
Wanita itu pun tak menyadari ada langkah kaki mendekat padanya. Ia fokus membuka bungkusan bermerk Toblersix yang berbentuk segitiga lalu mengeluarkannya, rasa manis yang di dapat dari cokelat itu, mengurangi rasa geroginya saat keluar dari ruangan dosen pembimbing.
Baru satu patahan cokelat mendarat di mulutnya. Maira terkaget ada seseorang yang menabraknya dari samping.
Brukk
Brakk ... File yang di pegang dengan tangan kiri jatuh berhamburan di lantai. susuan dari proposalnya pun tak lagi beraturan.
"Astagfirullahaladzim ... Maira menjatuhkan cokelat batang di tangan kanannya. Ia langsung berjongkok merapihkan kertas-kertas yang berhamburan agar tidak kotor. Ia tidak memperhatikan lelaki yang berdiri di depannya.
Setelah menabrak Maira. Rayyan hanya mematung memandangi Maira yang sibuk merapihkan proposal yang berjatuhan. ia teringat dengan gadis di luar minimarket tadi pagi.
"Bukannya dia gadis yang tadi pagi ngambil coklat gue tanpa ijin, asal bayar aja?" Batinnya.
"Maaf ya, Mas. Aku enggak sengaja, tadi buru buru keluar ruangan jadi enggak liat ada orang jalan asal keluar pintu tiba-tiba." Ucap Maira tanpa melihat ke arah lelaki yang ikut berjongkok membantunya merapihkan berkas milik Maira.
Padahal Rayyan pun bersalah di sini, berjalan sambil lirik kanan kiri tak fokus dengan jalan di depannya
Niat hati ingin mengumpat kesal karena teringat cokelat miliknya di ambil tanpa ijin, tak jadi ia lontarkan saat mendengar Maira meminta maaf terlebih dulu, apalagi saat suara lembut nan merdu itu terdengar olehnya.
Berkas proposal itu selesai dikumpulkan meski susunannya tak lagi rapi. Bersyukur Maira mendapat tanda tangan untuk lanjut sidang akhir tak perlu revisi untuk skripsi nya. berkas yang berantakan ini akan ia susun kembali nanti setibanya ia di rumah.
"Terima kasih ya, Mas sudah membantuku?" Maira mendongak setelah beberapa saat tertunduk fokus pada berkasnya.
Rayyan hendak memberikan beberapa berkas yang ia kumpulkan. Ia menyodorkannya kepada Maira. sontak mata mereka bertemu, saat Maira mendongak ke arah Rayyan.
Rayyan membeku, mulutnya seakan kaku. Matanya pun tak berkedip memandang wajah Maira yang berada di depannya." Cantik" ucapnya pelan tetapi ucapannya bisa di dengar oleh Maira. Ia terpesona dengan wajah ayu nan manis seorang Khumaira.
__ADS_1
Dengan tersenyum Maira membalas tatapan Rayyan."Terima kasih, Mas sudah membantu merapihkan berkas ini" Maira mengambil berkas yang di sodorkan kepadanya, lekas ia berdiri seraya mengambil cokelat yang terjatuh tadi lalu membuangnya ke tempat sampah tak jauh darinya.
Rayyan seperti terhipnotis oleh ayunya wajah Maira. hidung mancung dengan lesung pipi di senyumnya membuatnya menjadi pendiam dan menurut seperti kerbau yang di cocok hidungnya. pandangannya terus mengikutinya gerak langkah Maira yang perlahan menghilang di ujung ruangan kelas.
"Subhanallah, indahnya ciptaan mu itu ya Robb. Adem banget ni hati lihatnya" gumam Rayyan.
"Dor ..."
"Astaghfirullah" Rayyan memegangi dada terkejut lalu menoleh ke sampingnya. Ia melirik ke arah seorang wanita yang sedang melipat tangan di depan dadanya seraya menyipitkan matanya. "Ck ...ganggu kesenangan orang aja" gerutu Rayyan dan berbalik menghadap kearah sepupunya yang terus menatapnya tajam. Ia memasukan kedua tangannya ke saku celana kantornya.
"Mas ngapain di sini? tadi bilang di parkiran, Anna ke sana, Masnya enggak ada. Eh malah tebar pesona di dalam kampus. enggak Malu apa? ih ... plakk ..." Anna memukulnya menggunakan file di tangannya.
"Aww ... sakit dek" Rayyan mengelus tangan yang terkena pukulan kekesalan Anna. " Bukan tebar pesona, emang mas itu mempesona bikin cewek-cewek tergila-gila." Rayyan menegakkan badannya seraya menyentuh ujung kerah kemejanya, membanggakan dirinya.
"Dih, narsis banget! Anna menggelengkan kepalanya.
"Suruh siapa ke kampus Anna! tadi pagi 'kan Anna udah bilang ada sidang proposal sama pembimbing, jadi bakalan lama. nanti sore aja ke kos an. tau enggak, mas, Anna dapat dong tanda tangan pembimbing Anna. jadi, tinggal masuk sidang akhir. Mas ... denger enggak Anna ngomong?" Anna mengikuti langkah kaki Kakak sepupunya sambil menghentakkan kakinya merasa di abaikan akan ucapannya.
"Syukur deh kalau begitu, biar cepet lulus lu, dek. cepet wisuda. Emang enggak capek mikir terus?
mending kerja dapet duit bisa jalan-jalan kaya, Mas!" goda Rayyan. "Lagian, nanti sore, gue ada janji sama Bella. Mending sekarang mumpung ada meeting di luar. Lagian Tante Ami segala nyuruh anterin cepet-cepet, tuh kardus! emang apa sih isinya." tanya Rayyan penasaran. Langkahnya terhenti saat tiba di depan mobilnya. Ia buka pintu belakang mobilnya hendak menurunkan kardus titipan dari Tante Ami.
"Banyaklah. mau tau aja! E- eh bang jangan di turunin di sini. Anna enggak bawa mobil." Anna mencegah Rayyan saat melihat kardus berisi pesanannya akan di turunkan.
"Ck.. ribet banget si ni bocah! punya mobil bukannya dipake malah di anggurin, buat apa lu minta mobil dulu?" Rayyan menutup kembali pintu mobilnya.
"Sering telat, kena macet. Jadi males deh, bawa mobil. lebih setia sama si ulet jambu air." ucap Anna. Ia fokus ke ponsel di tangannya. Memberi pesan lewat chat aplikasi hijau ke Maira. memberitahu tidak perlu ke belakang kampus, tempat biasa ia santai bersama Maira. Anna menunggunya di parkiran dan mengajaknya ke tempat kos An Anna.
__ADS_1
"Ulet ... jambu ... Air ... maksudnya?" Rayyan tak mengerti ucapan Anna.
"Deh ... katanya pinter, ganteng tapi gitu aja enggak tau. Abang ojek online, Mas! kan pake helm ijo.
Rayyan mengacak rambut sepupunya yang bersandar di mobilnya.
"Ada-ada aja lu, Na! Trus Gimana, ni? gue tinggal aja, gitu?" tanya Rayyan lagi.
"Anterin Anna pulang ya, Mas! tapi tunggu teman dulu sebentar lagi." Anna memohon dengan manjanya.
"Hah ... ya sudahlah! Rayyan menghembuskan nafas pasrah. "Mas tunggu di dalam mobil aja, dek. Di luar panas!" ucapnya seraya masuk ke dalam mobil.
"He .. Tengku, Mas kuh. Aku di luar aja, nanti Maira enggak tau aku ada di sini? "
Akhirnya Rayyan memilih masuk ke dalam mobil. sambil menunggu, ia keluarkan ponsel dari saku celananya. membuka pesan chat dan mengirimi pesan untuk Bella. wanita yang sedang dekat dengannya, agar menunggunya nanti sore untuk bertemu.
Rayyan juga dekat dengan beberapa wanita cantik dan seksi. kebanyakan dari mereka adalah seorang model dan aktris. Ia mempunyai wajah tampan dan berkharisma sehingga banyak wanita yang terpesona akan ketampanan nya. Hanya saja percaya diri yang terlalu berlebih yang membuat orang terdekatnya seperti Anna dan Risma adik perempuannya merasa jengah karena sikapnya.
bersambung
jangan lupa tinggalkan jejak kalian
like 👍
komen✍️
beri vote dan hadiah untuk ku.
__ADS_1
terima kasih