Satu Cinta Dua Keyakinan

Satu Cinta Dua Keyakinan
titipan oleh-oleh


__ADS_3

cuman mau ngingetin nih, dukung terus karya ini ya. dengan cara like. komen sebanyak-banyaknya dan kasih rating bintang....


...๐ŸŒธselamat membaca๐ŸŒธ...


Anna berbalik lalu melangkahkan kaki ke teras kos an bergaya klasik yang selalu terlihat bersih dan terawat.


"Anna ...."


Suara berat seseorang yang di kenalnya membuat langkahnya terhenti. Anna memutar tubuhnya menghadap orang yang memanggil namanya.


"Abang ... ko enggak kasih kabar aku dulu kalau masu kesini?" tanya Anna seraya berjalan mendekat ke arah Abbas yang baru saja keluar dari mobilnya.


"Aku udah coba telpon tapi enggak diangkat. Kebetulan saat kamu kirim pesan tadi, Aku berada di dekat sini, Abbas melangkah memutar mobil lalu mendekat ke arah Anna. "Bagaimana sidang proposal mu hari ini, lanjut apa revisi?" tanya Abbas seraya memasukan satu tangan ke saku celananya.


"Oh, iya ponselku ada di kamar. Sukses dong! tiga hari lagi lanjut sidang akhir. Doakan ya, Bang."


"Ya. semoga lancar untuk sidang akhirnya."


"Aamiin ... masuk, Bang!" ajak Anna melangkah menuju teras.


"Tunggu, An." Abbas kembali menghentikan langkah Anna. berbalik membuka pintu depan mobil mengambil sesuatu dari dalam sana. Satu kantong plastik putih bertuliskan Astri Boba berisi dua gelas besar es berbeda rasa di dalamnya di raihnya lalu melanjutkan langkah menyusul Anna yang sudah sampai di teras bangunan putih bersih itu.


"Wah ... bawa apa tuh, Bang? tanya Anna saat Abbas mendekat ke arahnya.


"Ini untuk mu, maaf aku hanya membawa itu saja. tak sempat untuk mampir ke tempat lain!" Abbas memberikan minuman Boba dengan cream keju kesukaan Anna.


"Terima kasih, Bang. Anna malah merepotkan" Anna menerima minuman yang di sodorkan kepadanya lalu mengajak Abbas untuk duduk di bangku di depan teras kosannya. "Kita duduk di saja ya, Bang. maaf Anna enggak bisa ajak ke dalam, enggak ada orang soalnya." ucap Anna seraya mengeluarkan dua gelas minuman yang di bawa Abbas. Satu untuk Anna, satu lagi untuk Abbas.


"Ya, enggak pa-pa. Oh iya, apa yang mau kamu titipkan untuk Ibu dan anak-anak?" tanya Abbas penasaran.


"Oh, ya. Tunggu sebentar ya, Bang. Anna ambil dulu di dalam." Anna beranjak dari duduknya, masuk kedalam kosan menuju kamarnya.


Abbas duduk sendiri di bangku kayu antik di depan teras menunggu Anna yang meninggalkannya masuk ke dalam kos an untuk mengambil barang titipannya.


Abbas


Siang tadi ketika berada di ruangan kerjaku. Aku bersantai sejenak memainkan ponsel dan membuka aplikasi hijau di sana. Aku scroll beberapa status di sana. gerakan tanganku terhenti saat melihat status yang Anna tulis di media sosial miliknya bertuliskan, "Bersyukur sudah di lancarkan sidang hari ini. Lanjut sidang akhir. Tak sabar rasanya ingin segera memakai pakaian Toga."


Tak lama ku kirimkan komentar di akun tersebut "Alhamdulillah, semoga lancar sampai sidang akhir". Komentar yang aku kirim langsung terbaca olehnya. ku lihat akunnya sedang mengetik, tandanya ia akan membalas pesanku. Kami pun melanjutkan obrolan chat dalam aplikasi itu.


"Terima kasih, Abang. oh ya, bisa mampir ke tempatku, itupun, jika Abang ada waktu? ada yang mau aku titipkan untuk ibu dan anak-anak" tulis Anna di pesan chatnya.

__ADS_1


"InsyaAllah nanti Aku Mampir, memang apa yang mau di titipkan?" tanya Abbas.


"Ada deh, mau tau aja. Buat Abang ada juga ko!"


"Apa?" tanya Abbas lagi.


"Kepo ๐Ÿ˜Š ." jawab Anna.


"Pasti istimewa kan? Terima kasih ya, sudah di siapkan ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ


"Loh udah terima kasih aja, di terima aja belum ๐Ÿ˜†" pangkas Anna.


"Sedang apa, Bang?"


"Lagi apa, An?"


Kedua pesan itu datang secara bersamaan. Mereka saling terkekeh di saat membaca pesan.


"Yang pasti kita berdua saling membalas pesan" jawab Abbas.


" ๐Ÿ˜ Ya sudah! Nanti kabari aku kalau Abang akan kesini ya?! Aku sedang bersama Maira atau Abang mau kesini sekarang?" tanya Anna


"Ok, kalau begitu. Sampai bertemu nanti, Bang"


"Ya."


Kami mengakhiri obrolan di aplikasi tersebut. Lama tak bertemu dengan Anna, ingin rasanya segera mengakhiri pekerjaan agar segera bertemu dengannya.


Anna


Aku tutup obrolan kami di aplikasi hijau itu. Meski jarang bertemu Bang Abbas terkadang selalu menanyakan kabar dan bertanya apa yang aku lakukan hari ini. Rasanya seperti mendapat perhatian dari seorang kekasih. tapi nyatanya kami memang bukan sepasang kekasih. Tak ada ungkapan secara nyata yang Abbas berikan untukku Tetapi sikapnya selalu menunjukan seperti aku adalah kekasihnya. Terlalu percaya diri memang. Aku tersenyum sendiri mengakuinya.


Pertanyaan Maira membuyarkan lamunanku saat aku bersantai di kasur empuk milikku. Aku lekas terbangun lalu mendekat duduk bersama Maira. ingin rasanya mengetahui siapa lelaki pujaan hati dari sahabatku itu. Tapi sikap keras membuatnya kekeh untuk tak bercerita kepadaku, berbeda denganku. Aku pasti akan langsung bercerita kepadanya perihal kedekatan dan sikap yang aku dapat dari Abbas. Yang aku tahu dari Maira, lelaki yang ia simpan rapat- rapat jati dirinya sudah mempunyai pujaan hati lain.


Aku tak mau membuat Maira bersedih dengan pertanyaan ku yang selalu menanyakan siapa lelaki itu. Tak mau memaksanya bercerita tentang lelaki pujaannya, Aku memberi semangat untuknya. Wajahnya cantik, Ayu, Manis serta mempunyai kepribadian yang Sholehah. pasti akan banyak lelaki baik yang beruntung mendapatkannya. Dia hanya tersenyum menanggapi ku.


Di kamar


Anna mencari tas belanjaan untuk tempat menyimpan beberapa oleh-oleh untuk Ibu Lidia dan anak-anak di Rumah Bintang. Saat menemukannya. aku masukkan beberapa makanan yang akan di berikan kepada Bang Abbas.


Spikoe Surabaya, beberapa bungkus kerupuk kenjeran dan kopi bandrek untuk Abbas di masukkannya kedalam tas tersebut.

__ADS_1


Satu kotak Spikoe Surabaya untuk Anna, sudah di buka dan di potong saat bersama Maira. Dua kotak untuk Bunda Ima dan Ibu Lidia masing-masing mendapat satu kotak dan satu lagi Anna sisakan untuk teman-temanya di kos an. Biasanya malam hari mereka akan berkumpul bersama di ruang kumpul.


Di rasa cukup,makanan yang di masukkan ke dalam tas yang akan dititipkannya kepada Abbas. Anna lekas kembali ke depan teras. Tak lupa ia membawa sisa kue yang tak tersentuh tadi. Tangan kirinya memegang satu tas titipannya, satu lagi memegang kue yang sudah siap hidang.


"Cobain nih, Bang!" Anna meletakkan kue dalam piring di atas meja.


"Ya, terima kasih." Jawab Abbas.


Aku titip ini juga ya, Bang! untuk Bu Lidia dan anak-anak. Hanya sedikit! Anna memberikan barang titipannya kepada Abbas lalu Abbas menerimanya. diletakkannya dulu tas belanjaan itu di lantai.


"Banyak sekali ini, An" respon Abbas saat menerima pemberian Anna kepadanya.


"Yang makan nya kan juga banyak, Bang!" seru Anna.


Mereka saling melempar senyum saat itu. mengobrol santai di teras kos, dan banyak hal yang mereka bicarakan saat bersama. Anna bercerita akan persiapannya menghadapi sidang akhir juga sang Mama yang akan hadir di acara wisudanya.


sikap ceria dan ekspresi wajah ceria dan senyum yang merekah menghiasi wajah Anna. Abbas tersenyum melihat hal itu. Bagi Abbas kebersamaan bersama Anna saat ini menjadi hal indah untuknya.


.


.


.


Terima kasih sudah setia sama SCDK'


ikuti terus ya kisah Doubel A ini.


jangan lupa untuk like komen tambah favorit. sertakan rating bintang juga ya.


Terima kasih


Salam hangat dari Author Mayya_zha


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2