
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Keluarga besar Rayyan telah berkumpul untuk menyaksikan pernikahan Rayyan dan Maira. Begitu juga dengan keluarga Maira. Abi Khaliq akan menikahkan putrinya yang terakhir. Lengkap sudah kebahagiaan beliau. Putra pertama yang sudah menikah dan dikaruniai satu orang anak. Keponakan yang sudah dianggap seperti anak sendiri juga sudah menikah. Dan hari ini, putri bungsunya yang akan menikah.
Seperti yang diinginkan Maira. Prosesi adat sunda berkolaborasi dengan betawi akan dipertunjukkan di sini. Pasti akan sangat meriah nantinya.
Penyambutan meriah dari pihak wanita diawali dengan pertunjukan lengser sunda. Penyambutan untuk menyambut pihak pengantin pria oleh ki lengser.
Ki Lengser adalah tokoh utama yang bertugas menyambut besan dari pengantin pria. Biasanya, Ki Lengser disandingkan dengan tokoh bernama "Ambu", wanita paruh baya yang mendampingi Ki Lengser. Menurut sejarahnya, sosok Ki Lengser merupakan simbol tetua di masyarakat yang berperan sebagai penasihat dalam pernikahan.
Dalam prosesi ini diselingi tarian Sunda oleh para penari yyang lincah dan meliuk-liuk menggerakan tubuhnya. Rayyan sebagai engantin pria diapit oleh Om Anwar dan Tante Melly di kedua sisi Rayyan berdiri menerima sambutan dari Ki Lengser. Mereka jalan perlahan mengikuti Ki lengser, Ambu dan penari menuju pengantin wanita dan keluarga.
Penyambutan dilakukan oleh Bunda Ima yang mengalungkan kalung melati di leher Rayyan. Gugup itu yang saat ini Rayyan rasakan. Bibirnya bungkam selama prosesi itu. Ia hanya mengikuti arahan dari pembawa acara. Kemudian para orang tua dari kedua pengantin saling bersalaman dan berpelukan menyambut keluarga besan yang datang untuk menyaksikan pernikahan sakral itu.
Berbagai prosesi telah dilalui, saat ini saatnya hal yang paling ditunggu oleh Rayyan. Mengucapkan ijab kabul untuk Maira.
"Tenang Rayyan, gak usah gugup," Ujar Tante Melly dengan berbisik. Sebab ia melihat jelas kegugupan dari putranya itu.
Rayyan hanya bisa mengangguk pelan. Tak bisa berkata apapun. Kedua tangannya dingin merasa grogi dan takut jika ada kesalahan dalam pengucapan ijab kabul nanti.
Saksi, Pak penghulu, pengantin pria dan wanita sudah berkumpul. Acara pun segera dimulai oleh pembawa acara. Sesekali Rayyan mencuri pandang ke arah Maira yang duduk dengan serius tanpa menoleh sedikitpun kepadanya.
Isak tangis kembali terdengar saat Maira meminta ijin kepada Abi Khaliq untuk dinikahkan dengan Rayyan. Rayyan ikut sedih mendengar ucapan Maira yang terbata saat meminta ijin pada Abinya.
Dan saat ini, tiba waktunya Rayyan mengucap ijab kabul acara yang ditunggu. Sebelumnya Pak penghulu sudah memberikan contoh dan intruksi kepada Rayyan. Agar tidak salah saat pelaksana ijab kabulnya.
"Sudah siap, Nak Rayyan?" tanya Pak penghulu.
"InsyaAllah, siap." Rayyan berucap tegas tapi tidak menampik kegugupan dalam hatinya.
"Pak Khaliq, apa sudah siap?" Pak penghulu beralih pada Abi Khaliq.
"InsyaAllah..."
"Baiklah kita mulai ijab kabulnya," ucap Pak penghulu mengawalinya dan hendak membimbing Abi Khaliq tapi ayah dari Maira ingin mengucapkannya sendiri. Sebab 3 kali dia sudah menjadi wali nikah. Jadi Abi Khaliq sudah hapal betul kalimatnya.
"Bismillahirrahmanirrahim." Abi Khaliq memulai ucapan dengan suara tegas. "Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rayyan Al Kahfi
bin Anwar Fuadi dengan anak tercinta saya, Khumaira binti Khaliq Husein dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat solat dan uang sebesar 1 Milyar dibayar tunai." Abi Khaliq langsung menggerrak tangan Rayyan cepat sesuai perintah penghulu.
Rayyan yang memang merasa gugup pun langsung berucap.
"Sah," celetuk Rayyan.
Semua saksi dan tamu yang hadir tertawa mendengar kesalahan dari Rayyan. Tante Melly menggelengkan kepala dengan tingkah putranya.
Rayyan sendiri jangan di tanya. Dia sangat gugup dan malu. Abi Khaliq bahkan bisa merasakan dinginnya tangan calon menantunya itu.
"Belum sah, Nak Rayyan. Tadi calon mertua Nak Rayyan baru mengucapkan ijab seharusnya di sambung dengan kabul oleh mu. Aduh..., udah gak sabaran pengen sah, ini!" ledek Pak penghulu membuat Rayyan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Maira terkekeh sambil membungkam mulutnya sendiri. Merasa lucu dengan kesalahan pria yang ada di sampingnya yang sebentar lagi akan sah menjadi istrinya.
"Kita ulang lagi ya? Jangan salah lagi, kalau 3 kali salah, gak boleh meneruskan pernikahan," ucap Pak penghulu menakut-nakuti Rayyan.
"Jangan Pak penghulu, masa gagal kawin!" celetuk Rayyan.
"Ehm... Nikah Rayyan, bukan kawin. Emang kucing!" bisik Om Anwar yang ada di sisi Rayyan.
Kekehan dan tawa terdengar kembali. Suasana di ruangan itu berubah menjadi santai karena tingkaj Rayyan yang membuat para tamu undangan tertawa.
"Iya, maksudku nikah, Pah!" sanggah Rayyan.
Maira ingin sekali tertawa tapi ia berusaha menahannya. Itulah yang ia suka dari Rayyan mampu membuat suasana jadi menyenangkan. Sifat Maira yang diam dan tak banyak bicara berpadu dengan Rayyan yang tengil dan banyak mengobral janjimu tapi kali ini tidak. Rayyan begitu serius dengan Maira. Jadi hanya kepada wanita itu, Rayyan banyak menggoda.
"Kita ulangi lagi, Pak Khaliq," titah Pak penghulu.
__ADS_1
Abi Khaliq mengangguk paham. Abi Khaliq bersiap untuk kembali mengulang ijab kabulnya.
Om Anwar yang berada di samping Rayyan berbisik padanya. "Tenang, tidak usah gugup, Yan!" bisik Om Anwar.
Hanya anggukan pelan yang Rayyan berikan. Sebelum Abi Khaliq memulai, Rayyan melirik ke sisi kirinya. Dimana Maira duduk di sana. Dan tepat, bersamaan Maira pun melirik Rayyan. Senyum dari Maira mampu membuat Rayyan tenang.
Abi Khaliq mulai bersiap. Beliau kembali mengucap Basmalah dengan serius. "Bismillahirrahmanirrahim, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Rayyan Al Kahfi
bin Anwar Fuadi dengan anak tercinta saya, Khumaira binti Khaliq Husein dengan mas kawinnya berupa seperangkat alat solat dan uang sebesar 1 Milyar dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Khumaira binti Bapak Khaliq Husein dengan mas kawin tersebut dibayar, TUNAI," balas Rayyan dengan lantang dan tegas.
"Bagaimana, saksi, sah?" Pak Penghulu menoleh ke saksi pria dan saksi wanita.
"Sah."
"Sah."
Ucapan syukur terdengar dari seluruh tamu yang hadir dalam akad nikah tersebut.
Termasuk oleh Rayyan sendiri. perasaan gugup lenyap seketika berganti rasa hari dan bahagia tak menyangka jika wanita pujaan hatinya telah menjadi istrinya sekarang ini.
***
Resepsi pernikahan digelar di hari yang sama, hanya waktu saja yang membedakan. Malam hari adalah puncak resepsi pernikahan Raytan. Para tamu undangan banyak yang hadir. Dari kolega bisnis Om Anwar, para tetangga, teman, sahabat dan kerabat.
"Istriku cantik sekali malam ini!" bisik Rayyan menggoda Maira saat mereka berdua duduk di pelaminan.
"Gombal," balas Maira sambil tersenyum malu.
"Aku serasa mimpi, Mai! E-eh ... mulai saat ini panggilan harus berubah, aku akan memanggilmu Beb." Maira menggelengkan kepala.
"Honey," lanjut Rayyan.
"Lalu apa dong?"
"Apa saja, asal jangan dua kata itu, lebay. aku gak suka!" sahut Maira.
"Ok, kalau begitu baiklah, Sayang!" bisik Rayyan di telinga Maira membuat Maira merasa sedikit geli.
Pengantin baru itu bercanda gurau di sela istirahatnya. Mumpung para undangan tidak ramai.
Resepsi malam ini sangat meriah itulah suasana yang menggambarkan pesta dalam gedung itu. Malam ini pun menjadi hari kebahagiaan bagi Rayyan dan Maira.
Satu kebahagiaan juga dirasakan oleh keluarga Darren. Pengantin yang belum lama menikah itu sudah dikabarkan hamil. Umi hera begitu senang mendapat berita itu. Berbeda dengan Anna yang mengalami kesulitan saat makan.
Berbeda dengan Nisa. Wanita itu terlihat begitu lahap dengan makanan apapun. Dan Darren menjadi suami siaga saat Nisa mengidam sesuatu.
"Semoga Maira juga bisa cepet nyusul kaya mereka ya, Pah. Mama gak sabar ingin segera menimang cucu," ucap Tante Melly penuh harap ada anak pertamanya Rayyan.
Para kerabat, sahabat dan kolega saling bergantian memberi selamat pada Rayyan dan Maira. Kehadiran beberapa wanita yang pernah dekat dengan Rayyan juga ikut hadir memenuhi undangan. Kali ini Rayyan bisa menjaga jarak, sebab ada mertua dan Mamanya yang pasti akan langsung mengeluarkan tanduk jika Rayyan dekat-dekat dengan mereka.
Kali ini tiba waktunya untuk foto keluarga.
semua ikut berkumpul. Awalnya keluarga Darren menolak tapi mereka tidak mau mengecewakan Papa Reno.
Menurut ucapan yang dilontarkan Papa Reno, mereka adalah keluarga tidak ada yang membedakan. Semua sama saja, meskipun Mama Ami dan Papa Reno berbeda keyakinan tapi tidak memutus tali persaudaraan dan kehangatan dalam keluarga.
Anna dan Abbas telah bahagia, cinta mereka bersatu setelah berbagai rintangan, perbedaan dan hampir saja berpisah. Saat ini keluarga Anna main bahagia dan tak sabar menanti kehadiran calon penerus BAZ Express yang begitu terkenal dengan jasa pengirimannya.
Begitu juga dengan Darren. Jodoh, rejeki dan maut memang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Keputusan mempersunting Nisa meski salam kesederhanaan membuat keluarga kecil mereka dilimpahi kebahagiaan. Umi Hera begitu senang, dia dan harapannya untuk Darren terwujud sudah. Ditambah Nisa yang langsung hamil tanpa menunda. semakin menambah ke bahagiaan keluarga mereka.
Rayyan, pria itu tak hentinya menebar senyum bahagia. Berbekal nasehat dari Darren ia memberanikan diri melamar Maira dengan niat dan ketulusan. Gayung bersambut, Naira menerima lamarannya. Bahagia yang sungguh tiada terkira olehnya. Tinggal harapan Tante Melly yang masih belum terwujud. Wanita itu berharap Maira mengikuti Anna dan Nisa. Tak la hamil setelah menikah, hanya itu harapan dari Tante Melly.
__ADS_1
Tante Melly tidak mau kalah dengan Umi Hera dan Mama Ami. Ia juga ingin segera menimang cucu dari Rayyan dan Maira.
💐💐💐💐💐💐
Selamat berbahagia untuk Anna dan Abbas semoga kalian menjadi keluarga yang bahagia dan di berkahi kebahagiaan yang berlimpah.
Selamat juga untuk Darren dan Nisa. makin bahagia dengan hamilnya Nisa ya. Jadi orang tua yang baik untuk anak-anak nha kelak.
Dan terakhir buat Rayyan. Selamatttt... akhirnya wanita pujaan hati bisa dipeluk mesra.... Semoga harapan dan keinginan segera terwujud...
Terima kasih buat semua pembaca yang setia dan sabar menunggu update dari Author yang malasnya lebih besar ketimbang rajinnya.
Bahagia sekali kalian sudah hadir dan menemaniku sampai di titik ini. Semoga kedepannya Author bisa menghasilkan karya yang menarik untuk dibaca.
Rasanya bahagia bisa menamatkan karya pertama di Noveltoon ini. Hampir 1 tahun lebih karya ini di buat. Dan hari ini, selesai sudah kisah mereka. Karena mereka sudah bahagia dengan kehidupan baru mereka.
Tapi jangan di UNFAV dulu ya.. akan ada kisah kelanjutan dari Rayyan dan Maira. Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka selanjutnya. Author akan buat sekuel dari mereka. Tentang keinginan Tante Melly yang begitu mendambakan keturunan pada mereka.
Hidup dengan mantan playboy, banyak lagi yang akan dikupas nantinya.
Jangan lupa follow akun author ya...
klik ikuti ya agar kalian dapat notifikasi karya baru. tapi saat ini Author sudah rilis karya baru mampir ya...
Karya baru otoriter yang kemarin baru terbit
Bagi yang belum mampir boleh mampir ke cerita yang lainya.
SATU CINTA DUA KEYAKINAN
FAKE LOVE
PEMILIK KEHORMATANKU
IKHLASKU MELEPASMU, MAS!
Mampir ke karya author yang lain ya. tinggalkan jejak kalian agar aku sapa nanti di sana.
Tanpa kalian tidak ada artinya tulisan ini. love sekebon buat kalian pembaca setiaku. 😘😘😘😘
__ADS_1