Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Dua Orang Yang Bersedih


__ADS_3

“Apa kamu yakin dengan keputusanmu itu, An?” tanya Tante Melly serius ketika mendengar Anna bercerita tentang masalah yang sedang ia hadapi saat ini.


Anna mengangguk lemah.


“Aku sudah membahas ini dengan Bang Abbas, Tan! Kita berdua sepakat jika dalam bukan ketiga ini tidak ada perubahan sama sekali pada kondisi Riska. Bang Abbas akan menikahinya secepatnya,” lirih Anna sambil tertunduk.


Tante Melly paham dengan perasaan Anna. Meskipun keponakannya itu bilang baik-baik saja tapi tantenya itu mengetahui isi hati Anna sebenarnya.


“Jangan bohongi hati kamu, An!” Tante Melly memegang tangan Anna seakan memberi kekuatan pada keponakannya itu.


“Wanita mana yang rela berbagi suami dengan wanita lain! Seikhlas-ikhlasnya kamu, tapi Tante yakin dalam hati kamu ada ketakutan dan ketidakrelaan melihat suamimu mengucap ijab depan matamu!”


Tumpah sudah tangis Anna. Ternyata benar apa yang di katakan Tante Melly. Hatinya hanya berpura-pura tegar dan ikhlas. Sekeras apapun dirinya berusaha mengikhlaskan, perasaan dihatinya tetap sakit ketika nanti dia harus melihat dan menyaksikan sendiri pria yang belum lama menjadi suaminya harus menikahi wanita lain.


Seharusnya saat ini mereka berada dalam indahnya pernikahan. Merasakan kebersamaan menjadi pengantin baru bukan berbagi suami.


“Apa Mas gak salah denger? Suami lu mau nikah lagi? Kurang ajar banget tuh cowok! Kalau dia datang ke sini, lihat saja Mas bakal kasih pelajaran sama dia! Beraninya bikin lu nangis gini!” serobot Rayyan yang mendengar ucapan Anna dengan Mamanya.


“Gak gitu ceritanya, Mas!” sanggah Anna.


“Awas kalau lu bela laki lu nanti! Gue bakalan kasih pelajaran sama dia!” omel Rayyan kemudian berlalu menuju kamarnya di lantai atas.


“Tan!” Anna melirik Tante Melly ia hapal betul dengan sikap Rayyan.


Sepupunya itu tidak akan kasih ampun kepada pria mana pun yang telah membuat Anna menangis.

__ADS_1


Ia ingat betul ketika saat kuliah. Rayyan berani memukuli seorang pria yang berani mencium Anna meskipun belum sampai terjadi.


“Biar nanti, Tante yang ngomong sama Mas mu!” Tante Melly menenangkan Anna.


Anna mengangguk pelan. Ia tidak mau suaminya jadi bahan amukan sepupunya.


Rayyan adalah pria yang dekat dengan banyak wanita. Banyak yang menyebutnya playboy, sering bergonta-ganti pasangan apalagi wanita yang dekat dengannya kebanyakan seorang model. Para wanita yang mempunyai body aduhai.


Rayyan sering menggoda dan memanjakan mereka dengan shopping dan liburan. Bahkan bermain panas tanpa melewati batas. Dia selalu bisa menahan hasrat ketika cumbuan itu sudah mulai menguasai diri. Rayyan hanya ingin melakukan one night hanya dengan wanita yang sudah ia nikahi.


Sering bermain wanita tapi Rayyan tidak terima jika keponakan dan adik perempuannya di dekati pria nakal.


Rayyan tidak khawatir dengan Risma, adik perempuannya sebab Risma tipikal wanita cuek dan jutek kepada pria sehingga para pria yang mau menggoda dan mendekati Risma sudah mundur lebih dulu.


Berbeda dengan Anna. Keponakannya itu supel dan pandai bergaul. Terlebih sikap Anna yang ramah dan baik membuat para pria semakin ingin dekat dengan menggodanya.


“Arghhh ...” Rayyan menyugar rambutnya ke belakang merasa kesal dan frustasi hari ini.


Di kantor ia melihat Maira, sahabat Anna dijemput seorang pria. Awalnya Rayyan tidak tahu jika pria itu adalah kakak kandung Maira. Rayyan pun di kenalkan oleh Maira. Begitu terkejutnya Rayyan. Ketika Andre, kakak kandung Maira memberikan CV ta’aruf kepada wanita yang sedang ia dekati itu.


Dan Maira pun menerimanya. Gadis itu hanya tersenyum saat Rayyan bertanya kepadanya. Apakah ia sedang menjalani ta’aruf dengan seorang pria.


Maira hanya terseyum membalasnya


Padahal hampir dua bulan ini Rayyan sedang dekat dengan Maira. Tak ada penolakan dari gadis itu. Maira pun tidak bercerita sama sekali kepadanya soal ta’aruf yang akan ia lakukan.

__ADS_1


Rayyan sampai beberapa rela pulang kerja tanpa mobil pribadi demi menemani Maira yang beberapa kali tidak dijemput abi-nya. Berdesakan dalam metromini hanya demi wanita itu. Hal yang tidak pernah Rayyan lakukan.


Hari ini Rayyan langsung pulang ke rumah padahal masih ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan. Awalnya ingin pulang bersama lagi dengan Maira. Tetapi mendapati kenyataan yang begitu menyakitkan, Rayyan bergegas pulang setelah berpamitan dengan Maira dan Andre.


Saat melihat keberadaan Anna di rumahnya. Niat Rayyan ingin menayangkan kebenaran soal Maira yang sedang menjalani ta’aruf. Tapi mendengar berita lain yang mengejutkan hatinya. Rayyan semakin marah dan kesal. Ia tidak terima dengan keputusan Abbas dan Anna.


“Kenapa kamu tidak bilang kalau sudahlah punya calon imam!” Kesal Rayyan seraya menatap foto wanita yang sedang duduk di kubikel kerjanya. Foto yang diambil diam-diam oleh Rayyan.


Semenjak pertemuannya dengan Maira di kampus Anna. Ia sudah menaruh hati pada gadis itu.


‘Apa gue gak pantas dapetin cewek baik-baik! Apa ini karma buat gue yang sering gonta-ganti pasangan. Gue udah gak berhubungan sama mereka lagi. Gue udah tobat tapi kenapa gue terlambat.’


Batin Rayyan sedih.


Ia teringat dengan ucapan pedas mamanya. Yang menyindir dirinya saat dia bercerita ingin mendekati Maira sahabat dari Anna.


Tante Melly meminta Rayyan untuk merubah sikapnya yang playboy jika ingin mendapatkan pasangan baik dan solehah. Sebab pria baik akan bersanding dengan wanita baik pula.


Di tempat yang sama itu dua orang saudara sepupu sedang merasakan kesedihan dengan kisah percintaan mereka. Tante Melly berusaha menguatkan Anna dengan keputusannya sedangkan Rayyan patah hati sebab wanita pujaannya menerima ta'aruf dengan pria lain.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


Hai.... Semoga gak bosen ya sama cerita yang otor buat. next bab kita ungkap ni kejelasan Riska dan Abbas akan berakhir seperti apa, setelah itu kita lanjut kisah Rayyan.


__ADS_2