
...Halo Kaka... Tambahkan ke rak Favorit untuk yang belum....
...🙏🙏🙏 beri dukungan dengan cara like komen vote dan kasih rating untuk karya ini.😊...
...Terima kasih...
...🌸 Selamat Membaca 🌸...
...***...
Pagi ini Mama Ami akan berangkat ke Kota Bogor. Beliau ikut penerbangan pukul 10.00 pagi. Penerbangan dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya menuju Bandar Udara Internasional Halim perdanakusuma memerlukan waktu tempuh sekitar satu setengah jam. Rencana nya Mama Ami akan singgah terlebih dahulu ke rumah Om Anwar karena jarak dari Bandara lebih dekat ke sana. Setelah itu barulah ia beristirahat barulah ia akan bertolak ke tempat Anna.
karena waktu keberangkatan masih lama, Mama Ami bersantai lebih dulu setelah sarapan pagi bersama Papa Reno.
Pagi tadi Anna menghubungi Mama Ami untuk meminta doa dari orang tuanya agar sidang skripsi hari ini berjalan lancar.
Nasihat dan wejangan dari mamanya membuat Anna merasa lebih tenang. ucapan papanya pun membuat Anna tambah bersemangat dan makin percaya diri. Obrolan orang tua dan anak pun harus terhenti karena Anna ingin menghapal materi yang ia sampaikan agar persentasinya lebih lancar.
Mama Ami mendoakan agar Anna di berikan kelancaran untuk sidang akhirnya hari ini. Beliau juga menyampaikan penerbangannya pagi ini menuju Bogor akan terlaksana.
Anna merasa senang sekali, saat Mama Ami mengatakannya. Ia menjadi lebih semangat menghadapi Sidang. Merasa tak sabar ingin bertemu orang tuanya. Meski sedikit kecewa karena sang papa tak ikut bersama Mama, tapi ia cukup mengerti akan kesibukan papanya yang terpenting Papa Reno berjanji akan hadir di acara wisudanya nanti.
Setelah mengakhiri sambungan telpon dengan Anna, Mama Ami keluar rumah menuju taman yang letaknya di halaman depan rumah untuk melakukan rutinitas pagi sebelum keberangkatannya ke Bogor sambil menunggu Papa Reno kembali dari ruang kerjanya, guna mengambil ponsel yang tertinggal di sana.
Barang-barang milik Mama Ami sudah di siapkan terlebih dulu dan di masukkan ke dalam mobil agar tak tertinggal.
Bunga yang tumbuh indah di taman berkat perawatan rutin oleh Mama Ami. Dia menyempatkan waktunya sebentar melihat bunga-bunga kesayangannya yang akan di tinggal pergi ke luar kota oleh si dirinya.
Papa Reno melangkahkan kakinya menyusul Mama Ami. Ia sangat hapal rutinitas istrinya setelah mundur dari pekerjaannya. Setiap pagi Mama Ami selalu menyempatkan diri untuk menyiram dan merawat tanaman - tanaman kesayangannya sebelum berangkat ke Butik miliknya.
"Papa yang akan merawat bunga-bunga ini saat kamu pergi, Mah?" Papa Reno memeluknya dari belakang sambil berbisik lembut di telinga Mama Ami lalu mencium singkat pipi mulus istrinya itu.
"Jaga baik-baik ya, Pah! jangan sampai layu. awas loh kalau Mama pulang nanti, bunga-bunga kesayangan Mama pada mati." balas Mama Ami. Ia membiarkan suaminya memeluk manja tubuhnya saat dirinya menyirami Bunga di taman mini miliknya.
Meski tak muda lagi, tapi hubungan mereka selalu terlihat romantis dan saling melengkapi. rasanya meskipun ada masalah sebesar apapun asalkan bisa bersama orang yang kita sayang, semua beban masalah akan terasa ringan. itu pun yang di rasakan pasangan yang tak muda lagi ini.
__ADS_1
"Memangnya Berapa Lama Mama menemani Anna di sana?" tanya Papa Reno seraya mengendurkan pelukan hangatnya lalu duduk di bangku santai di depan taman tersebut. Di raihnya cangkir berisi kopi manis yang sudah di sediakan untuknya.
Mama Ami meletakkan alat penyiram tanaman di samping kran air yang tak jauh dari bangku santai. Ia melepaskan kedua sarung karet tebal yang di pakainya, takut terkena duri saat membersihkan daun kering yang berada di tangkai bunga mawar lalu membersihkan kedua tangannya di bawah guyuran air kran.
Mama Ami mendekat lalu ikut duduk bersama di samping Papa Reno yang asik menikmati kopi manisnya menghadap ke arah Taman yang di penuhi bunga-bunga indah. Ia ambil beberapa tisu untuk mengeringkan tangannya yang sedikit basah.
"Sepertinya sampai Anna wisuda, Pah! Anna bilang 'kan tak akan lama jaraknya dengan sidang akhir. " jawab Mama Ami seraya meraih cangkir berisi teh jahe hangat lalu menyeruputnya perlahan.
"Sebenarnya aku khawatir jika meninggalkan kamu, sendiri, Pah" ucap Mama Ami kemudian mendapat senyuman jahil dari Papa Reno yang sedang memandangnya.
"Kenapa? enggak mau jauh dari Papa ya?" goda Papa Reno. Ia tersenyum genit ke arah Mama Ami.
"Issh ... Papa ini. Mama serius, Pah? Mama kepikiran masalah papa di kantor. Sampai sekarang pun Mama masih tak tenang!" keluhnya.
Papa Reno berubah sedih, merasa tak enak hati kepada Mama Ami Akibat kecerobohan yang tidak teliti dalam menanda tangani berkas-berkas kantor. keluarganya menjadi korban. Rumah dan Aset yang sudah digadaikannya untuk ganti rugi pihak perusahaan adalah Harta yang di dapat dari usaha mereka berdua. Terutama Rumah yang mereka tempati saat ini. Rumah yang penuh kenangan. Rumah penuh keceriaan Anna saat ia pulang ke Surabaya. Rumah yang memiliki kenangan indah keluarganya.
"Maafkan Papa ya, Mah. Papa janji akan membuktikan kalau Papa tidak bersalah karena memang itu kenyataannya. kita hanya perlu bersabar." Papa Reno menyentuh pipi putih Mama Ami, meski garis halus sudah mulai terlihat karena usia yang yang bertambah tak mengurangi aura cantik yang terpancar dari wajahnya.
"Mama tak mempermasalahkan harta, Pah! asalkan Mama, Papa, dan Anna bisa terus bersama saja sudah membuat hati ini tenang. Kalaupun semua yang kita miliki saat ini hilang tak jadi masalah untuk Mama, semua hanya titipan dari Tuhan. jika masih rejeki kita, pasti Tuhan akan mengembalikannya dengan cara baik.
"Terima Kasih, Mah. inilah yang selalu Papa syukuri. Sikap bijaksana dan kebesaran hati Mama yang membuat Papa kuat. Mama dan Anna adalah hal indah yang Tuhan kirim untuk Papa."
Papa Reno akan berusaha sekeras mungkin agar bisa menyusul ke Bogor. Apapun yang terjadi nanti dia yakin itulah yang terbaik untuk nya dan keluarga.
Semua Masalah yang menimpa Papa Reno selalu di ceritakan nya kepada istri tercintanya.
Daren Anak Lelaki dari Pak Bagaskara siap membantu Papa Reno untuk menyelesaikan Masalah nya. Apalagi ini berkaitan dengan perusahaan yang di pimpin oleh Ayahnya. Daren lebih bersemangat, Ia ingin mencari tahu siapa berbuat curang di perusahaan ayahnya itu.
Pak Joko menghampiri kedua majikanya yang sedang bersantai di taman. Ia menghentikan waktu untuk kedua pasangan yang sudah tak muda lagi agar segera berpisah.
"Maaf, Bu kita harus segera berangkat ke Bandara agar tepat waktu saat penerbangan." ucap Pak Joko memberitahu sambil membungkuk sopan.
"Ya, Pa Joko. Terima kasih sudah mengingatkan. Pah, Mama berangkat ya!" Mama Ami berdiri di ikuti Papa Reno.
Mereka berjalan di iringi obrolan santai menuju teras. Berada dekat orang yang selalu mendukungnya. Masalah besar yang di alami Papa Reno serasa tak berarti.
"Bi Imah ... Tolong ambilkan tas saya di meja." panggil Mama Ami pelan kepada Asisten rumah tangganya.
__ADS_1
Tiba mereka di teras Rumah.
"Maafkan Papa, tak bisa mengantar Mama ke Bandara!"
"Tak apa, Pa? jaga diri baik-baik ya selama Mama pergi"
"Bu, ini tasnya" Bi Imah menyerahkan tas Mama Ami.
"Terima kasih, Bi. saya pergi dulu, ya, Bu! titip rumah."
"Iya, Bu!"
"Kabari Mama, Kalau Papa akan menyusul ke sana?" Mama Ami mengelus pelan tangan Papa Reno.
"Ya, pasti." Papa Reno memeluk erat tubuh wanita yang berada di hadapannya lalu mendaratkan kecupan di kening Mama Ami. Membiarkan nya berlama-lama di sana.
Saat melepaskan kecupannya. mata mereka saling bertemu. senyuman hangat terpancar dari wajah keduanya.
"Mama ... Hati-hati di sana, titip salam Papa buat Anna. Papa janji akan cepat menyusul kalian"
"Ya, Mama tunggu."
"Hati-hati ya, Mah!"
"Ya, Papa juga"
Mama Ami melangkah memasuki mobil yang sudah menunggunya. Dibukanya kaca mobil lalu melambaikan tangannya ke arah Papa Reno.
Mobil itu pun melaju pergi meninggalkan Papa Reno yang terus menatap kepergiannya sampai mobil itu hilang dari pandangannya.
**
Mohon maaf Aku baru bisa up
tinggalkan like komen vote dan rating bintang ya.
agar aku tambah semangat.
__ADS_1
Terima kasih..
salam hangat dari Author. Mayya_zha