
"Kamu harus segera menikahi wanita ini," ucap Om Anwar tegas.
deg
Rayyan terkejut dengan ucapan Papihnya.
"Tapi, Pih."
"Kamu tidak bisa membantah Papih! diam dan menurut untuk kali ini!" Om Anwar semakin marah.
"Dan Kamu, Siapa orang tua mu dan di mana rumahmu?" tanya Om Anwar tegas.
"Saya Bella Ahadina, Om. Tapi sebelumnya saya minta maaf sama Om. Saya belum siap menikah. Saya baru memulai karir sebagai model. Popularitas pun baru menanjak naik, saya memang suka sama anak Om, tapi saya belum siap menikah untuk saat ini," ungkap Bella. Ia langsung tertunduk malu.
"Iya, Pih. Aku juga belum siap kalau nikah sama dia? Kita hanya berteman ko, belum pacaran." Rayyan mendelik ke arah Bella. kemudian kembali memohon kepada Om Anwar agar membatalkan perintahnya untuk menikah dengan Bella.
Om Anwar memijat pelan keningnya. Pusing dengan tingkah Rayyan yang semakin di luar kendali.
"Kamu ... Apa kamu tau martabat seorang wanita harus benar-benar kamu jaga. Akan halal bagimu jika seorang laki-laki yang menyentuh seujung tubuh mu adalah orang yang sudah melakukan ijab kabul. Tapi haram bagimu, ketika kamu bersentuhan dengan orang yang bukan mahram mu."
"Berduaan dengan Rayyan dalam satu ruangan saja sudah salah. Apalagi bersentuhan." Om Anwar menggeleng kepala heran. Anak muda jaman sekarang sungguh melanggar dari norma agama.
"Kamu adalah seorang model terkenal. Saya tahu itu. Apa kata mereka, jika mereka tahu kamu datang menemui lelaki."
"Sekarang kamu pulanglah. Saya tidak mau kamu datang lagi ke sini." Om Anwar merebahkan tubuhnya di sofa berwarna putih tulang yang berada di ruangan Rayyan.
"Rayyan antar Bella ke luar dulu, Pih!" Rayyan menarik tangan Bella agar segera keluar dari ruangannya.
"Cepet," Rayyan terus menarik Bella agar cepat keluar dari ruangannya.
"Papih, kamu tuh, norak banget sih, Ray! Masa kissing sama orang yang di suka aja enggak boleh. Langsung di suruh nikah lagi?" Bella menggerutu kepada Rayyan.
"Pelan-pelan kenapa, sih? susah tau jalan nya pake high heels begini." Bella masih menggerutu kepada Rayyan.
Rayyan tak memperdulikan perkataan Bella. setelah sampai di depan Lift Rayyan menunggu lift terbuka. Ingin rasanya cepat menyuruh Bella pergi saat ini juga.
"Mana kamu bilang kita cuman teman. Apa selama ini hanya itu anggapan mu terhadapku, Ray?" Bella masih terus berbicara sebelum lift terbuka.
"Denger ya, Bell. Kita memang berteman. Tak lebih dari itu." ucap Rayyan. Bella tercekat mendengarnya.
"Setelah beberapa kali kita berkencan kamu bilang kita hanya teman, Ray?" Bella mendorong tubuh kekar Rayyan sambil berkacak pinggang.
"Eh ... Inget ya, kencan kita enggak lebih dari ciuman, hanya Ci.. um..an, Itu juga kamu yang maksa dan mancing gue?" Kilah Rayyan seraya menekankan intonasi pada kata ciuman kepada Bella.
"KAMU ... DASAR PLAYBOY CAP KADAL." Bella sangat Marah mendengar ucapan Rayyan.
"Lah, memang benar 'kan? kapan kita jadian? orang aku aja belum nyatanya cinta sama kamu." Rayyan kembali berucap. kali ini Ia mendapat kan tamparan kerasa dari Bella.
__ADS_1
plakkk
"Brengksek ..." Bella langsung memasuki lift.
"Awww." Rayyan memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamaparan dari Bella.
Beruntung tak ada karyawan lagi di lantai itu. hanya ada Nita sekertaris Rayyan yang berada di sana. itupun ia sedang berada di pantry, jadi tak mengetahui apa yang terjadi saat itu.
Saat Rayyan kembali ke ruangannya. Om Anwar masih menunggunya di sana.
"Mulai hari ini, kamu pergi ke kantor bersama Papih, semua Fasilitas kamu dari kantor Papih tarik. Atau kamu akan di turunkan ke bagian pemasaran?" Om Anwar memberikan pilihan kepada Rayyan.
Rayyan lebih memilih melepas Fasilitas dari kantor dari pada harus di pindah bagian ke pemasaran akan turun harga dirinya di depan bawahnya.
Om Anwar sebenarnya tidak ingin menurunkan jabatan Rayyan. Beliau akui meski kelakuan Rayyan membuatnya pusing tapi kinerja dalam bekerja sangatlah memuaskan. Ia akan menjadi pria dewasa yang berwibawa dan serius saat memimpin meeting dan menjalani proyek.
Kemarahan Om Anwar pun membuat Rayyan takut. Tak pernah ia melihat kilat kemarahan sang Papih.
"Siap banget sih, nasib gue hari ini. Tadi pagi jadi supir, barusan dapet tamparan eh sekarang Fasilitas gue di cabut sama Papih. Nasib ... nasib ..." Rayyan
Rumah
Tante Melly sengaja menahan amarahnya selama berada di meja makan. Meski jiwa ngomelnya ingin sekali ia keluarkan saat melihat Rayyan. Tapi Tante Melly berusaha agar tak mengganggu suasana makan malam saat ini.
Mereka makan dalam keadaan tenang hanya dentingan sendok yang beradu dengan garpu di atas piring yang mengeluarkan suaranya. sesekali Tante Melly menawarkan lauk dan nasi tambahan kepada Om Anwar, Risma Anna dan Mama Ami, kecuali Rayyan.
"Aku mau, ayam kecapnya dong, Mih?" Rayyan meminta kepada Tante Melly.
"ih, Mamih ini, kenapa sih? Lagi datang bulan apa? ko jutek banget." Rayyan melirik ke arah Risma.
Risma mengangkat bahu, kemudian melanjutkan makannya.
Akhirnya Rayyan mengambil tambahan ayam kecap sendiri. Di meja makan ia mendapat tatapan jutek dari Mamihnya.
"Mas, ada yang mau Ami bicarakan setelah makan selesai?" ucap Mama Ami.
"Ya, nanti kita bicara di ruang keluarga. Sekarang selesaikan makan malam dulu." jawab Om Anwar.
***
Di ruang keluarga kebersamaan mereka kembali berlanjut. Om Anwar sudah berada di ruang keluarga. Ia juga menyuruh Rayyan untuk turun lagi agar ikut berkumpul bersama. Beliau akan membahas masalah Rayyan juga.
"Ada apa, Mi? hal penting apa yang mau kamu bicarakan? apa masalah Reno di Surabaya?" tanya Om Anwar pada Mama Ami adik satu-satunya itu.
Mama Ami menggeleng. "Ini tentang Anna. Saya mau, Mas membantu Anna menjadi seorang Mualaf. Hal ini sudah Anna bicarakan kepada saya tadi. Mas Reno juga merestui. meski ia tidak bisa hadir di sini. Mungkin esok lusa, Mas Reno baru akan menyusul ke sini!" ungkap Mama Ami.
"Subhanallah, Alhamdulillah ..., apa benar, An. Yang di bicarakan Mamamu?" Om Anwar menoleh kepada Anna untuk meminta penjelasan. kebetulan posisi Anna tepat berada di samping Om Anwar.
__ADS_1
Anna mengangguk. Om Anwar langsung memeluk tubuh keponakan nya itu. Merasa bersyukur Anna telah mengambil keputusan.
Ia selalu menasehati nya agar benar-benar yakin dulu baru berani untuk mengambil keputusan. Karena semua kembali kepada hati. Hati yang menggerakkan itu semua.
Karena menjadi muslim sejati haruslah memiliki persiapan.
Salah satu Persiapan cara menjadi mualaf adalah mengenali keberadaan Allah SWT dan mengenali Rububiyah Allah SWT. Lalu mengenali Uluhiyah Allah SWT, mengenali nama dan sifat-sifat Allah SWT, serta mulai mengenali diri sendiri.
Kenali diri sendiri secara dzahir dan batin. Memahami diri secara dzahir dimaksudkan agar diri senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT pada diri.
Selain dzahir, mengenal diri sendiri secara batin termasuk persiapan cara menjadi mualaf yang penting. Bila sudah mengenal diri secara batin, maka diri akan lebih mudah mengenal Allah SWT dan semakin dekat dengan-Nya.
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS. Al Hijr: 29).
"Kapan kamu siap?" Om Anwar bertanya kembali kepada Anna.
"Kapanpun, Anna siap, Om!"
"Alhamdulillah, besok kebetulan hari Jum'at. selesai solat Jum'at, Kamu akan di bimbing oleh Pak Haji Dayatul Solihin. Om akan menghubungi Beliau setelah ini, meminta bantuannya untuk menuntun niatanmu. InsyaAllah semua akan berjalan lancar."
"Aamiin" jawab mereka kompak.
"Anna mengikuti jejak mu, Mas. Semoga kelak Anna akan menjadi pribadi yang lebih baik, taat pada agamanya nanti dan menjadi panutan untuk keluarganya nanti," ucap Mama Ami.
"Kamu dan Reno benar-benar mirip seperti Almarhum Papa dan Mama, Mi! Bijaksana dalam menanggapi keinginan putrinya," balas Om Anwar.
"Aku dan Mas Reno akan selalu mendukung apapun keputusan anak kami, Mas! Pada hakikatnya semua agama mengajarkan pada kebaikan dan keyakinan kepada sang pencipta. Hati yang bersih akan menjadikan kita hidup dalam kedamaian."
Om Anwar pun memeluk adik satu-satunya yang kini berada di sisinya. Meski mempunyai masalah yang cukup besar. Mama Ami begitu terlihat tegar dan sabar.
Keharuan dan kebahagiaan itu membuat suasana di ruang keluarga menghangat. melupakan emosi Tante Melly yang akan menunjukan taringnya di hadapan Rayyan
Esok hari akan di jalani Anna dengan kehidupan barunya.
bersambung
Malam menjelang pagi. Pasti sudah tertidur semua ya .. aku kirim bab ini tadi malam kemungkinan lolos pas pagi atau dini hari
selamat beristirahat buat semua
kasih dukungan terus buat Doubel A'A.
jangan lupa tinggalkan like komen dan vote..
hadiah kalian juga aku tunggu loh. tak apa kan malak dikit .. Aku akan selalu berusaha untuk up tiap hari
jangan lupa mampir di karya ku yang ikut lomba. pencet Favorit biar enggak ketinggalan up bab baru. FAKE LOVE judulnya ya. karya Mayya_ Zha.
__ADS_1
mampir juga ke karya ka Phopo nira yang namanya sudah tak asing lagi buat para pembaca. karya barunya keren loh.