Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
Kejutan Untuk Anna


__ADS_3

Acara demi acara sudah terlewati dengan lancar. Semua para tamu undangan begitu terkesan dengan konsep pernikahan bos paket itu.


Cuaca malam yang indah dan cerah semakin mendukung acara itu. Langit malam yang bertabur bintang ditemani bulan yang hadir seakan ingin ikut menghadiri pesta bahagia Anna dan Abbas.


Pengusaha muda yang sukses dengan bisnisnya. Perkembangan yang sangat pesat bagi Abbas. Dalam waktu tak kurang dari empat tahun. Abbas sudah memiliki banyak kantor cabang pengiriman paket di berbagai wilayah.


Sebelum acara berakhir, Anna terkejut ketika ruang terbuka itu menjadi sedikit gelap. Hanya ada lampu kecil yang menyala. Sehingga keadaan sekitar terlihat sedikit samar.


“Abang, kenapa lampunya mati?” tanya Anna kepada Abbas. Tapi Anna mengerutkan alis ketika tak ada Abbas di sampingnya.


‘ke mana Bang Abbas?’


Pikir Anna, ia berdiri hendak turun dari pelaminan.


Pandangan matanya masih bisa melihat meski dalam keremangan cahaya malam.


Para tamu undangan saling berbisik dan kebingungan menghadapi situasi itu. Ketika cahaya menyoroti seorang pria yang berdiri di ujung jalan pelataran. Jalan yang Anna lewati saat kedatangan pertamanya tadi membuat para tamu undangan mengalihkan perhatiannya.


Mereka semua fokus melihat kepada pria itu.


Petikkan suara gitar dari seorang pria dengan posisi membelakangi pelaminan terdengar indah dan berirama.


Sebuah kejutan dari seorang Abbas. Pria dingin dan tegas itu menunjukkan sisi lain dari dirinya.


Awalnya Anna tidak mengenali siapa pria tersebut. Tapi ketika sesosok tubuh gagah itu berbalik menghadapnya, Anna sungguh tidak menyangka suaminya memberi sebuah kejutan untuknya. Bahagia itu yang Anna rasakan saat ini.


Berulang kali Abbas memberi kejutan demi kejutan untuknya.


Senyuman bahagia pun terpancar tak hanya untuk Anna. Papa Reno dan Mama Ami ikut bahagia melihatnya.


Anna bak seorang ratu malam ini sebab Abbas membuatnya jadi wanita yang paling bahagia.


Suara petikan gitar terhenti. Abbas memberikan gitar tersebut kepada seseorang pelayan yang mendekatinya kemudian bergantian memberikan microphone kepadanya.


Perlahan Abbas berjalan mendekati Anna selangkah demi selangkah.


“Untuk istriku tercinta, Anna Priscillia Annette Nurcahyani. Terima kasih sudah bersedia menjadi pendamping hidupku. Menjadikan aku sebagai imam dalam hidupmu. Bersedia melangkah bersama menapaki kehidupan rumah tangga dengan pria sepertiku, Terima kasih, Sayang. Dirimu.... Hanyalah dirimu, Bidadari Surgaku,” ucap Abbas lantang membuat semua tamu yang menyaksikan terkagum di buatnya termasuk Anna. Ia membungkam mulutnya sendiri.


Anna tidak menyangka suaminya akan beraksi dalam acara ini.


Tepukan meriah dari para tamu undangan semakin membuat Abbas bersemangat.

__ADS_1


Musik kembali terdengar sebagai intro dimulainya lagu yang akan dinyanyikan Abbas.


“Untuk istriku tercinta,”


I praise Allah for sending me you my love


You found me home and sail with me


And I’m here with you


Now let me let you know


You’ve opened my heart


I was always thinking that love was wrong


But everything was changed when you came along


Ohohoh


And there’s a couple of words I want to say


Anna membalas dengan senyuman. Abbas menggenggam tangan itu erat menghadap para tamu undangan yang sedang menonton Abbas bernyanyi di atas pelaminan.


Abbas kembali melanjutkan nyanyiannya.


For the Rest of My Life


I’ll be with you


I’ll stay by your side honest and true


Till the end of my time


I’ll be loving you. Loving you


For the Rest of My Life


Through days and nights


I’ll thank Allah for opening my eyes

__ADS_1


Now and forever I, I’ll be there for you.


Semua tamu undangan yang masih hadir bertepuk tangan meriah usai Abbas menyanyikan lagu romantis itu.


Dan penutup usai lagu berakhir adalah Abbas kembali mencium kening Anna lama seakan mencurahkan rasa cintanya di sana.


Beberapa karyawan wanita yang masih hadir meleleh di buatnya.


“Bos kita romantis banget!” ucap salah seorang karyawan wanita staf dari bagian administrasi di kantornya.


“Hooh, gak nyangka gue, bos dingin kita bisa semanis. So sweet banget. Ada gak sih yang kayak dia satu buat gue?”


“Gue juga mau.”


Keduanya saling berdebat.


Hingga akhirnya sambutan terakhir dari Abbas mengakhiri acara tersebut. Ucapan terima kasih kepada para tamu undangan, dari saudara, teman, kolega bisnis diucapkannya.


Malam ini malam yang paling berkesan dan malam terindah buat Anna. Entah dari aman Abbas bisa mengetahui keinginan Anna akan acara yang baru saja usai ini.


Acara yang sangat Anna impikan saat ia menikah.


“Terima kasih, Pah! Atas bocoran infonya!” ucap Abbas setelah memeluk Papa Reno.


“Papa yang berterima kasih kepadamu, Nak! Terima kasih sudah mewujudkan impian putri Papa!” Papa Reno menatap Anna yang berkaca-kaca melihatnya.


Sekarang Anna tahu dari mana Abbas bisa tahu impiannya.


Anna langsung memeluk papanya segera.


“Semoga kebahagiaan selalu mengiringi rumah tanggamu, Sayang!” bisik Papa Reno di sela pelukannya.


Anna mengangguk pelan. “Anna sayang, Papa!”


“Papa bahkan lebih sayang padamu, Nak!”


Mama Ami, Bu Lidia dan yang lainnya ikut berbahagia menyaksikannya.


...bersambung


...

__ADS_1


__ADS_2