjalan lancar ya Nak, semoga apa yang kamu lakukan selama ini bisa jadi motivasi mereka yang masih belajar berjuang untuk masa depan." Ucap Bu Lidia menasehati.
"Amin" jawab Anna dan Abbas kompak.
Anna yang melihat makanan yang akan habis di piring Abbas, menawarkan kepadanya untuk nambah atau tidak!" Bang Abbas mau nambah makanannya?" Tanya Anna.
" Tidak, terima kasih." Jawab Abbas yang baru selesai menghabiskan makannya.
Anna mencoba membantu Bu Lidia merapihkan piring kotor di meja makan itu, ia membawanya ke dapur untuk di cuci.
"Sini Bu, biar Anna yang bersihkan." Ucap Anna yang sudah berada di dapur bersama Bu Lidia.
Selesai makan dan membersihkan meja makan dan dapur. Anna menghampiri anak-anak di teras belakang, mereka bermain dan bercanda bersama.
Terdengar suara gelak tawa sampai lantai dua, dimana Abbas sedang memeriksa laporan dari beberapa kantor cabang yang ia miliki. Abbas penasaran dengan kegiatan yang mereka lakukan, ia membuka tirai kamar, memperhatikan Anna dari jendela kamar miliknya. Ia tersenyum melihat keakraban dan senyum anak-anak saat bersama dengan Anna.
**
Keberadaan matahari terlihat berada di ujung barat, warna kemerahan yang ia pancarkan menandakan hari sudah larut sore. Anna yang menyadari itu segera mengakhiri kegiatannya bersama anak-anak.
Anna menghampiri pulang Bu Lidia di ruang menjahitnya.
"Bu!..panggil Anna, sedang apa?" Anna memperhatikan Bu Lidia memisah pisahkan beberapa bahan.
"Ibu sedang memisahkan sisa bahan yang tadi terpakai! Ini masih banyak sisanya,jadi mau ibu kembalikan juga sama pemilik nya" seraya mengangkat bahan tersisa menunjukannya kepada Anna.
"Oh!!.. kalau begitu Anna pamit pulang ya Bu, hari sudah semakin sore! Ngga enak Anna, sudah terlalu lama di sini."
"Eh... Ngga pa-pa, ibu malah seneng kalau kamu berkunjung kemari! Tempat ini jadi ramai, kadang anak- anak juga sering menanyakan kamu, kapan kamu kesini lagi?" Ucap Bu Lidia.
"Iya Bu.. Nanti Anna bakalan main ke sini lagi, kalau ngga ada jadwal kuliah Bu, Anna juga senang bisa bermain sama mereka Bu, Anna mengalihkan pandangan nya ke teras belakang di mana anak-anak sedang bermain.
"Kamu di antar anak ibu aja ya, pulangnya?" Usul Bu Lidia.
"Ngga usah Bu!. Kasihan Bang Abbas baru pulang kerja, biarkan ia istirahat dulu."
"Benar tidak apa-apa?"
"Iya Bu, beneran deh ngga pa-pa, Anna biasa sendiri ko!" Jawab Anna.
Anna dan Bu Lidia pun berjalan ke arah gerbang. Sebelumnya Anna sudah bilang kepada Bu Lidia bahwa ia sudah memesan ojek online, jadi kasian jika ia membatalkan begitu saja.
"Maafkan Abbas ya, An! Dia memang terlihat dingin dan sedikit bicara kepada orang yang baru ia kenal.
"Iya Bu, Anna ngerti ko."
Tak lama bang ojol datang.
"Permisi... Mbak Anna ya?" tanya Bang ojol.
__ADS_1
"Iya Bang" Jawab Anna sambil menerima helm andalan bang ojol. Sebelum memakai helm, Anna terlebih dahulu berpamitan dan mencium tangan Bu Lidia.
"Anna pamit ya Bu..
"Ya.. Hati hati ya an, jangan sungkan untuk datang kesini lagi." Ucap Bu Lidia
"iya Bu.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakaruh."
Bu Lidia melambaikan tangan kepada Anna, di tutupnya pagar kayu yang terbuka itu. Bu Lidia bergegas masuk ke dalam rumah.
"Dia sudah pulang Bu? mmm..maksud Abbas, Anna!" Tanya Abbas kikuk.
"Sudah baru saja" Jawab Bu Lidia.
"Sepertinya dia sering kemari ya Bu? biasanya anak-anak susah dekat dengan orang yang baru mereka kenal, tapi tadi Abbas lihat mereka sudah akrab banget." Tanya Abbas.
" Anna baru beberapa kali kesini ko, Nak! Tapi anak-anak bisa dengan cepat menyesuaikan diri, itu karena Anna ramah, gampang berbaur, kelihatannya suka dengan anak-anak! kamu aja yang pulangnya sering larut malam, jadi ngga pernah bertemu Anna saat ia mampir kesini." Jawab Bu Lidia. "Ibu ngerasa seneng aja kalau dia berkunjung kemari, keceriaannya itu menular aja,bawaannya tersenyum terus.
"Kayak sekarang ini, ibu lagi senyum-senyum sendiri," Abbas mencubit pipi ibunya gemas.
"Kamu ini, ibu serius! ibu kagum sama dia meski berbeda keyakinan dengan kita tapi ia pintar baca al Quran. bahkan hapal beberapa surat. Ia sering memperhatikannya dari sini.
"Jangan terlalu memuji seseorang Bu" Segah Abbas.
"Tapi memang benar kenyatannya seperi itu, Nak!" Jawab Bu Lidia. "Nak, kamu kapan dong, memuji seorang gadis depan ibu, bawa gitu kemari, kenalin sama ibu. Kamu sudah mampu dan sanggup untuk menyempurnakan ibadah..menikahlah Nak! Apalagi yang kamu cari? ibu selalu mendukung dan merestui."
"Hm.. coba Anna satu keyakinan dengan kita ya, Nak! ibu pasti akan merestui kalian."
"Ibu ini! Abbas aja baru kenal dengan dia sudah mau merestui saja" Abbas menggelengkan kepalanya
.
"Eh..eh.. jangan salah loh! jodoh itu sudah ada yang mengatur! rejeki jodoh dan maut, sudah di tentukan oleh sang pencipta. hati manusia pun bisa di bolak balik pendiriannya. Semoga ada hidayah untuknya" ucap Bu Lidia sambil mengusap pundak Abbas, ibu doakan yang terbaik untukmu.
"Hei!!. ingat ibu itu orang tua kamu! kamu anak ibu! Jangan pernah berbicara seperti itu, kalian semua di sini adalah anak anak ibu! ibu yang berterima kasih, ibu bahagia kelak anak-anak ibu bisa sukses sepertimu."Ucap Bu Lidia.
"Amin" jawab Abbas.
"Hanya doa yang selalu ibu berikan, Nak!" Bu Lidia memeluk Abbas,mengusap punggung memberikan kekuatan kepadanya.
2 hari kemudian
Semua mahasiswa/i sudah berkumpul di aula. Acara seminar di mulai pukul 10.00, ketika Anna memasuki ruang Aula dengan tergesa gesa, ia menoleh ke depan, di deretan para dosen ada sosok yang ia kenal, sontak mata mereka bertemu.
"Itu kan Bang Abbas, ko di ada di sini! Oh iya, dia kan moderator" ucap anna dalam hati.
"Tolong untuk yang terlambat bergabung segera memasuki ruangan karena acara akan segera kita mulai." Seru pembawa acara ketika melihat banyak yang baru datang ke aula.
Anna pun langsung bergegas mencari kursi.
"An!..sini! sambil melambai ke arah Anna Maira memanggil Anna agar mendekat ke kursi di sampingnya, kamu dari mana ko baru dateng? Tanya Maira
"Tadi pagi, aku ambil pesanan dulu sekalian jalan mumpung pake mobil biar nanti pulang dari seminar bisa langsung di bagikan, eh malah ke jebak macet!!.. sial banget hari ini." Ucap Anna sambil mengatur nafasnya karena tergesa gesa memasuki Aula. Makanya males pake mobil, lebih nyaman di antar si pacar berbaju hijau. Siap antar kemana aja! cusss.. menembus macet.. T.O.P deh kalau udah sama bang ojol."
"Iya tau,deh, kekasih berbaju hijaunya! andalan banget." Sahut maira sambil menggelengkan kepalanya.
"Hari Jum'at ini kita kemana Mai, bagiin Snack lagi buat Jum'at berkah?" Tanya Anna.
"Nanti kita ke lampu merah aja" sahut Maira"
"Sssuuutttt.. jangan berisik.. tegur teman sebelah mereka."
"hummptt... Anna menutup mulut dengan tangannya, sambil berbisik kamu si Mai, ngajak ngobrol Mulu."
"Lah kamu kan nanya? ya aku jawab! Gimana sih! Sebal Maira.
__ADS_1
"Ha.. ha.. mereka berdua tertawa kecil."
"Tolong yang di belakang jika tak ingin memperhatikan apa yang akan saya sampaikan lebih baik kalian keluar karena mengganggu yang lain" tegur Abbas, ia tidak suka ketika memberikan materi pembelajaran dan pengalaman yang ia berikan, ada mahasiswa/i yang tidak fokus.
"Tak terasa acara sudah sampai ke acara inti. Penjelasan dan pengetahuan mengenai usaha yang di rintis oleh pengusaha muda kita, Bapak Abbas El Amin yang sudah ia ceritakan, semoga bisa menginspirasi kita semua agar lebih semangat lagi dalam berusaha dan bercita cita." pembawa acara menjelaskan.
"Wah!!... ternyata ia pengusaha muda, tapi terlihat sederhana ya, kalau berada di rumah! tak menunjukan bahwa ia adalah bos nya" pikir Anna.
"Untuk sesi tanya jawab! silahkan akan di buka beberapa pertanyaan! tolong buat para mahasiswa/i siapkan pertanyaan kalian!" Perintah pembawa Acara.
"Saya, Pak?" salah satu pemuda mengacungkan tangan untuk bertanya!.
"Silahkan,apa yang akan anda tanyakan? Untuk yang lain tolong tenang! Dengarkan pertanyaan dari teman kalian ini."
"Pada usia berapa bapa memulai usaha yang anda jalankan?" Terima kasih.
"Saya memulai usaha saya, saat saya masih berkuliah di fakultas ini, saya alumni dari fakultas yang sama dengan kalian, di sinilah saya menuntut ilmu. Di kala senggangnya jadwal kuliah saya membuka jasa pengiriman masih tahap kecil hanay untuk mengisi waktu libur kuliah. mengirimkan beberapa pesenan ke berbagai tempat dulu hanya menggunakan kendaraan bermotor, hingga banyak yang mengetahui dari mulut ke mulut. Sampai akhirnya saya membuka usaha pengiriman online karena sekarang jaman canggih. itu memudahkan para pengirim pesanan agar lebih cepat mengirimkan barang jualan nya.
Dari situ pula saya menambah beberapa karyawan, akhirnya saya bisa merintis usaha sedikit demi sedikit dan menyewa gedung untuk pusat pengumpulan pesanan.
Dengan tekun dan yakin, Alhamdulillah, saya bisa membeli gedung untuk gudang dan kantor jasa pengiriman..dan InsyaAllah dalam waktu dekat kami akan menambah beberapa cabang untuk jasa pengiriman ini." Ucap Abbas menjawab pertanyaan dengan jelas dan terinci.
Setelah beberapa pertanyaan di jawab oleh Abbas, ada salah satu mahasiswi lagi yang mengacungkan tangannya!
"Saya mau bertanya Pak? apakah bapa sudah mempunyai pasangan? kalau belum saya boleh ngga daftar buat jadi calonnya bapa?" He.he..
"Hu... Hu... Hu ..
Suara satu aula menyoraki Serli, mahasiswi yang terkenal cantik tapi genit, gadis yang sering berpakaian serba ketat dan seksi sering di goda para lelaki.
"Ser, sama gue aja yuk? gue juga belum punya pasangan? kita happy ke pantai atau ke puncak.." ha..ha...
"hu..hu.. Lagi lagi aula di ramaikan dengan sorakan.
"Kebetulan saya belum memiliki pasangan, mudah mudahan Allah percayakan seseorang yang siap mendampingi saya" jawab Abbas dengan senyum.
"Duh!! mau dong Pak, jadi pasangan Bapak!!" dah mapan punya usaha sendiri ganteng pula. Meleleh hati Adek.. Bang..." Sahut salah satu mahasiswi menggoda Abbas.
Abbas hanya tersenyum menanggapi godaan para mahasiswi. Pandangan Abbas tertuju ke arah Anna yang duduk di barisan paling ujung, masih santai sambil tertawa mendengar ocehan teman-temannya sednag menggoda Abbas.
Ketika pandangan Abbas mengarah kepada Anna, Maira yang tepat di samping Anna pun melihat arah pandangan Abbas. Abbas pun tersenyum karena terlihat Maira memperhatikan dirinya, Maira membalas senyum dan tersipu malu.
"Ternyata dia adalah motivator nya. ngga nyangka ya, ketemu dia di sini! Setiap Pertemuan di acara Pengajian rutin Aku merasa kagum sama Kak Abbas, entah perasaan apa ini? tapi setiap melihatnya hati ini merasa senang!."
"Hei!!.. Mai! kenapa? Ko malah bengong."Anna mengangetkan Maira yang sedang melamun.
"Ngga ko An, lagi teringat sesuatu aja" sahut Maira.
"Buat yang di duduk ujung sana? Apa, ada yang mau anda tanyakan? Saya memberi sedikit waktu untuk anda bertanya!" Tegur Abbas kepada Anna.
Abbas memanggil seseorang, terdengar pemancar suara di Aula menggema. semua yang berada di Aula mengikuti arah pandangan Abbas yang tertuju kepada Anna. Anna terkejut, saat semua orang menatapnya!
Anna melirik kanan dan kiri nya, semua pandangan tertuju padanya. "Saya pak! ia menunjuk wajahnya, dengan jari telunjuk nya!".
"Ya, anda".Abbas menegaskan.
"Deg"
Anna terdiam! otaknya merespon, ia harus berpikir cepat! Pertanyaan apa yang akan ia ajukan. "Ada-ada aja deh ni orang, kenapa harus aku sih!?"
"Apakah ada yang ingin anda tanyakan kepada saya?" Abbas kembali bertanya tak sabar dengan pertanyaan yang akan Anna ajukan.
"E-em itu... Duh..ayo dong, otak berpikir cepat!.. iya itu saja pertanyaannya deh! Anna yang mendapat ide langsung membuka suara lantang.
"Apa yang memotivasi anda, hingga anda semangat untuk membuka usaha? dorongan apa saja yang membuat Anda tetap bertahan." Anna bertanya dengan tegas dan jelas, padahal hatinya ketar ketir
"Pertanyaan yang tegas." ucap Abbas dalam hati.
Tulisan ini aku revisi ya. Ada perbedaan sedikit, dari penggunaan tanda, terima kasih yang sudah menyumbang kan like dan komennya. Kritik dan saran dari kalian sangat aku butuhkan. Terima kasih.
__ADS_1
Salam hangat Mayya_zha