Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Daren Mubarok


__ADS_3

...Dukung karyaku ini ya. setelah membaca sempatkan like komen vote dan kasih rating bintang....


...Terima kasih...


...🌸Selamat Membaca🌸...


"Bi, tolong ambilkan tas kerja saya" perintah Papa Reno kepada Bi Imah yang sedang membereskan cangkir bekas kedua majikannya tadi.


"Baik Tuan"


"Pak Udin ... Pak!" Panggil Papa Reno kepada supir kantor yang kebetulan hari ini akan mengantarkannya ke Kantor Daren.


"Iya, Pak!" ucap Pak Udin seraya membungkuk hormat.


"Kita berangkat sekarang! sebelumnya kita ke Kantor Hukum Pak Daren dulu," perintahnya kepada Pak Udin.


"Siap, Pak" jawabnya tegas.


"Siapkan mobilnya, sebentar lagi kita berangkat, saya hubungi Pak Daren dulu."


"Baik, Pak" Pak Udin meninggalkan Papa Reno untuk bersiap.


Biasanya Pak Joko lah yang menjadi supir pribadi Papa Reno, karena kebetulan hari ini beliau mengantarkan istrinya ke Bandara. Papa Reno meminta supir kantor untuk menjemputnya hari ini.


Pagi ini Papa Reno akan mengunjungi kantor hukum Daren. Ia sudah mengatur jadwal pertemuannya dengan Daren.


Papa Reno mencoba menghubungi nomer kontak Daren. tak lama sambungan itu terhubung.


"Selamat siang, Nak Daren" Sapa Papa Reno dari sebrang telpon.


"Siang juga, Om." jawab Daren.


"Apa kamu ada di Kantor siang ini?" tanya Papa Reno seraya melihat waktu pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ia berpikir seharusnya Daren sudah berada di kantor jam segini.


"Oh, iya Om. kita bertemu di kantor saya saja. Saya baru saja ada pertemuan, tapi sudah arah balik ke kantor, kebetulan sebentar lagi saya sampai!"


"Baiklah kalau begitu, Kita berjumpa di Kantormu, Maaf, Om mengganggu perjalanan mu!"


"Tidak pa-pa Om, sama sekali enggak mengganggu ko, Om ini seperti sama siapa saja, Tak perlu sungkan kepada saya, insyaAllah saya akan bantu jika saya mampu!" ucap Daren.


"Terima kasih, Nak Daren. Sampai bertemu nanti. Selamat siang"


"Ya, saya tunggu, Om. siang juga"


Sambungan telpon pun terputus.


"Permisi tuan, ini tas kantornya!" Bi Imah menyerahkan tas kantor kepada Papa Reno.


Sebenarnya dari tadi ia sudah berada di samping Papa Reno. Ia menunggu tuannya menyelesaikan sambungan telponnya barulah ia menyerahkan tas kantor


"Terima kasih, Bi! saya pergi dulu. mungkin hari ini saya akan pulang malam." ucapnya pada Bi Imah.

__ADS_1


"Iya, Tuan"


Mobil yang akan di gunakan pun sudah siap. Pak Udin membukakan pintu mobil terlebih dulu untuk Papa Reno, mempersilahkan atasannya di kantor itu untuk masuk.


Mobil hitam mewah meninggalkan Rumah bergaya Klasik modern itu. Tujuan pertamanya hari ini adalah Kantor Hukum Daren Mubarok, SH & partner's. Kuasa hukum yang akan membantunya menyelesaikan masalah yang ia hadapi sekarang ini di kantornya.


Permasalahan yang cukup rumit yang di alami Papa Reno membuat nya akhir-akhir ini harus membagi waktu untuk pekerjaan dan penyelesaian masalahnya. kebijakan perusahaan yang memberikan pengembalian total dana kantor yang sudah di keluarkan dan di setujui oleh Papa Reno harus segera di kembalikan kepada perusahaan.


Tuntutan Banding yang di lakukan Papa Reno tempo hari di pengadilan hanya memberi kelonggaran waktu untuknya , sulit di sanggah karena bukti yang cukup kuat mengarah kepadanya. semua bahan dan material yang beli atas perintahnya. Orang-orang yang terlibat dalam pembuatan dokumen semua atas perintah darinya. Mereka juga ikut di mintai keterangan perihal masalah ini.


Mobil yang membawa Papa Reno tiba di depan Kantor Hukum DM & Partner's. Di mana Papa Reno dan Daren sudah membuat janji tadi pagi.


Begitu memasuki lobi utama kantor hukum tersebut. Papa Reno kagum dan bangga, anak dari sahabatnya sudah menjadi pengacara terkenal seperti keinginan nya waktu kecil.


Tulisan DM & Partners's menjadi pembuka saat berada di depan meja resepsionis.



Ketika sampai di meja Resepsionis, Ia langsung di sapa oleh wanita muda yang bertugas saat itu.


"Selamat siang, selamat datang di kantor hukum DM & Partner's, ada yang bisa saya bantu, Pak?" tanya Mbak resepsionis yang bernama Yuli dengan ramah, terlihat dari papan nama yang terpanjang di atas mejanya.


"Selamat siang, apa Pak Daren sudah datang? tadi saya sudah membuat janji dengan nya!" ucap Papa Reno menjelaskan.


"Sudah, Pak! apa Anda Pak Reno dari Perusahaan Adiperkasa." tanya Yuli ramah.


"Ya, benar! saya orangnya."


"Ya, sudah kalau begitu! Terima kasih. saya permisi ke atas."


"Sama-sama, Pak. silahkan!"


Papa Reno melangkahkan kakinya memasuki lift. Saat tiba di lantai dua, Papa Reno terus berjalan mendekati meja sekertaris di depan ruangan Komisaris Hukum Daren Mubarok. SH.


"Selamat siang ... Pak Reno."Sekertaris bernama Riska membungkuk sopan menyambut kedatangan Papa Reno.


Papa Reno pun membalasnya dengan sedikit membungkuk.


"Mohon maaf, Pak. Saat ini Pak Daren sedang ada di Mushola. Beliau berpesan kepada saya agar mempersilahkan Anda menunggu di ruangannya. Mari saya antar." Riska mengantarkan Papa Reno ke dalam ruangan Daren.


"Silahkan masuk, Pak! Anda bisa menunggu Pak Daren di sini. Saya akan menyiapkan minuman untuk Anda."


"Terima kasih, Apa Pak Daren akan lama?" tanyanya pada Riska.


"Biasanya sebentar, hanya menjalankan Sholat Dhuha saja. saya permisi, Pak!" Riska pamit keluar ruangan, tapi langkahnya terhenti saat ia ingat minuman apa yang diinginkan oleh tamu Pak Daren ini lalu menanyakannya agar tak salah dalam menyiapkan minuman. "Maaf Pak Reno, Anda mau saya buatkan minuman apa? teh atau kopi?" tanya Riska.


Papa Reno terlihat sedang memperhatikan ruangan dengan arsitektur yang nyaman, membuat si penghuni ruangan ini betah berlama-lama di sini.


Terdapat tanaman hidup yang di tata pada beberapa sudut ruangan. Jendela kaca yang besar dan pintu yang bisa di buka mempermudah untuk melihat pemandangan sekitar.


__ADS_1


"Bawakan saya teh tawar hangat saja. Terima kasih sebelumnya"


"Baik pak, saya permisi" Riska berlalu meninggalkan Papa Reno sendiri di ruangan Daren.


Netra milik lelaki tua itu tak henti memperhatikan keadaan sekitar ruangan. Begitu nyaman saat ia berada di sana.


Ceklek


Pintu ruangan terbuka. Membuat seseorang yang berdiri menghadap jendela menoleh kearahnya.


"Assalamualaikum" sapa Daren saat memasuki ruangan.


"Waalaikumsalam" jawab Papa Reno seketika menoleh ke arah suara Daren yang menyebut salam.


Daren mendekat ke arah Papa Reno. lalu menaruh kopiah hitam di atas meja kerjanya. Dengan lengan kemeja yang masih di gulung sampai siku Daren mengulurkan tangan ke arah Papa Reno, di raihnya tangan lelaki tua sahabat dari ayahnya lalu di ciumnya dengan takzim.


Meski mereka berbeda keyakinan tapi rasa hormat yang Daren tunjukkan kepada Papa Reno sama seperti kepada ayahnya. karena mereka sudah kenal dari dulu bahkan ketika Daren masih berada di pondok pesantren.


Papa Reno tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Daren. ditepuknya pelan pundak yang gagah itu.


"Ketaatan mu kepada Agama mu sama persis seperti ayahmu, Nak!" puji Papa Reno. Ia hapal betul kebiasaan Daren yang tak pernah melewatkan waktu sholat dhuha sama seperti Pak Bagaskara dulu, yang begitu rajin dalam melaksanakan ibadah.


"Saya masih banyak belajar, Om. belum pantas mendapatkan pujian. Silahkan duduk. Daren mempersilahkan Papa Reno untuk duduk di sofa santai di depan meja kerjanya.


"Om, sangat menyukai dekorasi ruangan kerja mu, Nak! terasa sejuk dan nyaman. Oh, ya. satu lagi, Om senang sekali, kamu masih menyimpan foto itu. Foto mu bersama gadis kecil kesayangan Om dan Tante Ami." Papa Reno menunjuk bingkai foto yang berada di atas meja kerja Daren dengan pandangan matanya.


Daren pun mengikuti arah pandangan Papa Reno.


Merasa terciduk, Daren hanya bisa menggaruk tekuk leher yang tak gatal lalu tersenyum kikuk. merasa malu karena di tegur oleh orang tua gadis manis yang ada di dalam bingkai foto itu.


.


.


.


.


.


.


Terima kasih Kaka sudah bersedia membaca sampai bab ini.


ikuti kisah selanjutnya ya...


luangkan sedikit waktu untuk berkomentar di kolom bawah ya.


beri dukungan untuk Author


like, komen vote dan favorit karyaku.

__ADS_1


salam hangat dari Author. Mayya_zha


__ADS_2