
...Hai.... Author lanjut lagi.... lebel tamat author cabut. Sayng banget soalnya kalau pindah lapak. Jadi gak seru. Dan author balik lagi ke sini buat lanjutin ceritanya di sini....
...Kita kira ada yang masih setia gak ya nunggu ceritanya...
...Selamat membaca...
...🌴🌴🌴...
Malam yang sangat ditunggu oleh Rayyan adalah saat malam pertama. Setelah hampir satu bulan menjaga jarak degan Maira nyatanya saat malam pertama mereka pun jarak itu masih saja jelas terasa.
Abbas dan Darren seperti tidak rela melepaskan Rayyan pergi dari pesta itu. Usai pesta resepsi, Abbas mengajak Darren dan Rayyan serta Kang Andre berkumpul dalam satu meja.
Banyak yang dibahas oleh ke empat orang itu. Awalnya Rayyan tertarik membahasnya tapi lama kelamaan ia mulai tidak sabar ingin segera memeluk raga istrinya.
Rayyan ingin segera menyusul Maira yang sudah kembali ke kamar hotel. Semua keluarga dari pihak Rayyan dan Maira sengaja menginap di kamar hotel yang sama. Sebab satu gedung dengan tempat resepsinya.
Ingin pamit ke kamar tapi tidak enak hati sama Kang Andre, Kakak dari Maira. Akhirnya Rayyan menunggu sampai obrolan mereka selesai. Tidak ada acara minum-minuman beralkohol di meja itu. Sebab pria yang kumpul termasuk orang-orang yang paham akan haramnya minuman itu. Hanya kopi dan beberapa snack seperti kacang kulit jadi andalan yang menemani malam bergadang mereka. Tepat pukul 2 dini hari mereka kembali ke kamarnya masing-masing.
Ngantuk berat dan lelah itu yang Rayyan rasakan. Darren, Abbas dan Kang Andre menahan tawa saat Rayyan dipersilakan kembali ke kamarnya lebih dulu.
"Anda jahat sekali Kang Andre, seharusnya mereka menikmati malam ini berdua!" ujar Darren tersenyum geli melihat Rayyan yang berjalan lesu meninggalkan meja kumpul itu.
Kang Andre menyunggingkan senyum. " biarlah malam ini mereka tidur dengan pulas. kasihan adikku jika langsung di gempur sama dia! Pasti akan sangat lelah," sahut Andre sampai memikirkan keadaan seperti itu.
Abbas hanya menggelengkan kepala mendengarnya.
"Sudahlah, tugas kita sudah selesai bukan? Aku harus segera ke kamar. Anna tidak bisa tidur jika tidak memelukku!" Abbas menimpali.
Kang Andre sengaja meminta bantuan Darren dan Abbas agar Rayyan tidak bisa melewati malam ini berdua dengan Maira. Bukannya menghalangi. Tapi Andre tahu, dari kemarin malam sampai hari ini. Maira, adiknya kurang beristirahat.
__ADS_1
Tak bisa dipungkiri, jika seorang pria yang baru menikah seperti Rayyan dan Maira pasti tidak akan tinggal diam. Tak peduli rasa lelah yang penting napsunya tersalurkan.
Masih ada waktu untuk merasakan nikmat dunia. Lebih nikmat dan bertenaga jika kondisi badan dalam keadaan segar tidak kecapean, itu maksud dari Kang Andre mencegah Rayyan kembali ke kamarnya dlam waktu cepat. Hal lainnya adalah ia tidak ingin Maira sakit karena kelelahan.
"Apa ngidam Anna ingin selalu ada sama kamu, Bas?" tanya Darren.
"Bukan hanya ingin dekat, tapi ingin selalu bersama. Kadang Anna ikut ke kantor!" sahut Abbas.
"Berarti kalian bisa sering nganu, kalau nempel terus," celetuk Darren.
Abbas mengerutkan alis bingung, kemudian tersenyum menanggapinya. "Siapa bilang? Aku bahkan harus puasa beberapa minggu kedepan." Abba teringat dengan ucapan Anna tadi pagi kalau dia akan mendapat jatah cicilan malam ini.
"Ah, jatah cicilan bisa bisa hangus kalau aku tidak segera balik ke kamar!" ucap Abbas gantian membuat Darren bingung tidak mengerti ucapan Abbas.
Abbas paham kalau diamnya Darren karena tidak mengerti ucapannya. "cicilan nikmat batin, bro!" ucapnya sambil berlalu meninggalkan Darren yang tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, ia baru mengerti maksud dari Abbas. Maklum saja pengantin anget dan masih baru, belum belajar banyak gaya, dokter sudah melarangnya gencar berbagai gaya. Sebab Kehamilan Nisa yang masih sangat muda dan rentan dari goncangan.
Sampai di kamar, Rayyan melihat Maira yang sudah terlelap di tempat tidur. Beruntung Rayyan sudah melaksanakan kewajiban lima waktunya tadi, bareng Abbas dan Kang Andre. Jadi saat ini Rayyan hanya perlu membersihkan diri.
Tapi apa daya, saking tidak kuasa menahan rasa kantuk dan lelah. Rayyan melepas semua pakaiannya. Hanya menggunakan boxer saja, Rayyan langusng naik ke tempat tidur. Rayyan langsung terlelap saat kepalanya menyentuh bantal.
Tak ada malam pertama, malam ini. Biarlah esok hari mereka akan pergi ke Bandung untuk berbulan madu. Maira sengaja tidak memilih tempat jauh. menurut Maira dimana pun sama saja. Tak masalah bagi gadis itu.
Di kamar lain, Abbas masih merajuk meminta cicilan pada Anna.
"Dek! Dikit boleh ya?" bisik Abbas tapi tidak direspon oleh Anna.
Anna sedikit marah karena Abbas meninggalkan Anna ketika istrinya tertidur. Abbas tidak bilang kalau dia akan berkumpul dengan para pria di tempat resepsi itu.
Tidak mendapat respon dari Anna. Abbas tidak mudah menyerah. Suami dari Anna itu tetap menyelipkan tangannya ke balik balutan baju tidur milik Anna.
__ADS_1
Hangat itu yang Abbas rasakan saat telapak tangannya berhasil merangkul benda kenyal di dalam sana. Pijatan lembut dan pelan itu berhasil membuat lengkuhan pelan dari bibir Anna lolos begitu saja.
"Ssah, Abang! Ah... Jahil banget sih! Ngantuk tahu!" oceh Anna tapi tubuhnya malah makin merapat kepada Abbas.
Abbas tersenyum merasakan tubuh mereka semakin tak berjarak.
"Sepertinya cicilan malam ini, bisa double sentuhan atas bawah," gumam Abbas sambil tersenyum jahil kemudian mencium perut Anna yang sedikit terasa meskipun sedikit menyembul. "Papa boleh ya lihat kamu, bentar aja, pelan ko? Biar kamu gak kaget lihat kembaran botak kamu." bisik Ababs kemudian mencium perut Anna.
Anna terkekeh kecil mendengar ucapan Abbas. Anna hanya memejamkan matanya saja, Abbas tidak tahu kalau sentuhan itu sudah berhasil membuatnya terjaga dari tidurnya. Entah mengapa Anna juga merindukan sentuhan lebih dari Abbas.
Malam ini pun menjadi malam indah buat Anna dan Abbas setelah beberapa hari di rumah sakit, Abbas harus berpuasa. Dan malam ini ia bisa berkunjung menemui si calon bayi.
.
.
. Bersambung
Penganten baru kalah sama Abbas....
.
.
.
.
Di tunggu komen kalian ......
__ADS_1