Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Rencana Papa Reno


__ADS_3

Setelah makan siang, Tante Melly dan Mama Ami asik mengobrol bertiga. Tak ada pembahasan masalah tentang Papa Reno di sana. Mama Ami tidak mau menyinggung masalah itu sekarang.


Anna dan Darren terlihat sedang bercengkrama saling bertegur sapa. Hampir lima tahun mereka tidak bertemu. Terakhir saat Anna masih di bangku sekolah menengah atas.


Anna dan Darren memang sudah akrab dari dulu. karena setiap kali Darren libur dari pesantren. Papa Reno selalu mengajak Anna berkunjung ke rumah Pak Bagaskara.


"Mas tau tidak, Anna sekarang sudah fasih mengajinya. Meski tak selancar jaya Mas Darren kalau mengaji Qur'an," ujar Anna saat bercengkrama dengan Darren.


"Alhamdulillah, perlahan pasti bacaan Anna akan lancar."


"InsyaAllah. Apa lain kali Anna boleh berkunjung lagi ke rumah Mas Darren? Anna ingat banyak sekali bacaan di ruang perpustakaan di sana. Anna masih ingin menambah pengetahuan Anna tentang Islam. Masih banyak yang harus Anna pelajari, Mas."


"Datanglah, perbanyaklah belajar dan mencari tahu keistimewaan Islam. Akan ada banyak pelajaran dan tuntunan yang akan menjadikan kamu wanita muslimah sejati. Dan Umi pasti senang kamu ke sana." tutur Darren kembali menunduk.


Ada perasaan berbeda saat bertemu Anna kali ini. Gugup, itu yang Darren rasakan. Tak mau berlama-lama berada bersama Anna.


Darren menyudahi obrolan mereka. "Sebelumnya Mas minta maaf tidak bisa banyak mengobrol dengan Anna. Lain kali insyaAllab kita ketemu lagi."


Darren segera merapikan laptop dan beberapa file yang ia bawa.


Sebelum Anna dan yang lainnya datang. Darren sengaja membawa pekerjaannya ke rumah sakit. Agar bisa menemani Papa Reno sebelum ia melakukan pekerjaan di kantor hukumnya.


"Apakah Mas Darren ada waktu untuk berbicara dengan Anna? Anna ingin tau lebih banyak masalah yang Papa hadapi saat ini." Anna berbicara pelan takut Papa Reno mendengar ucapannya.


Darren menghentikan gerakannya. Pria yang mempunyai tatapan teduh itu mengangguk untuk menyetujui permintaan Anna.


Satu lembar kartu nama Darren berikan kepada Anna. Anna menerimanya dengan senyum manisnya.


"Datangkah ke kantorku. Kita bicarakan masalah ini di sana. Mas tidak mau Om Reno terlalu terbebani oleh masalahnya. Dia harus benar-benar istirahat total untuk kesehatannya. Mas dan Abi Bagas sedang berupaya untuk menyelesaikan masalah ini." Darren pun berucap pelan kepada Anna.


"Terima kasih, Mas. Maaf jika keluarga Anna selalu merepotkan Mas dan Abi Bagas."


"Tidak usah sungkan. kita sudah seperti saudara. Mas pamit!"

__ADS_1


Anna ikut berdiri saat Darren hendak berpamitan kepada orang tuanya.


"Om, Tante. Darren pamit dulu." Darren menyalimi Mama Ami dan Om Reno. Sedangkan Kepada Tante Melly ia menangkupkan kedua tangan di dadanya.


"Kenapa cepat sekali, Ren?" tanya Mama Ami.


"Dia sekarang jadi pengacara terkenal di sini, Mah! Papa saja yang merepotkan dia sekarang ini, jadi menganggu jadwal kerjanya," ucap Papa Reno pelan. Kehadiran keluarganya membuat kondisi Papa Reno semakin membaik, keceriaan pun terlihat, wajahnya semakin segar karena tawa dan canda yang diberikan Tante Melly dan Mama Ami.


Memang benar kehadiran dan dukungan orang tersayang akan membuat kondisi tubuh yang sakit dan lelah akan cepat membaik. Seperti itulah yang dialami Papa Reno.


"Wah, hebat dong. Semoga makin terus berjaya dan sukses ya. Semoga Tuhan selalu melindungi kamu dan Keluarga." sambung Mama Ami.


"Saya belum ada apa-apanya, Tante. Masih belajar. Terima kasih doanya. Saya permisi, ada pekerjaan yang menunggu kehadiran saya di sana."


"Ya sudah kalau begitu. Hati-hati kalau begitu. Sekali lagi Terima kasih, Darren," ucap Papa Reno.


"Sama-sama, Om. Untuk kabar selanjutnya nanti saya kabari Om lagi, sekarang pulihkan kondisi kesehatan, Om. Darren Pamit! Assalamualaikum, selamat siang."


"Waalaikumussalam," jawab mereka kompak.


Anna tersenyum dan menangkupkan kedua tangan di dada. balasan yang sama Darren berikan.


"Sampai jumpa lagi, Mas."


"Ya." Darren pun berlalu meninggalkan ruangan.


Anna duduk bersantai dengan ponsel miliknya. Ia berkomunikasi dengan Maira, sahabatnya melalui pesan chat. Maira mengabarkan ia di terima di satu perusahaan di Jakarta.


...***...


"Mel," panggil Papa Reno pada teman yang telah menjadi kakak iparnya itu.


"Kenapa, Ren?" tanya Tante Melly saat ia sedang tertawa kecil membahas kelakuan Reyhan anaknya bersama Mama Ami.

__ADS_1


Tante Melly duduk di bangku, sedangkan Mama Ami duduk di sisi brankar dengan tangan yang masih betah bertaut dengan Papa Reno.


"Terima kasih sudah menjaga putriku selama tidak bersama kami di sini. Saya bangga Anna telah yakin dengan keputusannya. Dia semakin cantik dan dewasa.


"Itu karena hatinya yang tulus yang menggerakan niatnya, Ren. Anna tidak selalu bersama kami, beruntung dia berada bersama orang-orang baik di Bogor." ujar Tante Melly.


"Aku ingin menjodohkannya dengan Darren, " celetuk Papa Reno.


Deg


Mama Ami dan Tante Melly saling pandang. Mereka berdua terkejut dengan ucapan Papa Reno. Mama Ami belum mengatakan perihal ucapan Abbas kepada suaminya. Wanita itu berencana akan membicarakan masalah ini nanti jika waktunya tepat. Tapi Papa Reno sudah membuat rencana di luar dugaan.


"Mas, sebaiknya kita tidak ikut campur masalah perasaan Anna," sahut Mama Ami.


"Mah, untuk kali ini ijinkan Papa ikut campur. Papa ingin yang terbaik untuk putri Papa. Kamu kenal Darren dari kecil. Papa yakin dia bisa menjadi pendamping yang baik untuk Anna. Apalagi sekarang mereka dalam keyakinan yang sama."


Mama Ami dan Tante Melly terdiam sesaat. Mama Ami menatap Kakak iparnya itu, dari sorot matanya mengisyaratkan harus berbuat apa.


Tante Melly membalas untuk tidak banyak bicara dulu tentang rencana khitbah yang akan Abbas ajukan kepada Papa Reno. Keinginan Papa Reno menjodohkan Anna dengan Darren harus di bicarakan pelan-pelan. Kondisi jantungnya saat ini baru saja stabil.


.


.


.


.


Bersambung.


Bakalan runyam deh ini perasaan..


Siapa ya, yang akhirnya akan memenangkan hati Anna.

__ADS_1


Dukung terus karya ini ya.


🥰🥰😘😘


__ADS_2