Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Tertegun memandang nya..


__ADS_3

Abbas melewati jalan setapak menuju Mushola. Di pinggirnya di tumbuhi rerumputan hijau. Sepanjang kakinya melangkah, ia lewati tamanan hijau yang terawat. Ternyata Tante Melly adalah pecinta tanaman Aglonema.


Bermacam jenis Aglonema ada di sana. Terawat dan tumbuh subur.


Abbas sampai di mushola kecil yang letaknya tepat di samping rumah Tante Melly. Sejajar dengan kolam renang berukuran persegi panjang di depannya. Terdapat kolam ikan kecil dengan air mancur kecil di tengahnya. Memisahkan jarak antara kolam renang dan mushola menjadikan suasana taman di samping rumah itu Asri dan nyaman untuk tempat bersantai bersama keluarga.


Abbas menghampiri Pak Tarmin yang tengah duduk di depan mushola. Beliau adalah orang yang sering membantu Om Anwar dan Tante Melly merawat dan membersihkan halaman rumah dan tanaman yang tumbuh subur di sana.


"Assalamualaikum, Pak!" Abbas menyapa Pak Tarmin yang tengah menunggu penghuni rumah untuk Solat berjamaah.


"Waalaikumsalam," ucap Pak Tarmin. Beliau terlihat bingung dengan kedatangan Abbas karena baru pertama melihatnya berada di rumah ini.


"Saya Abbas, Pak, teman dari Anna. Saya mau ikut solat berjamaah di sini!" Abbas menjelaskan kepada Pak Tarmin agar beliau tidak bingung dengan kehadirannya yang baru pertama kali dilihatnya.


"Oh ... Temannya, Neng Anna! Bapak kira siapa? soalnya bapak belum kenal, baru pertama ketemu juga!" seru Pak Tarmin.


Kedatangan Risma membuat obrolan Pak Tarmin dan Abbas terhenti. Dia masuk ke mushola itu lewat tangga yang mengarah langsung ke pintu samping rumahnya. Tanpa ada sapaan dan senyum dari wajah cantiknya. Ia begitu acuh dan tak peduli dengan kehadiran orang baru di depannya. hanya kepada Pak Tarmin dia berkata untuk segera memulai solat.


"Pak, Tunggu Mamih sebentar lagi. Papih, sama Mas Rayyan enggak ikut jama'ah, mereka masih di jalan," seru Risma langsung masuk ke mushola kecil.


"Baik, neng."


Abbas dan Pak Tarmin bersiap masuk ke dalam mushola. Tak lama Tante Melly datang dan ikut bergabung di barisan belakang bersama Risma dan Bi Warsi, asisten rumah tangga di rumah itu.


Pak Tarmin mempersilakan Abbas untuk menjadi Imam dalam solat berjamaah. Awalnya Abbas canggung tapi ia mengiyakan perintah Pak Tarmin.


Mereka solat Maghrib berjama'ah dengan khusyuk di mushola kecil itu. Sudah menjadi kebiasaan para penghuni di rumah Om Anwar untuk melaksanakan solat berjama'ah saat Solat Maghrib dan solat subuh.


karena dua waktu itu lah saat mereka berkumpul. Dalam tiga waktu solat yang lain mereka melaksanakan masing-masing tergantung kesibukannya.


Di kamar


Anna baru saja menyelesaikan mandinya. Ia terlihat lebih segar dari sebelumnya. Di rumah Om Anwar Anna mempunyai kamar sendiri untuknya. Kamar yang di sediakan saat Anna dan Keluarga dari Surabaya menginap di Jakarta. Karena memang hanya Mama Ami saudara perempuan satu-satunya dari Om Anwar.


Meski tak membawa pakaian dari tempat Kos. Anna menyimpan beberapa pakaian di kamar itu. jika sewaktu- waktu ia datang mendadak seperti sekarang ini. dia bisa memakainya. Padahal ada Risma yang seumuran dengannya, bisa saja Anna meminjam pakaiannya tapi Anna lebih nyaman memakai pakaian miliknya.


Anna memakai mini dress berlengan panjang dengan tambahan celana legging hitam panjang.


Anna menghampiri Mamanya yang sedang menunggu dirinya sembari duduk di ujung tempat tidur. Anna meraih tas yang ia simpan sebelumnya di atas kasur.


"Mama kenapa tidak istirahat? nanti capek loh!" seru Anna seraya mengeluarkan isi dalam tasnya. Satu buah buku panduan dan beberapa keperluannya ia keluarkan.

__ADS_1


Mama Ami meraih sebuah buku lalu membacanya.


"Panduan menjadi muslim yang baik" ucap Mama Ami pelan.


Anna terkejut mendengarnya.


"Mah, I-itu ... " Anna merasa tak enak hati kepada Mama Ami.


"Tak apa sayang!" ucap Mama Ami pelan. Dia menyuruh Anna mendekat lalu menepuk tempat yang berada di sampingnya agar ia ikut duduk disisinya.


Anna pun menurutinya. Dia duduk berhadapan dengan Mama Ami. Berbicara pelan dan hati-hati karena membicarakan soal keyakinan haruslah dari ungkapan hati yang ikhlas dan kemantapan hati yang besar.


"An, kamu yakin dengan keputusan mu? berpindah keyakinan?" Mama Ami bertanya serius kepada Anna.


Anna mengangguk yakin kemudian menunduk.


"Mama akan dukung semua keputusanmu, asal itu tulus dari hati yang ikhlas agar kamu lebih mudah untuk menjalaninya buat masa depanmu. Jangan sampai kamu menyesal di akhir nanti." ucap Mama Ami tegas.


"Anna yakin mah, keputusan ini sudah dipikirkan dengan matang." Anna menjawab dengan yakin.


"Kalau begitu, segeralah laksanakan niatan baikmu, tunggu apalagi?"


Anna mengernyitkan dahi."Mama serius? Mama merestuinya?"tanya Anna. Ia terharu dengan ucapan Mama Ami


Anna mengangguk yakin. Lalu memeluk Mama Ami dengan erat memberikan rasa syukur dan berucap terima kasih kepada wanita yang selalu bijaksana dalam memberikan restu dan nasihat. Mama Ami hanya memberi nasihat agar selalu patuh dan yakin akan keputusan yang telah di ambil nantinya.


"Terima kasih, Mah. Mama selalu bijaksana dalam memberi petunjuk. Anna bersyukur memiliki Mama." Anna kembali memeluk Mamanya erat lalu mendaratkan ciuman bertubi-tubi di pipi Mamanya di mana kulit putih itu sudah terlihat garis halus penuaan di bagian tukang pipinya.


Anna kembali mendongak ke arah Mama Ami yang sedang memeluk hangat tubuh. Anna melonggarkan pelukannya.


"Lalu Papa gimana, Mah?" tanya Anna ragu. Anna belum sempat membicarakan perihal niatnya kepada papanya.


"Tenang saja, Nak! kami sudah membicarakan ini sebelumnya. Ketika Om Anwar berkunjung tempo hari ke Surabaya. Beliau menceritakan semuanya sama Mama."


"Mama juga sudah bicara sama papa tentang hal ini. Dia sangat bersyukur kamu sudah dewasa sekarang! berani mengambil keputusan besar ini. pesan Papa sama dengan Mama. Saat kamu berpindah keyakinan kamu harus pegang teguh keimanan mu, tetap hargai saudara yang berbeda keyakinan dengan kita. Seperti hubungan Mama dengan Om Anwar, kita saling mendukung satu dengan yang lain." Mama Ami menasehati Anna.


"Anna tersenyum senang, rasanya ketakutan nya sirna begitu saja. Ia takut orang tuanya akan menentang keputusan nya, ternyata sebaliknya mereka adalah orang tua yang bijak dalam memberi keputusan.


Di mushola


"Assalamualaikum warahmatullah"

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullah."


Abbas berputar 90° lalu melanjutkan dzikir bersama jama'ah.


"Astaghfirullah Hal'adzim, 3x


Aladzi Laailaha Illahuwal Khayyul Qoyyuumu Wa Atuubu Ilaiih"


"Laa Ilaha Illallah Wakhdahu Laa Syarika Lahu, Lahul Mulku Walahul Khamdu Yukhyiiy Wayumiitu Wahuwa 'Alaa Kulli Syai'innqodiir"


Dzikir di teruskan sampai selesai.


Abbas mengulurkan tangan ke arah Pak Tarim lalu menciumnya dengan takzim. menghormati orang yang lebih tua. kemudian mendekat ke arah Tante Melly, lalu memberi salam dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada ke arah Tante Melly, Risma dan Bi Warsi.


Usai solat Maghrib Tante Melly mengajak Abbas untuk masuk ke dalam rumah melewati pintu samping rumahnya. pintu yang menghubungkan langsung ke tengah ruang keluarga. Ruangan yang sengaja di buat lebih luas karena Om Anwar sering mengadakan pengajian rutin yang di lakukan bergilir oleh warga di sekitar kompleknya.


Saat Abas hendak memasuki gerbang, dia berpapasan dengan Risma. Mukena berwarna pink muda itu masih menyelimuti tubuhnya.


Kedua netra mereka bertemu. Risma tertegun memandang wajah tampan dan tegas milik Abbas. kesalehannya begitu terpancar saat air wudhu itu membasuh wajahnya. Risma kagum dengan kehadiran Abbas yang menjadi Imam saat solat berjama'ah tadi. suaranya begitu fasih dalam bacaan Alquran. Sudut bibir Risma tertarik keatas memberikan sedikit senyum kepada Abbas. Hal yang tak pernah ia lakukan saat bertemu dengan orang yang baru di kenalnya.


.


.


bersambung..


.


.


hai... untuk kalian yang masih setia hadir disini. Tengku sangat untuk kalian.


terus dukung karyaku ini ya.


beri dukungan Like komen yang banyak vote dan gift untuk Doubel A'A.


klik Favorit agar kalian tak ketinggalan ceritanya.


Mampir juga ke karya ku yang ikut lomba di Aplikasi ini.. FAKE LOVE.. mampir ke sana juga ya ..


satu lagi ada karya teman ku coba kalian mampir ke sana karya dari Ka agie nairi

__ADS_1



terima kasih


__ADS_2